Yuk kenali alergi susu dan Intoleransi Laktosa!

| 01 Nov 2019

Yuk kenali alergi susu dan Intoleransi Laktosa!

Kandungan nutrisi dalam susu dapat mendukung tumbuh kembang dan memelihara kesehatan, Namun di beberapa orang ada yang merasa mual dan kembung setelah minum susu.

Nah, kamu sendiri pernah nggak setelah minum susu merasa mual, perut kembung, badan gatal-gatal atau tidak enak badan?

 

Bila kamu pernah mengalami hal tersebut, mungkin bisa ada 2 kemungkinan loh, kamu mengalami lactose intolerance atau alergi susu loh, keduanya memang terlihat memiliki  dampak sama, tapi sebenarnya berbeda. Yuk kenali apa itu intoleransi laktosa dan alergi susu!

 

Intolerance lactose atau dikenal juga dengan intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan usus memecah gula alami yang dikenal dengan laktosa. Ketidakmampuan usus kecil memecah laktosa menjadi gula lebih sederhana, yaitu jadi glukosa dan galaktosa ini membuat laktosa berubah menjadi gas, dengan adanya gas ini menyebabkan muncul berbagai gejala masalah pencernaan, seperti diare, perut sakit, dan kembung. Jadi yang bikin perut kamu merasa kurang nyaman setelah minum susu adalah gas ini. Umumnya laktosa ini ada dalam kandungan susu hewani dan produk olahannya seperti yogurt dan keju.

 

Intoleransi laktosa juga ada jenis-jenisnya, loh:

 

  1. Intoleransi laktosa primer

Intoleransi laktosa jenis ini adalah paling banyak ditemukan di dunia. Setiap orang yang lahir akan menghasilkan cukup laktase untuk memecah laktosa. Namun seiring berjalannya waktu kemampuan menghasilkan laktase ini menurun, terjadinya hal ini disebabkan karena sudah lama berhenti minum susu dan gejalanya muncul setelah dewasa minum susu kembali.

 

  1. Intoleransi laktosa sekunder

Terjadinya intoleransi laktosa sekunder ini disebabkan karena efek samping dari operasi pada usus, penyakit pencernaan atau karena mengonsumsi obat tertentu. Selain itu pernah mengalami muntaber, infeksi ini membuat kerusakan sementara bagi usus. Orang yang pernah mengalami muntaber akan mengalami mual, muntah hingga diare bila mengonsumsi makanan atau minuman mengandung laktosa.

 

  1. Intoleransi laktosa keturunan

Untuk intoleransi laktosa keturunan ini penyebabnya karena tubuhnya memang dari lahir tidak bisa membuat enzim laktase. Kelainan genetik ini bisa terjadi karena keturunan dari kedua orangtuanya.

 

 

Lalu bagaimana dengan alergi susu? Apa sama aja dengan intoleransi laktosa? Alergi susu secara sederhana adalah respon yang tidak normal dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu atau produk berbahan susu. Kebanyakan alergi susu ditemukan pada anak-anak, namun tidak menutup kepada orang dewasa atau remaja juga bisa alergi susu. Untuk kasus alergi susu pada dewasa atau remaja biasanya persentasenya lebih kecil.Seperti yang ditinjau oleh dr. Marianti dari alodokter.com, alergi susu disebabkan adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang menganggap kandungan protein susu sebagai zat yang berbahaya bagi tubuh. Akibatnya sistem kekebalan tubuh terpicu untuk membuat antibodi immunoglobulin E untuk menetralkan alergen. Proses ini membuat pelepasan zat kimia tubuh seperti histamin yang kemudian membuat munculnya gejala-gejala alergi susu.

 

Karenanya alergi susu banyak ditemukan pada anak-anak, di mana sistem kekebalan tubuhnya belum berkembang, lambat laun seiring dengan diberikan susu secara berkala, sistem kekebalan tubuhnya pun jadi bisa menerima protein dari susu.

 

Gejala-gejala alergi susu tidak semuanya sama, gejala ini dibedakan berdasarkan waktu kemunculannya, karena setiap orang memiliki karakteristik sistem kekebalan tubuh yang berbeda-beda. Ada beberapa gejala yang langsung muncul setelah minum susu, seperti gatal-gatal di sekitar mulut dan bibir, bengkak pada bibir, lidah, atau amandel, batuk, dan sesak nafas. Lalu ada juga gejala yang muncul setelah beberapa jam setelah minum susu, seperti muntah, diare, atau perubahan warna pada kulit. Dan yang terakhir gejala alergi susu bisa juga muncul di esok harinya, seperti mata berair, pilek, dan diare.

 

Nah, jadi kamu sudah tahu kan beda keduanya. Secara sederhana intoleransi laktosa sangat berbeda dengan alergi susu, intoleransi laktosa tidak berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh, melainkan hanya kemampuan usus memecah laktosa saja, sedangkan alergi susu adalah masalah sistem kekebalan tubuh dalam menerima protein susu. Meskipun di beberapa kasus gejala yang muncul itu sama seperti mual dan muntah, tapi bukan berarti penyebabnya sama.

 

Bila kamu mengalami hal-hal di atas jangan langsung mendiagnosa sendiri ya, pastikan kamu ke dokter untuk melakukan pengecekan untuk mengetahui kamu menderita intoleransi laktosa atau alergi susu. Lalu kalo penderita intoleransi laktosa apa nutrisinya akan berkurang, karena tidak mengonsumsi susu? Sebab banyak banget kandungan nutrisi dalam susu, mulai dari vitamin, protein, dan kalsium. Untuk penderita intoleransi laktosa bisa mulai dengan mengatur pola makan, mengonsumsi suplemen tambahan. kurangi makanan yang menggunakan olahan susu, dan bila kamu ingin mengonsumsi susu bisa dengan ukuran yang tidak terlalu banyak dan waktu yang tepat

 

Intoleransi Laktosa bisa tetap mengonsumsi susu bila kamu tau waktu dan ukuran yang sesuai. Salah satu susu yang memiliki ukuran sesuai Frisian Flag Purefarm Flavour Milk 225 ml. Temukan seluruh varian rasanya di sini ya. Kamu juga bisa menangkan Hadiah Go-Pay lho. Mau tau caranya cari tau di sini yuk!

Artikel Terkait