Protein Susu VS Telur, Mana Yang Lebih Banyak?

| 14 Sep 2017

Protein Susu VS Telur, Mana Yang Lebih Banyak?

Susu dan telur adalah bahan makanan yang cukup akrab bagi keluarga di Indonesia. Dari sekian banyak  zat gizi yang terdapat pada kandungan susu dan telur, protein menjadi salah satu zat gizi makro yang vital. Tubuh membutuhkan protein dalam jumlah besar karena protein berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, di antaranya pembentukan otot, regenerasi kulit dan rambut, serta membuat antibodi bagi sistem kekebalan tubuh. Selain itu, kandungan protein pada makanan membuat sistem pencernaan bekerja lebih perlahan hingga membuat kita merasa kenyang lebih lama.

Protein terdiri dari 20 asam amino. Lebih dari setengahnya merupakan asam amino nonesensial, karena tubuh dapat memproduksinya sendiri. Sisanya merupakan asam amino esensial, karena bersumber dari makanan.

Susu VS Telur

Mengonsumsi susu dan telur adalah cara efektif untuk mendapatkan protein hewani. Keduanya mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan untuk pembentukan protein di dalam tubuh setiap hari. Journal of Sports Science and Medicine mencatat Biological Value (BV) atau nilai biologis protein telur adalah 100, sedangkan BV susu adalah 91. Namun protein whey yang biasa ditemukan dalam produk susu memiliki BV 104. Apa itu nilai biologis? Nilai biologis atau Biological Value (BV) adalah cara mengukur kualitas suatu protein berdasarkan kemampuan tubuh dalam menyerap protein tersebut. Secara sederhana, BV adalah presentase protein yang dapat diserap oleh tubuh. Nilai BV yang baik adalah 70-100. Bahan makanan dengan BV yang tinggi umumnya menandakan kandungan asam amino yang lengkap dan tinggi, seperti susu dan telur.

Lalu bagaimana perbandingan proteinnya?

Segelas susu whole milk mengandung sekitar 150 kalori dan 7,7 gram protein. Berbeda dengan susu, sebutir telur rebus rata-rata mengandung sekitar 78 kalori dengan kandungan protein 6 gram. Setiap hari laki-laki dewasa membutuhkan 64 gram protein, sedangkan perempuan dewasa membutuhkan 46 gram protein.

Ketimbang sebutir telur, jumlah protein pada segelas susu memang lebih besar. Namun selisihnya tidak signifikan sehingga keduanya tetap bisa Anda andalkan dalam memenuhi kebutuhan protein harian bagi keluarga.

Nah, bagaimana soal penyajian? Susu jelas lebih mudah disajikan dibanding telur. Telur harus Anda masak terlebih dulu, sedangkan susu dapat Anda nikmati secara langsung. Ini membuat susu lebih unggul dalam urusan penyajian dan kepraktisan. Kebutuhan protein Anda semakin mudah didapatkan jika susu Anda hadir dalam kemasan praktis dengan ukuran yang praktis dibawa ke mana saja seperti susu siap minum  Frisian Flag.

Susu siap minum  Frisian Flag bergizi dengan kemasan kotak dan botol yang praktis, higienis dalam ukuran sekali minum dan ukuran yang dapat dikonsumsi oleh keluarga. Bisa dinikmati dalam segala suasana dan dimana saja baik didalam maupun diluar rumah. Dapat diminum oleh semua usia (kecuali bayi usia 0-12 bulan).

Diproduksi dengan susu segar pilihan, dengan pengalaman produksi lebih dari 140 tahun di dunia dan didukung oleh keahlian dari Netherlands Dairy Expertise menghasilkan susu dengan cita rasa yang lezat dan bergizi.

Susu Siap Minum Frisian Flag mengandung rangkaian zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat dan lemak) dan zat gizi mikro (multi vitamin dan mineral) untuk mendukung asupan gizi harian keluarga Indonesia.

Susu Siap Minum Frisian Flag tersedia dalam merk Frisian Flag Purefarm untuk anggota keluarga dan Frisian Flag Kid, Milky dan Fruity untuk anak-anak.

Jadikan Susu Siap Minum Frisian Flag menjadi bagian dari pola hidup sehat keluarga Anda.

Nikmati segar,  sehat dan bergizinya susu sapi dalam susu siap minum Frisian Flag. dengan kandungan susu Frisian Flag, seperti protein, kalsium, vitamin D, A, dan beragam mineral bermanfaat.

Artikel Terkait