Facebook Pixel

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT, Mana yang Lebih Baik?

Banner
| 03 Agu 2021

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT, Mana yang Lebih Baik?

Susu Pasteurisasi dan Susu UHT, Mana yang Lebih Baik?

Apakah Anda sering mendengar istilah susu pasteurisasi dan susu UHT? Mungkin sebagian orang masih bingung untuk membedakan antara kedua jenis susu ini. Selain itu, ada pula jenis susu bubuk dan cair yang bisa jadi pilihan untuk menambah asupan gizi setiap hari. Namun, di antara semua jenis susu ini, manakah yang lebih baik dikonsumsi?

Pada dasarnya susu merupakan minuman segar yang diperoleh langsung dari pemerasan hewan mamalia, seperti sapi. Susu segar mengandung gizi tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan badan. Namun, susu ini sangat mudah rusak jika tidak lekas dipanaskan dan segera dikonsumsi. Dan jika terkontaminasi udara setelah diperah, susu akan semakin rentan membawa bakteri yang berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Oleh karenanya, susu segar harus diproses langsung agar dapat dikonsumsi dengan aman dan bertahan lebih lama. Ada dua jenis susu yang sering dikonsumsi masyarakat, yaitu susu bubuk dan susu cair. Kandungan gizi dalam susu cair lebih tinggi dibanding jenis lainnya karena telah melalui pengolahan dengan suhu tinggi dan dalam waktu singkat.

Susu cair dikelompokkan ke dalam beberapa jenis, yaitu susu pasteurisasi dan susu UHT (Ultra High Temperature). Istilah susu pasteurisasi dan susu UHT adalah dua cara pemrosesan susu agar dapat dikonsumsi dengan aman dan bertahan lama. Lalu apa perbedaan susu UHT dan kandungan susu pasteurisasi?

Baca Juga: Coba 5 Resep Brownies Kukus Nikmat Ini, Yuk!

Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses pemanasan pada susu segar sebelum susu tersebut siap untuk dikonsumsi. Banyak anggapan yang berkembang bawa susu pasteurisasi tidak lebih baik dari susu murni atau susu segar. Anggapan ini muncul karena proses pasteurisasi dianggap bisa merusak kandungan protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang terdapat pada susu murni.

Faktanya, susu pasteurisasi adalah jenis susu yang mengalami proses pemanasan dengan perkiraan suhu sekitar 30-60 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Susu hasil pasteurisasi juga bisa bertahan lebih lama untuk dikonsumsi ketimbang susu segar. Selain itu, anggapan-anggapan negatif mengenai susu pasteurisasi tidaklah benar. Lantas, apakah proses pasteurisasi dapat mengubah kandungan susu? Nah, di artikel ini akan dijelaskan lebih lengkap mengenai proses pasteurisasi dan perbedaannya dengan proses UHT. 

Salah satu anggapan negatif tentang proses pasteurisasi menyebutkan bahwa proses pasteurisasi membuat kadar kalsium dalam susu berkurang, padahal kenyataannya anggapan tersebut tidaklah benar. Faktanya, kadar kalsium tetap terjaga meskipun susu tersebut telah melalui proses pasteurisasi. Karena itu, tidak sedikit peneliti yang berpendapat bahwa mengonsumsi susu pasteurisasi lebih dianjurkan dibanding susu segar.

Kelebihan lain dari susu pasteurisasi, yakni metode ini dapat membunuh patogen atau bakteri yang ada dalam susu segar, sehingga membuatnya aman dikonsumsi tanpa risiko kesehatan. Rasa dan tekstur susu pasteurisasi pun mengalami improvisasi, sehingga lebih nikmat dikonsumsi. Hal ini dibenarkan oleh ilmuwan nutrisi dari Amerika Serikat, Dr. Matthew Lantz Blaylock PhD yang menganjurkan kita mengonsumsi susu yang sudah diproses, seperti susu pasteurisasi dan susu UHT.

Baca Juga: Cara Membuat Salad Buah Mudah Dengan 6 Resep Ini 

UHT

UHT adalah kependekan dari Ultra High Temperature. Sama seperti pasteurisasi, UHT adalah proses pemanasan susu segar yang dilakukan setelah diperah langsung dari sapi. Hal yang berbeda dengan pasteurisasi adalah tingkat pemanasannya. Pada UHT, susu dipanaskan dengan suhu yang relatif lebih tinggi, yakni 135-150 derajat celcius namun dalam waktu yang sangat singkat, yakni 2-3 detik. Tidak jauh berbeda dengan pasteurisasi, proses pemanasan pada susu UHT juga bertujuan untuk mematikan bakteri jahat yang terdapat pada susu segar.

Seperti halnya dengan pasteurisasi, susu UHT dianggap mengalami pengurangan nilai nutrisi dari susu segar karena telah mengalami proses pemanasan. Faktanya, susu UHT relatif tidak mengurangi nilai dan kandungan nutrisi yang terdapat pada susu segar. Selain itu, pada susu UHT, waktu pemanasan yang singkat bertujuan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu dan mendapatkan warna maupun aroma yang tidak berbeda jauh dengan susu pada keadaan semula.

Susu UHT juga memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan susu pasteurisasi. Setidaknya, susu UHT bisa bertahan untuk dikonsumsi antara 6-12 minggu. Bahkan tanpa disimpan di lemari es, susu UHT tetap mempunyai daya tahan yang lama. Meski begitu, disarankan segera konsumsi setelah kemasan susu UHT dibuka. sesuai ketentuan penyajian yang berlaku.

Dengan menggunakan suhu lebih tinggi dalam mengolahnya, susu UHT menjadi lebih steril dibanding dengan susu pasteurisasi. Pada susu UHT, hampir semua bakteri yang terdapat pada susu segar bisa hancur dan dimusnahkan.

Sedangkan pada susu pasteurisasi, masih ada beberapa jenis bakteri yang tersisa. Namun tidak perlu khawatir, karena jenis bakteri yang tersisa bukan jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit berbahaya. Untuk lebih jelasnya, berikut penjelasan mengenai perbedaan susu UHT dan pasteurisasi yang perlu Anda ketahui:

Baca Juga: Menuju Indonesia Sehat

Perbedaan Susu UHT dan Pasteurisasi

  • Proses Pemanasan

    Proses pemanasan susu dengan pasteurisasi berlangsung dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan UHT atau Ultra High Temperatur yang menggunakan suhu yang lebih rendah.

    Pasteurisasi adalah proses pengolahan susu dengan cara memanaskan susu dengan waktu minimal 30 menit dan panas suhu maksimal 80 derajat celcius. Proses ini bertujuan untuk mengurangi jumlah bakteri atau kuman yang bisa menjadi penyebab penyakit, serta memperlambat pertumbuhan mikroba susu. Proses ini ditemukan ilmuwan Louis Pasteur dari Prancis pada 20 April 1862.

    Karena tidak melalui pemanasan dengan suhu tinggi, susu pasteurisasi masih terjamin kandungan zat gizinya. Namun, susu pasteurisasi harus segera diminum karena tidak akan bertahan lama dan diperlukan proses pendinginan agar dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.

    Sedangkan, susu UHT berasal dari proses pemanasan susu yang cukup lama, karena menggunakan suhu sekitar 135-150 derajat celcius selama 2-3 detik. Berbeda dengan pasteurisasi, proses pengolahan susu UHT diolah dengan suhu tinggi agar bakteri patogen mati dan susu kembali menjadi steril. Pemanasan dengan suhu tinggi dapat mengubah komposisi dan kandungan dalam susu UHT. Namun, susu dapat bertahan lama meski tanpa harus ditaruh dalam suhu dingin.

    Namun, Anda tidak perlu khawatir karena saat ini ada teknologi pemanasan suhu tinggi pada susu UHT tanpa mengubah komposisi dan kandungan nutrisi di dalamnya. Caranya adalah menggunakan teknologi pemanasan kilat. Pemanasan dilakukan dalam beberapa detik saja dengan suhu 140 derajat celcius.

    Dengan teknologi ini, susu kemasan yang diproses dengan cara UHT bisa bertahan dan disimpan lebih lama tanpa bahan pengawet atau dengan proses pendinginan.

  • Cara Penyimpanan

    Karena susu UHT diperoleh dari pengolahan yang cukup panjang, susu UHT dapat bertahan lebih lama dibanding susu pasteurisasi. Susu UHT dapat bertahan selama 6-12 bulan dalam kemasan dan 5 hari setelah kemasan dibuka. Dengan kemampuan simpan yang cukup lama, susu UHT dapat disimpan tanpa harus didinginkan terlebih dahulu.

    Sementara susu pasteurisasi hanya dapat bertahan selama 4-5 jam dalam suhu ruangan. Jika susu pasteurisasi disimpan lebih dari 6 jam dalam suhu ruangan, maka kandungan nutrisi di dalam susunya bisa rusak. Oleh karenanya, susu pasteurisasi perlu dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Selain itu, dalam keadaan kemasan sudah terbuka, susu pasteurisasi hanya bisa bertahan selama 3 hari. Perlu diketahui pula, cara meminum susu pasteurisasi harus dituangkan ke dalam gelas dan tidak diminum langsung dari kemasan karena hal itu bisa memperpendek masa konsumsinya.

  • Kandungan Gizi

    Karena susu pasteurisasi tidak melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi seperti susu UHT, kandungan gizi dalam susu pasteurisasi tidak banyak berubah. Hal ini membuat rasa susu pasteurisasi terasa lebih kental dan kuat dibandingkan rasa susu UHT.

    Dari kedua jenis susu tersebut, baik susu UHT atau susu pasteurisasi akan kehilangan beberapa vitamin akibat proses pemanasan yang dilakukan. Oleh karenanya kedua susu tersebut memiliki fortifikasi. Fortifikasi merupakan proses penambahan mikronutrien atau vitamin dan unsur renik esensial pada makanan.

    Susu yang sudah melalui fortifikasi nantinya akan memiliki tambahan gizi lebih di dalam kandungannya. Tambahan kandungan baik, seperti vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Selain itu tujuan dilakukannya fortifikasi adalah untuk mempertahankan serta memperbaiki sebagian kecil gizi dan nutrisi yang mungkin hilang karena proses pemanasan sebelumnya. Itulah mengapa susu UHT dan susu pasteurisasi lebih baik dari susu segar yang mentah.

  • Tingkat Sterilisasi

    Susu UHT melalui proses pemanasan suhu tinggi, sehingga membuatnya lebih steril dibanding dengan susu pasteurisasi. Pada susu UHT, hampir semua bakteri bisa hancur dan menjadikan susu ini susu steril.

    Sementara pada susu pasteurisasi masih ada beberapa bakteri yang tersisa, bakteri tersebut pada umumnya bukan jenis bakteri penyebab penyakit berbahaya. Untuk menghindari susu terkontaminasi lebih banyak, susu pasteurisasi akan melewati tahap tambahan dalam pengolahannya. Setelah selesai dipanaskan pada suhu sekitar 72 derajat celcius, susu akan langsung dimasukan kedalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 4.4 derajat celcius.

  • Pengemasan Susu

    Kemasan susu pasteurisasi biasanya dibuat dari kertas karton atau plastik, sementara untuk susu UHT akan disimpan di dalam wadah yang dari luar terlihat seperti kertas karton, tapi di dalamnya terdapat minimal lima lapisan tambahan.

Apakah Proses UHT Mengubah Kandungan Susu?

Susu pada umumnya melewati proses pemanasan terlebih dahulu sebelum dikemas. Proses pemanasan ini dilakukan untuk mematikan segala spora dan bakteri jahat yang terkandung dalam susu agar susu aman dan layak dikonsumsi.

Salah satu proses pemanasan susu yang kerap dilakukan adalah pemanasan UHT atau Ultra-High Temperature. Pertanyaannya, adakah perubahan nutrisi pada kandungan susu UHT?

Agar aman dikonsumsi, susu segar memang wajib melewati proses pemanasan. Meski kaya zat gizi, setelah diperah susu akan terpapar udara dan berisiko terkontaminasi. Menurut Centers for Disease Control and Prevention susu bisa mengandung mikroorganisme seperti Brucella, Campylobacter, Cryptosporidium, E. coli, Listeria, dan Salmonella yang mengancam kesehatan tubuh.

Dalam proses UHT, susu dipanaskan pada suhu di atas 135 derajat celcius minimal selama 2 detik. Selain untuk mematikan bakteri dan mikroorganisme jahat, proses UHT dilakukan agar masa konsumsi susu lebih panjang tanpa harus menambahkan bahan pengawet. Setelah melewati proses UHT, susu akan dikemas dalam wadah steril yang kedap udara.

Dengan proses ini, selama kemasan tertutup, susu UHT dapat bertahan setidaknya selama 6 bulan pada suhu ruang. Namun setelah dibuka, susu harus segera dihabiskan atau dimasukkan ke dalam lemari pendingin dengan jangka waktu aman dikonsumsi sekitar 3 hari.

Lalu, Apakah Pemanasan Suhu Tinggi Berdampak Terhadap Kandungan Nutrisi?

Menurut The Consumer Education Project of Milk SA proses pemanasan susu yang tepat tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai gizi pada susu. Proses UHT termasuk dalam jenis proses pemanasan yang tidak merusak kandungan gizi dan tidak mengubah kemampuan penyerapan zat gizi oleh tubuh.

Kandungan susu UHT dan manfaatnya bisa Anda dapatkan dari kelezatan Susu Siap Minum Frisian Flag yang dibuat dari susu sapi dalam kemasan kotak yang praktis dan higienis, dalam ukuran sekali minum dan ukuran yang dapat dikonsumsi oleh keluarga kapan saja dan di mana saja.

Susu Siap Minum Frisian Flag mengandung rangkaian zat gizi makro (zat gizi penting : protein, karbohidrat, dan lemak) dan zat gizi mikro (multivitamin dan mineral) untuk mendukung asupan gizi harian keluarga Indonesia. Susu Siap Minum Frisian Flag tersedia dalam varian Frisian Flag Purefarm untuk semua anggota keluarga dan Frisian Flag Kid, Milky, dan Fruity untuk anak-anak.

Apakah Proses Pasteurisasi Mengubah Kandungan Susu?

Saat memilih antara susu UHT dan susu pasteurisasi, setiap orang pasti memiliki pilihan masing-masing. Namun, tak sedikit orang yang menganggap proses pasteurisasi akan merusak kandungan nutrisi di dalam susu. Akibatnya, banyak yang lebih memilih susu segar karena dianggap mengandung nutrisi yang penting bagi tubuh. Padahal sebenarnya, proses pasteurisasi tetap menjaga kandungan nutrisi di dalam susu.

Faktanya, nilai nutrisi pada susu pasteurisasi tidak hilang. Kandungan beragam nutrisi di dalam susu pasterisasi, seperti protein, karbohidrat, lemak, serta berbagai vitamin dan mineral tidak berkurang atau hilang secara signifikan. Dibandingkan dengan susu segar yang masih mentah, kadar kalsium dan fosfor dalam susu pasteurisasi justru masih tetap tinggi karena kedua mineral tersebut tahan panas.

Sementara itu, kandungan vitamin B dan vitamin C pada susu pasteurisasi memang akan berkurang sedikit, tetapi tetap tidak signifikan. Hal ini karena susu sapi pada dasarnya tidak mengandung banyak vitamin tersebut. 

Tips Memilih Susu UHT dan Pasteurisasi yang Baik

Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih susu pasteurisasi yang aman:

Baca keterangan label yang terdapat pada kemasan susu sebelum membeli. Cari produk yang mencantumkan tulisan "susu pasteurisasi"

Bila ingin membeli langsung susu dari peternak, tanyakan apakah susu yang dijual melalui proses penghangatan atau pasteurisasi terlebih dahulu. Lihat tanggal kadaluarsa. Pastikan produk susu yang dibeli masih layak untuk dikonsumsi dan tidak melewati tanggal kadaluarsa

Cium aroma susu. Bila aroma susu sudah berubah atau menyengat atau asam, jangan dikonsumsi lagi. Sementara itu, berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam memilih susu UHT yang baik:

Sebelum membeli susu UHT, sebaiknya tentukan dulu kemasan besar (family pack) atau yang kecil (portion pack). Dilihat dari segi harga, kemasan yang besar akan lebih ekonomis dibanding kemasan yang kecil, dengan jumlah setara kemasan besar.

Ada banyak jenis dan merk susu UHT di pasaran. Perhatikan kandungan (ingredients) yang tertera dalam kemasan susu. Perhatikan pula sisi nutrisi dan protein yang terdapat di dalamnya.

Baca Juga: Nutrisi Terjangkau

Mana yang Lebih Baik?

Seperti yang diketahui bahwa susu UHT dan susu pasteurisasi lebih baik dibanding susu segar. Sebab, susu segar yang mentah mengandung bakteri, seperti salmonella, E.coli, dan bakteri-bakteri lain penyebab keracunan makanan. Bakteri tersebut juga berisiko menyebabkan gangguan serius pada orang dengan sistem imun yang lemah, anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Namun, yang jadi pertanyaannya saat ini adalah: Manakah yang lebih baik di antara susu UHT dan susu pasteurisasi?

Pada dasarnya, dalam teknologi pangan telah diketahui bahwa pengolahan dengan suhu pemanasan yang tinggi tetapi dengan waktu yang singkat lebih bisa menyelamatkan nilai gizi dari pada suhu pengolahan yang lebih rendah tetapi dengan waktu yang lebih lama.

Bila dilihat dari kualitas susu yang melalui proses sterilisasi, susu UHT lebih baik dibandingkan cara sterilisasi pasteurisasi karena proses sterilisasi UHT dengan pemanasan tinggi dan singkat. Umur waktu simpan susu UHT lebih lama dibanding produk susu pasteurisasi. Susu UHT dapat disimpan dalam waktu yang cukup panjang meski tanpa bahan pengawet dan pendinginan.

Selain itu, susu UHT adalah susu higienis yang bebas dari seluruh mikroba seperti patogen penyebab pembusukan. Maka dari itu, potensi kerusakan mikrobiologis sangat minimal, bahkan hampir tidak ada. Proses pemanasan yang sangat singkat pada proses UHT menyebabkan mutu susu UHT seperti warna, aroma, rasa dan gizi relatif tidak terlalu berubah. Kelebihan lainnya, yaitu biaya pengemasan tidak terlalu sulit dan mahal maka kebanyakan produk susu UHT dijual dengan harga yang cukup terjangkau. Perlu dicatat pula, baik susu pasteurisasi ataupun susu UHT, sebaiknya tidak diberikan pada bayi yang masih berusia di bawah 1 tahun atau bayi yang masih mengonsumsi ASI.

Yang paling penting dalam memilih susu untuk dikonsumsi, pastikan Anda memilih produk terbaik yang diolah dengan standar tertinggi untuk memastikan kualitasnya terjaga dan kandungan gizinya optimal, seperti susu UHT Frisian Flag Purefarm.

Baca Juga: 5 Resep Soto Ayam Lezat Dan Praktis

Frisian Flag Purefarm diproduksi dengan susu segar pilihan yang dikemas dalam kemasan kotak praktis dan higienis, dengan kandungan susu UHT dalam tiap kotaknya terdiri dari zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat dan lemak) serta zat gizi mikro (multivitamin dan multimineral) dengan rasa yang lezat.

Frisian Flag Purefarm memiliki tiga jenis susu UHT yang bisa jadi favorit keluarga, yakni :

Frisian Flag Purefarm Full Cream, susu cair siap minum yang mendukung gizi harian dengan rasa full cream yang gurih dan lezat. Di dalamnya mengandung nutrisi baik, seperti sumber 8 vitamin dan sumber 3 mineral untuk tubuh.

Frisian Flag Purefarm Flavour Milk (Coconut Delight, Swiss Chocolate,dan Strawberry), susu cair siap minum dengan kandungan nutrisi untuk mendukung gizi harian dan memiliki beragam rasa yang bisa jadi favorit keluarga.

Frisian Flag Purefarm Low Fat (French Vanilla, Chocolate, Strawberry, dan Plain), susu rendah lemak untuk Anda yang sedang menjalankan gaya hidup sehat atau program penurunan berat badan. Dilengkapi 3 rasa yang menggugah selera. Jadikan susu siap minum Frisian Flag menjadi pola hidup sehat keluarga Anda. Info lengkap Frisian Flag Purefarm bisa Anda cek di sini ya!

Artikel Terkait