Benarkah susu segar jenis susu yang paling baik

| 20 Des 2017

Benarkah susu segar jenis susu yang paling baik

Susu segar sejak lama diyakini sebagai minuman yang sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungan nutrisi seperti protein, kalsium, dan mineral yang terdapat pada susu memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tapi apakah kamu sudah tahu bahwa ada berbagai macam jenis susu? Tidak cuma satu, selain susu segar, ada banyak jenis susu yang perlu kamu ketahui. Antara lain susu UHT dan susu pasteurisasi. Apa beda keduanya dengan susu segar?

Hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah apa yang dimaksud dengan susu segar. Secara singkat, susu segar adalah jenis susu yang diperoleh langsung dari sapi dan belum melalui proses olahan tertentu atau biasa juga dikatakan sebagai susu murni karena kandungan asli dalam susu tersebut masih belum hilang. Karena itu, susu segar banyak dikatakan sebagai jenis susu yang paling baik. Benarkah?

Untuk menjawab hal tersebut, berikut adalah fakta-fakta susu segar yang perlu kamu ketahui:

  • Apa yang dimaksud susu segar?
    Pengertian susu segar menurut Standar Nasional Indonesia adalah susu murni yang diambil dari ambing susu sapi yang sehat dan bersih, diperoleh dengan cara yang benar, kandungan alaminya tidak ditambah atau dikurangi apapun, serta belum mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa memengaruhi kemurniannya. Dapat dikatakan bahwa susu segar adalah susu yang masih mentah karena belum melewati proses pengolahan apa pun.
  • Kandungan pada susu segar?
    Sebagai susu yang belum melewati proses pengolahan, terdapat kandungan baik yang belum terganggu pada susu segar. Beberapa kandungan nutrisi yang baik yang terdapat pada susu murni antara lain omega 3, omega 6, vitamin E, vitamin A, vitamin D, kalium, dan laktosa. Kesemuanya baik untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh ataupun mencegah risiko penyakit berbahaya.
  • Risiko pada susu segar?
    Meski memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik, namun ditemukan fakta lain yang cukup mengejutkan pada susu segar. United States Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA) menyarankan masyarakat untuk menghindari mengonsumsi susu mentah. Dalam temuan CDC, terdapat 81 wabah bakteri penyebab penyakit. Bakteri berbahaya yang terdapat pada susu mentah di antaranya: Salmonella, E.Coli, Campylobacter, S. aureus, Yersinianterocolitica, dan Listeriamonocytogenes. Hal senada juga disebutkan oleh Konsultan Gizi dan Kesehatan Deborah Orlick Levy yang menyebutkan susu mentah berpotensi tercemar bakteri E.Coli dan Salmonella. Bakteri-bakteri tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan gejala seperti mual dan muntah.

Pendapat yang agak berbeda disampaikan praktisi kesehatan asal Tennessee, Amerika Serikat, dr. Daniel Kalb. Menurutnya, susu mentah boleh dikonsumsi selama berasal dari peternakan yang menerapkan pemeliharaan organik tanpa bantuan kimiawi serta kandang dan proses produksi susu yang sesuai dengan standar kesehatan. Hal itu karena bakteri alami non-patogenik yang terdapat pada susu mentah dapat menyehatkan susu serta membantu sistem kekebalan tubuh. Namun lanjutnya, susu mentah tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang tua, perempuan hamil, maupun anak-anak.

Kendati begitu ada cara untuk mematikan bakteri yang masih terdapat pada susu segar atau susu murni. Antara lain metode pasteurisasi dan Ultra High Temperature (UHT)

Lalu apa yang dimaksud dengan pasteurisasi dan UHT?

  • Pasteurisasi

    Pasteurisasi adalah proses pemanasan pada susu segar atau mentah sebelum susu tersebut siap untuk dikonsumsi. Banyak anggapan yang berkembang bawa susu pasteurisasi tidak lebih baik dari susu murni atau susu segar. Anggapan ini muncul karena proses pasteurisasi dianggap bisa merusak kandungan protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang terdapat pada susu murni. 

    Faktanya, susu pasteurisasi adalah jenis susu yang mengalami proses pemanasan dengan perkiraan suhu sekitar 30-60 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Susu hasil pasteurisasi juga bisa bertahan lebih lama untuk dikonsumsi ketimbang susu mentah. Selain itu anggapan-anggapan negatif yang terdapat pada susu pasteurisasi tidaklah benar. Seperti anggapan yang menyebut proses pasteurisasi akan merusak kandungan nutrisi pada susu. Setelah proses pasteurisasi, kandungan nutrisi di dalam susu masih tetap terjaga. 

    Tidak hanya itu, anggapan bahwa kadar kalsium dalam susu berkurang karena pasteurisasi juga tidaklah benar. Kadar kalsium tetap terjaga meskipun pada susu dilakukan proses pasteurisasi. Karena itu, tidak sedikit yang berpendapat bahwa mengonsumsi susu hasil pasteurisasi lebih dianjurkan karena kandungan bakteri yang terdapat pada susu sudah dimatikan terlebih dahulu.

  • UHT

    UHT adalah kependekan dari Ultra High Temperature. Sama seperti pasteurisasi, UHT adalah proses pemanasan susu segar yang dilakukan setelah diperah langsung dari sapi. Hal yang berbeda dengan pasteurisasi adalah tingkat pemanasannya. Pada UHT, susu dipanaskan dengan suhu yang lebih tinggi. Susu dipanaskan pada suhu yang relatif tinggi yakni 135-150 derajat celcius namun dalam waktu yang sangat singkat yakni 2-3 detik. Tidak jauh berbeda dengan pasteurisasi, proses pemanasan pada susu UHT juga bertujuan untuk mematikan bakteri jahat yang terdapat pada susu segar. 

    Seperti halnya dengan pasteurisasi, susu UHT disebut juga mengalami pengurangan nilai nutrisi dari susu segar karena telah mengalami proses pemanasan. Namun faktanya, susu UHT relatif tidak mengurangi nilai dan kandungan nutrisi yang terdapat pada susu segar. Selain itu pada susu UHT, waktu pemanasan yang singkat bertujuan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu dan mendapatkan warna maupun aroma yang tidak berbeda jauh dengan susu pada keadaan semula.

    Susu UHT juga memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan susu pasteurisasi dan jauh lebih lama dari susu segar. Setidaknya susu UHT bisa bertahan untuk dikonsumsi antara 6 hingga 12 minggu. Bahkan tanpa disimpan di lemari es, susu UHT tetap mempunya daya tahan yang lama. Meski begitu, disarankan setelah kemasan susu UHT dibuka agar segera dikonsumsi sesuai ketentuan penyajian yang berlaku.

    Melihat cara pengolahan yang menggunakan suhu yang lebih tinggi, susu UHT menjadi lebih steril apabila dibandingkan dengan susu pasteurisasi. Pada susu UHT, hampir semua bakteri yang terdapat pada susu segar bisa hancur dan dimusnahkan.

    Sedangkan pada susu pasteurisasi, masih ada beberapa jenis bakteri yang tersisa. Namun tidak perlu khawatir, karena jenis bakteri yang tersisa bukan jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit berbahaya.

Jadi mana yang lebih baik?

Secara garis besar baik susu segar maupun susu pasteurisasi dan susu UHT memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Namun berdasarkan fakta yang disajikan, susu dengan melalui proses pemanasan seperti pasteurisasi dan UHT lebih direkomendasikan. Hal itu tidak lepas dari kandungan bakteri berbahaya yang masih terdapat pada susu segar. Alangkah baiknya untuk menghindari risiko penyakit yang terkandung pada bakteri-bakteri tersebut.

Sedangkan bila dilihat dari proses sterilisasi, susu UHT lebih baik dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Selain itu, masa awet susu UHT juga jauh lebih lama ketimbang susu pasteurisasi terlebih susu mentah. Susu UHT dapat disimpan dalam waktu yang cukup panjang meski tanpa pengawet atau lemari pendingin. Tidak hanya itu, proses pemanasan yang singkat, membuat mutu susu UHT seperti aroma, warna, rasa, gizi, masih tetap terjaga.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanasan susu segar dengan cara pasteurisasi akan menghambat perkembangan bakteri patogen dan dapat disimpan setidaknya untuk dikonsumsi hingga seminggu atau dua minggu ke depan. Sedangkan pemanasan dengan cara UHT akan mematikan bakteri merugikan yang terkandung pada susu segar sekaligus mengawetkan susu hingga dalam waktu yang lama.

Jadi kamu tidak perlu lagi khawatir untuk mengonsumsi susu pasteurisasi ataupun susu UHT. Karena meskipun telah mengalami proses pasteurisasi maupun UHT, kamu masih bisa mendapatkan manfaat susu dengan optimal apabila dikonsumsi secara rutin sesuai dengan kebutuhan gizi harian mu.

Yang paling penting, saat akan memilih susu untuk dikonsumsi, pastikan kamu memilih produk terbaik yang diolah dengan standar tertinggi untuk memastikan kualitasnya terjaga dan kandungan gizinya optimal, seperti susu UHT Frisian Flag Purefarm. 

Diproduksi dengan susu segar pilihan, susu Frisian Flag Purefarm mengandung rangkaian zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat, dan lemak) dan zat gizi mikro (multivitamin dan mineral) untuk menunjang asupan gizi harian yang kamu butuhkan.

Untuk mengetahui manfaat lengkap dari susu UHT Frisian Flag Purefarm kamu bisa langsung cek info lengkapnya di sini.

Artikel Terkait