Benarkah Susu Segar Jenis Susu Paling Baik?

Banner
| 23 Nov 2020

Benarkah Susu Segar Jenis Susu Paling Baik?

Benarkah Susu Segar Jenis Susu Paling Baik?

Susu segar sejak lama diyakini sebagai minuman yang sangat baik untuk dikonsumsi. Kandungan nutrisi seperti protein, kalsium, dan mineral yang terdapat pada susu memiliki manfaat yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Tapi apakah kamu sudah tahu bahwa ada berbagai macam jenis susu? Tidak cuma satu, selain susu segar, ada banyak jenis susu yang perlu kamu ketahui. Antara lain susu UHT dan susu pasteurisasi. Apa beda keduanya dengan susu segar?

Hal pertama yang perlu kamu ketahui adalah apa yang dimaksud dengan susu segar. Secara singkat, susu segar adalah jenis susu yang diperoleh langsung dari sapi dan belum melalui proses olahan tertentu atau biasa juga dikatakan sebagai susu murni karena kandungan asli dalam susu tersebut masih belum hilang. Karena itu, susu segar banyak dikatakan sebagai jenis susu yang paling baik. Benarkah?

Untuk menjawab hal tersebut, berikut adalah fakta-fakta susu segar yang perlu kamu ketahui:

  • Apa yang dimaksud susu segar?
    Pengertian susu segar menurut Standar Nasional Indonesia adalah susu murni yang diambil dari ambing susu sapi yang sehat dan bersih, diperoleh dengan cara yang benar, kandungan alaminya tidak ditambah atau dikurangi apapun, serta belum mendapat perlakuan apapun kecuali proses pendinginan tanpa mempengaruhi kemurniannya. Dapat dikatakan bahwa susu segar adalah susu yang masih mentah karena belum melewati proses pengolahan apa pun.
  • Kandungan pada susu segar?
    Sebagai susu yang belum melewati proses pengolahan, terdapat kandungan baik yang belum terganggu pada susu segar. Beberapa kandungan nutrisi yang baik yang terdapat pada susu murni antara lain omega 3, omega 6, vitamin E, vitamin A, vitamin D, kalium, dan laktosa. Kesemuanya baik untuk menjaga kesehatan serta meningkatkan daya tahan tubuh ataupun mencegah risiko penyakit berbahaya.
  • Risiko pada susu segar?
    Meski memiliki banyak kandungan nutrisi yang baik, namun ditemukan fakta lain yang cukup mengejutkan pada susu segar. United States Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Food and Drug Administration (FDA) menyarankan masyarakat untuk menghindari mengonsumsi susu mentah. Dalam temuan CDC, terdapat 81 wabah bakteri penyebab penyakit. Bakteri berbahaya yang terdapat pada susu mentah diantaranya: Salmonella, E.Coli, Campylobacter, S. aureus, Yersinianterocolitica, dan Listeriamonocytogenes. Hal senada juga disebutkan oleh Konsultan Gizi dan Kesehatan Deborah Orlick Levy yang menyebutkan susu mentah berpotensi tercemar bakteri E.Coli dan Salmonella. Bakteri-bakteri tersebut dikhawatirkan bisa menyebabkan gejala seperti mual dan muntah.

Pendapat yang agak berbeda disampaikan praktisi kesehatan asal Tennessee, Amerika Serikat, dr. Daniel Kalb. Menurutnya, susu mentah boleh dikonsumsi selama berasal dari peternakan yang menerapkan pemeliharaan organik tanpa bantuan kimiawi serta kandang dan proses produksi susu yang sesuai dengan standar kesehatan. Hal itu karena bakteri alami non-patogenik yang terdapat pada susu mentah dapat menyehatkan susu serta membantu sistem kekebalan tubuh. Namun lanjutnya, susu mentah tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang tua, perempuan hamil, maupun anak-anak.

Kendati begitu ada cara untuk mematikan bakteri yang masih terdapat pada susu segar atau susu murni. Antara lain metode pasteurisasi dan Ultra High Temperature (UHT).

Lalu apa yang dimaksud dengan pasteurisasi dan UHT?

  • Pasteurisasi
    Pasteurisasi adalah proses pemanasan pada susu segar atau mentah sebelum susu tersebut siap untuk dikonsumsi. Banyak anggapan yang berkembang bawa susu pasteurisasi tidak lebih baik dari susu murni atau susu segar. Anggapan ini muncul karena proses pasteurisasi dianggap bisa merusak kandungan protein, lemak, dan nutrisi lainnya yang terdapat pada susu murni.
    Faktanya, susu pasteurisasi adalah jenis susu yang mengalami proses pemanasan dengan perkiraan suhu sekitar 30-60 derajat celcius selama kurang lebih 30 menit. Susu hasil pasteurisasi juga bisa bertahan lebih lama untuk dikonsumsi ketimbang susu mentah. Selain itu anggapan-anggapan negatif yang terdapat pada susu pasteurisasi tidaklah benar. Seperti anggapan yang menyebut proses pasteurisasi akan merusak kandungan nutrisi pada susu. Setelah proses pasteurisasi, kandungan nutrisi di dalam susu masih tetap terjaga.
    Tidak hanya itu, anggapan bahwa kadar kalsium dalam susu berkurang karena pasteurisasi juga tidaklah benar. Kadar kalsium tetap terjaga meskipun pada susu dilakukan proses pasteurisasi. Karena itu, tidak sedikit yang berpendapat bahwa mengonsumsi susu hasil pasteurisasi lebih dianjurkan karena kandungan bakteri yang terdapat pada susu sudah dimatikan terlebih dahulu.
  • UHT
    UHT adalah kependekan dari Ultra High Temperature. Sama seperti pasteurisasi, UHT adalah proses pemanasan susu segar yang dilakukan setelah diperah langsung dari sapi. Hal yang berbeda dengan pasteurisasi adalah tingkat pemanasannya. Pada UHT, susu dipanaskan dengan suhu yang lebih tinggi. Susu dipanaskan pada suhu yang relatif tinggi yakni 135-150 derajat celcius namun dalam waktu yang sangat singkat yakni 2-3 detik. Tidak jauh berbeda dengan pasteurisasi, proses pemanasan pada susu UHT juga bertujuan untuk mematikan bakteri jahat yang terdapat pada susu segar. 

Seperti halnya dengan pasteurisasi, susu UHT disebut juga mengalami pengurangan nilai nutrisi dari susu segar karena telah mengalami proses pemanasan. Namun faktanya, susu UHT relatif tidak mengurangi nilai dan kandungan nutrisi yang terdapat pada susu segar. Selain itu pada susu UHT, waktu pemanasan yang singkat bertujuan untuk mencegah kerusakan nilai gizi susu dan mendapatkan warna maupun aroma yang tidak berbeda jauh dengan susu pada keadaan semula.

Susu UHT juga memiliki ketahanan yang lebih lama dibandingkan susu pasteurisasi dan jauh lebih lama dari susu segar. Setidaknya susu UHT bisa bertahan untuk dikonsumsi antara 6 hingga 12 minggu. Bahkan tanpa disimpan di lemari es, susu UHT tetap mempunya daya tahan yang lama. Meski begitu, disarankan setelah kemasan susu UHT dibuka agar segera dikonsumsi sesuai ketentuan penyajian yang berlaku.

Melihat cara pengolahan yang menggunakan suhu yang lebih tinggi, susu UHT menjadi lebih steril apabila dibandingkan dengan susu pasteurisasi. Pada susu UHT, hampir semua bakteri yang terdapat pada susu segar bisa hancur dan dimusnahkan.
Sedangkan pada susu pasteurisasi, masih ada beberapa jenis bakteri yang tersisa. Namun tidak perlu khawatir, karena jenis bakteri yang tersisa bukan jenis bakteri yang menjadi penyebab penyakit berbahaya.

Jadi mana yang lebih baik?

Secara garis besar baik susu segar maupun susu pasteurisasi dan susu UHT memiliki manfaat yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. Namun berdasarkan fakta yang disajikan, susu dengan melalui proses pemanasan seperti pasteurisasi dan UHT lebih direkomendasikan. Hal itu tidak lepas dari kandungan bakteri berbahaya yang masih terdapat pada susu segar. Alangkah baiknya untuk menghindari risiko penyakit yang terkandung pada bakteri-bakteri tersebut.

Sedangkan bila dilihat dari proses sterilisasi, susu UHT lebih baik dibandingkan dengan jenis susu lainnya. Selain itu, masa awet susu UHT juga jauh lebih lama ketimbang susu pasteurisasi terlebih susu mentah. Susu UHT dapat disimpan dalam waktu yang cukup panjang meski tanpa pengawet atau lemari pendingin. Tidak hanya itu, proses pemanasan yang singkat, membuat mutu susu UHT seperti aroma, warna, rasa, gizi, masih tetap terjaga.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pemanasan susu segar dengan cara pasteurisasi akan menghambat perkembangan bakteri patogen dan dapat disimpan setidaknya untuk dikonsumsi hingga seminggu atau dua minggu kedepan. Sedangkan pemanasan dengan cara UHT akan mematikan bakteri merugikan yang terkandung pada susu segar sekaligus mengawetkan susu hingga dalam waktu yang lama.

Jadi kamu tidak perlu lagi khawatir untuk mengonsumsi susu pasteurisasi ataupun susu UHT. Karena meskipun telah mengalami proses pasteurisasi maupun UHT, kamu masih bisa mendapatkan manfaat susu dengan optimal apabila dikonsumsi secara rutin sesuai dengan kebutuhan gizi harian mu.

Yang paling penting, saat akan memilih susu untuk dikonsumsi, pastikan kamu memilih produk terbaik yang diolah dengan standar tertinggi untuk memastikan kualitasnya terjaga dan kandungan gizinya optimal, seperti susu UHT Frisian Flag Purefarm. 

Diproduksi dengan susu segar pilihan, susu Frisian Flag Purefarm mengandung rangkaian zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat, dan lemak) dan zat gizi mikro (multivitamin dan mineral) untuk menunjang asupan gizi harian yang kamu butuhkan. 

Manfaat minum susu segar secara rutin

Dalam menunjang asupan gizi harian yang kamu butuhkan, sangat dianjurkan untuk secara rutin mengonsumsi susu segar setiap hari. Selain berguna untuk memenuhi kebutuhan tubuh, banyak manfaat yang bisa kamu rasakan dari rutin minum susu segar setiap hari.

  1. Membantu pertumbuhan tulang

    Sebagaimana yang telah diketahui, meminum susu segar secara rutin akan membantu mengoptimalkan pertumbuhan anak-anak di masa perkembangannya. Salah satu manfaat yang bisa dirasakan dari minum susu segar setiap hari adalah pertumbuhan tulang yang kuat. Pertumbuhan tulang yang kuat pada tubuh didapat dari kalsium, vitamin D, serta fosfor yang ada pada kandungan susu segar.

  2. Mengoptimalkan pembentukan massa otot

    Tidak hanya baik untuk pertumbuhan tulang di masa tumbuh kembang anak-anak, minum susu segar secara rutin juga akan membantu pembentukan massa otot yang ideal. Kandungan protein pada susu segar dapat membantu mengoptimalkan pembentukan massa otot di dalam tubuh Pembentukan massa otot cukup memiliki peranan penting untuk tetap menjaga tubuh tetap dalam kondisi terbaiknya dalam menjalani aktivitas seharian penuh. Selain itu, minum susu segar juga memiliki manfaat baik bagi kamu yang suka berolahraga, karena susu segar terbukti mampu memperbaiki kerusakan pada otot.

  3. Mengendalikan berat badan

    Untuk kamu yang berada di rentang usia dewasa muda, penampilan punya faktor penting dalam menghadirkan rasa percaya diri untuk meningkatkan produktivitas. Oleh karena itu, menjaga berat badan agar tetap ideal merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan. Tetapi, tahukah kamu bahwa susu segar memiliki manfaat untuk membantu kamu dalam mengendalikan berat badan? Kandungan protein yang terdapat pada susu segar mampu menghasilkan perasaan kenyang yang lebih lama, sehingga kamu akan mengurangi keinginan makan di waktu-waktu yang kurang tepat.

Perbedaan Susu UHT dan Pasteurisasi

Susu cair dikelompokan ke dalam beberapa jenis, yaitu susu pasteurisasi dan susu UHT (Ultra High Temperature). Istilah susu pasteurisasi dan susu UHT adalah dua cara pemrosesan susu agar dapat dikonsumsi dengan aman dan bertahan lama. Lalu apa perbedaan susu UHT dan kandungan susu pasteurisasi?

Proses Pemanasan 

Proses pemanasan susu dengan pasteurisasi berlangsung dalam waktu yang lebih lama dibandingkan dengan UHT atau Ultra High Temperatur yang menggunakan suhu yang lebih rendah. 

Pasteurisasi adalah proses pengolahan susu dengan cara memanaskan susu dengan waktu minimal 30 menit dan panas susu maksimal 80 derajat. Proses ini memiliki tujuan untuk mengurangi jumlah organisme yang bisa menjadi penyebab penyakit serta memperlambat pertumbuhan mikroba susu. Proses ini ditemukan ilmuwan Louis Pasteur dari Prancis pada 20 April 1862. Karena tidak melalui pemanasan dengan suhu tinggi, susu pasteurisasi masih terjamin kandungan zat gizinya. Namun demikian susu pasteurisasi harus segera diminum karena tidak akan bertahan lama dan diperlukan proses pendinginan agar dapat disimpan dalam waktu yang cukup lama.

Sedangkan susu UHT berasal dari proses pemanasan susu yang cukup lama, karena menggunakan suhu sekitar 135°C sampai dengan 150°C selama 2-3 detik. Berbeda dengan pasteurisasi, proses pengolahan susu UHT diolah dengan suhu tinggi agar bakteri patogen mati dan susu kembali menjadi steril. Pemanasan dengan suhu tinggi dapat mengubah komposisi dan kandungan dalam susu UHT namun demikian susu dapat bertahan lama meski tanpa harus ditaruh dalam suhu dingin. 

Agar mengurangi perubahan kandungan dalam susu UHT akibat pemanasan suhu tinggi, sudah ada teknologi pemrosesan susu UHT yang membuat kandungan zat gizi susu UHT tidak hilang setelah proses ini. Caranya adalah dengan pemanasan kilat. Pemanasan dilakukan dalam beberapa detik saja dengan suhu 140 derajat Celcius. Sisi positifnya, susu kemasan yang diproses dengan cara UHT bisa bertahan dan disimpan lebih lama tanpa bahan pengawet atau dengan proses pendinginan.

Cara Penyimpanan 

Karena susu UHT didapatkan dengan melalui pengolahan yang cukup panjang, susu UHT dapat bertahan lebih lama dibanding susu pasteurisasi. Susu UHT dapat bertahan selama senam sampai dua belas bulan dalam kemasan dan lima hari setelah kemasan dibuka. Dengan kemampuan simpan yang cukup lama, susu UHT dapat disimpan tanpa harus didinginkan terlebih dahulu.

Sementara susu pasteurisasi hanya dapat bertahan selama empat sampai lima jam dalam susu ruangan, jadi perlu dimasukan ke dalam lemari pendingin setelahnya. Selain itu dalam keadaan kemasan sudah terbuka, susu pasteurisasi hanya bisa bertahan selama tiga hari.

Kandungan Gizi dan Cita Rasa 

Karena susu pasteurisasi tidak melalui proses pemanasan dengan suhu tinggi seperti susu UHT, kandungan gizi dalam susu pasteurisasi tidak banyak berubah. Hal ini membuat rasa susu pasteurisasi terasa lebih kental dan kuat dibandingkan rasa susu UHT. 

Dari kedua jenis susu tersebut baik susu UHT ataupun susu pasteurisasi akan tepat kehilangan beberapa vitamin akibat proses pemanasan yang dilakukan. Oleh karenanya kedua susu tersebut memiliki fortifikasi. Fortifikasi merupakan proses penambahan mikronutrien atau vitamin dan unsur renik esensial pada makanan. 

Susu yang sudah melalui fortifikasi nantinya akan memiliki tambahan gizi lebih pada kandungan susu. Tambahan kandungan baik seperti vitamin D yang sangat dibutuhkan untuk membantu pertumbuhan tulang. Selain itu tujuan dilakukannya fortifikasi untuk mempertahankan serta memperbaiki sebagian kecil gizi dan nutrisi yang mungkin hilang karena proses pemanasan sebelumnya. 

Tingkat Sterilisasi 

Pengolahan dengan menggunakan suhu yang tinggi dilalui susu UHT, membuat susu UHT lebih steril jika dibandingkan dengan susu pasteurisasi. Pada susu UHT hampir semua bakteri bisa hancur dan menjadikan susu ini susu steril. 

Sementara pada susu pasteurisasi masih ada beberapa bakteri yang tersisa, bakteri tersebut pada umumnya bukan jenis bakteri penyebab penyakit berbahaya. Untuk menghindari susu terkontaminasi lebih banyak, susu pasteurisasi akan melewati tahap tambahan dalam pengolahannya. Setelah selesai dipanaskan pada suhu sekitar 72°C, susu akan langsung dimasukan kedalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 4.4°C.

Pengemasan Susu

Kemasan susu pasteurisasi biasanya dibuat dari kertas karton atau plastic, sementara untuk susu UHT akan disimpan di dalam wadah yang dari luar terlihat seperti kertas karton, tapi di dalamnya terdapat minimal lima lapisan tambahan.

Untuk mengetahui manfaat lengkap dari susu UHT Frisian Flag Purefarm kamu bisa langsung cek info lengkapnya di sini.

Artikel Terkait