Alasan Susu dan Asupan Tinggi Protein Wajib Dikonsumsi Sejak Dini

Banner
| 04 Mei 2020

Alasan Susu dan Asupan Tinggi Protein Wajib Dikonsumsi Sejak Dini

Alasan Susu dan Asupan Tinggi Protein Wajib Dikonsumsi Sejak Dini

“Protein is King!”, tegas penulis buku The Fat Loss Prescription, Dr. Spencer Nadolsky. Tapi, apa alasannya? Mengapa Anda sejak kecil dibiasakan makan telur dan minum susu tinggi protein?

Tubuh kita ibarat mobil. Agar dapat melaju, perlu ada mesin yang berfungsi dengan baik. Bagi tubuh manusia, protein adalah “mesin” yang menjaga dan menjalankan fungsi tubuh.

Pentingnya Protein untuk Tubuh

Sebagian besar komponen tubuh tersusun dari protein, mulai dari jaringan dan organ tubuh, otot, rambut, kulit, hingga sistem kekebalan tubuh. Bersama lemak, protein menyusun 20% dari total berat badan. Kekurangan protein dalam jumlah besar bisa menyebabkan berkurangnya massa otot. Meski pada dasarnya kekuatan otot akan melemah seiring bertambahnya usia, hal ini bisa diminimalisir jika kebutuhan protein Anda terpenuhi sejak muda, ditambah dengan rutin melakukan aktivitas fisik. Protein juga berperan dalam pembentukan enzim, hormon, sel darah merah, dan memelihara kinerja sistem saraf. Tahukah Anda, kekurangan protein juga bisa membuat rambut rontok? Meski biasanya disebabkan faktor genetik dan usia, menurut alodokter kekurangan protein bisa memperlambat proses pertumbuhan rambut. Akibatnya, makin banyak folikel rambut memasuki fase istirahat. Sisa rambut yang ada pun akan menipis dan berkurang. Lebih parahnya lagi, kekurangan protein dapat menyebabkan seseorang menderita busung lapar. Biasanya hal ini terjadi pada anak kecil. Setelah itu, hal terburuk yang dapat terjadi ketika seseorang mengalami kekurangan protein berkepanjangan adalah mengidap marasmus hingga kematian.

Yuk, Coba Hitung Kebutuhan Protein untuk Tubuh Anda!

Nah, sudah tahu berapa banyak protein yang Anda butuhkan setiap hari? Kebutuhan protein tiap orang berbeda-beda, tergantung dari berat badan dan aktivitas hariannya. Dilansir dari portal Harvard Health Publishing, Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk protein adalah 0,8 gram per berat badan. Artinya, seseorang dengan berat badan 50 kg membutuhkan total 40 gram protein dalam sehari. Agar pasti, konsultasikan pada ahli gizi dan pastikan Anda mendapatkan jumlah asupan nutrisi yang tepat sesuai kebutuhan Anda.

Sumber Protein yang Bisa Diperoleh dengan Mudah

Protein bisa Anda dapatkan dari beragam bahan pangan, mulai dari kacang-kacangan, brokoli, ikan, daging ayam, telur, dan susu. Berdasarkan sumbernya, protein dibagi menjadi dua, yaitu protein nabati dan protein hewani. Apa yang dimaksud protein nabati? Apa bedanya dengan protein hewani?

Kata ‘nabati’ merujuk kepada suatu hal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Oleh sebab itu, protein nabati berarti protein yang didapatkan dari tumbuh-tumbuhan atau beragam jenis olahannya, misalnya saja kacang polong dan kacang kedelai. Anda bosan dengan kacang-kacangan? Tahu dan tempe bisa menjadi pilihan yang tepat karena tahu dan tempe merupakan makanan yang berasal dari kacang kedelai. Selain memiliki kandungan protein yang tinggi, tahu dan tempe juga banyak dijual di pasaran dan harganya murah meriah. Kacang kedelai juga bisa Anda “ubah” menjadi olahan lainnya, yaitu susu kedelai.

Protein hewani adalah jenis protein yang diperoleh dari hewan ataupun produk olahannya. Protein ini bisa ditemukan di daging ayam, sapi, kambing, domba, dan ikan. Untuk hasil olahan dari hewan, Anda dapat mengkonsumsi telur dan susu. Susu pun bisa diekstrak lagi untuk menjadi keju dan yoghurt. Baik dari dagingnya langsung atau produk olahannya, protein yang terkandung memiliki manfaat yang sama besarnya untuk tubuh Anda.


Manfaat Susu Tinggi Protein

Susu termasuk asupan kaya gizi yang mengandung protein tinggi, kalsium, vitamin D, dan fosfor. Supaya kadar protein di dalam tubuh Anda dapat terpenuhi, Anda bisa mengkonsumsi susu tinggi protein karena mudah didapatkan dan aman untuk dikonsumsi. Susu tinggi protein memiliki beragam manfaat untuk Anda. Pertama, susu tinggi protein dapat menahan rasa lapar karena penyerapannya yang perlahan saat diproses sehingga dapat digunakan untuk menjaga berat badan dan dijadikan teman saat diet. Kedua, berkat asam amino yang dikandung susu tinggi protein, Anda dapat menaikkan massa otot dan membakar lemak juga kalori. Tentunya diikuti oleh pola hidup yang sehat, ya. Ketiga, ketika Anda memiliki luka, minumlah susu tinggi protein karena susu ini berfungsi untuk memperpendek waktu pemulihan luka. Protein yang terdapat pada susu membantu mengganti sel mati menjadi sel baru. Selanjutnya, manfaat yang dihasilkan dari mengkonsumsi susu tinggi protein adalah menyehatkan tulang. Kekuatan yang dimiliki tulang tidak hanya berkat dari vitamin D ataupun kalsium saja, tetapi juga dari kontribusi protein yang terdapat pada susu tinggi protein. Oleh karena itu, mencegah adanya ancaman gangguan tulang saat bertambah tua, seperti osteoporosis, dapat dilakukan sejak dini dengan cara minum susu tinggi protein.

Kandungan Susu Tinggi Protein

Whey protein, kedelai, dan protein kasein merupakan bahan yang menghasilkan susu tinggi protein pada umumnya. Whey protein? Apa itu? Mungkin whey protein terdengar asing di telinga Anda, namun tidak untuk para atlet sebab whey protein banyak dikonsumsi oleh mereka yang berkecimpung di dunia atletik. Dikutip dari doktersehatwhey protein merupakan bentuk turunan utama protein yang berasal dari protein hewani. Asam amino dapat diubah menjadi bentuk yang mudah dicerna tubuh karena kandungan inti yang terdapat di whey protein. Akibatnya, tubuh dapat bekerja lebih baik daripada sebelumnya dan membantu proses pemulihan dari cedera. Whey protein sebenarnya tidak hanya dianjurkan untuk para atlet saja, anak-anak yang masih berada di masa pertumbuhan dan perkembangan juga dapat memanfaatkan kandungan ini untuk tubuh mereka. 

Anjuran Mengkonsumsi Susu Tinggi Protein

Suatu hal yang berlebihan itu tidak baik. Sama pula halnya dengan protein. Anda tidak boleh asal dalam mengkonsumsi susu tinggi protein meskipun terdapat begitu banyak manfaat di dalamnya. Alih-alih meningkatkan massa otot, kelebihan protein justru dapat menjadi bumerang untuk tubuh Anda sebab hal ini dapat menyebabkan gangguan pada pencernaan, seperti mual, kembung, kram, dan diare. Oleh karena itu, dianjurkan untuk minum susu tinggi protein setelah berolahraga. Para atlet ataupun orang-orang yang berolahraga dengan tujuan meningkatkan massa otot tentunya memiliki kebutuhan protein yang berbeda dari pada orang lainnya. Mereka membutuhkan protein yang lebih tinggi sehingga dalam mengkonsumsi susu tinggi proteinnya pun harus melibatkan perhitungan massa tubuh, intensitas latihan, dan juga jumlah protein yang diperoleh dari makanan atau minuman selain dari susu tinggi protein.

Memilih susu tinggi protein juga tidak boleh sembarangan. Pastikan Anda mengetahui setiap kandungan yang terdapat pada susu tersebut. Susu Siap Minum Frisian Flag Purefarm Full Cream dapat digunakan sebagai opsi untuk memenuhi kebutuhan protein tubuh Anda, selain daging ataupun tahu dan tempe. Susu ini diproduksi dengan susu tinggi protein segar, kandungan karbohidrat dan lemak, sumber vitamin dan mineral dengan cita rasa full cream yang gurih dan lezat. Konsumsi 2 kotak Frisian Flag Purefarm Full Cream mendukung kurang lebih 25% asupan protein yang dibutuhkan dalam sehari (berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal). Jadikan Frisian Flag Purefarm Full Cream sebagai susu tinggi protein yang tepat untuk menjadi bagian dari pola hidup sehat keluarga.

Cari tahu disini alasan mengapa anak harus dibiasakan minum susu sejak dini! Frisian Flag Purefarm Full Cream bisa dijadikan salah satu pilihan susu keluarga juga, lho.

 

Artikel menarik lainnya:

Manfaat dari setiap Mineral yang Terkandung

Kenapa Sih Kamu Harus Minum Susu di Sore Hari?

Artikel Terkait