Manfaat Berenang untuk Anak dan Tips Aman Melakukannya
Manfaat berenang untuk anak tidak hanya berkaitan dengan kebugaran tubuh. Berenang merupakan salah satu aktivitas fisik yang dapat membantu anak bergerak aktif sekaligus melatih berbagai bagian tubuh.
Untuk anak usia 6 tahun ke atas, berenang dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik harian. Anak usia 6-17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih setiap hari.
Manfaat Berenang untuk Anak
Berenang termasuk aktivitas aerobik yang dapat menjadi pilihan untuk membantu anak memenuhi kebutuhan aktivitas fisiknya. Selain manfaat fisik, aktivitas fisik secara rutin juga berkaitan dengan kesehatan otak dan mental anak.
1. Manfaat Fisik
Saat berenang, anak menggerakkan tangan, kaki, dan berbagai bagian tubuh untuk bergerak di dalam air. Jika dilakukan secara rutin sebagai bagian dari aktivitas fisik, berenang dapat memberikan beberapa manfaat berikut:
- Membantu menjaga kebugaran tubuh. Berenang termasuk aktivitas aerobik yang membuat tubuh aktif bergerak dan dapat membantu meningkatkan kebugaran jasmani.
- Melatih kekuatan dan daya tahan otot. Gerakan tubuh selama berenang melibatkan berbagai kelompok otot sehingga dapat menjadi bagian dari aktivitas yang mendukung kebugaran otot.
- Mendukung kesehatan jantung dan paru-paru. Aktivitas fisik secara rutin membantu meningkatkan kebugaran aerobik serta kesehatan jantung dan paru-paru.
- Membantu menjaga berat badan sehat. Aktivitas fisik menggunakan energi dan, bersama pola makan yang sesuai, dapat membantu anak mempertahankan berat badan yang sehat.
Namun, berenang tidak perlu menjadi satu-satunya olahraga si Kecil. CDC menganjurkan anak melakukan aktivitas fisik yang bervariasi, sesuai usia, dan menyenangkan.
Baca Juga: Menurut Penelitian, Olahraga Ini Paling Efektif Menurunkan Berat Badan
2. Manfaat Mental dan Kognitif
Manfaat aktivitas fisik juga dapat dirasakan pada kesehatan otak anak. CDC menyebut aktivitas fisik pada anak dapat membantu meningkatkan perhatian dan memori serta menurunkan risiko depresi.
Berenang memberi kesempatan anak untuk mempelajari keterampilan baru secara bertahap. Misalnya, anak belajar mengatur gerakan tubuh, bernapas saat berenang, mengikuti instruksi, dan meningkatkan kemampuan berenangnya melalui latihan.
Bila dilakukan dalam kelas atau bersama teman, berenang juga dapat memberikan kesempatan untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas luar ruangan bersama.
Namun, manfaat tersebut dapat berbeda pada setiap anak tergantung cara, lingkungan, dan kegiatan berenang yang dilakukan.
Untuk mendukung aktivitas anak yang aktif berenang, Ibu juga perlu memerhatikan asupan nutrisinya sehari-hari. Ibu dapat memberikan Frisian Flag UHT Nutribrain Omega yang mengandung Omega 3 dan Omega 6, serta dilengkapi 9 vitamin (Vitamin A, D3, E, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12) dan 4 mineral (kalium, fosfor, iodium, dan zink).
Vitamin D3 dan fosfor membantu menjaga kesehatan serta kekuatan tulang dan gigi untuk mendukung anak tetap aktif bergerak saat berenang. Vitamin B1, B2, B3, B5, B6, dan B12 berperan dalam metabolisme energi, sedangkan zink membantu menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh.
Selain itu, iodium berperan dalam produksi hormon tiroid yang mendukung fungsi tubuh, sementara Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata dan Vitamin E berperan sebagai antioksidan.
Berikan Frisian Flag UHT Nutribrain Omega dua kali sehari sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak yang aktif.
Tips Keselamatan Saat Mengajarkan Anak Berenang
Belajar berenang dapat membantu anak mengembangkan kemampuan di air, tetapi anak yang sudah bisa berenang tetap memiliki risiko tenggelam. Karena itu, kemampuan berenang perlu disertai pengawasan dan kebiasaan aman di sekitar air.
Berikut beberapa hal yang perlu Ibu perhatikan:
- Awasi anak secara langsung
Berikan perhatian penuh ketika anak berada di dalam atau dekat air. Hindari menggunakan ponsel atau melakukan aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatian. - Jangan biarkan anak berenang sendirian
Ajarkan si Kecil untuk selalu meminta izin kepada orang tua, pengawas, atau instruktur sebelum masuk ke kolam atau tempat berenang lainnya. - Pilih kelas dan instruktur yang tepat
Jika mengikuti kursus, pilih instruktur berpengalaman dan program yang tidak hanya mengajarkan teknik berenang, tetapi juga keterampilan keselamatan di air. - Ajarkan kemampuan dasar di air
Anak perlu belajar kembali ke permukaan setelah masuk ke air, bergerak menuju tempat aman, dan keluar dari air. Berenang pun dapat mengasah kemampuan motorik kasar si Kecil. - Gunakan jaket pelampung bila diperlukan
Anak yang belum mahir berenang atau berada di perairan terbuka perlu menggunakan jaket pelampung yang sesuai. Pelampung tangan atau mainan tiup bukan pengganti alat keselamatan. - Tetap awasi meskipun ada penjaga kolam
Kehadiran penjaga di kolam renang tidak menggantikan pengawasan langsung dari orang tua atau orang dewasa yang bertanggung jawab.
Keselamatan sebaiknya dikenalkan bersamaan dengan kemampuan berenang. Dengan begitu, anak tidak hanya belajar bergerak di air, tetapi juga memahami kebiasaan yang perlu dilakukan untuk menjaga dirinya tetap aman.
Baca Juga: 10 Manfaat Aktivitas Fisik Secara Teratur dan Contohnya
FAQ Seputar Manfaat Berenang untuk Anak
Berikut adalah informasi lain terkait manfaat berenang yang menarik untuk Ibu ketahui:
1. Berapa Lama Sebaiknya Anak Berenang?
Tidak ada rekomendasi resmi yang mengharuskan anak berenang selama durasi tertentu setiap kali latihan. Berenang dapat menjadi salah satu aktivitas untuk membantu memenuhi kebutuhan aktivitas fisik harian anak.
Anak usia 6-17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih setiap hari. Waktu tersebut tidak harus seluruhnya dihabiskan untuk berenang dan dapat berasal dari berbagai aktivitas fisik.
Durasi berenang dapat disesuaikan dengan usia, kemampuan, intensitas latihan, dan kondisi anak. Berikan waktu istirahat ketika si Kecil terlihat lelah dan hindari memaksanya terus berenang hanya untuk mencapai durasi tertentu.
2. Apakah Berenang Membuat Anak Tinggi?
Berenang tidak terbukti secara langsung membuat anak menjadi lebih tinggi. Tinggi badan anak sangat dipengaruhi oleh faktor genetik, sementara nutrisi, kondisi kesehatan, dan faktor lingkungan juga dapat memengaruhi pertumbuhan.
Meski demikian, berenang tetap bermanfaat sebagai aktivitas fisik yang membantu menjaga kebugaran selama masa pertumbuhan. Jadi, sebaiknya berenang tidak diposisikan sebagai olahraga khusus untuk meninggikan badan.
Untuk mendukung pertumbuhan si Kecil, perhatikan aktivitas fisik bersama pola makan bergizi, tidur yang cukup, dan pemantauan pertumbuhannya secara berkala.
Referensi:
- American Academy of Pediatrics. (2026). Swim lessons for children: When to start & what to consider. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/swim-lessons.aspx
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Health benefits of physical activity for children. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/health-benefits/children.html
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Child activity: An overview. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/children.html
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Making physical activity part of a child's life. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/adding-children-adolescents/index.html
- MedlinePlus Genetics. (2022). Is height determined by genetics? U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/height/