Cegah Osteoporosis dengan 6 Kandungan dalam Susu untuk Tulang

Banner
| 23 Des 2022

Cegah Osteoporosis dengan 6 Kandungan dalam Susu untuk Tulang

Cegah Osteoporosis dengan 6 Kandungan dalam Susu untuk Tulang

Minum susu sapi sejak kecil sudah menjadi rutinitas bagi sebagian anak di Indonesia, mungkin Anda salah satunya? Rutinitas ini sebenarnya dipengaruhi oleh manfaat susu yang baik bagi tubuh Anda lho, termasuk manfaat susu untuk tulang karena mengandung nutrisi bagi tumbuh kembang. Jika diminum sesuai porsi, salah satu kebaikan minum susu yang akan Anda dapatkan adalah tulang jadi lebih padat dan kuat. Ini berkat kandungan vitamin D dan kalsium di dalam susu. Itulah pentingnya susu untuk tulang Anda.

Kandungan nutrisi dalam susu buat tulang

Berikut adalah sejumlah kandungan nutrisi yang ada dalam susu buat tulang:

  • Kalsium

    Kalsium adalah nutrisi utama untuk meningkatkan dan menjaga kesehatan tulang serta gigi.

  • Vitamin D

    Bersama kalsium, vitamin D adalah kandungan gizi susu tulang yang membantu pertumbuhan kerangka dan memaksimalkan massa tulang hingga setelah remaja. Massa tulang yang maksimal adalah kunci utama pencegahan osteoporosis.

  • Protein

    Dalam penelitian German Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbrücke menunjukkan bahwa kandungan kalsium tinggi dalam susu peninggi badan yang dikombinasikan dengan asupan protein yang memadai bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi, serta melindungi Anda dari risiko osteoporosis. 

  • Vitamin B12

    Penelitian University of Sydney mengatakan vitamin B12 juga berpengaruh positif dalam pencegahan osteoporosis dan risiko patah tulang.

  • Kalium

    Kalium dalam susu tulang berfungsi untuk menjaga dan membantu penyerapan kalsium untuk tubuh secara lebih optimal.

  • Fosfor

    Fosfor dalam susu tulang berguna sebagai pembentuk struktur tulang supaya kuat dan mengurangi risiko keropos tulang bersama dengan kalsium. 

Manfaat konsumsi susu untuk tulang sejak dini

Salah satu dampak merugikan bagi tubuh akibat kekurangan kalsium adalah osteoporosis. Osteoporosis atau pengeroposan tulang terjadi ketika kepadatan tulang berkurang sehingga tulang rentan retak, bahkan patah. Osteoporosis awalnya tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Namun Anda perlu curiga bila mengalami nyeri punggung, postur tubuh bungkuk, sulit berjalan, dan mudah mengalami retak tulang. Bagaimana? Penting bukan mengonsumsi susu untuk tulang?

 

Sebenarnya tulang mampu regenerasi, tulang rapuh akan digantikan dengan tulang baru. Namun ini hanya terjadi saat seseorang masih dalam masa pertumbuhan. Setelah usia 15 tahun, secara perlahan tulang akan berhenti tumbuh. Ini merupakan masa persiapan untuk mencapai puncak pertumbuhan massa tulang atau dikenal sebagai peak bone mass. Massa atau kepadatan tulang masih akan bertambah hingga akhir 20-an.

Pembentukan tulang selama remaja menentukan kepadatan tulang seseorang di masa dewasa dan hal ini berkaitan dengan kondisi osteopenia dan osteoporosis. Rata-rata orang yang menginjak usia 35 tahun sudah mulai mengalami proses penurunan kepadatan. Hal ini bisa dicegah dengan rutin minum susu untuk tulang.

Pengeroposan tulang dapat menyerang tanpa memandang gender. Namun berdasarkan penelitian Departemen Kesehatan yang dipublikasikan pada tahun 2015 lalu, mengutip International Osteoporosis Foundation (IOF), 1 dari 4 perempuan di Indonesia dengan rentang usia 50-80 tahun memiliki risiko terkena osteoporosis dan risiko osteoporosis di Indonesia pada perempuan 4 kali lebih tinggi dibanding dengan laki-laki.

Risiko osteoporosis yang lebih tinggi ini terjadi karena perempuan memiliki tulang yang lebih kecil dan tipis dibanding dengan laki-laki, serta akan mengalami menopause yang menyebabkan tubuh menghasilkan lebih sedikit estrogen. Padahal hormon ini punya peran penting dalam melindungi tubuh dari hilangnya massa tulang, untuk mencegah hilangnya massa tulang Anda bisa minum susu untuk tulang lho.

Dengan mengonsumsi susu pertumbuhan tulang, maka asupan kalsium tubuh dapat terpenuhi dengan baik sehingga pertumbuhan kepadatan tulang juga dapat berjalan dengan baik. Tanpa mengonsumsi susu untuk tulang, maka risiko menderita osteoporosis pun akan meningkat. Keadaan ini bisa diatasi karena sumber kalsium, vitamin, dan sumber gizi lainnya tidak hanya berasal dari susu untuk tulang, namun masih banyak pula orang tua yang lupa memberikan alternatif lain sebagai pengganti susu.

Karena hal inilah, Anda sebagai milenial harus mulai waspada terhadap penyakit osteoporosis dengan rutin mengonsumsi susu untuk tulang agar terhindar dari pengeroposan tulang. Pada artikel ini, kita akan membahas lebih lengkap mengenai osteoporosis sehingga Anda bisa lebih memahaminya.

Baca Juga: Cegah Risiko Osteoporosis dengan Minum Susu untuk Tulang

Pengertian Osteoporosis

Pengeroposan tulang atau lebih dikenal dengan istilah osteoporosis mungkin adalah hal yang sudah cukup sering diketahui oleh masyarakat Indonesia jika dinilai dari istilahnya saja. Namun, bagi Anda yang belum memahami apa itu osteoporosis, kondisi pengeroposan tulang ini merupakan sebuah penyakit yang menyerang pada metabolik tulang. Salah satu ciri yang mudah dikenali dari osteoporosis ini adalah penurunan kepadatan dan kualitas struktur tulang yang bersifat progresif, sehingga menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah sebagai penandanya.

Meskipun osteoporosis mengacu pada kondisi pengeroposan tulang, namun proses tersebut tidak terjadi secara langsung. Proses pengeroposan tulang atau osteoporosis ini berjalan secara bertahap. Bisa dibilang secara perlahan, sehingga pengidap kondisi ini pun tidak bisa langsung mendeteksi osteoporosis yang terjadi. Oleh karena itu osteoporosis sering disebut sebagai “silent thief” atau pencuri massa tulang secara diam-diam. Osteoporosis sering kali baru bisa terdeteksi ketika penderitanya mengalami cedera yang menyebabkan patah tulang.

Dalam menjaga kesehatan tulang dan terhindar dari risiko osteoporosis serta patah tulang, penting bagi Anda untuk bisa secara rutin mengonsumsi vitamin D yang terkandung di dalam susu untuk tulang. Mungkin saat ini Anda tidak merasakannya, tapi kedepannya bisa saja ternyata tanpa disadari massa tulang Anda telah berkurang. Oleh karena itu, penting untuk minum susu pertumbuhan tulang secara rutin mulai sekarang.

Jenis-jenis Osteoporosis

Tahukah Anda bahwa ada beragam jenis pengeroposan tulang atau osteoporosis yang menyerang manusia. Umumnya, terdapat empat jenis osteoporosis yang perlu Anda ketahui. Pemahaman mengenai risiko dari jenis osteoporosis ini diharapkan bisa membantu Anda untuk mengurangi risiko kehadirannya di masa depannya nanti dan lebih menjaga kesehatan tulang sejak dini.

  1. Osteoporosis pada anak

    Anda pasti bertanya, apakah benar kondisi osteoporosis bisa menyerang anak-anak? Jawabannya, ostoeoporosis bisa menyerang anak-anak. Meskipun begitu, risiko osteoporosis pada anak ini terhitung sebagai kondisi jarang yang ditemui. Namun, kondisi osteoporosis yang terjadi pana anak-anak ini ditandai dengan pengeroposan tulang pada bagian tulang belakang. Untuk penyebabnya sendiri, banyak faktor yang menyebabkan terjadinya osteoporosis pada anak, di antaranya adalah seperti mengidap penyakit tertentu, efek samping obat, dan kurangnya asupan kalsium dan vitamin D.

    Oleh karena itu, penting untuk memenuhi asupan kalsium dan vitamin D, salah satunya dengan mengonsumsi susu untuk tulang. Saat ini banyak susu untuk tulang yang bisa jadi pilihan, seperti Frisian Flag Full Cream sebagai susu untuk tulang yang bisa dikonsumsi oleh anak-anak mulai dari usia 1 tahun hingga dewasa. Dengan mengonsumsi susu untuk tulang sejak dini, bisa mengurangi risiko terjadi osteoporosis, lho.

    Baca Juga: RESEP KETAN SUSU PRAKTIS ALA RUMAHAN – RESEP MANTUL (MANIS NIKMAT DALAM TUJUH LANGKAH)

  2. Osteoporosis pasca menopause

    Sesuai dengan namanya, kondisi osteoporosis ini tentu hanya terjadi pada perempuan saja ya, khususnya perempuan yang memasuki masa menopause. Hal ini terjadi karena perempuan yang memasuki masa menopause akan mengalami penurunan kepadatan tulang. Penurunan kepadatan tulang di masa menopause ini terjadi akibat berkurangnya asupan kalsium dalam tubuh.

    Sebenarnya tidak ada produk susu khusus perempuan yang sudah menopause. Namun dalam menjaga kesehatan tulang, direkomendasikan minum susu untuk tulang yang ada di pasaran sesuai dengan kebutuhan kalsium dari orang tersebut. Oleh karena itu, penting bagi perempuan dengan usia 55 tahun ke atas untuk meminum produk susu untuk tulang.

  3. Osteoporosis senilis

    Berbeda dengan jenis osteoporosis sebelumnya, osteoporosis Senilis terjadi pada pria. Khususnya pria dengan usia 70 tahun ke atas, yang disebabkan oleh menurunnya testosteron di dalam tubuh. Sehingga penting untuk selalu minum susu untuk tulang sebagai upaya pencegahan penyakit ini.

  4. Osteoporosis akibat pengobatan

    Osteoporosis jenis ini terjadi akibat pengobatan yang sedang dilakukan yang bisa terjadi pada wanita, pria, maupun anak-anak. Osteoporosis ini biasanya disebabkan gangguan tiroid, gagal ginjal, kebiasaan minum alkohol, merokok, dan karena mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti kortikosteroid. Untuk mencegah terjadinya kondisi ini, Anda harus menjaga pola hidup sehat dan minum susu untuk tulang.

Faktor pemicu osteoporosis

Setelah berbicara tentang jenis-jenis osteoporosis, kali ini kita akan membahas mengenai apa saja faktor pemicu dari penyakit silent thief ini. Terdapat lima faktor pemicu osteoporosis lho, yaitu:

  1. Usia

    Semakin tingginya usia, maka akan semakin tinggi risiko untuk terkena osteoporosis. Hal ini dikarenakan tulang manusia pada dasarnya akan mengalami proses penurunan kepadatan tulang, karenanya penting untuk meminum susu untuk tulang mulai saat ini ya. Tapi tak perlu khawatir, faktor pemicu ini bisa dicegah sedini mungkin dengan membiasakan mengonsumsi asupan tinggi kalsium dan vitamin D bagi tubuh. Asupan nutrisi ini bisa didapatkan dalam susu untuk tulang yang tinggi kalsium. Banyak produk susu untuk tulang yang bisa jadi pilihan, salah satunya Frisian Flag Full Cream yang terbuat dari susu segar dengan kandungan zat gizi makro dan mikro untuk tubuh. Susu untuk tulang ini bisa dikonsumsi oleh anak-anak (kecuali bayi 0-12 bulan) hingga orang dewasa.

  2. Jenis kelamin

    Seperti jenis osteoporosis yang bisa terjadi ada wanita atau pada pria saja, jenis kelamin menjadi salah satu faktor pemicu dari osteoporosis lho. Karena itulah penting untuk mengonsumsi susu untuk tulang lebih awal untuk mencegah terjadinya pengeroposan tulang di kemudian hari.

  3. Berat badan

    Seseorang dengan berat badan yang rendah akan lebih berisiko terkena osteoporosis daripada mereka dengan berat badan yang berlebih. Hal ini dikarenakan, seseorang dengan berat badan yang berlebih tubuhnya secara otomatis dapat menopang beban yang lebih berat sehingga massa tulangnya akan lebih besar. Oleh karena itu, bagi Anda yang memiliki berat badan rendah, sangat disarankan mengonsumsi makanan bergizi dan susu untuk tulang sebagai upaya mencegah osteoporosis dan menjaga berat badan lebih ideal.

  4. Kekurangan vitamin D dan kalsium

    Seperti yang sudah diketahui bahwa vitamin D dan kalsium sangat penting untuk pertumbuhan tulang. Jika sejak kecil sudah kekurangan kedua nutrisi ini, besar kemungkinan akan mengalami osteoporosis. Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit berbahaya ini, pastikan kandungan susu untuk tulang mengandung dua jenis nutrisi ini dan perlu dibiasakan mengonsumsi susu untuk tulang sejak dini yang baik untuk kesehatan.

  5. Riwayat keluarga

    Seseorang yang memiliki riwayat keluarga terkena osteoporosis, maka akan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita osteoporosis juga lho. Oleh karenanya, penting untuk menjaga kesehatan massa tulang sejak dini dengan meminum susu untuk tulang.

  6. Aktivitas fisik

    Aktivitas fisik yang kurang akan menyebabkan sekresi kalsium tinggi dan pembentukan tulang tidak maksimal yang berakibat pada penurunan massa tulang. Oleh karena itu, harus banyak bergerak dan mengkonsumsi susu untuk tulang supaya tulang Anda tetap sehat ya.

Pencegahan osteoporosis

Osteoporosis merupakan penyakit tulang akibat menurunnya tingkat kepadatan tulang sehingga terjadinya pengeroposan. Hal tersebut biasanya tidak bisa dihindari seiring bertambahnya usia. Selain itu, penyakit ini pun mampu menyerang siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki.

Pengeroposan muncul karena kurangnya konsumsi kalsium dan vitamin D yang cukup sejak kecil hingga dewasa. Padahal, dua kandungan nutrisi ini bisa Anda dapatkan dalam susu untuk tulang yang baik untuk pertumbuhan. Dengan mengonsumsi susu untuk tulang dan makanan bernutrisi lainnya, proses regenerasi tulang dapat bekerja lebih optimal. Selain itu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah osteoporosis, di antaranya:

  1. Konsumsi makanan dan minuman berkalsium

    Sebagaimana yang telah diketahui, kalsium berguna untuk meningkatkan kekuatan tulang. Oleh karena itu, kalsium yang dikonsumsi oleh tubuh memiliki peranan penting dalam mencegah risiko osteoporosis. Secara umum, kalsium akan mudah didapat tubuh dengan cara meminum susu untuk tulang secara rutin setiap hari.

    Pastikan kandungan susu untuk tulang mengandung kalsium, vitamin D, protein, vitamin B12, kalium, dan fosfor yang baik untuk pertumbuhan tulang dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Kalsium menjadi sumber utama yang bisa mencegah terjadinya osteoporosis.

    Selain di dalam susu untuk tulang, ada beberapa makanan dengan sumber kalsium yang tinggi, seperti keju, yogurt, kacang kedelai, ikan salmon, udang, sarden, dan bayam.

    Untuk meningkatkan kadar kalsium yang dibutuhkan tubuh, Anda bisa mengubah pola makan dengan lebih mengonsumsi bahan makanan dan minuman yang telah disebutkan di atas. Untuk orang dewasa yang memiliki usia lebih dari 18 tahun, disarankan untuk mendapatkan minimal 1000 miligram kalsium dalam satu hari. Susu untuk tulang bisa jadi alternatif untuk mendukung asupan kalsium pada tubuh.

    Sedangkan, untuk orang yang sudah berusia 50-70 tahun, direkomendasikan mengonsumsi kalsium minimal 1200 miligram sehari. Anda bisa menyeimbangkan konsumsi kalsium ini dari susu untuk tulang serta makanan kaya gizi dan nutrisi lainnya ya.

  2. Tingkatkan asupan kalium dan protein dalam tubuh

    Tidak hanya kalsium, kalium dan protein juga diperlukan oleh tubuh demi menjaga kekuatan tulang. Demi menjaga tingkatan kalium dan protein yang sesuai guna mengurangi risiko osteoporosis, Anda bisa mengkombinasikan olahan yang mengandung kalsium, seperti susu untuk tulang, daging tanpa lemak, dan telur sebagai sumber protein.

    Untuk sumber kalium yang tinggi, Anda bisa mendapatkannya dari berbagai makanan yang dapat dikonsumsi sehari-hari, di antaranya pisang, kentang, ubi, tomat, kacang merah, alpukat, seafood, susu untuk tulang, serta olahan makan yang berasal dari susu, seperti yogurt.

  3. Olahraga dengan teratur

    Aktivitas fisik yang berlebih diketahui dapat jadi salah satu faktor pemicu osteoporosis. Namun, bukan berarti Anda bisa meninggalkan olahraga sepenuhnya. Pasalnya dengan Anda meninggalkan aktivitas olahraga sepenuhnya, maka risiko pengeroposan tulang akan semakin tinggi. Oleh karena itu, sangat disarankan bagi Anda untuk tetap melakukan olahraga secara rutin demi mengurangi risiko osteoporosis di usia produktif.

    Bila Anda fokus berolahraga dan menjaga berat badan ideal, Anda bisa mengonsumsi susu untuk tulang yang rendah lemak, seperti Frisian Flag Low Fat. Susu untuk tulang ini pilihan tepat untuk Anda yang sedang menjalankan gaya hidup sehat agar berat badan tetap ideal, dengan diimbangi olahraga rutin.

    Baca Juga: RESEP ES CINCAU COCOPANDAN

  4. Berjemur di pagi hari

    Berjemur di bawah sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproses asupan kalsium jadi lebih optimal. Dengan berjemur selama 15-20 menit setiap pagi, Anda bisa mendapatkan kadar vitamin D yang cukup. Vitamin D diketahui memiliki manfaat untuk meningkatkan penyerapan kalsium pada tulang, serta meningkatkan pertumbuhan sel tulang sekaligus mengurangi risiko peradangan tulang risiko osteoporosis.

    Bagi orang yang kekurangan sinar matahari bisa memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D dengan mengonsumsi susu untuk tulang. Salah satu cara untuk meningkatkan asupan vitamin D di dalam tubuh bisa dengan cara mengonsumsi Frisian Flag Full Cream.

    Frisian Flag Full Cream termasuk susu untuk tulang yang siap minum dengan kualitas dan higienitas tinggi, di dalamnya mengandung kadar vitamin D yang cukup. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dengan mengonsumsi keju, salmon, tuna, dan telur.

  5. Hindari rokok dan alkohol

    Rokok menjadi salah satu faktor munculnya osteoporosis. Ini karena zat nikotin di dalamnya akan mempercepat proses penghancuran sel tulang. Selain itu, nikotin juga membuat kadar dan aktivitas hormon estrogen dalam tubuh berkurang. Akibatnya susunan sel tulang tidak kuat dalam menghadapi proses pengeroposan.

    Jika sejak remaja sudah terbiasa merokok tanpa diimbangi dengan mengonsumsi susu untuk tulang dan makanan bernutrisi lainnya, sudah dipastikan risiko osteoporosis akan mengancam tubuh.

    Sedangkan, kandungan di dalam alkohol pun dapat menghambat proses pembentukan massa tulang. Alkohol juga dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyimpan kalsium.

    Karena itulah, sudah saatnya menghindari rokok dan alkohol sedini mungkin agar terhindar dari pengeroposan tulang yang mungkin terjadi di masa mendatang. Perlu diketahui juga bahwa penanganan paling penting dari osteoporosis adalah pencegahan. Kita perlu menjaga kepadatan tulang dengan mencukupi asupan nutrisi, salah satunya dari susu untuk tulang.

  6. Jaga berat badan ideal dan sehat

    Cara mencegah osteoporosis selanjutnya adalah dengan menjaga berat badan tetap ideal dan sehat. Pasalnya, orang yang memiliki berat badan rendah (terlalu kurus) akan lebih besar berisiko terkena osteopenia dan osteoporosis.

    Agar berat badan lebih ideal, Anda bisa menerapkan gaya hidup sehat dengan cara memilih makanan bergizi serta didukung dengan minuman bernutrisi, seperti susu untuk tulang yang dapat dikonsumsi setiap hari.

    Ada banyak produk susu untuk tulang yang bisa jadi pilihan, salah satunya Frisian Flag Full Cream yang dapat dikonsumsi oleh anggota keluarga (kecuali bayi usia 0-12 bulan).

  7. Kurangi minuman bersoda

    Bagi Anda yang gemar minum minuman bersoda, sekarang adalah saatnya untuk membatasi mengonsumsi minuman tersebut demi mencegah terjadinya risiko osteoporosis. Pasalnya, minuman bersoda diketahui mengandung fosfor. Fosfor merupakan salah satu faktor pemicu dalam pelepasan kalsium pada tulang, sehingga dapat mengurangi tingkat kepadatan tulang.

    Untuk memperlambat proses osteoporosis, saatnya mengurangi minuman bersoda, rutin berolahraga, serta penuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D Anda dengan mengonsumsi susu untuk tulang. Sebagai salah satu sumber kalsium terbaik, yuk saatnya kenalkan manfaat minum susu untuk tulang kepada seluruh anggota keluarga dengan mengonsumsi susu UHT Frisian Flag yang diformulasikan dari susu sapi segar dengan pilihan rasa yang lezat, yakni Frisian Flag Full Cream, Frisian Flag Flavour Milk (Coconut Delight, Swiss Chocolate, Strawberry), dan Frisian Flag Low Fat (French Vanilla, Chocolate, Strawberry, Plain).

    susu UHT Frisian Flag termasuk susu untuk tulang yang mengandung rangkaian zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat, dan lemak) dan zat gizi mikro (multivitamin dan mineral) untuk mendukung asupan gizi harian keluarga Indonesia. Bila Anda tidak suka mengonsumsi susu untuk tulang secara langsung, tenang saja karena susu UHT Frisian Flag bisa dikreasikan sesuai resep yang Anda suka. Langsung cek resepnya di sini yuk!

Itulah sejumlah informasi mengenai pentingnya susu untuk tulang untuk mencegah osteoporosis dan menjaga kesehatan tulang. Imbangi dengan gaya hidup dan pola makan yang sehat. Jangan lupa, sertakan Susu Frisian Flag juga di dalamnya ya!

Baca Juga: Kandungan Gizi Lebih Baik

Artikel Terkait