Manfaat Vitamin E untuk Anak dan Sumber Makanannya
Vitamin E merupakan salah satu vitamin yang dibutuhkan tubuh anak. Vitamin ini berperan sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Vitamin E juga membantu daya tahan tubuh bekerja dengan baik serta mendukung berbagai fungsi sel tubuh. Karena itu, kebutuhan vitamin E perlu dipenuhi melalui makanan yang bergizi dan beragam.
Kebutuhan Vitamin E Anak
Kebutuhan vitamin E berbeda sesuai usia. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, anak usia 1-3 tahun membutuhkan vitamin E sebanyak 6 mg per hari.
Vitamin E termasuk vitamin larut lemak. Artinya, tubuh memerlukan lemak agar vitamin E dapat diserap dengan baik. Berikan anak pola makan beragam yang mengandung sumber vitamin E dan lemak sebagai bagian dari menu bergizi seimbang.
Pada anak sehat, kekurangan vitamin E jarang terjadi. Kondisi ini lebih sering berkaitan dengan penyakit tertentu yang membuat tubuh sulit mencerna atau menyerap lemak. Suplemen vitamin E sebaiknya tidak diberikan kepada anak tanpa anjuran dokter.
Baca Juga: Anak Makan Tidak Sehat Bisa Berefek ke Proses Belajar
Manfaat Vitamin E untuk Anak
Vitamin E menjalankan beberapa fungsi penting di dalam tubuh. Asupan yang cukup membantu tubuh menjalankan fungsi normalnya selama masa pertumbuhan anak. Berikut beberapa manfaat vitamin E untuk anak:
1. Membantu Melindungi Sel dari Radikal Bebas
Vitamin E berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan membantu melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas.
Radikal bebas dapat terbentuk secara alami saat tubuh mengolah makanan menjadi energi. Tubuh juga dapat terpapar radikal bebas dari lingkungan, seperti asap rokok, polusi udara, dan sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
2. Mendukung Kerja Sistem Daya Tahan Tubuh
Salah satu fungsi vitamin E adalah membantu sistem daya tahan tubuh bekerja sebagaimana mestinya dalam menghadapi bakteri dan virus.
Namun, vitamin E bukan satu-satunya zat gizi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan daya tahan tubuh, Bu. anak tetap membutuhkan pola makan beragam yang menyediakan protein, vitamin, mineral, serta zat gizi lainnya.
3. Membantu Sel Berinteraksi Satu Sama Lain
Sel-sel tubuh menggunakan vitamin E untuk membantu berinteraksi satu sama lain dan menjalankan berbagai fungsi penting.
Peran tersebut membuat vitamin E menjadi salah satu zat gizi yang perlu tersedia dalam jumlah cukup sebagai bagian dari pola makan anak.
4. Membantu Menjaga Fungsi Saraf dan Otot
Vitamin E juga dibutuhkan untuk menjaga fungsi saraf dan otot. Kekurangan vitamin E yang berat dapat menyebabkan gangguan saraf, otot lemah, dan kesulitan mengatur gerakan tubuh.
Namun, kondisi kekurangan vitamin E jarang terjadi pada anak sehat dan biasanya berkaitan dengan masalah kesehatan yang membuat tubuh sulit menyerap lemakf.
Selain memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral dari makanan bergizi, Ibu juga perlu memperhatikan makanan bernutrisi lain yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhannya.
Sebagai pelengkap asupan sehari-hari, Ibu dapat memberikan susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dua kali sehari yang mengandung 9 vitamin (vitamin A, D3, E, B1, B2, B3, B5, B6, B12) dan 4 mineral (kalium, fosfor, iodium, dan zink), untuk membantu lengkapi nutrisi harian Vitamin E anak.
Kombinasikan dengan beberapa nutrisi tinggi vitamin E lain, seperti dari biji-bijian, kacang-kacangan, minyak nabati, hingga sayuran hijau.
Sumber Makanan Kaya Vitamin E
Kebutuhan vitamin E dapat dipenuhi melalui berbagai jenis makanan. Minyak nabati, kacang-kacangan, biji-bijian, dan beberapa sayuran merupakan sumber vitamin E yang dapat menjadi bagian dari menu keluarga.
Beberapa makanan mengandung vitamin E yang dapat Ibu kenalkan kepada anak antara lain:
- Minyak nabati, seperti minyak bunga matahari, minyak kedelai, dan minyak jagung.
- Almond dan kacang tanah, yang mengandung vitamin E tetapi perlu diberikan dalam bentuk yang aman sesuai usia.
- Biji bunga matahari, yang dapat diolah atau dihaluskan sebelum diberikan kepada anak.
- Bayam, salah satu jenis superfood yang bisa Ibu masak hingga teksturnya lembut atau sesuai kemampuan makan anak.
- Brokoli, yang dapat dikukus atau dimasak hingga lunak.
- Mangga, yang dapat diberikan dalam potongan dan tekstur sesuai usia.
Untuk anak usia 1-3 tahun, Ibu juga perlu memperhatikan bentuk dan tekstur makanan. Kacang dan biji-bijian utuh dapat menimbulkan risiko tersedak pada anak kecil, sehingga sebaiknya diberikan dalam bentuk yang telah dihaluskan.
Ibu tidak harus mengandalkan satu jenis makanan untuk memenuhi kebutuhan vitamin E. Kombinasikan berbagai bahan makanan agar anak juga memperoleh protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral lainnya dari menu sehari-hari.
FAQ Seputar Vitamin E untuk Anak
Kebutuhan vitamin E umumnya dapat dipenuhi melalui pola makan yang beragam. Namun, Ibu mungkin masih memiliki pertanyaan mengenai tanda kekurangan hingga kaitannya dengan daya tahan tubuh.
1. Anak Kekurangan Vitamin E Tandanya Apa?
Kekurangan vitamin E jarang ditemukan pada orang sehat. Kondisi ini lebih sering berkaitan dengan gangguan tertentu yang membuat tubuh tidak dapat mencerna atau menyerap lemak dengan baik.
Jika kekurangannya cukup berat, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain otot terasa lemah, sulit mengatur gerakan tubuh, gangguan penglihatan, mati rasa pada tangan atau kaki, serta daya tahan tubuh yang terganggu..
Tanda-tanda tersebut tidak secara khusus hanya disebabkan oleh kekurangan vitamin E. Jika Ibu melihat gangguan pada pertumbuhan, gerakan, penglihatan, atau kesehatan anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diketahui.
2. Makanan Apa yang Banyak Mengandung Vitamin E untuk Anak?
Beberapa sumber vitamin E yang baik antara lain minyak nabati, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Bayam dan brokoli juga dapat memberikan vitamin E dalam jumlah tertentu.
Untuk anak, Ibu dapat mengolahnya menjadi makanan yang mudah dikonsumsi. Misalnya, menggunakan minyak nabati saat memasak, mengolah bayam atau brokoli hingga lunak, serta memberikan kacang dalam bentuk yang sudah dihaluskan.
Tidak perlu terpaku pada satu makanan dengan kandungan vitamin E paling tinggi. Memberikan makanan yang beragam membantu anak memperoleh vitamin E sekaligus berbagai zat gizi lain yang diperlukan tubuh.
Baca Juga: Atasi Anak Susah Makan Sayuran Dengan Mudah
3. Apakah Vitamin E Bisa Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh Anak?
Ya, vitamin E memiliki peran dalam mendukung fungsi normal sistem daya tahan tubuh. Tubuh membutuhkan vitamin E agar sistem imun dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Meski begitu, bukan berarti semakin banyak vitamin E yang dikonsumsi, semakin kuat pula daya tahan tubuh anak ya, Bu. Penelitian mengenai manfaat suplemen vitamin E untuk membantu mencegah infeksi masih menunjukkan hasil yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, Bu, utamakan pemenuhan vitamin E dari pola makan bergizi dan beragam. Konsultasikan dengan dokter sebelum memberikan suplemen vitamin E kepada anak, terutama dalam dosis tinggi.
Untuk membantu melengkapi asupan nutrisi sehari-hari, Ibu juga dapat memberikan susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega yang mengandung vitamin E serta Omega 3 dan Omega 6 untuk Anak Cermat.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/permenkes-no-28-tahun-2019
- National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin E: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-Consumer/
- National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin E: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminE-HealthProfessional/
- National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Dietary supplements for immune function and infectious diseases: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/ImmuneFunction-Consumer/