Mitos atau Fakta: Makanan Rendah Kalori Pasti Sehat

Banner
| 04 Nov 2020

Mitos atau Fakta: Makanan Rendah Kalori Pasti Sehat

Mitos atau Fakta: Makanan Rendah Kalori Pasti Sehat

Ada makanan rendah kalori yang mengandung gula, ada juga makanan berkalori tinggi namun bergizi. Yang mana yang baik untuk diet Anda? Jawabannya, tergantung apa yang ingin Anda capai, berat badan ideal atau pemenuhan zat gizi tertentu.

Apapun tujuan diet Anda, Anda perlu menjalankan pola makan yang baik yang memenuhi kebutuhan gizi dan kalori harian secara seimbang. Kebutuhan kalori yang dibutuhkan tiap orang berbeda-beda berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas tiap orang. Misalnya anak-anak berusia 2-8 tahun membutuhkan 1000-1400 kalori, berbeda dengan kebutuhan perempuan dewasa aktif berusia 14-30 tahun yang membutuhkan 2400 kalori. Sedangkan pria dewasa aktif berusia 14-30 tahun membutuhkan 2800-3000 kalori.

Asupan kalori berlebih akan berubah menjadi lemak tubuh yang disimpan ke dalam sel lemak atau jaringan adiposa. Namun jika asupan kalori berkurang atau lebih banyak kalori terbakar dibandingkan kalori masuk, lemak akan berkurang dan sel lemak kembali mengerut.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, kurangi asupan kalori. Tapi jangan berlebihan. Kekurangan kalori menimbulkan efek samping seperti mudah lelah, diare, mual, atau sembelit. Mengonsumsi makanan rendah kalori dapat membantu Anda tetap merasa kenyang tanpa mengalami kekurangan kalori yang dibutuhkan tubuh tiap harinya.

Sayuran dan buah-buahan seperti apel, mentimun, tomat, dan kol mengandung kalori yang rendah namun padat zat gizi. Sayuran dan buah-buahan membantu mengurangi berat badan karena merupakan makanan rendah kalori yang mengenyangkan.

Jadi jika tujuan Anda mengurangi berat badan, mulailah mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Tambahkan buah-buahan pada menu makanan sehari-hari. Sayuran dan buah-buahan tidak akan mengurangi berat badan, tetapi bisa membantu Anda merasa kenyang lebih lama meski dengan sedikit makanan.

Untuk membantu dan memenuhi kebutuhan gizi setiap hari, minum Frisian Flag Purefarm yang diproduksi dengan susu segar pilihan dengan kandungan zat gizi makro (zat gizi penting: protein, karbohidrat dan lemak) serta zat gizi mikro (multivitamin dan multimineral) dengan rasa yang lezat. Tersedia dalam varian rasa Frisian Flag Purefarm Full Cream, Frisian Flag Purefarm Flavour Milk (Coconut Delight, Swiss Chocolate, Strawberry) dan Frisian Flag Purefarm Low Fat (French Vanilla, Chocolate, Strawberry, Plain).

Jenis Makanan Berkalori Tinggi

Ada berbagai jenis makanan berkalori tinggi yang Anda perlu ketahui agar bisa menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan menu makanan yang baik untuk kesehatan.

Kacang-kacangan

Makanan berkalori tinggi pertama adalah kacang-kacangan. Bahkan untuk jenis makanan kacang kenari jumlah kalorinya bisa mencapai 185 kalori per 25 gram. Selain jenis kacang ini, kacang-kacangan lain yang merupakan makanan berkalori tinggi adalah kacang almond, kacang tanah, dan kacang mete.

Alpukat

Alpukat adalah jenis makanan berkalori tinggi karena mengandung sekitar 332 kalori per buahnya. Kandungan lemak yang tinggi menjadi alasan mengapa alpukat merupakan salah satu sumber kalori terbaik yang bisa didapatkan.

Namun, perlu diingat untuk tidak mengonsumsi buah alpukat secara berlebihan karena merupakan makanan berkalori tinggi.

Pir

Banyak dari Anda yang gemar mengonsumsi buah yang satu ini. Buah pir juga termasuk makanan yang mengandung banyak kalori di dalamnya. Setiap 100 gram pir diklaim mengandung sekitar 58 kalori besar (Kkal).

Banyaknya kalori yang dihasilkan oleh buah pir didasari karena buah ini diperkaya dengan lemak, bahkan 83 persen dari total kandungan buah pir adalah lemak. Buah pir cocok untuk menambah energi, tapi kurang sesuai jika dikonsumsi oleh Anda yang tengah diet menurunkan berat badan.

Cokelat

Cokelat menjadi makanan berkalori tinggi karena mengandung 539 kalori per 100 gram. Angka ini didapatkan jika kandungan biji cokelat dalam produk cokelat yang dikonsumsi mencapai 85% atau lebih.

Granola

Granola adalah makanan berkalori tinggi karena terdiri dari campuran kacang-kacangan, oat, buah kering, minyak, madu, dan sejumlah zat pemanis lainnya. Kombinasi ini menjadikan granola sebagai salah satu jenis makanan yang mengandung kalori tinggi dengan angka 597 kalori.

Keripik Kentang

Keripik kentang menjadi jenis kudapan yang digemari orang-orang. Namun, terlepas dari rasanya yang gurih dan enak, keripik kentang adalah makanan berkalori tinggi sekitar 158 kkal per kemasan. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi kentang rebus.

Mi Instan

Mie instan menjadi makanan yang populer di masyarakat. Namun, di samping mudah untuk diolah dan memiliki rasa yang lezat, mie instan adalah makanan berkalori tinggi karena mengandung 380 kalori per kemasannya. Jumlah ini tergolong tinggi dan isa menimbulkan dampak negatif jika sering dikonsumsi.

Mayones

Mayones menjadi bahan yang tidak asing lagi karena kerap digunakan dalam makanan salad atau makanan cepat saji. Mayones adalah makanan berkalori tinggi karena mengandung 180 kalori per dua sendok makan.

Nasi

Makanan wajib bagi masyarakat Indonesia ini mengandung banyak kalori. Tak heran, setelah mengonsumsi nasi tubuh akan kembali bertenaga. Satu porsi nasi memiliki tak kurang dari 124 kalori. Jumlah tersebut tergolong tinggi sehingga orang-orang yang sedang menurunkan berat badan kerap menghindari konsumsi nasi secara berlebihan.

Fast Food

Fast food tidak bisa dimungkiri merupakan makanan berkalori tinggi. Makanan-makanan seperti hamburger, hotdog, kebab, dan kentang goreng bisa mengandung 800-1000 kalori.

Itu sebabnya, makanan seperti ini sangat dihindari oleh mereka yang sedang menjalani diet. Bagi Anda yang memerlukan banyak energi, tak ada salahnya mengonsumsi makanan-makanan tersebut, namun perlu diingat tentang porsi konsumsinya. Sering mengonsumsi fast food juga tidak baik bagi kesehatan tubuh Anda.

Es Krim

Es krim menjadi kudapan favorit banyak orang dan memiliki rasa yang lezat dan menyegarkan. Namun, es krim merupakan makanan berkalori tinggi karena mencapai 350 kalori. Ini karena es krim terbuat dari sejumlah bahan yang memang berpotensi menghasilkan banyak kalori, seperti susu dan gula.

Ada alternatif jenis es krim lainnya yang lebih rendah kalori dan menyehatkan yang bisa Anda konsumsi, seperti es krim berbahan dasar santan dan buah. Tidak perlu khawatir karena rasanya tak akan kalah lezat dibandingkan dengan es krim berbahan dasar susu sapi.

Efek Samping Konsumsi makanan berkalori Tinggi

Mengonsumsi makanan berkalori tinggi memang baik bagi sumber energi tubuh. Namun, mengonsumsinya secara berlebihan berpotensi memberi dampak buruk bagi kesehatan dan tubuh Anda.

Penyakit Jantung

Mengonsumsi terlalu banyak makanan berkalori tinggi bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Oleh karena itu perhatikanlah asupan kalori dalam makanan yang Anda konsumsi.

Obesitas

Risiko mengkonsumsi makanan berkalori tinggi secara berlebihan selanjutnya adalah obesitas. Obesitas terjadi karena jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih banyak daripada kalori yang dibakar oleh tubuh. Kalori yang tidak terbakar itu akan diubah oleh tubuh menjadi lemak yang menyebabkan bertambahnya berat badan.

Stroke

Stroke juga kerap dikaitkan sebagai hasil dari konsumsi makanan berkalori tinggi yang berlebihan. Hal ini disebabkan karena makanan berkalori tinggi yang diolah dengan tidak benar seperti gorengan, mengandung kolesterol tinggi. Tingginya kolesterol akan menyebabkan pembentukan plak pada pembuluh darah yang meningkatkan risiko terjadinya stroke.

Dampingi makanan rendah kalori Kamu dengan Frisian Flag Purefarm, guna mendapatkan hasil yang baik. Info lengkap Frisian Flag Purefarm bisa cek di sini.

Artikel Terkait