Sehatkah Makan Menu yang Sama Setiap Hari?

| 07 Nov 2017

Sehatkah Makan Menu yang Sama Setiap Hari?

Mengganti menu makan setiap hari adalah wajar. Tetapi banyak juga orang dewasa atau anak yang mengonsumsi menu yang sama setiap harinya karena faktor kesukaan. Misalnya seorang anak menyukai telur dan enggan makan jika tanpa telur. Apakah ini pola makan yang wajar?

Berdasarkan penelitian, semakin bervariasi menu akan semakin bervariasi pula zat gizi yang diserap tubuh. Keuntungan lainnya adalah mencegah bosan dan membangun selera makan. Kebiasaan mengonsumsi menu yang sama kadang diakibatkan oleh pengetahuan yang terbatas tentang manfaat makanan. “Mengonsumsi makanan yang sama karena hanya itu yang mereka tahu dan sukai,” ujar Rania Batayneh, M.P.H., penulis The One One One Diet.

Batayneh pun beranggapan bahwa jika Anda menjalani pola makan sehat, tidak masalah untuk menyantap makanan cepat saji sesekali dalam jumlah sedikit. Ini untuk memberikan variasi untuk lidah dan perut Anda.

Meski demikian, menu monoton punya keuntungan bagi orang yang menjalani diet. Konsisten menjalani pola makan tertentu bisa memberikan hasil yang baik.

Dr. Susan Roberts, direktur Laboratorium Metabolisme Energi Universitas Tuft membenarkan bahwa makin banyak juga asupan zat gizi ketika Anda mengonsumsi lebih banyak jenis makanan. Memvariasikan makanan lebih dianjurkan daripada mengurangi zat tertentu yang bisa berdampak pada kondisi tubuh, seperti karbohidrat.

Agar tetap memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh, rencanakanlah menu sehat setiap harinya. Menurut Dr. Daniel Bolnick, ahli ekologi University of Texas cara ini bisa menyehatkan usus. “Jika Anda tahu baik buruknya makanan A dan makanan B, itu tidak menjamin makanan tersebut baik bagi mikrobioma jika dimakan bersamaan.”

Artinya, dengan mengonsumsi makanan secara bervariasi, Anda bisa mengetahui mana yang cocok dengan kesehatan Anda dan yang tidak. “Jika Anda memikirkan roti bagel untuk sarapan, sandwich untuk makan siang, dan daging dengan kentang dan salad untuk makan malam, Anda pasti akan kekurangan sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berkembang,” pungkas Roberts.

Susu merupakan salah satu jenis makanan padat gizi. Satu gelas susu mengandung zat gizi makro dan mikro yang bisa membantu pemenuhan kebutuhan gizi harian tubuh  Susu juga merupakan sumber protein dan kalsium yang baik karena bentuknya mudah diserap tubuh. Susu pun dijadikan salah satu sumber protein hewani dalam Pedoman Gizi Seimbang yang dikeluarkan oleh Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 tahun 2014.

Artikel Terkait