Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Lengkapi Nutrisi Anak

Banner
| 11 Sep 2026

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Lengkapi Nutrisi Anak

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Lengkapi Nutrisi Anak

Zat besi merupakan salah satu mineral penting yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan anak. Zat gizi ini berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu bagian dari sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kebutuhan zat besi si Kecil dapat dipenuhi melalui berbagai makanan sehari-hari. Ibu dapat memberikan makanan yang mengandung zat besi dari sumber hewani maupun nabati secara bervariasi sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Mengapa Zat Besi Penting untuk Anak?

Zat besi memiliki peran penting dalam mendukung berbagai fungsi tubuh si Kecil. Salah satu fungsi utamanya adalah membantu pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Selain itu, memenuhi kebutuhan zat besi juga penting selama masa pertumbuhan anak. Kekurangan zat besi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.

Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Anak

Zat besi dapat diperoleh dari makanan hewani maupun nabati. Ibu dapat mengombinasikan berbagai sumber zat besi berikut agar menu si Kecil lebih bervariasi:

1. Daging Merah

Daging merah, seperti daging sapi, merupakan sumber zat besi hewani yang dapat diberikan kepada si Kecil. Selain zat besi, daging juga mengandung protein yang dibutuhkan tubuh selama masa pertumbuhan.

2. Hati

Hati merupakan salah satu makanan yang mengandung zat besi. Ibu dapat mengolah hati menjadi berbagai menu dan memberikannya sebagai bagian dari pola makan yang bervariasi.

3. Ikan

Ikan dapat menjadi pilihan sumber zat besi hewani sekaligus protein. Pilih jenis ikan yang sesuai dan pastikan durinya sudah dibersihkan sebelum diberikan kepada si Kecil.

4. Daging Ayam

Daging ayam juga mengandung zat besi dan protein. Ibu dapat mengolahnya menjadi sup, tumisan, atau menu lainnya agar si Kecil mendapatkan variasi makanan bernutrisi setiap harinya. 

5. Sayuran Hijau

Sayuran hijau, seperti bayam, dapat menjadi sumber zat besi nabati. Ibu dapat mengombinasikannya dengan makanan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dari sumber nabati.

6. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan, seperti kacang merah dan kacang kedelai, dapat menjadi pilihan sumber zat besi nabati. Sesuaikan bentuk dan teksturnya dengan usia si Kecil agar lebih mudah dan aman dikonsumsi.

7. Susu yang Mengandung Zat Besi

Susu yang mengandung zat besi dapat membantu melengkapi asupan nutrisi si Kecil. Untuk anak usia 4-6 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ yang mengandung zat besi serta dilengkapi protein, kalsium, vitamin, dan mineral sebagai bagian dari asupan nutrisi hariannya.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak Agar Tetap Sehat 

Berapa Kebutuhan Zat Besi Anak Setiap Hari?

Kebutuhan zat besi anak berbeda sesuai usianya. Berdasarkan Permenkes RI No. 28 Tahun 2019, Angka Kecukupan Gizi (AKG) zat besi untuk anak adalah:

  • Usia 0-5 bulan: 0,3 mg per hari
  • Usia 6-11 bulan: 11 mg per hari
  • Usia 1-3 tahun: 7 mg per hari
  • Usia 4-6 tahun: 10 mg per hari
  • Usia 7-9 tahun: 10 mg per hari

Untuk si Kecil usia 4-6 tahun, kebutuhan zat besi yang dianjurkan adalah 10 mg per hari. Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui beragam makanan sumber zat besi sebagai bagian dari pola makan sehat bergizi seimbang.

Cara Membantu Penyerapan Zat Besi dari Makanan

Tidak hanya jumlah zat besi dalam makanan, jenis makanan yang dikonsumsi bersamaan juga dapat memengaruhi penyerapannya. Zat besi dari sumber hewani umumnya lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari sumber nabati.

Untuk membantu penyerapan zat besi, Ibu dapat:

  • Kombinasikan dengan makanan sumber vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, pepaya, atau sayuran yang mengandung vitamin C.
  • Variasikan sumber zat besi hewani dan nabati dalam menu sehari-hari.
  • Berikan makanan bergizi secara beragam agar si Kecil tidak hanya bergantung pada satu sumber zat besi.

Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, terutama zat besi yang berasal dari sumber nabati.

Risiko Kekurangan Zat Besi pada Anak

Asupan zat besi yang tidak mencukupi dalam jangka panjang dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi dan meningkatkan risiko anemia defisiensi besi.

Kondisi tersebut dapat menyebabkan beberapa masalah, seperti:

  • Anak terlihat lebih mudah lelah atau lemas.
  • Kulit dapat terlihat lebih pucat.
  • Anak dapat menjadi kurang berenergi saat beraktivitas.
  • Pada kondisi kekurangan yang berlangsung lama, pertumbuhan dan perkembangan anak dapat terganggu.

Karena tanda tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan apakah anak benar-benar mengalami kekurangan zat besi.

Baca Juga: 7 Camilan Sehat, Resep Mudah Dibuat dan Dijamin Kenyang 

FAQ Seputar Zat Besi

Memenuhi kebutuhan zat besi anak tidak hanya berkaitan dengan memilih makanannya. Cara mengombinasikan makanan dan kebiasaan makan si Kecil juga perlu diperhatikan. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar zat besi untuk anak.

1. Apa Tanda-tanda Anak Kekurangan Zat Besi?

Anak yang kekurangan zat besi dapat terlihat lebih mudah lelah, lemas, kurang berenergi, atau tampak pucat. Namun, kekurangan zat besi tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan gejala.

Jika Ibu mencurigai si Kecil mengalami kekurangan zat besi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar dapat dilakukan pemeriksaan dan diberikan penanganan yang sesuai.

2. Apakah Susu Dapat Menghambat Penyerapan Zat Besi?

Susu tetap dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi anak. Namun, pemberiannya perlu dalam jumlah yang sesuai dan tidak menggantikan makanan utama yang menjadi sumber zat besi.

Untuk anak usia 4-6 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ sebagai tambahan nutrisi. Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+  mengandung zat besi, yaitu mineral yang merupakan komponen hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Tetap berikan beragam makanan sumber zat besi, seperti daging, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan, agar kebutuhan nutrisi si Kecil diperoleh dari pola makan yang bervariasi.

3. Apakah Anak yang Susah Makan Berisiko Kekurangan Zat Besi?

Bisa, terutama jika anak terus-menerus menghindari makanan sumber zat besi sehingga asupannya tidak mencukupi. Risiko dapat meningkat apabila pilihan makanan si Kecil sangat terbatas dalam waktu yang lama.

Ibu dapat mencoba menawarkan makanan sumber zat besi dalam bentuk dan olahan yang berbeda tanpa memaksa. Kombinasikan juga dengan makanan sumber vitamin C untuk membantu penyerapan zat besi dari makanan.

 

Referensi

  • Alodokter. (n.d.). Anemia defisiensi besi. https://www.alodokter.com/anemia-defisiensi-besi
  • Alodokter. (n.d.). Pentingnya zat besi untuk tubuh. https://www.alodokter.com/pentingnya-zat-besi-untuk-tubuh
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-28-tahun-2019
  • National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Iron: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-Consumer/
Share
URL copied!

Artikel Terkait