Haruskah Langsung ke Dokter Ketika Anak Demam?

| 07 Des 2017

Haruskah Langsung ke Dokter Ketika Anak Demam?

Tubuh kita memiliki berbagai mekanisme pertahanan terhadap “ancaman”, salah satunya dengan demam. Demam sebenarnya bukan penyakit. Demam adalah gejala yang menyertai penyakit. Demam adalah reaksi alami kekebalan tubuh yang terganggu akibat infeksi dari virus, bakteri, atau parasit. Begitu juga dengan demam pada anak.

Kenaikan suhu tubuh dapat disebut “demam” jika berkisar mulai 38oC ke atas, disertai sakit kepala, keringat dingin, menggigil, dehidrasi, batuk, sakit tenggorokan, sakit pada telinga, sakit otot, hilang selera makan, mudah lelah. Beberapa kasus demam pada anak juga bisa disertai diare atau muntah-muntah pada skala parah.

Jika tidak disertai kenaikan suhu tubuh yang tinggi, biasanya demam tidak berlangsung lama dan tidak perlu pengobatan untuk menurunkannya. Namun untuk mengatasi kondisi tak nyaman pada anak yang disebabkan demam, Anda disarankan mengunjungi dokter anak untuk mencari tahu cara menurunkan demam pada anak, misalnya dengan obat penurun panas dalam dosis yang tepat.

Anak masih belum mampu beradaptasi dengan kondisi tak nyaman akibat demam sehingga umumnya akan lesu, susah makan, dan rewel. Untuk mengurangi dampak demam pada anak, lakukan langkah-langkah berikut:

Ajak anak untuk istirahat cukup untuk mengembalikan kekebalan tubuhnya.

Memakaikan pakaian yang mudah menyerap keringat pada anak dan mengatur agar suhu ruangan anak sejuk namun tak terlalu dingin.

Perbanyak minum air untuk mencegah dehidrasi karena demam menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan.

Namun jika demam pada anak berlangsung selama tiga hari berturut-turut, sebaiknya Anda segera membawa anak ke dokter agar segera diketahui penyebabnya. Jika belum berlangsung selama tiga hari berturut-turut, penanganan pertamanya adalah dengan mengompres atau mengecek kondisi suhu dengan termometer secara berkala. Hindari sembarangan memberikan obat yang dijual bebas agar anak terhindar dari salah obat. Jika akan memberikan obat bebas penurun demam untuk anak, selalu melihat kandungan di dalamnya dan berikan sesuai dengan takaran untuk anak.

Untuk menjaga kekebalan tubuh anak, ajarkan anak kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini. Mulai dari membiasakan anak mencuci tangan dan menghindari kontak langsung dengan orang yang berpotensi menularkan penyakit. Ajarkan juga pada anak untuk selalu menutup batuk dan tidak meludah atau membuang ingus sembarangan, dan hindari penggunaan gelas, botol air minum, atau peralatan makan dengan orang lain saat sedang sakit.

Artikel Terkait