Gigi Sehat pada Anak: Ciri-Ciri dan Cara Menjaganya
Gigi sehat penting untuk membantu si Kecil makan, berbicara, dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman. Menjaga kesehatan gigi sejak dini juga dapat membantu mencegah karies penyebabkan rasa sakit hingga infeksi.
Ibu perlu mengenali ciri-ciri gigi sehat sekaligus membiasakan si Kecil merawat giginya sejak dini. Yuk, cari tahu ciri-ciri dan cara menjaga kesehatan gigi anak, Bu.
Gigi yang Sehat Itu Seperti Apa?
Gigi sehat adalah gigi yang dapat berfungsi dengan baik dan tidak menunjukkan tanda masalah, seperti berlubang, terasa sakit, atau mengalami kerusakan. Kesehatan gigi juga mencakup kondisi gusi dan jaringan di sekitarnya.
Secara umum, beberapa ciri yang dapat diperhatikan antara lain:
- Tidak terdapat lubang atau bagian gigi yang mengalami kerusakan.
- Tidak terasa sakit saat digunakan untuk makan atau minum.
- Gusi tidak bengkak atau mudah berdarah.
- Tidak mengalami bau mulut terus-menerus.
- Gigi dapat digunakan untuk menggigit dan mengunyah dengan nyaman.
Gigi yang terlihat putih bukan satu-satunya ukuran kesehatan gigi, Bu. Pemeriksaan oleh dokter gigi tetap diperlukan karena tidak semua masalah gigi dan mulut bisa diketahui hanya dari tampilannya.
Ciri-Ciri Gigi Tidak Sehat
Gigi tidak sehat dapat ditandai dengan munculnya lubang, rasa sakit atau ngilu, Bu. Masalah pada gusi dapat menimbulkan pembengkakan dan perdarahan.
Jika kerusakan gigi tidak segera ditangani, kondisinya dapat berkembang menjadi rasa sakit, infeksi, bahkan kehilangan gigi.
Pada anak, Ibu perlu memperhatikan perubahan kebiasaan, seperti sulit mengunyah atau mengeluhkan sakit gigi. Karies berat dapat menyebabkan sakit gigi dan abses serta mengganggu kemampuan anak untuk makan dan tidur.
Bu, jika si Kecil menunjukkan keluhan pada gigi atau gusi, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani dengan tepat.
Baca Juga: 5 Camilan Praktis dan Sehat untuk Anak
Apa Penyebab Gigi Cepat Rusak?
Salah satu penyebab utama gigi cepat rusak adalah karies. Kondisi ini terjadi ketika bakteri pada plak mengubah gula dari makanan dan minuman menjadi asam yang perlahan merusak lapisan keras gigi.
Beberapa hal berikut dapat meningkatkan risiko karies:
- Sering mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula.
- Tidak mendapatkan paparan fluorida yang cukup.
- Plak pada gigi tidak dibersihkan dengan baik saat menyikat gigi.
WHO menyebut gula bebas sebagai salah satu faktor makanan utama penyebab karies. Gula bebas mencakup gula yang ditambahkan ke makanan atau minuman, serta gula alami dalam madu, sirup, jus buah, dan sari buah pekat.
Sementara itu, susu secara alami mengandung laktosa. Laktosa tidak termasuk gula bebas yang menjadi fokus pembatasan WHO dan memiliki potensi menyebabkan karies yang lebih rendah dibandingkan beberapa jenis gula lainnya.
Dalam hal ini, Ibu tetap perlu memperhatikan produk susu yang mengandung gula tambahan atau gula bebas, termasuk frekuensi konsumsinya. Ibu juga perlu membantu si Kecil membiasakan diri menjaga kebersihan gigi sejak gigi pertamanya tumbuh.
Semakin sering gigi terpapar makanan dan minuman yang mengandung gula, semakin besar kesempatan bakteri menghasilkan asam yang merusak gigi.
Selain membatasi makanan dan minuman tinggi gula, ajarkan anak menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi berfluorida untuk membantu mencegah karies.
Bagaimana Cara Menjaga Gigi Agar Tetap Sehat?
Cara menjaga gigi agar tetap sehat dapat dimulai dengan menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi berfluorida, membatasi konsumsi gula, dan melakukan pemeriksaan gigi secara berkala.
Kebiasaan sederhana yang dilakukan setiap hari bisa membantu si Kecil lebih terbiasa merawat kesehatan giginya sejak dini, Bu. Di antaranya:
- Biasakan menyikat gigi dua kali sehari. Dampingi si Kecil saat menyikat gigi dan gunakan pasta gigi berfluorida yang sesuai usianya.
- Batasi makanan dan minuman tinggi gula. Terutama kebiasaan mengonsumsi camilan manis berkali-kali dalam sehari.
- Biasakan minum air putih. Air putih bisa menjadi pilihan utama saat si Kecil haus.
- Ajarkan kebiasaan merawat gigi sejak dini. Ibu dapat memberi contoh langsung agar menyikat gigi menjadi bagian dari rutinitas harian.
- Periksakan gigi secara berkala. Pemeriksaan membantu mengetahui masalah gigi lebih awal meskipun si Kecil belum mengeluh sakit.
Perlu Ibu ketahui bahwa fluorida membantu melindungi gigi dari karies. Karena itu, penggunaan pasta gigi berfluorida sesuai usia menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut anak.
Selain menjaga kebersihan gigi, makanan dan minuman yang dikonsumsi si Kecil juga perlu diperhatikan, Bu. Salah satunya dengan membatasi makanan dan minuman yang tinggi gula agar gigi tidak terlalu sering terpapar gula.
Susu secara alami mengandung laktosa, yaitu gula alami yang terdapat dalam susu. Namun, laktosa alami dalam susu tidak termasuk gula bebas yang menjadi fokus pembatasan WHO
Jika produk susu mengandung gula tambahan, jumlah dan frekuensi konsumsinya tetap perlu diperhatikan.
Di sisi lain, pemenuhan nutrisi juga penting selama masa pertumbuhan si Kecil. Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium.
Ibu dapat melengkapi pola makan bergizi si Kecil dengan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ yang mengandung kalsium dan vitamin D3. Tetap imbangi konsumsi susu dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan mulut si Kecil setiap hari.
Baca Juga: Manfaat Susu dan Segala Kebaikannya untuk Kesehatan Tubuh
FAQ Gigi Sehat
Menjaga gigi sehat anak perlu dilakukan sejak dini karena gigi susu memiliki fungsi penting dan dapat mengalami karies segera setelah tumbuh. Berikut beberapa tanya-jawab yang sering muncul seputar gigi si Kecil:
1. Gigi Anak Normalnya Ada Berapa?
Anak memiliki 20 gigi susu, terdiri dari 10 gigi di rahang atas dan 10 di rahang bawah. Gigi pertama umumnya mulai muncul sekitar usia 6 bulan dan biasanya sudah lengkap ketika anak berusia sekitar 3 tahun.
Namun, waktu tumbuh gigi bisa berbeda pada setiap anak, Bu. Ada yang tumbuh lebih cepat dan ada pula yang sedikit lebih lambat.
Ketika anak bertambah besar, gigi susu akan tanggal secara bertahap dan digantikan oleh gigi permanen. Gigi permanen biasanya mulai tumbuh sekitar usia 6–7 tahun.
2. Apa Nutrisi untuk Gigi Anak?
Beberapa nutrisi yang mendukung pertumbuhan gigi anak di antaranya adalah kalsium dan fosfor, mineral penting dalam struktur tulang dan gigi, sedangkan vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium.
Nutrisi-nutrisi penting itu bisa didapatkan dari pola makan bergizi dan beragam. Ibu dapat melengkapi pola makan bergizi si Kecil dengan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ yang mengandung kalsium dan vitamin D3. Tetap imbangi konsumsi susu dengan kebiasaan menjaga kebersihan gigi dan pemeriksaan gigi secara berkala.
Untuk Ibu ketahui, kandungan Omega 3, Omega 6, dan DHA dalam produk ini juga dapat menjadi bagian dari pemenuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan. Namun, untuk pembentukan dan pemeliharaan gigi, zat gizi yang memiliki peran lebih langsung adalah kalsium, fosfor, dan vitamin D.
Meski begitu, pemenuhan nutrisi saja tidak cukup untuk mencegah karies. Ibu juga perlu membantu si Kecil membatasi frekuensi mengonsumsi gula bebas.
Seperti yang dijelaskan WHO, gula bebas merupakan faktor utama yang menyebabkan terjadinya karies. Kerusakan gigi secara bertahap dapat terjadi karena plak mengubah gula menjadi asam akibat peran bakteri.
Oleh karena itu, selain memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil, Ibu perlu membiasakannya menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida di samping tetap membatasi makanan dan minuman tinggi gula bebas.
Referensi:
- World Health Organization. (2025, March 17). Oral health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/oral-health
- American Dental Association. (n.d.). Healthy habits: Babies and kids. MouthHealthy. https://www.mouthhealthy.org/life-stages/babies-and-kids/healthy-habits-babies-and-kids
- World Health Organization. (n.d.). Oral health. WHO Western Pacific Region. https://www.who.int/westernpacific/health-topics/oral-health/550
- World Health Organization. (2019). Ending childhood dental caries: WHO implementation manual. https://www.who.int/publications/i/item/9789240000056
- American Dental Association. (n.d.). Baby teeth. MouthHealthy. https://www.mouthhealthy.org/all-topics-a-z/baby-teeth
- National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (2023, September 14). Calcium: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-Consumer/
- World Health Organization. (2017). Sugars and dental caries. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/259413/WHO-NMH-NHD-17.12-eng.pdf
- World Health Organization. (2003). Diet, nutrition and the prevention of chronic diseases: Report of a joint WHO/FAO expert consultation. https://iris.who.int/bitstream/handle/10665/42665/WHO_TRS_916.pdf
- World Health Organization. (2025, August 13). Sugars and dental caries. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/sugars-and-dental-caries