Mitos mengenai alergi susu

| 01 Nov 2019

Mitos mengenai alergi susu

Banyak mitos-mitos yang ada di kalangan masyarakat soal alergi susu sapi. Dan kamu pasti sudah nggak asing lagi dengar istilah yang berhubungan dengan alergi susu sapi seperti alergi susu tidak bisa sembuh, alergi susu hanya terjadi di anak usia di atas satu tahun, dan alergi susu sama dengan lactose intolerance?

 

  1. Alergi susu sapi tidak bisa sembuh

Alergi susu sapi terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang bersikap tidak normal saat menerima kandungan protein pada susu. Umumnya penderita akan mengalami banyak gejala mulai dari gatal-gatal pada sekitaran mulut, diare, hingga sesak nafas. Namun seiring berjalannya waktu sistem kekebalan tubuh mengalami perubahan dan meningkat. Sistem imun tubuh pun menjadi lebih kuat dalam menerima protein susu sehingga alergi susu pun dapat diminimalkan. Seiring dengan meningkatnya sistem kekebalan tubuh, Anda dapat mencoba konsumsi susu sapi. Namun bila terjadi reaksi alergi, Anda harus menghentikan konsumsinya dan mencoba kembali  di lain waktu.

 

  1. Alergi susu sapi bukan penyakit keturunan orangtua

Beberapa mungkin menganggap bahwa alergi susu sapi bukanlah keturunan dari orangtua, namun fakta berkata lain. Seperti di situs resmi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), Dr. Badriul Hegar, PhD, SpA(K)., Divisi Gastroenterologi FKUI-RSCM, mengatakan bahwa 40% bayi yang memiliki ibu penderita alergi susu sapi, maka kemungkinan juga akan mengalami alergi yang sama di masa yang akan datang.

 

  1. Alergi susu sapi nggak bahaya

Alergi susu yang muncul terbagi dalam kurun waktu, yakni jangan pendek dan panjang. Secara jangka pendek masih tahap gatal-gatal pada kulit dan bagian sekitar mulut. Untuk jangka panjangnya bisa terkena sesak nafas dan gangguan saluran cerna seperti diare. Bila terkena alergi susu segera sigap untuk berkonsultasi ke dokter.

 

  1. Alergi susu muncul hanya di anak berusia di atas 1 tahun

Sederhananya alergi susu sapi terjadi karena adanya protein asing dari susu yang masuk ke dalam tubuh bayi. Karena sistem imunnya belum baik, ditambah sistem saluran pencernaannya maka bayi usia di bawah 1 tahun bisa muncul alergi susu. Makanya bayi di awal bulan diberikan susu akan mengalami diare atau muntah, karena sistem pencernaan dan imunnya yang belum baik menerima protein dari susu.

 

 

  1. Alergi susu sama dengan lactose intolerance

Baik alergi susu sapi dan lactose intolerance atau intoleransi laktosa memiliki kemiripan yang sama dalam gejalanya, yakni mengalami diare setelah mengkonsumsi susu sapi. Tapi sebenarnya keduanya adalah hal yang berbeda, seperti dilansir dari kompas.com, Prof. Dr. dr. Hananto W. Dipohadiningrat, Sp.A(k), mengatakan bahwa alergi susu sapi adalah protein dari sapi, sedangkan intoleransi laktosa adalah masalah dari enzim laktase.

 

Sekarang kamu jadi tahu kan fakta sebenarnya dari mitos-mitos mengenai alergi susu yang sering kamu dengar.

 

Untuk Anda yang percaya kebaikan susu dan bisa mengkonsumsinya, mari mulai sekarang lebih banyak cari tahu mengenai kebaikan konsumsi susu sehari 1 kotak untuk kamu. Temukan seluruh varian rasanya di sini ya. Kamu juga bisa menangkan Hadiah Go-Pay lho. Mau tau caranya cari tau di sini yuk!

Artikel Terkait