Makanan Vitamin D3 untuk Anak dan Manfaatnya

Banner
| 18 Sep 2026

Makanan Vitamin D3 untuk Anak dan Manfaatnya

Makanan Vitamin D3 untuk Anak dan Manfaatnya

Vitamin D3 untuk anak berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, terutama kesehatan tulang dan gigi. Vitamin ini membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan.

Vitamin D3 bisa diperoleh dari paparan sinar matahari, makanan, hingga suplemen jika memang diperlukan. Beberapa makanan vitamin D3 juga cukup mudah ditemukan dan dapat dimasukkan ke dalam menu sehari-hari si Kecil.

Lalu, apa saja manfaat vitamin D3 dan dari mana si Kecil bisa mendapatkannya? Simak penjelasannya berikut ini, Bu.

Manfaat Vitamin D3 untuk Anak

Vitamin D3 atau cholecalciferol merupakan salah satu bentuk vitamin D. Memenuhi kebutuhan vitamin D penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh si Kecil. Berikut adalah beberapa manfaatnya: 

1. Mendukung Kesehatan Tulang dan Gigi

Salah satu fungsi vitamin D3 adalah membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor. Kedua mineral tersebut dibutuhkan untuk membantu membentuk dan menjaga tulang serta gigi anak selama masa pertumbuhan.

2. Membantu Mencegah Rakitis

Kekurangan vitamin D yang berat pada anak dapat menyebabkan rakitis, yaitu gangguan yang membuat tulang menjadi lunak dan lemah. Memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang anak.

3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin D juga berperan dalam fungsi sistem kekebalan tubuh. Sistem imun tubuh membutuhkan vitamin D agar dapat menjalankan fungsinya dalam membantu tubuh melawan bakteri dan virus.

4. Mendukung Fungsi Otot

Selain tulang, vitamin D juga dibutuhkan oleh otot agar dapat menjalankan fungsinya. Hal ini penting bagi si Kecil yang sedang aktif bergerak, bermain, dan menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

5. Mendukung Fungsi Saraf

Vitamin D juga memiliki peran dalam fungsi saraf. Saraf dibutuhkan untuk membawa pesan antara otak dan berbagai bagian tubuh.

Berapa Kebutuhan Vitamin D Anak Setiap Hari?

Kebutuhan vitamin D anak berbeda sesuai usianya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan anak-anak membutuhkan vitamin D sebanyak: 

  • Bayi usia 0-12 bulan: 400 IU per hari
  • Anak usia di atas 12 bulan: 600 IU per hari

Namun, kebutuhan dan pemberian suplemen vitamin D dapat berbeda sesuai kondisi anak. Anak yang memiliki risiko kekurangan vitamin D atau menunjukkan gejala tertentu sebaiknya diperiksakan terlebih dahulu agar mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: 6 Nutrisi yang Wajib Ada dalam Makanan Sehat dan Resepnya

Dari Mana Anak Bisa Mendapatkan Vitamin D3?

Vitamin D3 dapat diperoleh dari beberapa makanan hewani serta produk yang telah ditambahkan vitamin D3. Berikut beberapa sumber vitamin D3 untuk anak yang dapat Ibu berikan sebagai bagian dari menu sehari-hari:

  • Kuning telur, merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin D3 dan mudah diolah menjadi berbagai menu untuk si Kecil.
  • Ikan sarden, dapat menjadi pilihan sumber vitamin D3 sekaligus protein untuk melengkapi menu makan anak.
  • Hati sapi, mengandung vitamin D3 dan dapat diolah menjadi berbagai menu sebagai bagian dari pola makan yang bervariasi.
  • Minyak hati ikan kod, merupakan salah satu sumber vitamin D3 yang berasal dari ikan.
  • Susu yang mengandung vitamin D3, dapat menjadi pilihan untuk melengkapi asupan vitamin D3 si Kecil. Untuk anak usia 1-3 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang mengandung 15% AKG Vitamin D dalam setiap satu gelas penyajiannya. Susu ini juga dilengkapi dengan protein, kalsium, dan berbagai vitamin juga mineral yang membantu lengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Selain melalui makanan, tubuh juga dapat membentuk vitamin D3 ketika kulit terkena sinar matahari. Oleh karena itu, asupan dari makanan dapat dilengkapi dengan paparan sinar matahari yang cukup serta suplementasi apabila diperlukan sesuai anjuran dokter.

Tanda Kekurangan Vitamin D3 pada Anak

Kekurangan vitamin D3 dapat memengaruhi pertumbuhan dan kesehatan si Kecil. Beberapa tanda yang perlu Ibu perhatikan antara lain:

  • Pertumbuhan terhambat, termasuk pertambahan tinggi badan yang lebih lambat.
  • Anak terlihat lemas dan kurang bertenaga untuk beraktivitas.
  • Anak lebih mudah sakit karena vitamin D3 juga berperan dalam mendukung daya tahan tubuh.
  • Tulang terasa nyeri atau lebih rapuh karena vitamin D3 dibutuhkan untuk membantu penyerapan kalsium.
  • Mengalami rakitis pada kondisi kekurangan vitamin D3 yang berat, yang dapat ditandai dengan pertumbuhan tulang terganggu, seperti kaki menjadi bengkok.

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Baca Juga: Menu Makan Anak Bergizi Sesuai Usia dan Contoh Pilihannya

FAQ Seputar Vitamin D3 untuk Anak

Vitamin D dan vitamin D3 sering dianggap sebagai hal yang sama. Selain itu, Ibu mungkin juga bertanya-tanya mengenai pemberian suplemen dan waktu yang tepat untuk memberikannya kepada anak.

1. Apa Perbedaan Vitamin D dan Vitamin D3?

Vitamin D dan vitamin D3 keduanya saling berkaitan, tetapi memiliki pengertian yang berbeda. Vitamin D merupakan istilah umum untuk vitamin larut lemak yang berperan dalam membantu penyerapan kalsium, sedangkan vitamin D3 atau kolekalsiferol merupakan salah satu bentuk vitamin D.

Perbedaannya juga dapat dilihat dari sumbernya. Vitamin D3 dapat dibentuk tubuh melalui paparan sinar matahari dan ditemukan pada makanan seperti ikan berlemak, minyak ikan, kuning telur, serta hati. Sementara itu, vitamin D2 umumnya berasal dari jamur dan beberapa makanan yang telah diperkaya vitamin D.

Vitamin D3 juga dinilai lebih efektif dalam meningkatkan dan mempertahankan kadar vitamin D dalam tubuh dibandingkan vitamin D2. Karena itu, vitamin D3 banyak digunakan dalam suplemen untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin D.

2. Apakah Anak Perlu Minum Suplemen Vitamin D3 Setiap Hari?

Pemberian suplemen vitamin D pada anak perlu mempertimbangkan usia, pola makan, paparan sinar matahari, serta kondisi kesehatannya. IDAI menyebut suplementasi vitamin D dapat diperlukan pada kondisi tertentu, terutama pada anak yang berisiko mengalami kekurangan vitamin D. 

Karena kebutuhan setiap anak dapat berbeda, hindari memberikan suplemen vitamin D dalam dosis tinggi tanpa anjuran tenaga kesehatan. Jika Ibu ragu apakah si Kecil membutuhkan suplemen setiap hari, konsultasikan dengan dokter untuk menentukan kebutuhan yang sesuai.

3. Kapan Waktu Minum Vitamin D3 untuk Anak?

Vitamin D termasuk vitamin yang larut dalam lemak. Karena itu, vitamin D dapat dikonsumsi bersama makanan untuk membantu penyerapannya. Hal terpenting,berikan suplemen sesuai dosis dan petunjuk penggunaan atau anjuran dokter.

Tidak ada keharusan bahwa vitamin D3 harus selalu diberikan pada pagi atau malam hari. Jika si Kecil memang mendapatkan suplemen vitamin D3, Ibu dapat memilih waktu yang mudah dilakukan secara konsisten setiap hari.

 

Referensi

  • Alodokter. (n.d.). 5 manfaat vitamin D3 untuk anak. https://www.alodokter.com/5-manfaat-vitamin-d3-untuk-anak
  • Alodokter. (n.d.). Vitamin D untuk anak, ketahui sumber dan manfaatnya. https://www.alodokter.com/vitamin-d-untuk-anak-ketahui-sumber-dan-manfaatnya
  • Halodoc. (n.d.). Beda vitamin D dan D3, mana lebih baik? https://www.halodoc.com/artikel/beda-vitamin-d-dan-d3-mana-lebih-baik
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Perlukah suplemen vitamin D? https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
  • WebMD. (n.d.). Foods high in vitamin D3. https://www.webmd.com/diet/foods-high-in-vitamin-d3
Share
URL copied!

Artikel Terkait