Berat Badan Ideal untuk Anak Sesuai Rumus BMI

| 24 Jun 2020

Berat Badan Ideal untuk Anak Sesuai Rumus BMI

Di masa perkembangan dan pertumbuhan, banyak hal yang dipelajari si kecil sehingga ia akan menjadi anak yang aktif. Perlahan-lahan dan tanpa disadari, rasa penasarannya mulai tumbuh. Mereka kerap kali mencoba untuk meniru aktivitas orang dewasa. Melihat tumbuh kembang si kecil memang hal yang menyenangkan. Terlebih lagi apabila ia mampu melakukan suatu hal yang belum dilakukan oleh anak-anak seusianya. Namun, jangan karena terlalu fokus pada  peningkatan kemampuan si anak, Ibu lupa dengan pertumbuhan fisiknya karena kepandaian anak didukung oleh tubuh yang sehat.

Setiap orang tua pasti mendambakan anak-anak dengan tubuh yang sehat. Seorang anak yang terlihat kurus cenderung dinilai kurang gizi sehingga banyak orang tua yang memberi asupan berlebih ke anak-anaknya dengan penilaian gemuk berarti sehat. Padahal, hal itu belum tentu benar adanya. Asupan yang berlebih dapat menyebabkan seorang anak menjadi ketagihan makan sehingga mereka terancam obesitas. Oleh karena itu, berat badan ideal anak perlu dipahami oleh orang tua supaya mereka dapat menilai apakah anaknya kurang gizi atau obesitas.

Bagaimana Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak?

Tubuh anak yang sehat tidak dinilai dari bentuk tubuh mereka, baik terlihat kurus maupun gemuk. Usia dan jenis kelamin merupakan beberapa faktor yang mempengaruhi bagaimana Ibu menghitung berat badan ideal.

  • Usia 2-8 Tahun

    Di rentang usia 2-8 tahun, berat badan ideal anak laki-laki dan perempuan relatif sama. Di usia 2 tahun, mereka akan memiliki rata-rata tinggi 86 sentimeter dan berat badan ideal 12 kilogram. Pada usia 4 tahun, tinggi badan rata-rata anak akan bertambah menjadi 102 cm, berat badan ideal anak menjadi 15 kg. Anak akan terus tumbuh hingga mencapai tinggi 127 cm dan berat badan ideal bertambah menjadi 26 kg di usia 8 tahun.

  • Usia 10-14 Tahun

    Memasuki usia 10-14 tahun, anak laki-laki dan perempuan akan mulai mengalami proses pertumbuhan yang berbeda karena mengalami pubertas. Di usia 14 tahun, tinggi badan rata-rata anak perempuan menjadi 160 cm dengan berat badan ideal 49 kg. Sedangkan di usia yang sama, tinggi badan anak laki-laki akan menjadi 163 cm dan berat badan idealnya menjadi 51 kg. 

Adapula rumus BMI (Body Mass Indexyang bisa juga digunakan untuk menghitung berat badan ideal. Dengan rumus BMI, berat badan seseorang dibagi dengan kuadrat tinggi badan (dalam meter). Misalnya: Berat badan seorang anak berusia 9 tahun adalah 45 kg dan tinggi badan anak 165 cm (atau 1.65 m), maka cara menghitung BMI anak yaitu 45/(1.65 x 1.65) = 16.5. Setelah itu, gunakan hasil BMI untuk mengetahui status gizi sang anak. Anak yang berusia 9 tahun memiliki kisaran massa badan 13.5-18.4, berarti anak tersebut berada di kategori massa tubuh normal, tidak lebih ataupun tidak kurang.

Dilansir dari HelloSehat, berikut data BMI (Body Mass Index):

Jenis Kelamin
Usia (tahun)
6
7
8
9
10
11
12
Perempuan
12.7-17.3
12.7-17.7
12.9-18.3
13.1-19
13.5-19.8
13.9-20.7
14.4-21.7
Laki-laki
13-17
13.1-17.4
13.3-17.9
13.5-18.4
13.7-19.1
14.1-19.9
14.5-20.8

Namun ada juga cara menghitung berat badan ideal konvensional dengan rumus 2n + 8, dengan adalah usia anak dalam hitungan. Contoh anak Ibu berusia 5 tahun 2 bulan, maka cara menghitung berat badan ideal anak yaitu (2 x 5.2) + 8 = 18.4. Nah, nilai yang didapat dari rumus tersebut adalah berat badan ideal pada anak Ibu, yaitu 18.4 kg.

Pertumbuhan anak juga dipengaruhi oleh kecukupan istirahat, aktivitas fisik serta stimulasi dari lingkungan sekitar. Perlu Ibu ingat, kecepatan pertumbuhan masing-masing anak berbeda-beda. Oleh sebab itu, belum tentu anak menderita kekurangan gizi apabila berat badannya tidak berada pada rentang angka ideal. Apabila dirasa perlu, Ibu bisa tanyakan mengapa si kecil tidak memiliki berat badan ideal kepada dokter.

Tips Menjaga Berat Badan Ideal Sang Buah Hati

Hal yang terpenting perihal fisik anak adalah bukan gemuk maupun kurus, namun berat badan ideal. Seperti yang sudah diketahui, berat badan ideal anak dipengaruhi usia, jenis kelamin, dan juga tinggi badan. Supaya berat badan ideal anak tetap terjaga, ikuti pola sehat berikut ini.

  1. Jadikan Olahraga Sebagai Rutinitas

    Bukan hanya orang dewasa saja yang membutuhkan olahraga, melainkan anak-anak juga perlu melakukan aktivitas ini setiap hari demi menunjang kesehatan dan berat badan ideal tubuhnya. Perkenalkan mereka dengan olahraga yang ringan, seperti berjalan, berlari, dan berenang. Apabila si kecil merupakan tipe anak yang “alergi” dengan kata ‘olahraga’, ajaklah mereka melakukan permainan yang menggunakan gerakan fisik, misalnya bermain bola, bermain sepeda, dan bermain permainan tradisional, seperti petak umpet atau petak jongkok. ‘Olahraga’ di dalam rumah juga bisa dilakukan. Contohnya adalah menyapu, mengepel, dan membersihkan mainan. Hal yang terpenting adalah anak menjadi aktif dalam menggerakan tubuhnya.

  2. Batasi Menatap “Layar”

    Layar yang dimaksud di sini adalah layar telepon genggam, tablet, televisi, dan layar-layar lainnya yang memiliki radiasi. Anak-anak yang waktunya dihabiskan untuk menatap layar gadget cenderung memiliki berat badan yang lewat dari berat badan ideal. Kegiatan seperti ini tentunya tidak baik untuk tubuh si anak serta indera penglihatan mereka.

    Sebisa mungkin untuk menghindari alat teknologi tersebut dari mereka dengan cara melakukan beberapa aktivitas di rumah, seperti membaca buku, menggambar atau bermain alat musik. Apabila dirasa sulit, Ibu harus tegas perihal waktu dan durasi pemakaiannya. Pastikan apa yang mereka tatap atau mainkan merupakan hal yang berguna untuk perkembangan kognitifnya. Selain itu, perhatikan jarak antara layar dan mata si kecil ya, Ibu.

  3. Perhatikan Asupan yang Masuk ke dalam Tubuhnya

    Demi menjaga berat badan ideal, Ibu harus mengawasi makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh si kecil. Pastikan apa yang mereka makan atau minum terjamin kebersihan dan nutrisinya. Tidak hanya itu, pola makan si anak juga perlu dijaga. Hindari makan yang berlebihan untuk si kecil yang suka makan. Apabila si kecil termasuk anak yang sulit makan, Ibu harus putar otak supaya asupan nutrisinya cukup. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan camilan sehat di sela-sela aktivitasnya.

  4. Konsumsi Buah dan Sayur

    Biasakan si kecil untuk makan sayur dan buah setiap hari. Seperti yang diketahui, tidak semua anak mudah menyantap makanan yang disediakan oleh orang tuanya. Ada beberapa anak yang sangat pemilih sehingga butuh banyak strategi supaya mereka mau makan makanan sehat.

    Kebanyakan anak menilai suatu makanan dari tampilannya. Oleh karena itu, cobalah untuk menata buah dan sayur semenarik mungkin. Ibu juga bisa makan bersama si kecil supaya mereka mau mengikuti makan buah dan sayur sebab anak-anak gemar mengikuti aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa.

  5. Breakfast is a Must

    Setiap orang dianjurkan untuk makan tiga kali sehari, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam, begitu pula anak-anak. Sarapan merupakan suatu hal yang penting untuk dilakukan sebelum si anak beraktivitas demi energi yang optimal. Anak-anak yang sarapan setiap hari cenderung memiliki berat badan ideal daripada yang tidak. Siapkan sarapan yang bergizi dengan susu sebagai pendampingnya. Bantu penuhi gizi anak untuk mendukung proses pertumbuhan dan belajarnya di luar rumah dengan Susu Siap Minum Frisian Flag Kid. Diproduksi dengan susu segar dengan kandungan zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak) dan mengandung Vitamin A & D, serta Kalsium & Magnesium untuk mendukung pertumbuhan si Kecil dengan varian rasa Cokelat dan Strawberry yang lezat.

Bantu anak mencapai berat badan idealnya dengan dilengkapi Susu Siap Minum Frisian Flag Kid. Info lengkap Frisian Flag Kid cek di sini.

 

Artikel Menarik Lainnya:

Menurut Penelitian, Olahraga Ini Paling Efektif Menurunkan Berat Badan

Pentingnya Pendidikan bagi Minat Anak

Artikel Terkait