Makanan Tinggi Kalsium untuk Anak dan Manfaatnya

Banner
| 18 Sep 2026

Makanan Tinggi Kalsium untuk Anak dan Manfaatnya

Makanan Tinggi Kalsium untuk Anak dan Manfaatnya

Makanan tinggi kalsium penting menjadi bagian dari menu sehari-hari si Kecil. Kalsium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh, terutama untuk membantu membentuk dan menjaga kesehatan tulang serta gigi.

Kalsium tidak hanya bisa diperoleh dari susu. Ibu juga dapat memberikan berbagai makanan mengandung kalsium, seperti ikan, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.

Apa Manfaat Kalsium untuk Anak?

Kalsium memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh selama masa pertumbuhan. Selain berkaitan dengan tulang dan gigi, mineral ini juga dibutuhkan untuk mendukung fungsi tubuh lainnya. Beberapa manfaat kalsium untuk anak antara lain:

  • Mendukung pertumbuhan tulang dan gigi. Kalsium merupakan mineral utama yang dibutuhkan untuk membentuk dan menjaga kekuatan tulang serta gigi.
  • Mendukung fungsi otot. Tubuh membutuhkan kalsium agar otot dapat bekerja dan berkontraksi dengan baik.
  • Mendukung fungsi saraf. Kalsium berperan dalam membantu penyampaian sinyal antara otak dan bagian tubuh lainnya.
  • Membantu proses pembekuan darah. Kalsium juga diperlukan tubuh dalam proses pembekuan darah ketika terjadi luka.

Pilihan Makanan Tinggi Kalsium untuk Anak

Ada berbagai sumber kalsium untuk anak yang dapat Ibu masukkan ke dalam menu hariannya. Agar asupan nutrisinya lebih beragam, sumber kalsium dapat diberikan secara bergantian.

1. Susu dan Produk Olahannya

Susu serta produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, merupakan sumber kalsium yang dapat diberikan sesuai usia anak. Untuk si Kecil usia 1-3 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang dilengkapi DHA, Minyak Ikan, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), 9 Asam Amino Esensial (9AAE), Asam Sialat, Sphingomyelin, protein, kalsium, zat besi, seng, serta berbagai vitamin dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang dan bantu penuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

2. Ikan

Beberapa jenis ikan dapat menjadi sumber kalsium, terutama ikan yang tulangnya dapat dikonsumsi, seperti ikan teri dan sarden. Selain kalsium, ikan juga dapat memberikan protein serta zat gizi lainnya.

3. Tahu

Tahu dapat menjadi pilihan sumber kalsium sekaligus protein nabati. Teksturnya yang lembut juga membuat tahu mudah diolah menjadi berbagai menu untuk si Kecil.

4. Kacang-kacangan

Beberapa jenis kacang mengandung kalsium dan dapat membantu melengkapi asupan mineral anak. Penyajiannya perlu disesuaikan dengan usia si Kecil agar aman dikonsumsi.

5. Sayuran Hijau

Sayuran hijau, seperti brokoli dan bayam, juga mengandung kalsium. Ibu dapat mengombinasikannya dengan sumber kalsium lainnya sebagai bagian dari menu sehat bergizi seimbang.

Baca Juga: Ide Sarapan Untuk Mendukung Pemenuhan Gizi Seimbang Setiap Hari 

Berapa Kebutuhan Kalsium Anak Setiap Hari?

Kebutuhan kalsium anak berbeda sesuai kelompok usia. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi dalam Permenkes RI No. 28 Tahun 2019, kebutuhan kalsium harian anak adalah:

  • Usia 0-5 bulan: 200 mg per hari
  • Usia 6-11 bulan: 270 mg per hari
  • Usia 1-3 tahun: 650 mg per hari
  • Usia 4-6 tahun: 1.000 mg per hari
  • Usia 7-9 tahun: 1.000 mg per hari

Angka tersebut merupakan jumlah kalsium yang dianjurkan per hari berdasarkan kelompok usia. Kebutuhan masing-masing anak dapat berbeda sesuai kondisi kesehatannya.

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Kalsium?

Asupan kalsium yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kesehatan tulang dan fungsi tubuh si Kecil. Beberapa kondisi yang dapat terjadi akibat kekurangan kalsium antara lain:

  • Kesehatan tulang terganggu, terutama jika asupan kalsium tidak mencukupi dalam jangka panjang.
  • Kesemutan, yang dapat muncul ketika kadar kalsium dalam darah terlalu rendah.
  • Kram otot, karena kalsium juga berperan dalam membantu fungsi otot.
  • Kejang otot, yang dapat terjadi pada kondisi kekurangan kalsium yang lebih berat.

Namun, keluhan tersebut tidak selalu menandakan kekurangan kalsium. Jika si Kecil mengalami gejala yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Cara Membantu Memenuhi Kebutuhan Kalsium Anak

Memenuhi kebutuhan kalsium tidak harus bergantung pada satu jenis makanan. Ibu dapat mengombinasikan beberapa makanan tinggi kalsium dalam menu si Kecil setiap hari. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berikan sumber kalsium yang bervariasi, seperti susu, yoghurt, keju, ikan, tahu, kacang-kacangan, dan sayuran hijau.
  • Sesuaikan porsi dengan usia anak agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi tanpa memberikan makanan secara berlebihan.
  • Lengkapi kebutuhan vitamin D, karena vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium.
  • Variasikan menu sehari-hari agar anak terbiasa mengonsumsi berbagai sumber kalsium.
  • Hindari memberikan suplemen sembarangan. Jika Ibu khawatir kebutuhan kalsium si Kecil belum terpenuhi, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memberikan suplemen.

Baca Juga: Makanan Sehat dan Bergizi dan 6 Nutrisi Pentingnya

FAQ Seputar Makanan Tinggi Kalsium

Kalsium dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan sehingga Ibu memiliki banyak pilihan untuk memenuhi kebutuhan si Kecil. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai sumber dan pemenuhan kalsium untuk anak.

1. Apakah Anak yang Tidak Minum Susu Tetap Bisa Mendapatkan Cukup Kalsium?

Bisa. Susu bukan satu-satunya sumber kalsium. Anak juga dapat memperoleh kalsium dari ikan seperti sarden dan teri, tahu, kacang-kacangan, serta beberapa jenis sayuran hijau.

Namun, Ibu tetap perlu memperhatikan jumlah dan variasi makanan yang diberikan agar kebutuhan kalsium si Kecil sesuai dengan usianya dapat terpenuhi.

2. Apa Hubungan Vitamin D dengan Penyerapan Kalsium?

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dari makanan. Karena itu, memenuhi kebutuhan vitamin D juga penting agar kalsium dapat dimanfaatkan tubuh dengan baik untuk membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi si Kecil.

Vitamin D dapat diperoleh dari makanan tertentu, produk yang difortifikasi, serta dibentuk tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari.

3. Apakah Terlalu Banyak Kalsium Juga Tidak Baik untuk Anak?

Ya. Kalsium memang dibutuhkan tubuh, tetapi asupannya tetap perlu sesuai kebutuhan. Kadar kalsium yang terlalu tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan hiperkalsemia dan menimbulkan keluhan seperti mual, sembelit, lemas, hingga gangguan pada ginjal.

Kelebihan kalsium lebih perlu diperhatikan ketika anak mendapatkan suplemen. Oleh karena itu, hindari memberikan suplemen kalsium kepada si Kecil tanpa anjuran dokter.

 

Referensi: 

  • Alodokter. (n.d.). Daftar makanan berkalsium tinggi. https://www.alodokter.com/daftar-makanan-berkalsium-tinggi
  • Alodokter. (n.d.). Kalsium. https://www.alodokter.com/kalsium
  • Alodokter. (n.d.). Pilihan makanan tinggi kalsium untuk anak. https://www.alodokter.com/pilihan-makanan-tinggi-kalsium-untuk-anak
  • Halodoc. (n.d.). Kalsium: Manfaat, sumber, dan asupan harian. https://www.halodoc.com/kesehatan/kalsium
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://jdih.kemkes.go.id/common/dokumen/PMK%20No.%2028%20Th%202019%20ttg%20Angka%20Kecukupan%20Gizi%20Yang%20Dianjurkan%20Untuk%20Masyarakat%20Indonesia.pdf
Share
URL copied!

Artikel Terkait