Cara Tepat Mengetahui Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun

Banner
| 07 Sep 2026

Cara Tepat Mengetahui Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun

Cara Tepat Mengetahui Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun

Memastikan berat badan anak usia 1-5 tahun tetap ideal adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhannya. Namun, faktor usia, jenis kelamin, dan indikator fisik lainnya juga tetap harus diperhatikan karena sangat menentukan angka berat badan anak.

Agar lebih praktis memantau berat badan anak yang ideal, ibu bisa menggunakan kurva pertumbuhan dan tabel berat badan sebagai panduan. 

Berapa Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun yang Normal?

Berat badan anak tentu akan terus berubah seiring usianya. Menariknya, pola pertumbuhan anak laki-laki dan perempuan itu berbeda. Karena itu, WHO membedakan standar Berat Badan menurut Umur (BB/U) berdasarkan jenis kelamin untuk anak usia 0-5 tahun.

Standar dari WHO ini juga diterapkan di Indonesia melalui Permenkes No. 2 Tahun 2020. Indeks BB/U (0-60 bulan) ini menjadi acuan resmi untuk menentukan apakah berat badan anak tergolong sangat kurang, kurang, normal, atau berisiko lebih.

Tabel Berat Badan Anak Usia 1-5 Tahun

Di bawah ini adalah tabel berat badan anak sesuai acuan BB/U Permenkes No. 2 Tahun 2020. Sebagai catatan, angka yang tertera adalah median WHO, jadi fungsinya sebagai patokan rata-rata, bukan angka mutlak yang harus persis dicapai anak. 

Usia
Laki-laki
Perempuan
1 tahun (12 bulan)
9,6 kg
8,9 kg
2 tahun (24 bulan)
12,2 kg
11,5 kg
3 tahun (36 bulan)
14,3 kg
13,9 kg
4 tahun (48 bulan)
16,3 kg
16,1 kg
5 tahun (60 bulan)
18,3 kg
18,2 kg

Perlu diingat, angka tersebut bukanlah target mutlak yang wajib dicapai oleh setiap anak. Penilaian pertumbuhan anak yang tepat dilakukan dengan memplot hasil pengukuran pada kurva pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin, bukan hanya melihat satu angka acuan. 

Baca Juga: Tepatkah Jika Anak Minum Susu untuk Menambah Berat Badan Waktu Balita?

Apa Saja yang Memengaruhi Berat Badan Anak?

Pertumbuhan anak tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Nutrisi, kondisi kesehatan, lingkungan, hingga faktor biologis dapat berperan dalam pola pertumbuhan anak.

1. Asupan Nutrisi

Asupan makanan yang cukup dan bergizi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Nutrisi yang memadai merupakan bagian dari pengasuhan yang mendukung anak untuk tumbuh, berkembang, dan mencapai potensi kecerdasan anak secara optimal.

Oleh karena itu, ibu perlu memberikan makanan yang beragam agar anak mendapatkan energi serta zat gizi seimbang yang mendukung berat badan ideal anak selama masa pertumbuhannya. 

Ibu juga bisa memberikan makanan yang mengandung beragam nutrisi, seperti protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral. Kombinasikan berbagai kelompok makanan dalam menu harian anak, misalnya nasi atau sumber karbohidrat lainnya, lauk berprotein, sayuran, buah-buahan, dan sumber lemak sehat. 

2. Aktivitas Fisik 

Anak juga membutuhkan kesempatan untuk aktif bergerak setiap hari. Aktivitas fisik tidak hanya melatih motorik, tetapi juga mendukung kesehatan dan perkembangan fisik anak secara keseluruhan.

Ibu dapat mengombinasikan kegiatan luar ruangan, seperti berlari di taman, bermain sepeda, atau bermain pasir, dengan permainan di dalam rumah menggunakan mainan edukatif yang memancing anak untuk terus bergerak dan berpikir aktif.

3. Kondisi Kesehatan 

Kondisi kesehatan turut memengaruhi alur pertumbuhan anak. Suatu penyakit, terutama yang terjadi berulang atau berlangsung lama, dapat mengganggu asupan, penyerapan, maupun pemanfaatan zat gizi di dalam tubuh.

Karena itu, perubahan berat badan yang tidak sesuai dengan pola pertumbuhan perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala atau keluhan kesehatan lainnya.

4. Faktor Genetik

Faktor genetik memang berperan dalam pertumbuhan anak. Namun, pada masa awal kehidupan, kondisi lingkungan memegang peranan yang jauh lebih besar.

Ketika anak berusia hingga 5 tahun, perbedaan pertumbuhan anak lebih banyak dipengaruhi oleh nutrisi, praktik pemberian makan, kondisi lingkungan, dan akses pelayanan kesehatan, dibandingkan dengan faktor etnis maupun keturunan.

Cara Menjaga Berat Badan Anak Tetap Sehat

Agar berat badan anak sehat, Ibu perlu melakukan beberapa cara. Mulai dari memberikan makanan yang bergizi, hingga memastikan ia cukup tidur. 

1. Berikan Makanan Bergizi dan Beragam 

Sediakan makanan yang beragam untuk membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi anak. Pastikan asupan protein, karbohidrat, dan lemak tercukupi karena berperan dalam menyediakan energi dan mendukung pertumbuhan anak. 

Selain melalui makanan sehari-hari, asupan nutrisi juga dapat dilengkapi dengan susu pertumbuhan yang sesuai dengan usia anak.

Untuk anak usia di bawah 3 tahun, ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang mengandung protein, karbohidrat, dan lemak, serta dilengkapi berbagai vitamin dan mineral untuk mendukung pertumbuhan anak selama periode penting tumbuh kembangnya.

2. Pastikan Anak Aktif Bergerak

Berikan kesempatan kepada anak untuk aktif bergerak melalui kegiatan yang menyenangkan. Ibu bisa mengajak anak bermain di luar, berlari di taman, atau bersepeda. 

Di dalam rumah, manfaatkan mainan edukatif yang mendorong fisik anak tetap aktif bergerak sekaligus melatih kemampuan motoriknya. 

Untuk anak usia 1-2 tahun, WHO merekomendasikan total setidaknya 180 menit aktivitas fisik dalam berbagai intensitas sepanjang hari. 

Sementara untuk anak usia 3-4 tahun, dianjurkan tetap aktif minimal 180 menit sehari, dengan sedikitnya 60 menit berupa aktivitas intensitas sedang hingga berat.

3. Biasakan Waktu Makan yang Teratur 

Membangun rutinitas makan dapat membantu anak terbiasa dengan jadwal harian. Ibu dapat menyediakan makanan utama dan camilan sehat secara teratur, sambil tetap memerhatikan tanda lapar dan kenyang yang ditunjukkan anak.

Pastikan makanan yang diberikan beragam dan kaya nutrisi, bukan sekadar mengejar kenaikan angka pada timbangan.

4. Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur merupakan bagian penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Anak usia 1-2 tahun membutuhkan waktu tidur sekitar 12-14 jam per hari, sedangkan anak usia 3-6 tahun sekitar 11-13 jam per hari, termasuk tidur siang.

Selain memastikan durasi tidur anak tercukupi, Ibu juga perlu memperhatikan jam tidurnya. Usahakan si Kecil sudah tidur sebelum pukul 21.00, ya Bu. Karena, produksi hormon pertumbuhan mencapai puncaknya sekitar pukul 23.00-02.00, ketika anak sudah memasuki fase tidur lelap (deep sleep). Hormon ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik dan perbaikan sel tubuh. 

Baca Juga: Ingin Menambah Tinggi Badan dengan Susu? Ini Cara yang Tepat

Apakah Berat Badan Anak Bisa Menunjukkan Stunting?

Berat badan rendah tidak otomatis berarti anak mengalami stunting. Keduanya merupakan indikator gizi yang berbeda.

  • Stunting dinilai berdasarkan tinggi badan anak dibandingkan dengan standar pertumbuhan anak seusianya. Dalam kurva pertumbuhan, hasil pengukuran dinyatakan dalam standar deviasi (SD).

    Anak dikategorikan pendek jika berada pada rentang -3 SD hingga kurang dari -2 SD, sedangkan sangat pendek jika berada di bawah -3 SD.

  • Berat Badan (BB/U) digunakan untuk mengukur status berat badan: sangat kurang, kurang, normal, atau risiko berlebih.

Untuk mengetahui pertumbuhan anak, Ibu bisa mengukur berat dan tinggi badannya secara rutin, lalu bandingkan hasilnya dengan kurva pertumbuhan sesuai usia dan jenis kelamin. Jika pertumbuhannya tidak mengikuti pola yang sesuai, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

 

Referensi: 

  • Alodokter. (n.d.). Faktor apa yang pengaruhi berat badan anak? https://www.alodokter.com/komunitas/topic/faktor-apa-yang-pengaruhi-berat-badan-anak-
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2025, July 1). Kurva pertumbuhan WHO. https://www.idai.or.id/professional-resources/kurva-pertumbuhan/kurva-pertumbuhan-who
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. JDIH Kementerian Kesehatan RI. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020
  • World Health Organization. (n.d.). Child growth standards. https://www.who.int/tools/child-growth-standards
  • World Health Organization. (n.d.). Weight-for-age. https://www.who.int/tools/child-growth-standards/standards/weight-for-age
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Menerapkan kebiasaan tidur yang baik untuk si Kecil. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/menerapkan-kebiasaan-tidur-yang-baik-untuk-si-kecil
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Lama waktu tidur yang dibutuhkan oleh tubuh. Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. https://upk.kemkes.go.id/new/lama-waktu-tidur-yang-dibutuhkan-oleh-tubuh
Share
URL copied!

Artikel Terkait