Susu Penambah Berat Badan Anak dan Nutrisi Pentingnya
Susu penambah berat badan sering menjadi salah satu pilihan saat Ibu khawatir berat badan anak sulit naik. Namun, kenaikan berat badan anak tidak hanya ditentukan oleh susu yang diminumnya.
Berat badan perlu dinilai berdasarkan pertumbuhan anak secara keseluruhan. Jika memang diperlukan peningkatan berat badan, makanan bergizi dengan energi dan zat gizi yang cukup tetap menjadi bagian penting dari pola makannya.
Apakah Susu Bisa Membantu Menambah Berat Badan Anak?
Bisa, Bu, selama diberikan sebagai bagian dari pola makan yang sesuai kebutuhan anak. Susu menyediakan energi dan berbagai zat gizi sehingga dapat membantu melengkapi asupan harian anak.
Pada anak dengan berat badan kurang atau pertumbuhan berat badan yang melambat, salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kepadatan energi makanan.
Susu dan produk olahannya dapat menjadi salah satu pilihan untuk menambah energi dan zat gizi dalam pola makan.
Akan tetapi, susu untuk berat badan anak sebaiknya tidak dijadikan pengganti makanan utama. Penyebab berat badan sulit naik juga dapat berbeda pada setiap anak sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan pola makannya.
Jika berat badan anak tidak bertambah sesuai pola pertumbuhannya, menurun, atau Ibu mengkhawatirkan kondisi gizinya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.
Kandungan Nutrisi yang Perlu Diperhatikan dalam Susu Anak
Saat memilih susu, jangan hanya melihat klaim mengenai penambahan berat badan, Bu. Perhatikan pula kandungan zat gizinya dan pilih produk yang sesuai dengan usia anak. Beberapa kandungan yang dapat diperhatikan antara lain:
1. Karbohidrat
Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Saat memilih susu untuk anak, Ibu dapat memperhatikan kandungan karbohidrat dan tetap memberikan sumber karbohidrat dari nasi, kentang, roti, atau pasta.
Kecukupan asupan makanan secara keseluruhan penting untuk mendukung pertumbuhan anak.
Jika anak memiliki berat badan di bawah rentang yang sesuai dengan usia dan pertumbuhannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan kebutuhan nutrisinya.
Hindari hanya mengandalkan makanan atau minuman tinggi kalori untuk menaikkan berat badan karena anak tetap membutuhkan pola makan yang beragam dan bergizi seimbang.
2. Protein
Protein merupakan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk pertumbuhan serta membangun dan memperbaiki jaringan. Anak dapat memperoleh protein dari susu maupun makanan seperti telur, ikan, ayam, daging, tahu, dan tempe.
Jadi, perhatikan kandungan protein dalam susu sekaligus pastikan anak memperoleh sumber protein yang beragam dari menu sehari-hari.
3. Lemak
Lemak merupakan salah satu sumber energi dalam makanan. Pada anak yang membutuhkan tambahan energi, makanan dengan kepadatan energi lebih tinggi dapat membantu meningkatkan asupan tanpa harus memberikan porsi makan yang terlalu besar.
4. Vitamin dan Mineral
Selain zat gizi makro, perhatikan vitamin dan mineral yang terdapat dalam susu. Anak tetap membutuhkan berbagai zat gizi mikro sebagai bagian dari pola makan bergizi selama masa pertumbuhan.
Oleh karena itu, Ibu perlu memilih susu sesuai usia dan kebutuhan anak serta tetap kombinasikan dengan berbagai jenis makanan.
Baca Juga: 10 Manfaat Sarapan Pagi yang Baik untuk Mengatur Berat Badan
Cara Membantu Menambah Berat Badan Anak dengan Sehat
Cara menambah berat badan anak sebaiknya disesuaikan dengan penyebab dan pola makannya.
Jika anak memang perlu meningkatkan berat badan, fokusnya bukan sekadar membuat anak makan sebanyak mungkin, tetapi meningkatkan asupan energi sekaligus tetap memenuhi kebutuhan zat gizinya.
Berikut beberapa cara yang dapat Ibu lakukan:
1. Berikan Makanan dengan Jadwal Teratur
Biasakan anak makan utama dan camilan pada waktu yang teratur. Jadwal yang konsisten dapat membantu membentuk rutinitas makan sehari-hari.
Pilih camilan bergizi yang dapat melengkapi kebutuhan energi dan zat gizi, bukan hanya makanan tinggi gula atau rendah zat gizi.
2. Tingkatkan Kepadatan Energi Makanan
Jika anak sulit menghabiskan porsi besar, Ibu dapat meningkatkan energi pada makanan tanpa menambah porsinya terlalu banyak.
Misalnya, Ibu bisa menambahkan keju, yogurt, susu, alpukat, minyak, atau selai kacang sesuai jenis makanan dan kemampuan makan anak.
3. Berikan Sumber Protein yang Beragam
Lengkapi menu dengan telur, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, susu, atau sumber protein lainnya. Variasikan jenis makanan agar anak mendapatkan berbagai zat gizi dari pola makan sehari-hari.
4. Hindari Terlalu Banyak Minum Sebelum Makan
Terlalu banyak minum menjelang waktu makan dapat membuat perut anak terasa penuh sehingga ia kurang tertarik menghabiskan makanannya.
Jika anak memiliki nafsu makan yang kecil, prioritaskan makanan terlebih dahulu dan berikan minuman setelah atau di antara waktu makan sesuai kebutuhannya.
5. Hindari Memaksa Anak Makan
Memaksa, mengejar, atau memberikan tekanan saat makan tidak selalu membuat anak makan lebih banyak. Ciptakan suasana makan yang nyaman dan berikan waktu kepada anak untuk mengenali rasa lapar dan kenyangnya.
6. Lengkapi Asupan dengan Susu Sesuai Usia
Susu dapat menjadi salah satu pelengkap asupan energi dan zat gizi anak. Namun, pemberiannya tetap perlu diimbangi dengan makanan bergizi dan tidak menggantikan makanan utama.
Untuk anak usia 3–6 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ sebagai tambahan nutrisi sehari-hari. Setiap sajian 40 gram menyediakan energi 180 kkal dan 5 gram protein.
Susu Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga mengandung DHA 17 mg per sajian, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), kalsium, vitamin D, zat besi, seng, serta vitamin dan mineral lainnya untuk melengkapi asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak.
Ingat, Bu, tujuan utamanya bukan membuat berat badan naik secepat mungkin. Pantau pertumbuhan anak secara berkala dan berikan pola makan yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi tubuhnya.
Baca Juga: Ternyata Kebutuhan Nutrisi Tak Terpenuhi pada Anak Bisa Sebabkan Obesitas!
FAQ Susu Penambah Berat Badan Anak
Berikut adalah bagian tanya-jawab yang dapat memberikan informasi kepada Ibu seputar susu penambah berat badan anak:
1. Bolehkah Anak Minum Susu Setelah Makan?
Boleh. Susu dapat diberikan setelah makan atau di antara waktu makan sebagai bagian dari asupan harian anak.
Untuk anak yang sulit makan atau membutuhkan peningkatan berat badan, pemberian susu setelah makan dapat membantu agar anak tidak merasa kenyang karena minum susu sebelum makanan utama.
Namun, jadwal minum tetap dapat disesuaikan dengan pola makan dan kebutuhan masing-masing anak, ya, Bu. Pastikan susu tidak membuat anak melewatkan atau mengurangi makanan utamanya.
2. Apakah Minum Susu Terlalu Banyak Bisa Membuat Anak Susah Makan?
Bisa, Bu. Susu memberikan energi dan dapat membuat anak merasa kenyang. Jika dikonsumsi terlalu banyak atau terlalu dekat dengan waktu makan, anak mungkin menjadi kurang lapar ketika makanan utama disajikan.
Jangan biarkan susu terus-menerus menggantikan makanan, ya, Bu. Anak-anak tetap membutuhkan makanan bergizi yang beragam untuk memperoleh zat gizi dari berbagai sumber.
Jika anak terbiasa minum susu dalam jumlah banyak tetapi sulit makan atau berat badannya justru tidak bertambah sesuai pola pertumbuhan, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengevaluasi pola makannya.
3. Bagaimana Mengetahui Berat Badan Anak Sudah Sesuai Usianya?
Berat badan anak sebaiknya tidak dinilai hanya dari satu angka atau dibandingkan dengan anak lain. Pertumbuhan perlu dipantau menggunakan standar antropometri berdasarkan usia dan jenis kelamin serta dilihat perkembangannya dari waktu ke waktu.
Untuk anak hingga usia 5 tahun, WHO menyediakan standar pertumbuhan berdasarkan usia dan jenis kelamin.
Setelah usia 5 tahun, WHO menggunakan referensi pertumbuhan usia 5–19 tahun yang mencakup berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur, dan indeks massa tubuh menurut umur sesuai rentang usia masing-masing indikator.
Ibu dapat memantau hasil pengukuran melalui kurva pertumbuhan dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila berat badan tidak bertambah sesuai pola pertumbuhannya.
Referensi:
- County Durham and Darlington NHS Foundation Trust. (n.d.). Underweight children. https://www.cddft.nhs.uk/services/nutrition-dietetics/children/childrens-weight/underweight-children
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri anak. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-2-tahun-2020
- World Health Organization. (2025, February 12). Child growth standards. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/child-growth-standards
- World Health Organization. (n.d.). Growth reference data for 5–19 years: Indicators. https://www.who.int/tools/growth-reference-data-for-5to19-years/indicators/