7 Buah Rendah Gula dan Manfaatnya bagi Tubuh
Buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari meskipun memiliki rasa manis, Bu. Selain mengandung gula alami, buah utuh juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya.
Namun, kandungan gula pada setiap jenis buah bisa berbeda. Jumlah gula yang dikonsumsi juga bergantung pada porsinya. Karena itu, yuk simak beberapa pilihan buah dengan kandungan gula yang relatif tidak terlalu tinggi serta cara mengonsumsinya.
7 Jenis Buah Rendah Gula
Tidak ada satu batas yang secara universal digunakan untuk menentukan apakah suatu buah termasuk “rendah gula”. Namun, kandungan gula alami antarbuah dapat dibandingkan berdasarkan jumlah yang terdapat dalam setiap 100 gram bagian yang dapat dimakan.
Berikut beberapa buah yang rendah gula atau memiliki kandungan gula relatif tidak terlalu tinggi yang dapat Ibu variasikan dalam menu sehari-hari.
1. Stroberi
Stroberi memiliki rasa manis sekaligus sedikit asam. Dalam 100 gram stroberi segar terdapat sekitar 4,9 gram gula dan 32 kkal energi.
Buah ini juga menyediakan serat dan Vitamin C. Ibu dapat menikmatinya secara langsung, mencampurkannya dengan yoghurt tanpa tambahan gula, atau menambahkannya ke dalam menu sarapan.
Jika ingin mendapatkan manfaat buah tanpa tambahan gula dari bahan lainnya, sebaiknya pilih stroberi segar tanpa menambahkan gula, sirup, atau pemanis lainnya, Bu.
2. Alpukat
Alpukat memiliki kandungan gula alami yang sangat rendah dibandingkan banyak jenis buah lainnya. Dalam 100 gram alpukat terdapat sekitar 0,7 gram gula.
Namun, rendah gula tidak selalu berarti rendah kalori, Bu. Sebanyak 100 gram alpukat menyediakan sekitar 160 kkal energi karena buah ini mengandung lemak, terutama lemak tidak jenuh.
Jadi, jika Ibu mencari buah rendah gula dan kalori, perlu diperhatikan bahwa kedua istilah tersebut tidak selalu sama. Alpukat rendah gula, tetapi kandungan kalorinya lebih tinggi dibandingkan buah seperti stroberi atau semangka.
3. Jambu Biji
Jambu biji dapat menjadi pilihan buah lainnya untuk Ibu dan keluarga. Dalam 100 gram jambu biji segar terdapat sekitar 8,9 gram gula, 68 kkal energi, serta 5,4 gram serat.
Jambu biji juga dikenal sebagai salah satu buah yang kaya Vitamin C. Ibu dapat mengonsumsinya secara langsung agar mendapatkan serat dari buah utuh.
Jika diolah menjadi jus, hindari menambahkan gula secara berlebihan, Bu. Mengonsumsi buah dalam bentuk utuh juga membantu mempertahankan serat yang terkandung di dalamnya.
4. Pepaya
Pepaya mudah ditemukan dan dapat menjadi pilihan buah sehari-hari untuk keluarga. Setiap 100 gram pepaya segar mengandung sekitar 7,8 gram gula dan 43 kkal energi.
Selain itu, pepaya mengandung serat serta berbagai vitamin dan mineral. Teksturnya yang lembut juga membuat buah ini mudah dikonsumsi secara langsung.
Ibu dapat menyajikan pepaya dalam potongan buah tanpa menambahkan sirup atau gula sehingga rasa manisnya berasal secara alami dari buah.
5. Jeruk
Dalam 100 gram jeruk segar terdapat sekitar 9,4 gram gula dan 47 kkal energi. Jeruk juga menyediakan serat dan Vitamin C.
Jika ingin mengonsumsi jeruk, sebaiknya nikmati dalam bentuk buah utuh, Bu. Dengan begitu, Ibu tetap mendapatkan serat alami yang terdapat di dalam buah.
Jika dibuat menjadi jus, hindari menambahkan gula atau pemanis lainnya. Jus buah juga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan karena gula dalam jus buah termasuk gula bebas yang perlu dibatasi.
6. Melon
Melon juga dapat menjadi pilihan buah dengan kandungan air yang tinggi. Sebagai gambaran, 100 gram melon jenis cantaloupe mengandung sekitar 7,9 gram gula dan 34 kkal energi.
Melon dapat Ibu sajikan dalam bentuk potongan buah untuk camilan atau sebagai bagian dari menu sehari-hari. Agar asupan gula tidak bertambah dari bahan lain, hindari terlalu banyak menambahkan sirup atau pemanis saat menyajikannya.
Perlu diingat, Bu, kandungan zat gizi dapat sedikit berbeda berdasarkan jenis melon, tingkat kematangan, serta ukuran porsinya.
7. Semangka
Semangka memiliki rasa manis dan kandungan air yang tinggi. Dalam 100 gram semangka segar terdapat sekitar 6,2 gram gula dan 30 kkal energi.
Jumlah gula yang dikonsumsi tentu akan meningkat jika porsinya semakin besar, Bu. Karena itu, meskipun kandungan gula per 100 gramnya relatif tidak terlalu tinggi, tetap perhatikan jumlah buah yang dikonsumsi.
Semangka dapat dinikmati dalam bentuk potongan buah tanpa tambahan gula atau sirup. Ibu juga dapat mengombinasikannya dengan berbagai buah yang mengandung Vitamin A dan zat gizi lainnya agar pilihan buah sehari-hari lebih beragam.
Baca Juga: 10 Cara Hidup Sehat di Tengah Kesibukan Sehari-Hari
Manfaat Konsumsi Buah untuk Tubuh
Buah merupakan bagian dari pola makan bergizi seimbang, Bu. Mengonsumsi buah bersama sayuran dan berbagai makanan bergizi lainnya membantu tubuh mendapatkan serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi yang dibutuhkan.
Beberapa manfaat mengonsumsi buah sebagai bagian dari pola makan sehari-hari antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan serat.
- Menyediakan berbagai vitamin dan mineral.
- Membantu membuat pilihan makanan sehari-hari lebih beragam.
- Dapat menjadi pilihan camilan untuk menggantikan makanan yang tinggi gula tambahan.
Tidak perlu hanya memilih satu jenis buah, Bu. Variasikan buah yang dikonsumsi agar keluarga mendapatkan beragam zat gizi dari makanan sehari-hari.
Tips Mengonsumsi Buah sebagai Bagian dari Pola Makan Seimbang
Meski buah menyediakan berbagai zat gizi, cara mengolah dan menyajikannya juga perlu Ibu perhatikan.
Buah yang awalnya tidak mengandung gula tambahan dapat menjadi tinggi gula jika disajikan bersama sirup, gula pasir, atau bahan lain dalam jumlah banyak. Berikut beberapa tips yang dapat Ibu lakukan:
- Pilih buah utuh. Mengonsumsi buah secara utuh membantu Ibu mendapatkan serat yang terkandung secara alami di dalam buah.
- Variasikan jenis buah. Jangan hanya berfokus pada satu buah yang dianggap paling rendah gula. Pilih beragam buah untuk mendapatkan variasi zat gizi.
- Perhatikan porsinya. Jumlah gula dan energi yang dikonsumsi tetap bergantung pada banyaknya buah yang dimakan.
- Batasi tambahan gula. Buah segar sebenarnya sudah memiliki rasa manis alami, Bu. Hindari terlalu banyak menambahkan gula, sirup, atau susu kental manis saat menyajikannya.
- Batasi jus buah. Jus buah, termasuk tanpa tambahan gula, dapat mengandung gula bebas dan biasanya memberikan serat lebih sedikit dibandingkan buah utuh.
- Padukan dengan makanan bergizi lainnya. Buah merupakan salah satu bagian dari pola makan. Tubuh tetap membutuhkan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dari kelompok makanan lainnya.
Selain mengonsumsi buah dan beragam makanan bergizi, Ibu juga dapat memilih Frisian Flag UHT Full Cream sebagai salah satu pilihan minuman untuk keluarga. Susu ini dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).
Frisian Flag UHT Full Cream merupakan sumber protein serta mengandung 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta sumber 3 mineral berupa Kalsium, Fosfor, dan Iodium.
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Vitamin D3, Kalsium, dan Fosfor membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sedangkan Vitamin B1, B2, dan B3 berperan dalam metabolisme energi.
Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama keluarga sebagai salah satu pilihan minuman sehari-hari untuk membantu melengkapi asupan nutrisi, disertai konsumsi buah, sayuran, dan beragam makanan bergizi lainnya.
Baca Juga: 10 Penyebab Badan Lemas dan Cara Efektif Mengatasinya
FAQ Seputar Buah Rendah Gula
Ketahui informasi seputar buah rendah gula lewat bagian tanya-jawab berikut, Bu:
1. Buah Apa yang Menurunkan Gula Tinggi?
Tidak ada satu jenis buah yang dapat dianggap menurunkan gula darah tinggi secara langsung, Bu. Jika kadar gula darah tinggi, penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi kesehatan masing-masing.
Buah tetap dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Namun, jenis, porsi, dan pola makan secara keseluruhan perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki diabetes atau sedang mengatur kadar gula darah.
Karena itu, Bu, hindari mengandalkan stroberi, alpukat, pepaya, atau buah tertentu sebagai cara untuk menurunkan gula darah.
Jika Ibu memiliki kadar gula darah tinggi atau diabetes, konsultasikan pola makan yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.
2. Apa Buah yang Tinggi Gula?
Hal yang perlu dibedakan adalah gula alami dalam buah utuh dan gula bebas, Bu. WHO memasukkan gula yang terdapat secara alami dalam madu, sirup, jus buah, dan konsentrat jus buah sebagai gula bebas yang perlu dibatasi.
Kandungan gula alami pada setiap jenis buah berbeda, Bu. Buah kering umumnya memiliki kandungan gula yang lebih terkonsentrasi karena sebagian besar kandungan airnya telah berkurang. Karena itu, perhatikan juga jumlah yang dikonsumsi.
Namun, kandungan gula saja tidak menentukan apakah suatu buah “baik” atau “buruk”. Buah utuh juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan berbagai zat gizi lainnya.
Hal yang perlu dibedakan adalah gula alami dalam buah utuh dan gula bebas. Gula yang terdapat dalam madu, sirup, jus buah, dan konsentrat jus buah termasuk gula bebas yang perlu dibatasi. Sementara itu, gula yang secara alami terdapat di dalam buah utuh tidak termasuk dalam kategori gula bebas.
Karena itu, Ibu sebaiknya memperhatikan jenis buah, porsi, cara penyajian, serta pola makan secara keseluruhan.
Referensi:
- U.S. Department of Agriculture, Agricultural Research Service. (n.d.). FoodData Central. https://fdc.nal.usda.gov/
- World Health Organization. (2026, January 26). Healthy diet. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/healthy-diet