10 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan Anak

Banner
| 21 Sep 2026

10 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan Anak

10 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan Anak

Olahraga peninggi badan sering dicari orang tua untuk membantu pertumbuhan tinggi anak. Meski tidak ada olahraga yang dapat menjamin anak menjadi lebih tinggi, aktif bergerak penting untuk membantu memperkuat tulang dan otot selama masa pertumbuhan.

Tinggi badan anak juga banyak dipengaruhi faktor genetik serta faktor lain, termasuk nutrisi dan kondisi kesehatan. Karena itu, olahraga sebaiknya menjadi bagian dari pola hidup sehat yang mendukung pertumbuhan anak secara keseluruhan.

10 Olahraga Peninggi Badan yang Bisa Dilakukan Anak

Anak usia 6 tahun ke atas dapat melakukan berbagai aktivitas fisik yang melatih tulang dan otot. U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan aktivitas yang bervariasi, sesuai usia, dan menyenangkan agar anak lebih mudah aktif secara rutin.

Berikut beberapa olahraga yang dapat Ibu kenalkan kepada anak:

1. Berenang

Berenang merupakan aktivitas aerobik yang melibatkan berbagai bagian tubuh. Aktivitas ini dapat menjadi pilihan agar anak tetap aktif sekaligus melatih kebugaran tubuhnya.

Bila anak menyukai aktivitas di air, Ibu dapat menjadikan berenang sebagai salah satu variasi olahraga rutinnya. Pastikan anak tetap mendapatkan pengawasan dan berenang sesuai kemampuan.

2. Lompat Tali

Lompat tali melibatkan gerakan melompat berulang sehingga termasuk aktivitas yang membantu memperkuat tulang. Aktivitas ini juga dapat meningkatkan detak jantung sehingga termasuk olahraga aerobik.

Untuk anak usia 6 tahun ke atas, lompat tali dapat dilakukan sebagai bagian dari aktivitas fisik sehari-hari. Pastikan area bermain cukup luas dan tidak licin agar anak dapat bergerak dengan aman.

3. Basket

Basket melibatkan berlari, melompat, melempar bola, dan bergerak cepat mengikuti permainan. Aktivitas tersebut membuat basket dapat menjadi latihan aerobik sekaligus aktivitas yang membantu memperkuat tulang.

Basket juga dapat dilakukan bersama teman sehingga anak dapat tetap aktif sambil menikmati permainan. Pilih durasi dan tingkat permainan yang sesuai dengan kemampuan anak.

4. Bulu Tangkis

Bulu tangkis membuat anak banyak bergerak untuk mengejar dan memukul kok. Aktivitas ini dapat menjadi salah satu pilihan olahraga yang menyenangkan untuk membantu anak tetap aktif.

Ibu dapat memulainya dengan permainan sederhana tanpa aturan yang terlalu rumit. Sesuaikan ukuran raket, area bermain, dan intensitas permainan dengan kemampuan anak.

5. Bersepeda

Bersepeda termasuk aktivitas aerobik yang dapat membantu anak tetap aktif. Selain dilakukan sebagai olahraga, bersepeda juga dapat menjadi aktivitas rekreasi bersama keluarga.

Gunakan sepeda dengan ukuran yang sesuai dengan tubuh anak. Jangan lupa lengkapi anak dengan helm dan pilih area yang aman untuk bersepeda.

Baca Juga: Mengapa Kegiatan Outdoor Bisa Jadi Cara Asyik Mendidik Anak?

6. Berlari

Berlari merupakan aktivitas aerobik sekaligus aktivitas yang membantu memperkuat tulang. CDC memasukkan berlari sebagai salah satu contoh aktivitas penguatan tulang untuk anak usia 6–17 tahun.

Tidak harus selalu berupa olahraga lari khusus, Bu. anak juga dapat berlari ketika bermain kejar-kejaran atau melakukan permainan aktif lainnya.

7. Senam

Senam melibatkan berbagai gerakan tubuh yang dapat melatih kekuatan otot dan tulang. Beberapa jenis senam juga melibatkan aktivitas aerobik dengan intensitas yang cukup tinggi.

Untuk anak, pilih gerakan senam lantai yang sesuai usia dan kemampuannya. Hindari memaksakan gerakan yang belum dapat dilakukan dengan aman.

8. Sepak Bola

Bermain sepak bola membuat anak banyak berjalan, berlari, dan bergerak mengejar bola. Aktivitas ini dapat membantu memenuhi kebutuhan aktivitas aerobik anak.

 anak tidak harus langsung mengikuti pertandingan kompetitif. Bermain dan menendang bola bersama teman atau keluarga juga dapat menjadi cara menyenangkan untuk membuat tubuhnya aktif bergerak.

9. Menari

Menari dapat menjadi pilihan bagi anak yang senang bergerak mengikuti musik. Aktivitas ini termasuk latihan aerobik yang membuat tubuh aktif bergerak.

Ibu dapat memutar lagu favorit anak dan mengajaknya mengikuti gerakan sederhana. Dengan begitu, aktivitas fisik dapat terasa seperti bermain dan tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga formal.

10. Permainan Lompat

Permainan yang melibatkan melompat, seperti engklek, dapat menjadi aktivitas fisik sederhana untuk anak. Gerakan melompat termasuk aktivitas yang memberikan beban pada tulang sehingga dapat membantu memperkuatnya.

Permainan ini juga mudah dilakukan tanpa perlengkapan olahraga khusus. Pastikan tempat bermain memiliki permukaan yang aman dan cukup luas agar anak leluasa bergerak.

Benarkah Olahraga Bisa Menambah Tinggi Badan Anak?

Olahraga penting bagi kesehatan anak, tetapi tidak ada olahraga tertentu yang dapat menjamin anak bertambah tinggi. Berenang, basket, atau lompat tali tidak secara langsung membuat tulang anak menjadi lebih panjang.

Tinggi badan sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. MedlinePlus menyebutkan bahwa sekitar 80% variasi tinggi badan seseorang diperkirakan berkaitan dengan variasi DNA yang diwariskan.

Faktor lingkungan seperti nutrisi dan kondisi kesehatan juga dapat memengaruhi pertumbuhan.

Meski begitu, olahraga tetap penting selama masa pertumbuhan. Aktivitas fisik secara rutin membantu memperkuat tulang dan otot serta meningkatkan kebugaran anak.

Jadi, istilah “olahraga peninggi badan” sebaiknya dipahami sebagai aktivitas fisik yang menjadi bagian dari kebiasaan sehat selama anak tumbuh, bukan olahraga yang secara khusus dapat membuat tubuh lebih tinggi.

Berapa Lama Anak Sebaiknya Berolahraga Setiap Hari?

Anak dan remaja usia 6–17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat selama 60 menit atau lebih setiap hari.

Sebagian besar aktivitas tersebut sebaiknya berupa aktivitas aerobik. Aktivitas dengan intensitas berat, penguatan otot, serta penguatan tulang juga dianjurkan setidaknya 3 hari dalam seminggu.

Aktivitasnya tidak harus selalu berupa olahraga formal. Bersepeda, berlari, bermain bola, bermain di taman, atau permainan aktif lainnya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan gerak anak.

Yang terpenting, Bu, pilih kegiatan yang sesuai usia, bervariasi, dan disukai anak agar aktivitas fisik lebih mudah dilakukan secara rutin.

Cara Mendukung Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Pertumbuhan tinggi badan tidak ditentukan oleh satu jenis olahraga atau makanan tertentu. Selain faktor genetik, kondisi kesehatan dan lingkungan seperti pemenuhan nutrisi juga berperan dalam pertumbuhan.

Berikut beberapa kebiasaan yang dapat Ibu terapkan selama masa pertumbuhan anak:

1. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Anak

Berikan makanan bergizi dan beragam untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Pastikan menu hariannya mencakup sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, serta susu atau produk olahannya sesuai kebutuhan.

Nutrisi merupakan salah satu faktor lingkungan yang dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan. Karena itu, fokuslah pada pemenuhan kebutuhan gizi secara keseluruhan daripada mengandalkan satu jenis “makanan peninggi badan”.

Untuk melengkapi asupan nutrisi sehari-hari, Ibu dapat memberikan Frisian Flag UHT Full Cream. Susu ini merupakan mengandung 8 vitamin, termasuk vitamin D3, serta sumber 3 mineral, yaitu kalsium, fosfor, dan iodium.

Vitamin D3 berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, sedangkan kalsium merupakan mineral utama dalam tulang dan gigi. Frisian Flag UHT Full Cream juga mengandung protein sebagai bagian dari pemenuhan nutrisi harian.

2. Biasakan Anak Aktif Bergerak

Dorong anak untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya 60 menit setiap hari. Tidak harus memilih satu olahraga tertentu, Bu. Kombinasikan kegiatan aerobik, penguatan otot, dan penguatan tulang sesuai usia dan kemampuan anak.

Berlari, melompat, basket, bersepeda, berenang, dan bermain di luar rumah dapat menjadi beberapa pilihannya. Utamakan aktivitas yang menyenangkan agar anak lebih termotivasi untuk bergerak secara rutin.

3. Pastikan Anak Cukup Tidur

Tidur yang cukup merupakan bagian penting dari pola hidup sehat anak. Kebutuhan tidur berbeda sesuai usia, sehingga jadwal tidur sebaiknya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.

Selain durasinya, biasakan waktu tidur dan bangun yang teratur. Batasi penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur agar anak lebih mudah memiliki rutinitas tidur yang baik.

Olahraga, nutrisi, dan istirahat sebaiknya dilakukan bersama sebagai bagian dari kebiasaan sehat selama masa pertumbuhan.

Tidak ada satu kebiasaan yang dapat menjamin tinggi badan tertentu karena setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak Agar Tetap Sehat

FAQ Seputar Olahraga Peninggi Badan

Bu, simak beberapa tanya-jawab seputar olahraga peninggi badan berikut:

1. Olahraga Apa yang Bisa Membantu Menambah Tinggi Badan?

Tidak ada olahraga tertentu yang terbukti dapat menjamin pertambahan tinggi badan. Namun, anak tetap perlu aktif bergerak karena aktivitas fisik membantu memperkuat tulang dan otot serta menjaga kebugaran tubuh.

Berlari, lompat tali, basket, berenang, bersepeda, dan berbagai permainan aktif dapat menjadi pilihan. Untuk anak usia 6 tahun ke atas, pilih kegiatan yang sesuai usia, bervariasi, dan menyenangkan.

2. Apakah Berenang Bisa Menambah Tinggi Badan?

Berenang tidak terbukti secara langsung membuat tulang menjadi lebih panjang atau menjamin anak bertambah tinggi.

Gerakan saat berenang memang melibatkan banyak bagian tubuh, tetapi hal tersebut tidak berarti berenang dapat menentukan tinggi badan seseorang.

Berenang tetap baik dilakukan karena termasuk aktivitas aerobik yang membantu anak aktif dan menjaga kebugaran.

Jadi, Ibu dapat mengenalkan berenang sebagai bagian dari aktivitas fisik rutin, bukan sebagai cara khusus untuk meninggikan badan.

3. Apa Ciri Tinggi Badan Anak Naik?

Cara paling jelas untuk mengetahui tinggi badan anak bertambah adalah dengan mengukur tinggi badannya secara berkala menggunakan cara yang benar.

Pengukuran tinggi badan anak sebaiknya dilakukan tanpa alas kaki, di permukaan lantai yang rata, dengan anak berdiri tegak menempel pada dinding.

Hasil pengukuran dapat dicatat untuk melihat perubahan tinggi dari waktu ke waktu. Tenaga kesehatan juga menggunakan kurva pertumbuhan untuk memantau pola pertumbuhan tinggi anak berdasarkan usia dan jenis kelamin.

Kurva pertumbuhan tidak digunakan sebagai satu-satunya alat diagnosis. Jika Ibu khawatir tinggi badan anak tidak bertambah sesuai pola pertumbuhannya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penilaian lebih lanjut.

 

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Making physical activity part of a child's life. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/adding-children-adolescents/index.html
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Physical activity guidelines for school-aged children and adolescents. https://www.cdc.gov/physical-activity-education/guidelines/index.html
  3. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). Measuring children’s height and weight. https://www.cdc.gov/bmi/child-teen-calculator/measure-child-height-weight.html
  4. Centers for Disease Control and Prevention. (2024). What are clinical growth charts? https://www.cdc.gov/growth-chart-training/hcp/overview/what-are-clinical-growth-charts.html
  5. Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Child activity: An overview. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/children.html
  6. Centers for Disease Control and Prevention. (2026). Health benefits of physical activity for children. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/health-benefits/children.html
  7. MedlinePlus Genetics. (2022). Is height determined by genetics? U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/traits/height/
  8. U.S. Department of Health and Human Services. (2018). Physical activity guidelines for Americans (2nd ed.). https://health.gov/sites/default/files/2019-09/Physical_Activity_Guidelines_2nd_edition.pdf
Share
URL copied!

Artikel Terkait