Manfaat Lari Sore untuk Kesehatan dan Tips Melakukannya
Lari sore bisa menjadi salah satu pilihan untuk membuat tubuh tetap aktif setelah menjalani rutinitas sehari-hari, Bu. Jika dilakukan secara rutin, olahraga aerobik seperti lari dapat membantu menjaga kebugaran dan memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan.
Ibu juga tidak perlu langsung berlari cepat atau jauh. Kecepatan dan durasi lari dapat disesuaikan dengan kemampuan tubuh agar olahraga tetap aman dan nyaman dilakukan.
Manfaat Lari Sore untuk Kesehatan
Lari dan joging merupakan bentuk olahraga aerobik. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas fisik ini dapat memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat joging sore yang bisa Ibu dapatkan:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Saat berlari, detak jantung dan pernapasan akan meningkat untuk memenuhi kebutuhan tubuh selama beraktivitas. Jika dilakukan secara rutin, aktivitas fisik aerobik dapat membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru.
World Health Organization (WHO) juga menjelaskan bahwa aktivitas fisik secara teratur memberikan manfaat bagi kesehatan jantung serta membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Namun, Ibu tidak perlu langsung berlari dengan intensitas tinggi. Jika belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan intensitas ringan dan tingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
2. Membantu Menjaga Berat Badan
Lari membuat tubuh menggunakan energi. Oleh karena itu, olahraga lari sore dapat menjadi salah satu aktivitas fisik yang membantu menjaga berat badan.
Namun, kebutuhan aktivitas fisik untuk menjaga berat badan dapat berbeda pada setiap orang, Bu. Berat badan juga dipengaruhi oleh asupan makanan dan minuman serta jumlah energi yang digunakan tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Kombinasikan aktivitas fisik rutin dengan pola makan yang beragam dan bergizi sesuai kebutuhan tubuh.
3. Membantu Menjaga Kebugaran Tubuh
Lari secara rutin dapat membantu meningkatkan kebugaran tubuh sehingga tubuh lebih terbiasa melakukan aktivitas fisik. Dengan kebugaran yang terjaga, Ibu juga dapat lebih siap menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Jika baru mulai berolahraga, tidak perlu langsung berlari cepat atau jauh, Bu. Mulailah dengan berjalan cepat atau joging ringan, kemudian tingkatkan durasi dan intensitas secara bertahap sesuai kemampuan tubuh.
4. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang dan Otot
Lari termasuk aktivitas menahan beban tubuh yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan tulang. Saat berlari, berbagai kelompok otot juga ikut bekerja, terutama otot pada bagian kaki.
Meski demikian, aktivitas aerobik seperti lari sebaiknya tetap dikombinasikan dengan latihan penguatan otot agar manfaat aktivitas fisik lebih menyeluruh.
5. Membantu Menjaga Kesehatan Mental dan Suasana Hati
Lari sore tidak hanya membuat tubuh lebih aktif, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental, Bu. Rutin melakukan aktivitas fisik dapat membantu mengurangi rasa cemas serta membantu menjaga suasana hati.
Lari sore juga bisa menjadi waktu untuk melepas penat setelah menjalani berbagai aktivitas sehari-hari. Ibu dapat melakukannya sendiri, bersama pasangan, teman, atau anggota keluarga agar olahraga terasa lebih menyenangkan.
Namun, jika rasa cemas, sedih, atau perubahan suasana hati berlangsung terus-menerus hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan bantuan yang sesuai.
Baca Juga: 15 Manfaat Jogging dan Durasi yang Tepat untuk Hidup Sehat
Tips Lari Sore agar Tetap Aman dan Nyaman
Agar olahraga lari sore terasa nyaman dan dapat dilakukan secara rutin, Ibu tidak perlu langsung mengejar kecepatan atau jarak tertentu. Sesuaikan aktivitas dengan kondisi dan kemampuan tubuh. Beberapa tips yang dapat Ibu lakukan antara lain:
- Mulai secara bertahap. Jika belum terbiasa berlari, Ibu dapat memulainya dengan berjalan cepat dan joging sebelum meningkatkan intensitas.
- Gunakan sepatu yang nyaman. Pilih alas kaki yang sesuai untuk aktivitas lari dan terasa nyaman digunakan.
- Lakukan pemanasan. Persiapkan tubuh dengan gerakan ringan sebelum mulai berlari.
- Pilih tempat yang aman. Usahakan berlari di area dengan permukaan yang baik, cukup terang, dan aman dari lalu lintas kendaraan.
- Perhatikan kondisi cuaca. Hindari memaksakan diri berlari ketika kondisi lingkungan tidak mendukung.
- Penuhi kebutuhan cairan. Minum air yang cukup dan sesuaikan kebutuhan cairan dengan durasi serta intensitas aktivitas.
- Perhatikan kondisi tubuh. Berhenti dan beristirahat jika muncul pusing, nyeri, sesak yang tidak biasa, atau keluhan lainnya.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sudah lama tidak aktif berolahraga, Bu, pertimbangkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum memulai program latihan dengan intensitas tinggi.
Selain rutin bergerak aktif, jangan lupa memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari, Bu. Pola makan yang beragam dan bergizi membantu tubuh mendapatkan energi serta berbagai zat gizi yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas.
Untuk membantu melengkapi asupan nutrisi keluarga, Ibu dapat memilih Frisian Flag UHT Full Cream. Susu ini merupakan sumber protein serta mengandung 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta sumber 3 mineral berupa Kalsium, Fosfor, dan Iodium. Frisian Flag UHT Full Cream juga dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Vitamin B1, B2, dan B3 berperan dalam metabolisme energi, sedangkan Vitamin D3, Kalsium, dan Fosfor membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi.
Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama keluarga sebagai salah satu pilihan minuman sehari-hari untuk membantu melengkapi asupan nutrisi.
Baca Juga: Mengapa Kegiatan Outdoor Bisa Jadi Cara Asyik Mendidik Anak?
FAQ Seputar Manfaat Lari Sore
Ibu bisa mulai menjadikan lari sore sebagai salah satu pilihan aktivitas fisik, baik sendiri, bersama teman, maupun keluarga. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar lari sore.
1. Berapa Lama Lari Sore yang Baik?
Tidak ada durasi lari sore yang harus sama untuk setiap orang, Bu. Durasi dan intensitas olahraga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan serta tingkat kebugaran masing-masing.
Sebagai acuan aktivitas fisik secara keseluruhan, WHO menganjurkan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas aerobik intensitas berat per minggu, atau kombinasi keduanya.
Lari termasuk aktivitas yang dapat dilakukan dengan intensitas berat, sedangkan joging dapat berbeda intensitasnya tergantung kecepatan dan tingkat kebugaran masing-masing.
Ibu tidak harus memenuhi seluruh rekomendasi aktivitas fisik hanya melalui lari, tetapi dapat mengombinasikannya dengan berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas lainnya.
Jika baru mulai aktif, Bu, mulailah dengan durasi dan intensitas yang mampu dilakukan, kemudian tingkatkan secara bertahap.
2. Lebih Baik Lari Pagi atau Lari Sore?
Tidak ada waktu yang secara umum harus dianggap paling baik untuk semua orang. Hal terpenting adalah memilih waktu yang membuat Ibu dapat berolahraga secara rutin, aman, dan sesuai kondisi tubuh.
Lari pagi maupun lari sore sama-sama dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik rutin. Manfaat kesehatan dari aktivitas fisik lebih berkaitan dengan keteraturan, durasi, dan intensitas aktivitas daripada sekadar dilakukan pada pagi atau sore hari.
Jadi, Bu, jika sore hari merupakan waktu yang lebih memungkinkan untuk berolahraga secara konsisten, Ibu dapat memilih lari sore. Sesuaikan waktunya dengan rutinitas, kondisi cuaca, keamanan lingkungan, dan kenyamanan tubuh.
Referensi
- Better Health Channel. (n.d.). Running and jogging: Health benefits. State Government of Victoria. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/running-and-jogging-health-benefits
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026, April 7). Physical activity and your weight and health. https://www.cdc.gov/healthy-weight-growth/physical-activity/
- Centers for Disease Control and Prevention. (2026, March 10). Health benefits of physical activity for adults. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/health-benefits/adults.html
- World Health Organization. (2021, September 1). Physical activity. https://www.who.int/europe/news-room/fact-sheets/item/physical-activity