Penyebab dan Cara Mengatasi Anak Susah Makan dengan Mudah
Anak susah makan tentu bisa membuat Ibu khawatir, apalagi jika anak mulai menolak makanan yang biasanya disukai. Kondisi ini cukup umum terjadi pada anak dan penyebabnya bisa berbeda-beda, mulai dari pilih-pilih makanan hingga kondisi kesehatan tertentu.
Karena itu, penting bagi Ibu untuk mencari tahu penyebab anak susah makan agar dapat menentukan cara mengatasinya dengan tepat. Yuk, simak penyebab dan beberapa cara yang bisa Ibu lakukan berikut ini!
Penyebab Anak Susah Makan
Anak yang sulit makan tidak selalu disebabkan oleh hal yang sama, Bu. Berikut adalah beberapa penyebab yang dapat membuat anak susah makan antara lain:
- Hanya menyukai makanan tertentu. Anak mungkin hanya mau makan makanan dengan rasa, tekstur, atau jenis tertentu yang disukainya.
- Enggan mencoba makanan baru. Anak dapat menolak makanan yang belum dikenal karena belum terbiasa dengan rasa, aroma, atau teksturnya.
- Sensitif terhadap makanan tertentu. Rasa, aroma, warna, bentuk, atau tekstur tertentu dapat membuat anak enggan makan.
- Nafsu makan menurun. Anak terkadang makan lebih sedikit atau tidak merasa lapar karena kebiasaan makan atau kondisi tubuhnya.
- Terlalu lelah atau sibuk bermain. Kurang tidur, kelelahan, atau terlalu asyik bermain dapat membuat anak kurang tertarik untuk makan.
- Mengalami masalah kesehatan. Tumbuh gigi, sembelit, demam, sakit tenggorokan, atau gangguan pencernaan dapat membuat anak tidak nyaman saat makan.
Jika anak terus-menerus sulit makan, berat badannya menurun, atau Ibu melihat keluhan lain yang mengkhawatirkan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.
10 Cara Mengatasi Anak Susah Makan
Menghadapi anak yang susah makan membutuhkan kesabaran, Bu. Namun, memaksa anak menghabiskan makanan justru dapat membuat waktu makan menjadi tidak menyenangkan. Sebagai gantinya, Ibu bisa mencoba beberapa cara berikut:
1. Berikan Makanan dalam Porsi Kecil
Melihat makanan dalam porsi besar bisa membuat anak enggan untuk mulai makan. Karena itu, Ibu dapat menyajikan makanan dalam porsi kecil terlebih dahulu.
Jika anak masih lapar atau ingin makan lagi, Ibu bisa menambahkan porsinya secara bertahap. Dengan begitu, anak tidak merasa terbebani untuk menghabiskan banyak makanan sekaligus.
2. Sajikan Makanan yang Bervariasi
Menu yang beragam dapat membantu anak mengenal berbagai jenis makanan. Ibu bisa memberikan variasi makanan dengan warna, rasa, dan tekstur yang berbeda.
Cobalah mengganti atau mengombinasikan sumber karbohidrat, lauk, sayur, dan buah agar anak memiliki lebih banyak pilihan menu makanan sehari-hari.
3. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap
Anak mungkin tidak langsung menyukai makanan yang baru pertama kali dicobanya. Jadi, jangan langsung menyerah ketika anak menolak makanan baru, ya, Bu.
Cobalah mengenalkan kembali makanan tersebut pada waktu lain dalam jumlah kecil. Anak mungkin perlu mencoba makanan yang sama beberapa kali hingga mulai terbiasa dengan rasa dan teksturnya.
4. Kombinasikan dengan Makanan yang Disukai Anak
Ibu bisa menyajikan makanan baru bersama makanan yang sudah disukai anak. Misalnya, tambahkan sedikit sayuran baru di samping lauk favoritnya.
Cara ini membuat anak tetap memiliki makanan yang sudah dikenalnya sekaligus memberikan kesempatan untuk mencoba makanan baru secara perlahan.
Baca Juga: Anak Kekurangan Zat Besi? Ini Cara Mengatasinya
5. Hindari Memaksa Anak untuk Makan
Ketika anak menolak atau tidak menghabiskan makanannya, hindari memaksa atau memarahinya. Memaksa anak justru dapat membuat waktu makan menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan.
Berikan kesempatan kepada anak untuk mengenali rasa lapar dan kenyangnya. Ibu dapat menawarkan makanan kembali pada jadwal makan berikutnya.
6. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Suasana yang nyaman dapat membantu membuat waktu makan terasa lebih menyenangkan bagi anak. Ibu bisa mengajak anak duduk dan makan bersama keluarga tanpa memberikan tekanan untuk menghabiskan makanan.
Kurangi juga gangguan seperti televisi atau gadget agar anak dapat lebih fokus pada kegiatan makan dan berinteraksi bersama keluarga.
7. Libatkan Anak dalam Menyiapkan Makanan
Melibatkan anak dapat membuatnya lebih mengenal makanan yang akan dikonsumsi. Ibu bisa mengajaknya memilih buah atau sayuran saat berbelanja.
Di rumah, berikan tugas sederhana sesuai usianya, seperti memilih bahan atau membantu menata makanan. Kegiatan ini dapat membuat anak lebih tertarik dengan makanan yang disiapkan.
8. Berikan Contoh Kebiasaan Makan yang Baik
Anak dapat belajar kebiasaan makan dengan melihat orang-orang di sekitarnya. Karena itu, Ibu dan anggota keluarga dapat memberikan contoh dengan mengonsumsi makanan yang beragam.
Saat makan bersama, tunjukkan bahwa sayur, buah, lauk, dan makanan sehat bergizi lainnya merupakan bagian dari menu sehari-hari keluarga.
9. Hindari Menjadikan Makanan sebagai Hadiah
Hindari menjanjikan permen, cokelat, atau makanan manis sebagai hadiah agar anak mau menghabiskan makanannya. Cara tersebut dapat membuat makanan hadiah terlihat lebih menarik dibandingkan makanan lainnya.
Sebagai gantinya, berikan apresiasi ketika anak bersedia mencoba makanan baru. Ibu bisa memberikan pujian sederhana tanpa mengaitkannya dengan makanan sebagai hadiah.
10. Lengkapi Kebutuhan Nutrisinya
Meski anak sedang sulit makan, tetap tawarkan makanan yang beragam agar kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi. Untuk anak usia 4-6 tahun, Ibu juga dapat melengkapi menu sehari-harinya dengan Frisian Flag PRIMAGRO 3+ sebagai tambahan nutrisi.
Frisian Flag PRIMAGRO 3+ merupakan susu pertumbuhan yang mengandung protein dan 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta dilengkapi zat besi, seng, kalsium, vitamin, mineral, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), dan minyak ikan. Tetap berikan bersama pola makan yang beragam dan bergizi, ya, Bu.
Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak Agar Tetap Sehat
FAQ Seputar Anak Susah Makan
Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul ketika anak sulit makan, mulai dari cara membantu mengembalikan nafsu makan hingga pilihan makanan pengganti nasi. Berikut penjelasannya.
1. Bagaimana Cara Menaikkan Nafsu Makan Anak?
Saat nafsu makan anak menurun, Ibu dapat mencoba beberapa cara sederhana berikut:
- Hindari memaksa anak untuk makan.
- Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik.
- Berikan makanan dalam porsi kecil.
- Variasikan menu agar anak tidak mudah bosan.
- Hindari memberikan terlalu banyak minuman saat makan agar anak tidak cepat kenyang.
- Libatkan anak ketika memilih dan menyiapkan makanan.
Jika nafsu makan anak terus menurun dalam waktu lama atau disertai penurunan berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Hindari memberikan vitamin atau suplemen penambah nafsu makan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
2. Apa Pengganti Nasi untuk Anak Susah Makan?
Tidak perlu memaksa anak makan nasi jika ia sedang tidak menyukainya, Bu. Nasi bukan satu-satunya makanan sumber karbohidrat. Ibu dapat memberikan sumber karbohidrat lainnya agar menu anak tetap bervariasi.
Beberapa pilihan pengganti nasi yang dapat Ibu berikan antara lain kentang, jagung, ubi, singkong, roti, atau sumber karbohidrat lainnya. Kentang dan jagung, misalnya, dapat menjadi alternatif sumber energi dan karbohidrat ketika anak tidak mau makan nasi.
Referensi:
- Alodokter. (n.d.). 8 cara menambah nafsu makan anak. https://www.alodokter.com/8-cara-menambah-nafsu-makan-anak
- Alodokter. (n.d.). Ini solusi anak tidak suka nasi. https://www.alodokter.com/ini-solusi-anak-tidak-suka-nasi
- Primaya Hospital. (n.d.). Anak susah makan: Penyebab dan cara mengatasinya. https://primayahospital.com/homecare/anak-susah-makan/
- Siloam Hospitals. (n.d.). 5 tips mengatasi susah makan pada anak. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/5-tips-mengatasi-susah-makan-pada-anak
- UNICEF. (n.d.). 7 tips for winning over a picky eater. https://www.unicef.org/india/stories/7-tips-winning-over-picky-eater