10 Buah Tinggi Protein Untuk Tumbuh Kembang Anak

Banner
| 16 Sep 2026

10 Buah Tinggi Protein Untuk Tumbuh Kembang Anak

10 Buah Tinggi Protein Untuk Tumbuh Kembang Anak

Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan anak. Selain dari telur, ikan, daging, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan, protein dalam jumlah tertentu juga terdapat pada beberapa jenis buah.

Namun, kandungan protein dalam buah umumnya tidak sebanyak sumber protein lainnya. Karena itu, buah sebaiknya tetap diberikan sebagai bagian dari menu bergizi dan beragam, bukan sebagai sumber utama protein anak.

Pilihan Buah yang Mengandung Protein

Buah dikenal sebagai sumber vitamin, mineral, dan serat. Beberapa jenis buah juga mengandung protein, meski jumlahnya tidak sebanyak telur, ikan, daging, susu, tahu, tempe, atau kacang-kacangan.

Berikut beberapa buah yang mengandung protein dan dapat Ibu berikan untuk melengkapi menu bergizi anak:

1. Jambu Biji

Jambu biji termasuk salah satu buah yang memiliki kandungan protein relatif lebih tinggi dibandingkan beberapa jenis buah lainnya. Dalam 100 gram jambu biji terdapat sekitar 2,6 gram protein. Selain itu, jambu biji juga mengandung vitamin C dan serat.

Untuk anakl, pilih jambu yang sudah matang dan sesuaikan tekstur serta cara penyajiannya dengan kemampuan makan anak.

2. Alpukat

Alpukat dapat menjadi salah satu pilihan buah yang mengandung protein. Dalam 100 gram alpukat terdapat sekitar 2 gram protein. Buah ini juga mengandung lemak, serat, serta berbagai vitamin dan mineral.

Teksturnya yang lembut membuat alpukat mudah disajikan untuk anak-anak. Ibu dapat memberikannya secara langsung atau mengombinasikannya dengan bahan makanan lain tanpa perlu menambahkan gula.

3. Nangka

Buah dengan aroma khas ini juga memiliki kandungan protein. Dalam 100 gram nangka terdapat sekitar 1,2 gram protein.

Untuk anak yang masih kecil, potong nangka menjadi ukuran yang mudah dimakan dan sesuaikan teksturnya dengan kemampuan mengunyah anak.

4. Markisa

Markisa dapat menjadi pilihan lain untuk memberikan variasi buah. Dalam 100 gram markisa terdapat sekitar 3,5 gram protein.

Selain protein, markisa mengandung serat serta berbagai vitamin dan mineral. Karena memiliki banyak biji, cara penyajiannya perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan makan anak.

5. Sirsak

Sirsak dapat menjadi salah satu pilihan buah yang mengandung protein untuk menambah variasi menu anak sehari-hari.. Dalam 100 gram sirsak terdapat sekitar 1 gram protein. Buah ini juga mengandung serat, vitamin C, serta berbagai vitamin dan mineral.

Ibu dapat memilih sirsak yang sudah matang dan memisahkan bijinya sebelum diberikan kepada anakl. Daging buahnya dapat diberikan langsung atau diolah bersama bahan makanan lain sesuai kemampuan makan anak.

6. Pisang

Pisang mudah ditemukan dan memiliki tekstur yang relatif mudah disesuaikan untuk anak. Dalam 100 gram pisang terdapat sekitar 1 gram protein.

Buah ini juga mengandung karbohidrat, serat, kalium, serta berbagai zat gizi lainnya. Pisang dapat diberikan langsung atau dijadikan campuran makanan tanpa tambahan gula berlebihan.

Baca Juga: 15 Camilan Tinggi Protein untuk Menunjang Gaya Hidup Sehat

7. Jeruk Bali

Jeruk bali menjadi pilihan buah tinggi protein lainnya dengan kandungan sekitar 0,6 gram protein per 100 gram. Buah dengan rasa segar dan sedikit asam ini juga mengandung kalium, kalsium, serta serat.

Jeruk bali juga mengandung serat yang merupakan bagian dari pola makan bergizi dan beragam. Ibu dapat menyajikan jeruk bali sebagai variasi buah dengan membuang biji dan menyesuaikan ukuran potongannya dengan kemampuan makan anak.

8. Kiwi

Kiwi matang mengandung sekitar 1,4 gram protein per 100 gram. Selain itu, buah dengan rasa asam manis ini mengandung berbagai zat gizi, seperti zat besi, vitamin K, kalsium, dan serat.

Zat besi dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah, sedangkan kalsium berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan tulang. Ibu dapat memilih kiwi yang sudah matang agar teksturnya lebih lembut dan mudah dikonsumsi anak.

9. Melon

Melon juga termasuk buah yang mengandung protein, yaitu sekitar 0,6 gram per 100 gram. Selain itu, melon juga mengandung berbagai vitamin, mineral, dan serat. 

Rasanya yang manis dan segar membuat melon dapat menjadi salah satu variasi buah dalam menu sehari-hari.

10. Buah Naga Merah

Buah naga merah juga termasuk buah tinggi protein dengan kandungan sekitar 1,7 gram protein per 100 gram. Buah ini juga mengandung fosfor, mineral yang berperan penting dalam pembentukan dan pemeliharaan tulang serta gigi.

Teksturnya yang lembut membuat buah naga mudah disajikan untuk anak. Ibu dapat memberikannya langsung dalam potongan sesuai kemampuan makan anak atau mencampurkannya dengan yoghurt dan buah lainnya.

Apa Manfaat Protein untuk Tumbuh Kembang Anak?

Protein bukan hanya dibutuhkan untuk membentuk otot. Zat gizi ini memiliki berbagai fungsi penting selama masa pertumbuhan, mulai dari membangun jaringan tubuh hingga membentuk komponen yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

1. Mendukung Pertumbuhan Fisik dan Otot

Protein merupakan salah satu zat pembangun yang diperlukan tubuh untuk membentuk dan memelihara sel serta jaringan. Asam amino yang berasal dari protein juga diperlukan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan otot anak.

Asupan protein yang cukup menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Sebaliknya, kekurangan asupan protein dan zat gizi lainnya dalam jangka panjang dapat menghambat pertumbuhan anak.

2. Membantu Membentuk Berbagai Bagian Tubuh

Protein tersusun dari asam amino yang digunakan tubuh untuk membentuk dan memelihara berbagai sel serta jaringan.

Karena anak sedang mengalami masa pertumbuhan, kebutuhan protein perlu dipenuhi sebagai bagian dari pola makan bergizi dan beragam setiap hari.

3. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Protein juga memiliki peran dalam sistem kekebalan tubuh. Salah satunya karena antibodi merupakan protein yang membantu tubuh mengenali dan merespons benda asing, termasuk virus dan bakteri.

Selain itu, protein dibutuhkan untuk membentuk berbagai sel dan jaringan tubuh. Karena itulah kecukupan protein menjadi salah satu bagian penting dari pemenuhan nutrisi anak sehari-hari.

Baca Juga: 10 Cara Meningkatkan Imunitas Tubuh Agar Sehat dan Aktif

Cara Memenuhi Kebutuhan Protein Anak Setiap Hari

Mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) Indonesia, anak usia 1-3 tahun membutuhkan protein sekitar 20 gram per hari. Kebutuhan tersebut dapat Ibu penuhi dengan beberapa cara berikut: 

1. Sajikan Sumber Protein dalam Menu Sehari-hari

Ibu dapat memasukkan sumber protein dalam menu makan anak, baik dari protein hewani maupun nabati. Beberapa pilihannya adalah ikan, telur, daging, ayam, susu, tahu, tempe, dan kacang-kacangan.

Tidak perlu terpaku pada satu jenis makanan, Bu. Mengombinasikan berbagai bahan pangan membantu membuat menu anak lebih bervariasi sekaligus memberikan beragam zat gizi yang dibutuhkan tubuh.

2. Variasikan Jenis dan Olahan Makanan

Agar anak tidak mudah bosan, coba variasikan sumber protein dan cara mengolahnya. Misalnya, telur dapat disajikan sebagai telur rebus atau omelet, sedangkan ikan dapat dikukus atau diolah menjadi menu lain yang sesuai dengan kemampuan makan anak.

Ibu juga dapat mengombinasikan sumber protein hewani dan nabati dalam menu sehari-hari. Selain memberikan variasi rasa dan tekstur, cara ini membantu anak mengenal lebih banyak jenis makanan sejak dini.

3. Berikan Camilan yang Mengandung Protein

Selain dari makanan utama, Ibu dapat menyisipkan sumber protein melalui camilan. Yoghurt, keju, atau olahan kacang-kacangan dapat menjadi beberapa pilihannya dengan tetap menyesuaikan tekstur dan porsi dengan usia anak.

Buah juga bisa dikombinasikan dengan sumber protein, misalnya alpukat dengan yoghurt. Dengan begitu, buah tetap berperan sebagai pelengkap variasi menu dan bukan sumber utama protein anak.

4. Lengkapi dengan Susu Sesuai Usia

Susu juga dapat menjadi salah satu sumber protein sebagai bagian dari pola makan bergizi dan beragam.

Untuk anak berusia 1 tahun, Ibu dapat memberikan Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega. Tidak hanya menjadi sumber protein, Nutribrain Omega juga mengandung Omega 3 dan Omega 6 serta dilengkapi 9 vitamin dan 4 mineral untuk membantu melengkapi asupan nutrisi anak sehari-hari.

Selain itu, untuk anak usia 1-3 tahun, Ibu juga dapat memberikan 2 gelas Susu Bubuk Frisian Flag PRIMAGRO 1+ per hari. Susu ini mengandung DHA, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), 9 Asam Amino Esensial (9AAE), serta vitamin dan mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

FAQ Seputar Buah Tinggi Protein

Buah bisa menjadi pelengkap asupan protein anak, Bu. Namun, sumber protein lainnya tetap perlu diberikan untuk memenuhi kebutuhan hariannya. Yuk, simak beberapa pertanyaan seputar protein berikut ini. 

1. Apa Makanan Tinggi Protein yang Baik untuk Anak?

Makanan tinggi protein untuk anak dapat berasal dari protein hewani maupun nabati. Protein hewani dapat diperoleh dari ikan, telur, daging, ayam, dan susu. Sementara itu, sumber protein nabati antara lain tahu, tempe, serta kacang-kacangan.

Ibu dapat memberikan berbagai sumber tersebut secara bergantian agar menu anak lebih bervariasi. Sesuaikan juga tekstur, ukuran, dan cara penyajiannya dengan usia serta kemampuan makan anak.

2. Protein Apa Saja yang Bagus untuk Anak?

Anak membutuhkan protein yang menyediakan berbagai asam amino untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Ibu dapat memperolehnya dari kombinasi protein hewani dan protein nabati.

Protein dapat diperoleh dari makanan hewani maupun nabati. Sumber protein hewani antara lain telur, ikan, daging, ayam, dan susu. Sementara itu, tahu, tempe, serta kacang-kacangan dapat menjadi pilihan sumber protein nabati.

Berikan berbagai sumber protein secara bergantian agar anak mendapatkan asupan makanan yang lebih beragam.

3. Apa Saja Ciri-Ciri Anak yang Kekurangan Protein?

Kekurangan protein dapat terjadi bersama dengan kekurangan energi dan zat gizi lainnya. Jika kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dalam waktu lama, pertumbuhan dan kesehatannya dapat terganggu.

Pada kondisi kekurangan gizi yang berat, anak dapat mengalami penurunan berat badan atau pertumbuhan yang terganggu, kehilangan massa otot, hingga pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Namun, kondisi tersebut tidak dapat ditentukan hanya dari gejala yang terlihat.

Jika Ibu khawatir dengan pertumbuhan, berat badan, atau kondisi kesehatan anak, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar penyebabnya dapat diperiksa dengan tepat.

 

Referensi

  1. Alodokter. (n.d.). 12 buah tinggi protein yang baik dikonsumsi setiap hari. https://www.alodokter.com/12-buah-tinggi-protein-yang-baik-dikonsumsi-setiap-hari
  2. Hello Sehat. (n.d.). Daftar buah tinggi protein dan manfaatnya untuk tubuh. https://hellosehat.com/nutrisi/fakta-gizi/daftar-buah-tinggi-protein/
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, August 26). Manfaat protein untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3610/manfaat-protein-untuk-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-usia-dini
  4. Alodokter. (n.d.). Ketahui kebutuhan protein harian yang perlu dipenuhi setiap hari. https://www.alodokter.com/ketahui-kebutuhan-protein-harian-yang-perlu-dipenuhi-setiap-hari
  5. Halodoc. (n.d.). Ini kebutuhan protein harian berdasarkan usia dan jenis kelamin. https://www.halodoc.com/artikel/ini-kebutuhan-protein-harian-berdasarkan-usia-dan-jenis-kelamin
  6. KlikDokter. (n.d.). Ini makanan tinggi protein yang penting untuk anak. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/kesehatan-anak/ini-makanan-tinggi-protein-yang-penting-untuk-anak
  7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peran protein hewani dalam pencegahan stunting. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2243/peran-protein-hewani-dalam-pencegahan-stunting
  8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Malnutrisi energi protein. https://ayosehat.kemkes.go.id/topik-penyakit/defisiensi-nutrisi/malnutrisi-energi-protein
Share
URL copied!

Artikel Terkait