Permainan Anak Usia 4 dan 5 Tahun yang Seru dan Edukatif

Banner
| 11 Sep 2026

Permainan Anak Usia 4 dan 5 Tahun yang Seru dan Edukatif

Permainan Anak Usia 4 dan 5 Tahun yang Seru dan Edukatif

Bermain merupakan bagian penting dalam keseharian anak. Tidak hanya menyenangkan, berbagai permainan anak juga memberikan kesempatan bagi anak untuk bergerak, bereksplorasi, berinteraksi, hingga mencoba memecahkan masalah sederhana.

Umumnya, beberapa permainan untuk anak 4 tahun maupun permainan untuk anak 5 tahun dapat melibatkan aktivitas motorik halus dan kasar, kreativitas, hingga kemampuan berpikir dan berinteraksi. Berikut adalah beberapa permainan yang bisa Ibu coba bersama si kecil. 

14 Permainan Anak yang Seru dan Mendidik

Permainan anak yang mendidik dapat membantu merangsang otak dan membuat anak berpikir dengan cara kreatif dalam memecahkan masalah. Berikut beberapa rekomendasi permainan anak yang asik untuk dukung si Kecil tetap aktif:

1. Puzzle

Menyusun puzzle dapat membantu melatih kemampuan memecahkan masalah. Karena ketika bermain puzzle, anak perlu memperhatikan bentuk dan gambar, kemudian menentukan kepingan yang tepat untuk menyelesaikan susunannya.

Aktivitas mengambil dan menempatkan kepingan puzzle juga melibatkan koordinasi mata dan tangan serta keterampilan motorik halus. Ibu bisa memilih ukuran dan kepingan puzzle yang sesuai dengan usia dan kemampuan anak. 

2. Menyusun Balok

Balok adalah salah satu mainan edukatif, di mana anak dapat menyusun balok menjadi rumah, gedung, kendaraan, atau berbagai bentuk sesuai imajinasinya. Ketika bermain balok, biarkan anak belajar memperhatikan bentuk, posisi, dan keseimbangan agar susunannya tidak mudah roboh.

Permainan balok juga memberikan kesempatan bagi anak untuk menggunakan kreativitas, kemampuan spasial, serta mencoba memecahkan masalah sederhana ketika bangunan yang dibuat belum sesuai keinginannya.

3. Petak Umpet

Petak umpet dapat dimainkan bersama teman maupun anggota keluarga. Saat bermain, anak perlu bergerak mencari tempat bersembunyi atau menemukan pemain lainnya.

Permainan ini membuat anak aktif bergerak sekaligus memberikan kesempatan untuk memahami aturan dan menggunakan strategi sederhana selama bermain.

4. Lampu Merah, Lampu Hijau

Cara bermainnya sederhana. Anak dapat bergerak ketika mendengar "lampu hijau" dan harus berhenti ketika mendengar "lampu merah".

Selain membuat anak aktif bergerak, permainan ini mengajak anak mendengarkan dan mengikuti instruksi serta mengontrol gerakan tubuh sesuai aba-aba yang diberikan.

5. Permainan Menyortir

Siapkan beberapa benda dengan warna, bentuk, atau ukuran berbeda. Kemudian, ajak anak mengelompokkannya berdasarkan karakteristik tertentu, misalnya balok merah dengan balok merah atau benda besar dengan benda besar.

Permainan menyortir dapat membantu anak belajar mengenali persamaan, perbedaan, warna, bentuk, ukuran, serta kategori sederhana.

6. Bermain Peran

Untuk mengajak anak bermain peran, ibu bisa memintanya untuk menjadi seorang dokter, berjualan sesuatu, juru masak, atau menjadi seorang guru. Sebagai pelengkap pendukungnya, ibu bisa menggunakan mainan atau benda aman yang ada di rumah..

Melalui bermain peran, anak dapat menggunakan imajinasi sekaligus berlatih berkomunikasi dan berinteraksi ketika menjalankan berbagai karakter dan situasi.

Baca Juga: 5 Tips Menyiasati Anak Susah Makan 

7. Teater Boneka 

Ibu bisa mengajak anak bermain teater boneka dengan membuat cerita sederhana dari tokoh-tokoh yang ia sukai. Coba mulai ceritanya terlebih dahulu, lalu biarkan anak menentukan dialog atau melanjutkan jalan ceritanya sendiri.

Selain seru dimainkan bersama, teater boneka memberi kesempatan bagi anak untuk berimajinasi, bercerita, mengenal kosakata baru, dan mengekspresikan berbagai idenya.

8. Menggambar dan Mewarnai

Siapkan kertas, krayon, atau pensil warna, lalu ajak anak menggambar dan mewarnai bersama. Ibu dapat membiarkan anak memilih sendiri warna maupun gambar yang ingin dibuat agar ia lebih bebas berkreasi.

Saat menggambar dan mewarnai, anak dapat menuangkan imajinasinya sekaligus melatih keterampilan motorik halus melalui gerakan tangan saat memegang dan menggunakan alat gambar.

9. Bermain Musik

Bernyanyi bersama sambil bertepuk tangan bisa menjadi permainan sederhana yang menyenangkan, Bu. Jika ada, Ibu juga dapat menggunakan alat musik sederhana seperti drum mainan atau marakas dan mengajak anak mengikuti iramanya.

Bermain musik dapat mengenalkan anak pada bunyi dan ritme sekaligus mengajaknya bergerak, berekspresi, dan melatih koordinasi tubuh.

10. Lompat Tali

Untuk mengajak anak lebih aktif bergerak, Ibu bisa mencoba permainan lompat tali. Mulailah dengan gerakan yang sederhana dan sesuaikan dengan kemampuan anak agar ia bisa belajar melompat sambil menjaga keseimbangan tubuh.

Pastikan juga anak bermain di area yang cukup luas dan aman, serta sesuaikan cara memainkan tali dengan usia dan kemampuannya.

11. Engklek

Masih ingat permainan engklek, Bu? Permainan tradisional ini juga bisa Ibu kenalkan kepada anak. Buat beberapa kotak sederhana di tanah atau lantai, lalu ajak anak melompat mengikuti pola kotaknya.

Saat bermain engklek, anak akan banyak melakukan gerakan melompat dan menjaga keseimbangan. Karena itu, permainan ini dapat membantu melatih motorik kasar, koordinasi, dan keseimbangan tubuh.

12. Bermain Bola

Bola juga bisa menjadi pilihan untuk bermain bersama anak. Ibu dapat memulainya dari aktivitas sederhana seperti saling melempar dan menangkap bola, menendang ke arah tertentu, atau bermain sepak bola sederhana.

Berbagai gerakan tersebut dapat membantu melatih motorik kasar dan koordinasi anak. Jika bermain bersama Ibu, saudara, atau teman, anak juga bisa belajar bergiliran dan bekerja sama.

13. Membuat Bentuk dengan Playdough

Ajak anak berkreasi menggunakan play dough, misalnya membuat bentuk buah, hewan, makanan favorit, atau apa pun yang muncul dari imajinasinya. Ibu juga bisa ikut membuat satu bentuk agar kegiatan bermain terasa lebih seru.

Gerakan meremas, menggulung, menekan, dan membentuk playdough dapat melatih keterampilan motorik halus. Anak juga bebas menciptakan berbagai bentuk sehingga kreativitas dan imajinasinya ikut terasah.

14. Membuat Benteng

Tidak perlu perlengkapan khusus untuk permainan yang satu ini, Bu. Ibu bisa memanfaatkan bantal, selimut, atau kardus yang ada di rumah, lalu mengajak anak menyusunnya menjadi benteng sederhana.

Biarkan anak menentukan seperti apa benteng yang ingin dibuat dan mencoba menyusun bahan-bahannya sendiri. Dengan begitu, anak mendapat kesempatan untuk berimajinasi, merencanakan sesuatu, dan mencari cara ketika susunannya belum sesuai dengan yang ia inginkan.

Baca Juga: Ini Macam-macam Kecerdasan Anak dan Asupan Gizi yang Tepat

Nutrisi yang Dibutuhkan untuk Mendukung Anak Aktif Bermain

Selain memberikan kesempatan untuk bermain dan bereksplorasi, Ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi anak. Pola makan yang bergizi dan seimbang membantu memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi yang diperlukan selama masa pertumbuhan dan perkembangan.

Untuk mendukung keaktifan anak dalam bermain, pastikan beberapa gizi berikut ada dalam variasi menu hariannya. 

  • Protein, dibutuhkan untuk pertumbuhan dan pembentukan berbagai jaringan tubuh. Protein juga termasuk zat gizi yang berperan dalam struktur dan perkembangan otak.
  • Zat besi, berperan dalam berbagai proses perkembangan otak, termasuk metabolisme energi dan pembentukan mielin. Karena itu, kecukupan zat besi penting diperhatikan selama masa pertumbuhan anak.
  • Iodium, dibutuhkan untuk pembentukan hormon tiroid yang berperan penting dalam perkembangan otak.
  • Zinc, merupakan salah satu mineral yang dibutuhkan tubuh selama pertumbuhan dan turut berperan dalam berbagai proses perkembangan otak.
  • Omega 3 dan Omega 6, merupakan jenis asam lemak yang menjadi bagian dari jaringan otak. DHA, salah satu jenis Omega 3, serta AA yang termasuk Omega 6 merupakan asam lemak yang terdapat pada gray matter otak.

Kebutuhan zat gizi tersebut sebaiknya dipenuhi melalui makanan yang beragam dan bergizi seimbang. Ibu dapat memberikan sumber protein, sayur dan buah, ikan, telur, serta makanan bergizi lainnya sesuai kebutuhan dan usia anak.

Sebagai bagian dari asupan sehari-hari, Ibu juga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi anak dengan susu yang sesuai usianya. susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega, bisa menjadi sumber protein, karena memiliki kandungan Omega 3 dan 6 yang juga dilengkapi dengan 9 vitamin dan 4 mineral, termasuk iodium dan zink. 

Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dapat menjadi pilihan praktis untuk melengkapi asupan anak di tengah aktivitas bermain dan belajarnya sehari-hari.

FAQ Seputar Permainan Anak

Selain memilih permainan yang sesuai dan memenuhi kebutuhan nutrisinya, Ibu mungkin masih memiliki beberapa pertanyaan seputar aktivitas bermain anak. Berikut beberapa pertanyaan dan jawabannya. 

1. Apa Saja Contoh Permainan Motorik Halus?

Permainan motorik halus adalah aktivitas yang banyak melibatkan gerakan otot-otot kecil, terutama tangan dan jari, serta koordinasi mata dan tangan.

Ibu bisa mengajak anak melakukan aktivitas seperti menyusun puzzle, bermain balok, menggambar dan mewarnai, menyortir benda, serta membentuk play dough. Aktivitas seperti memegang krayon, menyusun benda, dan membentuk sesuatu memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan keterampilan motorik halusnya.

2. Apa Saja Contoh Permainan Motorik Kasar?

Permainan motorik kasar melibatkan otot-otot besar tubuh dan biasanya membuat anak lebih banyak bergerak. Beberapa contohnya adalah bermain bola, lompat tali, engklek, petak umpet, serta permainan lampu merah dan lampu hijau.

Saat bermain bola, misalnya, anak dapat berlari, melempar, menangkap, atau menendang bola. Ibu dapat menyesuaikan tingkat kesulitan permainan dengan usia dan kemampuan anak serta memastikan tempat bermain aman untuk bergerak.

3. Apa Contoh Permainan yang Merangsang Kreativitas Anak Usia Dini?

Ada banyak permainan sederhana yang dapat memberikan ruang bagi anak untuk menggunakan kreativitas dan imajinasinya. Ibu bisa mengajak anak menggambar dan mewarnai, membuat bentuk dengan play dough, menyusun balok, bermain peran, membuat cerita dengan boneka, bermain musik, atau membuat benteng dari benda-benda yang tersedia di rumah.

Tidak harus selalu memberikan contoh yang perlu ditiru, Bu. Sesekali biarkan anak menentukan sendiri apa yang ingin dibuat atau dimainkan.


Referensi: 

  1. Halodoc. (n.d.). Catat, ini 13 permainan anak yang mendidik dan menyenangkan. https://www.halodoc.com/artikel/catat-ini-13-permainan-anak-yang-mendidik-dan-menyenangkan
  2. Betz, A. (2025, July 25). I’m a former teacher and mom: These are the best toys and gifts for 5-year-olds. Forbes. https://www.forbes.com/sites/forbes-personal-shopper/article/best-toys-gifts-for-5-year-olds/
  3. Mamas & Papas. (n.d.). Best educational toys for 4–5 year olds: Boost learning & development after COVID-19. https://mamasandpapas.ae/blog/article/best-educational-toys-for-4-5-year-olds
  4. Centers for Disease Control and Prevention. (n.d.). Tips for special playtime. https://www.cdc.gov/parenting-toddlers/communication/special-playtime.html
  5. UNICEF. (n.d.). What is free play and why should you encourage it at home? https://www.unicef.org/parenting/child-care/what-is-free-play
Share
URL copied!

Artikel Terkait