Permainan Mengasah Otak Anak: Manfaat dan Rekomendasinya
Permainan mengasah otak anak tidak harus rumit, Bu. Teka-teki gambar, permainan mencocokkan gambar, balok, atau kartu bisa menjadi kegiatan menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan si Kecil untuk belajar.
Melalui permainan yang sesuai usianya, anak dapat berlatih fokus, mengingat informasi, berpikir, hingga mencari jalan keluar saat menghadapi masalah. Lalu, permainan edukatif anak seperti apa yang bisa Ibu pilih?
Apa Itu Permainan untuk Mengasah Otak Anak?
Permainan mengasah otak anak adalah kegiatan bermain yang memberikan tantangan untuk berpikir. Misalnya, si Kecil diajak mengingat informasi, mencocokkan benda, membuat strategi sederhana, atau mencari solusi dari suatu masalah.
Saat bermain, anak juga berlatih menggunakan kemampuan untuk fokus, mengingat informasi, mengendalikan diri, dan menyesuaikan cara berpikir ketika menghadapi situasi yang berbeda.
Kemampuan tersebut berkembang secara bertahap melalui pengalaman dan latihan. Jadi, permainan mengasah otak bukan soal membuat si Kecil harus selalu menang atau menyelesaikan permainan dengan cepat.
Justru melalui proses mencoba, salah, lalu mencoba kembali, anak mendapat kesempatan untuk belajar menemukan cara baru.
Manfaat Permainan Mengasah Otak untuk Perkembangan Kognitif Anak
Bermain dapat mengembangkan kemampuan kognitif, kecerdasan intelektual, dan melatih fungsi eksekutif untuk membantu anak mencapai suatu tujuan. Berikut beberapa keterampilan yang dapat dilatih melalui aktivitas bermain:
1. Melatih Fokus dan Perhatian
Permainan dengan aturan atau tujuan tertentu mengajak si Kecil untuk memperhatikan apa yang harus dilakukan.
Secara bertahap, kegiatan seperti ini dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk berlatih memusatkan perhatian dan mengabaikan gangguan di sekitarnya.
Ibu bisa mencoba permainan mencari perbedaan gambar, teka-teki gambar, mengikuti perintah, atau mencocokkan kartu. Pilih tingkat kesulitan yang sesuai agar si Kecil tetap tertantang tanpa merasa kesulitan.
2. Melatih Memori dan Ingatan
Saat bermain, si Kecil terkadang perlu mengingat informasi untuk menyelesaikan tugas berikutnya. Kemampuan menyimpan dan menggunakan informasi dalam waktu singkat ini disebut memori kerja.
Ibu bisa melatihnya melalui permainan kartu memori. Letakkan beberapa kartu bergambar dalam posisi tertutup, lalu ajak si Kecil membuka dua kartu dan mencari gambar yang sama sambil mengingat letak kartu yang sudah dilihat.
Stimulasi melalui permainan juga perlu dibarengi dengan asupan bergizi. Sebagai pelengkap pola makan si Kecil, Ibu dapat memilih susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega yang mengandung Omega 3 dan Omega 6.
3. Berlatih Berpikir Logis
Permainan yang melibatkan pola, aturan, urutan, atau pengelompokan memberikan kesempatan kepada anak untuk membandingkan informasi dan menentukan langkah selanjutnya.
Misalnya, Ibu dapat meminta si Kecil melanjutkan pola merah-biru-merah-biru, mengelompokkan benda berdasarkan bentuk, atau mencari balok yang sesuai untuk melengkapi susunan.
Kegiatan sederhana seperti ini dapat menjadi bagian dari stimulasi kemampuan berpikir anak pintar, Bu.
4. Berlatih Menyelesaikan Masalah
Saat potongan teka-teki tidak cocok atau menara balok terus roboh, si Kecil perlu mencari cara lain agar berhasil. Proses mencoba berbagai cara inilah yang dapat membantu anak berlatih menyelesaikan masalah.
Ibu tidak perlu buru-buru memberikan jawabannya. Coba berikan petunjuk sederhana dan biarkan si Kecil mencoba kembali. Dengan begitu, ia mendapat kesempatan untuk menemukan solusi sendiri.
Baca Juga: Menu Makan Anak Bergizi Sesuai Usia dan Contoh Pilihannya
Rekomendasi Permainan Asah Otak Anak Sesuai Usia
Permainan untuk melatih daya ingat anak sebaiknya disesuaikan dengan usia, kemampuan, dan minat anak, Bu. Minat anak bermain akan berkurang bila terlalu mudah atau terlalu sulit. Berikut ide-ide permainan sesuai usianya:
1. Usia 3–5 Tahun
Pada usia 3–5 tahun, pilih permainan sederhana dengan aturan yang mudah dipahami. Misalnya, teka-teki gambar sederhana, mencocokkan gambar, mengelompokkan benda, tebak hewan, atau menyusun balok.
Agar lebih seru, Ibu bisa ikut bermain sambil memberikan pertanyaan sederhana seperti, “Menurut kamu, balok mana yang lebih besar?” atau “Yang warna merah ada berapa?”
2. Usia 5–7 Tahun
Permainan asyik untuk anak usia 5–7 tahun dapat mulai memiliki aturan yang lebih menantang. Ibu bisa mengenalkan kartu memori, teka-teki gambar dengan lebih banyak potongan, permainan angka, atau permainan papan sederhana.
Pada usia ini, permainan juga dapat melatih anak untuk mengingat aturan, menunggu giliran, merencanakan langkah, dan menyesuaikan strategi saat permainan berlangsung.
3. Usia 7–10 Tahun
Untuk anak usia 7–10 tahun, pilihan permainan dapat dibuat lebih menantang. Misalnya, teka-teki logika, permainan strategi sederhana, permainan kata, atau permainan papan yang membutuhkan perencanaan.
Ibu juga bisa menjadikan waktu bermain sebagai kegiatan bersama keluarga. Selain lebih menyenangkan, si Kecil dapat belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, dan menentukan langkah saat bermain bersama.
Baca juga: 5 Makanan Bernutrisi Tinggi untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak
Apa Saja Game yang Bisa Melatih Otak Anak?
Ada banyak permainan yang bisa Ibu pilih untuk memberikan tantangan berpikir kepada si Kecil yang sesuai usianya.
Saat memilih mainan anak, Ibu tidak perlu terpaku pada permainan yang diberi label khusus sebagai “permainan untuk mencerdaskan otak”.
Hal yang lebih penting adalah memberikan kesempatan kepada si Kecil untuk berpikir, mencoba, berinteraksi, dan menyelesaikan tantangan sesuai kemampuannya.
Selain stimulasi, jangan lupa lengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil, Bu. Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega mengandung Omega 3 dan Omega 6 dan hadir dalam kemasan praktis untuk menemani aktivitas si Kecil.
Jadi, berikan kesempatan kepada si Kecil untuk mencoba, membuat kesalahan, dan menemukan jawabannya sendiri. Yang penting, pilih permainan yang sesuai usia dan temani proses belajarnya dengan cara yang menyenangkan.
Referensi:
- Center on the Developing Child at Harvard University. (2014). Enhancing and practicing executive function skills with children from infancy to adolescence. https://developingchild.harvard.edu/resources/handouts-tools/activities-guide-enhancing-and-practicing-executive-function-skills/
- Center on the Developing Child at Harvard University. (2022, December 14). Brain-building through play: Activities for infants, toddlers, and children. https://developingchild.harvard.edu/resources/handouts-tools/brainbuildingthroughplay/
- Center on the Developing Child at Harvard University. (2012, May 20). InBrief: Executive function. https://developingchild.harvard.edu/resources/inbriefs/inbrief-executive-function/
- American Academy of Pediatrics. (2023, October 16). Raise a problem solver: 3 ways play can help. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/raise-a-problem-solver-play-to-promote-a-can-do-mindset.aspx