Bu, Yuk Kenali 5 Cara Agar Anak Cepat Bicara

Banner
| 04 Sep 2026

Bu, Yuk Kenali 5 Cara Agar Anak Cepat Bicara

Bu, Yuk Kenali 5 Cara Agar Anak Cepat Bicara

Kemampuan berbicara menjadi bagian dari perkembangan bahasa anak yang berkembang secara bertahap sejak usia dini. Dalam prosesnya, Ibu dapat memberikan stimulasi melalui interaksi sederhana yang dilakukan bersama anak setiap hari.

Ada berbagai cara mengajari anak bicara yang bisa dilakukan sambil bermain, membaca buku, hingga bernyanyi bersama. Kira-kira apa saja ya aktivitas yang dapat membantu menstimulasi kemampuan bicara anak? 

Cara Agar Anak Cepat Bicara

Stimulasi kemampuan bicara tidak harus dilakukan melalui aktivitas khusus.Berikut beberapa aktivitas yang bisa Anda coba sebagai stimulasi agar anak cepat bicara.

1. Bermain Bergiliran

Permainan sederhana yang dilakukan secara bergiliran dapat membantu anak memahami pola interaksi dua arah. Anda bisa mencoba menggelindingkan bola kepada anak, kemudian menunggunya menggelindingkan bola kembali.

Saat bermain, gunakan kata-kata sederhana seperti "Giliran Ibu" dan "Sekarang giliran Adik". Berikan juga waktu kepada anak untuk merespons sebelum Ibu melanjutkan permainan.

Interaksi bergantian seperti ini memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar bahwa komunikasi melibatkan proses mendengarkan dan merespons orang lain.

2. Mempelajari Kata-Kata Baru

Anda dapat mengenalkan kosakata melalui benda dan aktivitas yang ditemui anak setiap hari. Misalnya, saat makan, sebutkan nama makanan, peralatan makan, warna, atau aktivitas yang sedang dilakukan.

Gunakan kata dan kalimat sederhana yang mudah didengar anak. Jika anak sudah mengucapkan sebuah kata, Anda juga dapat memperluasnya. Misalnya, ketika anak mengatakan "mobil", Ibu bisa merespons dengan "Iya, mobil merah."

Cara tersebut dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar kosakata baru sekaligus memahami penggunaannya dalam percakapan sehari-hari. Apalagi, selain perkembangan bahasa, berbagai kemampuan kognitif yang berkaitan dengan kecerdasan intelektual anak juga terus berkembang selama masa pertumbuhannya. 

3. Mendengarkan Suara

Suara di sekitar juga dapat menjadi bagian dari proses belajar bahasa. Ibu bisa mengajak anak mendengarkan suara kendaraan, hewan, jam, atau berbagai benda yang ada di rumah.

Misalnya, ketika mendengar suara kucing, Ibu bisa mengatakan, "Itu kucing. Kucing suaranya meong." Kemudian, ajak anak mencoba menirukan suara tersebut.

Aktivitas mendengarkan dan menirukan berbagai suara dapat menjadi salah satu stimulasi komunikasi yang sederhana sekaligus menyenangkan untuk dilakukan bersama anak.

4. Melihat-Lihat Buku

Tidak perlu menunggu anak bisa membaca untuk mulai mengenalkannya pada buku. Anda bisa memilih buku dengan gambar yang menarik, kemudian ajak anak melihat halaman demi halaman bersama.

Anda bisa mengajarkan anak membaca buku dengan cara menunjuk gambar sambil menyebutkan namanya, misalnya "Ini kucing" atau "Ini bola". Setelah anak mulai mengenalnya, coba tanyakan, "Mana bolanya?" dan berikan waktu agar anak menunjuk atau memberikan respons.

Membaca bersama dan membicarakan gambar dalam buku dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk mendengar kosakata, memahami maknanya, dan berinteraksi dengan Anda. 

5. Mengajarkan Lagu Anak-Anak

Bernyanyi dapat menjadi cara mengajari anak bicara yang menyenangkan karena anak dapat mendengar kata dan bunyi secara berulang.

Pilih lagu sederhana yang memiliki pengulangan kata atau gerakan. Ibu juga bisa berhenti sejenak pada bagian tertentu dan memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba melanjutkan bunyi, kata, atau gerakannya.

Tidak masalah jika anak belum dapat mengikuti seluruh lirik. Fokuskan aktivitas pada kesempatan untuk mendengar, meniru, dan berinteraksi bersama Ibu.

Baca Juga: Mainan Asik Anak Untuk Mengurangi Penggunaan Gadget

Apa Penyebab Lambat Bicara Anak?

Keterlambatan bicara dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor sehingga penyebabnya tidak selalu sama pada setiap anak. Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan keterlambatan bicara antara lain:

  • Gangguan pendengaran, yang dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mendengar suara dan mempelajari bahasa.
  • Gangguan perkembangan otak, yang dapat memengaruhi perkembangan kemampuan bicara dan bahasa anak.
  • Masalah pada organ bicara, seperti kondisi pada lidah, bibir, atau bagian lain yang berperan dalam menghasilkan suara dan kata.
  • Kurangnya stimulasi, seperti terbatasnya kesempatan anak untuk berbicara, mendengar kosakata, dan berinteraksi dengan orang di sekitarnya.
  • Kondisi perkembangan tertentu, yang dapat disertai dengan keterlambatan kemampuan bicara dan bahasa.

Selain berbagai faktor tersebut, pemenuhan nutrisi anak juga penting diperhatikan untuk mendukung perkembangan otak dan fungsi kognitifnya. Asupan seperti protein, iodium, zat besi, serta asam lemak omega-3 merupakan bagian dari zat gizi yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan dan perkembangan anak.

FAQ Cara Agar Anak Cepat Bicara

Kemampuan bicara berkembang secara bertahap dan waktunya dapat berbeda pada setiap anak. Namun, terdapat tahapan perkembangan yang dapat digunakan sebagai panduan untuk memperhatikan kemampuan komunikasi anak pada rentang usia tertentu.

1. Paling Lambat Anak Bisa Berbicara Umur Berapa?

Tidak ada satu usia yang dapat disebut sebagai batas "paling lambat" anak mulai berbicara. Kemampuan bahasa berkembang secara bertahap dan memiliki tahapan yang berbeda pada setiap rentang usia.

Sebagai gambaran, pada usia 12-18 bulan, anak umumnya sudah dapat mengucapkan sekitar 3-6 kata yang memiliki arti. Belum adanya kata yang berarti pada usia 16 bulan merupakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan.

Memasuki usia 24 bulan, anak umumnya mulai mampu membuat kombinasi dua kata. Jika kemampuan bicara anak belum sesuai dengan tahap perkembangannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter agar dapat dievaluasi lebih lanjut.

2. Apakah Wajar Anak Umur 18 Bulan Belum Bisa Berbicara?

Pada usia 18 bulan, kemampuan bahasa anak umumnya sudah mulai berkembang. Sebagian besar anak pada usia ini sudah mencoba mengucapkan tiga kata atau lebih selain "mama" atau "dada", serta dapat mengikuti instruksi sederhana tanpa bantuan gerakan.

Selain itu, pada rentang usia 12-18 bulan anak umumnya sudah memiliki beberapa kata yang berarti. Perkembangan bahasa menjadi salah satu kemampuan yang terus berkembang seiring pertumbuhan anak. Namun, perlu diingat bahwa anak pintar tidak hanya dinilai dari seberapa cepat ia berbicara, tetapi juga dari berbagai aspek perkembangan dan kemampuan lainnya.

Tidak adanya kata bermakna pada usia 16 bulan merupakan salah satu tanda yang perlu diperhatikan. Jadi, apabila pada usia 18 bulan anak belum memiliki kata bermakna sama sekali, sebaiknya tidak hanya menunggu anak berbicara dengan sendirinya. 

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi perkembangan bahasa, kemampuan mendengar, serta aspek tumbuh kembang lainnya.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Sarapan Sehat Agar Lebih Berenergi 

Selain memberikan stimulasi melalui aktivitas berbicara, membaca, bermain, dan bernyanyi bersama, kebutuhan nutrisi anak juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari tumbuh kembangnya.

Untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi harian anak usia 1–3 tahun, Ibu dapat memberikan Susu Frisian Flag PRIMAGRO 1+ sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.

Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung DHA 14 mg per saji serta dilengkapi Minyak Ikan, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), Asam Sialat, Sphingomyelin, Zat Besi, Seng, 9 Asam Amino Esensial, Protein, Kalsium, serta berbagai vitamin dan mineral untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.

Dengan konsumsi 2 gelas Frisian Flag PRIMAGRO 1+ setiap hari sebagai tambahan nutrisi, Ibu dapat membantu memenuhi kecukupan rekomendasi asupan 100% DHA anak sekaligus melengkapi asupan gizinya pada periode emas pertumbuhan.

Tetap kombinasikan pemenuhan nutrisi dengan stimulasi dan interaksi sehari-hari untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal ya, Bu.

 

Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2013, June 10). Keterlambatan bicara. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2017, April 27). Mencegah terlambat bicara pada anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mencegah-terlambat-bicara-pada-anak
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Strategi efektif untuk anak mencapai perkembangan bahasa sesuai usia. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3897/strategi-efektif-untuk-anak-mencapai-perkembangan-bahasa-sesuai-usia
  4. American Speech-Language-Hearing Association. (n.d.). Communication milestones: 13 to 18 months. https://www.asha.org/public/developmental-milestones/communication-milestones-13-to-18-months/
Share
URL copied!

Artikel Terkait