Karir | Frisian Flag Indonesia
15 Desember 2017

Manajemen Energi: Kunci Sukses Jalani Hari

Pernah merasa "membuat to-do list" jadi to-do list tersendiri? Atau merasa meluangkan waktu mengatur jadwal malah membuat pekerjaan keteteran? Jika Anda mulai merasa tenggelam dalam tumpukan sticky notes dan notifikasi, mungkin bukan time management yang Anda butuhkan. Anda butuh energy management. Cari tahu apa itu manajemen energi, bagaimana menerapkannya di keseharian, dan tingkatkan produktivitas Anda.


1.Berikan energi pada orang lain

Rob Cross dan Andrew Parker dalam bukunya The Power of Full Engagement: Managing Energy, Not Time, Is the Key to High Performance and Personal Renewal, mengemukakan bahwa orang yang memberikan energi pada orang lain sebenarnya adalah orang-orang dengan kinerja tinggi. Pada saat seseorang memberikan energinya kepada orang lain, dia secara otomatis membuat dirinya menjadi lebih didengarkan dan diperhatikan oleh orang lain. Jika pekerjaan Anda membutuhkan kolaborasi dengan berbagai stakeholders, lebih diperhatikan dan didengarkan oleh orang lain berarti membuat pekerjaan Anda lebih cepat selesai, bukan? 

 

2.Kenali pekerjaan Anda

Pekerjaan bisa diibaratkan sebagai lomba lari. Terkadang ada pekerjaan mendadak yang harus segera diselesaikan, ada pekerjaan yang menuntut perencanaan detil dan berjalan dalam jangka panjang. Biasanya kita berusaha mengerjakan semuanya dengan cepat tanpa meneliti terlebih dahulu perlombaan macam apa yang kita ikuti, apakah sprint atau lari maraton. Cobalah lakukan analisa, kenali “kompetisi” yang sedang Anda ikuti, buatlah perencanaan skala kecil yang realistis untuk meraih target. Lakukan tahap demi tahap secara berurutan sehingga Anda bisa mengatur penggunaan energi Anda untuk menyelesaikan “perlombaan”.

 

3.Jangan lupa bersantai

Sangat penting mengenali serta mengatur dunia Anda dengan cara Anda. Meski Anda tak bisa hanya mengerjakan pekerjaan yang Anda suka saja, jangan buang energi dengan menggerutu karena mendapat giliran menangani klien yang tidak menyenangkan. Kembalikan segera energi Anda dengan melakukan kegiatan favorit Anda. Misalnya jika Anda hobi traveling, bayangkan saja setelah satu project selesai Anda bisa mengajukan cuti ke destinasi impian. Menyusun itinerary akan memberikan energi lebih untuk kembali semangat esok hari. Anda bisa juga memanjakan diri pergi ke bioskop setelah jam kantor agar mendapatkan energi lebih untuk esok.


4.Berlatih seperti profesional kelas dunia

Menurut Profesor K. Anders Erricsson dari Florida State University, para pemusik profesional, aktor sukses, dan para atlet dunia memiliki kesamaan yang dinamakan interval training. Mereka terbiasa fokus dan intens berlatih selama 90 menit kemudian beristirahat. Pola ini juga bisa diterapkan dalam keseharian Anda di kantor, lho! Coba bagi kegiatan Anda ke dalam skema 90 menit diikuti dengan istirahat selama sekitar 15 menit untuk menyegarkan pikiran. Melakukan beberapa waktu istirahat pendek akan membantu Anda mendapatkan energi yang lebih baik dan membuat Anda jadi lebih produktif.


Sekarang Anda sudah tahu apa itu manajemen energi dan bagaimana menerapkannya di keseharian. Semakin baik Anda mengatur energi, semakin besar energi yang Anda miliki, semakin efisien kerja Anda, produktivitas Anda pun akan semakin meningkat. 


Now, are you ready to climb up that career ladder?

Artikel Lainnya

18 Agustus 2018

Langkah-langkah Memulai Pertemanan di Kantor Baru Untuk Si Introvert

Memulai pekerjaan baru berarti menapaki langkah baru untuk harapan baru. Tantangan baru pun akan muncul. Untuk Anda para introvert, salah satu “masalah” yang datang sejak hari pertama kerja adalah bagaimana menjalin relasi pertemanan dengan orang-orang yang baru Anda temui.

Lebih Lanjut
05 Januari 2018

Millennial Manager: 7 Leadership Skills yang Diperlukan Millennial di Tempat Kerja

Millennial atau generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, diprediksi akan mendominasi lapangan pekerjaan dalam 5 tahun ke depan. Bahkan berdasarkan paparan Alvara Research Center tahun 2020 merupakan puncak keemasan bagi generasi millennial Indonesia, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat urban atau “urban middle-class millennials.” Alvara Research Center dan Deloitte Millennial Survey 2016 sama-sama merangkum bahwa generasi Millennial adalah pribadi yang kreatif, percaya diri, dan senang bersosialisasi. 

Lebih Lanjut
30 Oktober 2017

Efektif Mengelola Feedback Negatif

Sebagai profesional, Anda tak mungkin lepas dari feedback. Bayangkan bekerja tanpa ada feedback, bisa jadi Anda malah kebingungan karena tak tahu apakah pekerjaan Anda memenuhi standar atau masih perlu diperbaiki. Namun bagaimana jika Anda merasa sudah optimal bekerja namun malah memeroleh feedback negatif?

Lebih Lanjut