7 Manfaat Aktivitas Fisik bagi Kesehatan Keluarga
Manfaat aktivitas fisik penting untuk kesehatan tubuh dan mental, termasuk pada anak yang sedang aktif tumbuh.
Aktivitas ini tidak harus selalu berupa olahraga khusus. Berjalan kaki, bersepeda, bermain, dan berbagai kegiatan yang membuat tubuh bergerak juga termasuk aktivitas fisik.
Aktif bergerak secara rutin dapat membantu menjaga kebugaran sekaligus mendukung kesehatan tulang, otot, jantung, otak, dan mental. Lalu, apa saja manfaatnya dan berapa lama aktivitas fisik sebaiknya dilakukan?
Apa Itu Aktivitas Fisik?
Aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang dihasilkan oleh otot rangka dan membutuhkan energi. Jadi, aktivitas fisik memiliki cakupan yang lebih luas daripada olahraga.
Aktivitas fisik dapat dilakukan saat bermain, berjalan kaki, bersepeda, melakukan pekerjaan rumah, mengikuti kegiatan di sekolah, maupun berolahraga.
WHO menekankan bahwa aktivitas fisik dengan intensitas sedang maupun berat memberikan manfaat bagi kesehatan.
Manfaat Aktivitas Fisik bagi Kesehatan
Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin memberikan manfaat bagi kesehatan anak. Berikut beberapa manfaat aktivitas fisik yang penting diketahui:
1. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Aktivitas fisik secara teratur membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Pada anak usia sekolah, bergerak aktif juga memberikan manfaat bagi kebugaran jantung dan paru-paru.
Oleh karena itu, biasakan anak melakukan aktivitas yang membuat tubuhnya aktif, misalnya berjalan kaki, berlari, bersepeda, berenang, atau bermain bersama teman.
2. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang dan Otot
Masa anak-anak dan remaja merupakan periode penting untuk pertumbuhan tulang. Aktivitas fisik, terutama aktivitas yang memperkuat tulang dan otot, membantu menjaga kekuatan keduanya.
Untuk anak usia sekolah, aktivitas seperti berlari dan melompat dapat menjadi aktivitas penguatan tulang. Memanjat dan beberapa permainan aktif juga dapat membantu memperkuat otot.
Selain aktif bergerak, kebutuhan nutrisi anak juga perlu diperhatikan melalui pola makan bergizi dan beragam. Khusus anak berusia 3 sampai 6 tahun, Ibu dapat melengkapi nutrisinya dengan Frisian Flag PRIMAGRO 3+.
Frisian Flag PRIMAGRO 3+ dilengkapi dengan berbagai nutrisi untuk membantu melengkapi kebutuhan gizi anak selama masa pertumbuhannya. Kandungan protein dan 9 Asam Amino Esensial (9AAE) membantu membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, sedangkan kalsium dan Vitamin D3 membantu menjaga kesehatan serta kekuatan tulang dan gigi.
Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga mengandung Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), minyak ikan, asam sialat, dan sphingomyelin. Selain itu, zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin dan membantu membawa oksigen ke seluruh tubuh, sementara seng membantu menjaga fungsi sistem kekebalan tubuh dan mendukung pertumbuhan anak.
Kandungan Vitamin A membantu menjaga kesehatan mata, Vitamin C dan E berperan sebagai antioksidan, sedangkan vitamin B kompleks membantu proses metabolisme energi. Dengan kombinasi nutrisi tersebut, Frisian Flag PRIMAGRO 3+ dapat menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi anak usia 3 tahun ke atas.
Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak Agar Tetap Sehat
3. Membantu Menjaga Berat Badan Sehat
Aktivitas fisik membuat tubuh menggunakan energi. Jika dilakukan secara rutin dan disertai pola makan yang sesuai kebutuhan, aktivitas fisik menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga berat badan sehat.
Namun, aktivitas fisik pada anak sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai cara untuk menurunkan berat badan. Tujuan utamanya adalah membiasakan anak aktif bergerak serta mendukung kesehatan dan kebugarannya, Bu.
4. Meningkatkan Kebugaran Tubuh
Seorang anak yang aktif bergerak dapat memperoleh manfaat berupa peningkatan kebugaran jasmani, terutama pada jantung, paru-paru, serta kekuatan otot. Hal ini membantu tubuh lebih siap menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.
Aktivitasnya tidak harus rumit. Bermain kejar-kejaran, bersepeda, berenang, bermain bola, atau kegiatan aktif lain yang disukai anak dapat menjadi pilihan.
5. Mendukung Kesehatan Mental
Manfaat aktivitas fisik tidak hanya dirasakan oleh tubuh. Pada anak, aktivitas fisik juga memberikan manfaat bagi kesehatan mental, termasuk membantu mengurangi risiko depresi.
Aktivitas yang menyenangkan juga dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk bermain dan berinteraksi dengan orang lain, Bu.
Ibu dapat membantu anak memilih aktivitas yang sesuai dengan usia dan minatnya agar ia lebih nyaman melakukannya secara rutin.
6. Membantu Meningkatkan Kualitas Tidur
Aktivitas fisik secara rutin juga berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih baik. WHO memasukkan peningkatan kualitas tidur sebagai salah satu manfaat aktivitas fisik secara teratur.
Akan tetapi, aktivitas fisik bukan satu-satunya faktor yang menentukan kualitas tidur. Jadwal tidur yang teratur dan durasi tidur yang sesuai usia tetap perlu diperhatikan.
7. Mendukung Kesehatan Otak
Pada anak usia 6–17 tahun, aktivitas fisik memberikan manfaat bagi kesehatan otak, termasuk membantu kemampuan berpikir atau kognitif, seperti perhatian dan memori.
Meski demikian, manfaat ini tidak berarti aktivitas fisik otomatis membuat anak menjadi lebih pintar. Aktivitas fisik merupakan salah satu kebiasaan sehat yang dapat mendukung fungsi tubuh dan otak selama masa pertumbuhan.
Bu, sebagai catatan, untuk mendukung kesehatan dan tumbuh kembangnya, anak perlu aktif bergerak setiap hari.
Anak usia 3 sampai 4 tahun dianjurkan melakukan berbagai aktivitas fisik setidaknya 180 menit sehari, termasuk minimal 60 menit aktivitas intensitas sedang hingga berat.
Sementara itu, anak usia 5 tahun ke atas dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat rata-rata minimal 60 menit sehari dalam seminggu. Aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan secara bervariasi dan tersebar sepanjang hari, Bu.
Baca Juga: Pentingnya Nutrisi Berikut Bagi Anak di Musim Hujan
FAQ Seputar Manfaat Aktivitas Fisik
Setelah memahami manfaat hingga durasi aktivitas fisik yang tepat untuk seluruh anggota keluarga, simak informasi seputar aktivitas fisik dalam bagian tanya-jawab berikut:
1. Apa Perbedaan Aktivitas Fisik dan Olahraga?
Aktivitas fisik mencakup semua gerakan tubuh yang menggunakan energi, seperti berjalan kaki, bermain, melakukan pekerjaan rumah, dan bersepeda.
Olahraga merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang biasanya lebih terstruktur dan dilakukan dengan tujuan tertentu, misalnya meningkatkan kebugaran atau kemampuan fisik.
Jadi, semua olahraga termasuk aktivitas fisik, tetapi tidak semua aktivitas fisik merupakan olahraga.
2. Apakah Berjalan Kaki Termasuk Aktivitas Fisik?
Ya. Berjalan kaki termasuk aktivitas fisik karena melibatkan gerakan tubuh dan penggunaan energi. Intensitasnya dapat berbeda tergantung kecepatan berjalan, kondisi medan, dan kemampuan masing-masing orang.
Berjalan kaki dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menambah aktivitas fisik sehari-hari, baik bagi anak maupun anggota keluarga lainnya.
3. Apa yang Terjadi Jika Tubuh Kurang Aktivitas Fisik?
Kurang aktivitas fisik dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. WHO menyebut kurang aktif secara fisik sebagai salah satu faktor risiko penting penyakit tidak menular.
Pada anak dan remaja, kebiasaan aktif bergerak penting untuk mendukung kesehatan jantung dan paru-paru, tulang, otot, berat badan sehat, serta kesehatan otak. Karena itu, aktivitas fisik sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari sejak usia anak.
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Child activity: An overview. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/guidelines/children.html
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). Health benefits of physical activity for children. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/health-benefits/children.html
- Centers for Disease Control and Prevention. (2025). What counts as physical activity for children. https://www.cdc.gov/physical-activity-basics/adding-children-adolescents/what-counts.html
- National Health Service. (2023, March 24). Physical activity guidelines for children (under 5 years). NHS. https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-children-under-five-years/
- National Health Service. (2023, March 24). Physical activity guidelines for children and young people. NHS. https://www.nhs.uk/live-well/exercise/physical-activity-guidelines-children-and-young-people/
- World Health Organization. (2024). Physical activity. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity