7 Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Anak

Banner
| 24 Sep 2026

7 Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Anak

7 Makanan yang Mengandung Vitamin D untuk Anak

Makanan yang mengandung vitamin D dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan. Anak usia 4-6 tahun membutuhkan sekitar 15 mcg atau 600 IU (Unit Internasional) vitamin D setiap hari.

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium yang dibutuhkan untuk kesehatan tulang. Karena hanya sedikit makanan yang secara alami mengandung vitamin D, Ibu perlu memperhatikan pilihan makanan anak sehari-hari.

7 Makanan yang Mengandung Vitamin D

Sumber vitamin D alami dari makanan memang cukup terbatas. Beberapa sumber utamanya berasal dari ikan berlemak dan minyak ikan. Vitamin D juga terdapat dalam jumlah lebih sedikit pada beberapa makanan lain, seperti kuning telur dan hati sapi.

Berikut beberapa sumber vitamin D yang dapat Ibu kenalkan sebagai bagian dari menu anak:

Ikan kembung memiliki kandungan vitamin D yang lebih unggul, yakni 1010 IU, jauh lebih tinggi dibandingkan ikan salmon yang memiliki 441 IU.

1. Ikan Berlemak

Ikan berlemak termasuk salah satu sumber alami vitamin D yang baik. Salah satu contohnya adalah ikan kembung. Di dalam 100 gram ikan kembung mengandung 570 IU vitamin D.

Kandungan vitamin D setiap ikan dapat berbeda tergantung jenis dan porsinya. Selain vitamin D, ikan juga dapat menjadi bagian dari sumber protein dalam menu bergizi anak.

2. Sarden

Sarden juga mengandung vitamin D, meskipun jumlahnya tidak sebanyak beberapa jenis ikan berlemak lainnya. National Institutes of Health (NIH) mencatat dua ekor sarden Atlantik kalengan yang ditiriskan, misalnya, mengandung sekitar 1,2 mcg atau 46 IU vitamin D.

Jika memberikannya kepada anak , Ibu dapat menyesuaikan porsi dan cara pengolahannya dengan usia serta kebutuhan makan anak.

3. Kuning Telur

Selain mudah diolah menjadi berbagai menu, kuning telur mengandung vitamin D dalam jumlah tertentu. Vitamin D terdapat pada bagian kuning telur, bukan putihnya.

Sebagai gambaran, NIH mencatat satu butir telur besar yang dimasak orak-arik mengandung sekitar 1,1 mcg atau 44 IU vitamin D.

4. Jamur

Jamur dapat mengandung vitamin D2 dalam jumlah yang berbeda-beda. Beberapa jamur yang terkena sinar ultraviolet (UV) dapat memiliki kandungan vitamin D yang lebih tinggi.

Oleh karena kandungannya dapat berbeda, Ibu dapat memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan jika memilih produk jamur sebagai salah satu sumber vitamin D.

5. Hati Sapi

Hati sapi mengandung sejumlah vitamin D. NIH mencatat sekitar 85 gram hati sapi yang dimasak mengandung sekitar 1 mcg atau 42 IU vitamin D.

Hati sapi juga mengandung berbagai zat gizi lainnya. Namun, tetap berikan sebagai bagian dari menu yang beragam dan sesuaikan porsinya dengan kebutuhan anak .

6. Minyak Hati Ikan Kod

Minyak hati ikan kod merupakan salah satu sumber vitamin D yang tinggi. Satu sendok makan minyak hati ikan kod dapat mengandung sekitar 34 mcg atau 1.360 IU vitamin D.

Namun, minyak hati ikan kod umumnya tersedia sebagai suplemen dan juga mengandung vitamin A.

Jumlah vitamin D yang dibutuhkan anak berbeda dengan orang dewasa, jangan memberikannya sebagai suplemen tanpa memperhatikan dosis dan anjuran tenaga kesehatan.

7. Susu yang Mengandung Vitamin D

Susu juga dapat membantu melengkapi asupan vitamin D apabila produk tersebut memang mengandung atau telah ditambahkan vitamin D.

Kandungan susu dapat berbeda pada setiap produk, sehingga Ibu perlu memeriksa informasi nilai gizi pada kemasan.

Untuk anak usia 1-3 tahun, Ibu dapat melengkapi kebutuhan nutrisinya dengan Frisian Flag PRIMAGRO 1+ yang mengandung vitamin D3 yang membantu penyerapan kalsium, serta kalsium yang membantu membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.

Dalam setiap sajian, Frisian Flag PRIMAGRO 1+ mengandung vitamin D sebesar 15% AKG dan kalsium sebesar 30% AKG yang membantu memenuhi kebutuhan harian anak.

Selain itu, susu ini mengandung sumber protein, DHA, Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), serta 14 multivitamin dan 11 mineral untuk melengkapi asupan nutrisi anak.

Baca Juga: 10 Buah yang Mengandung Kalsium untuk Jaga Kesehatan Tubuh

Apa yang Terjadi Jika Anak Kekurangan Vitamin D?

Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang diperlukan untuk kesehatan tulang. Jika tubuh kekurangan vitamin D, penyerapan kedua mineral tersebut dapat terganggu.

Kekurangan vitamin D yang berat pada anak dapat menyebabkan rakitis, yaitu gangguan yang membuat tulang menjadi lunak dan lemah. Kondisi ini dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang, termasuk kaki yang tampak bengkok.

Kekurangan vitamin D dapat terjadi ketika asupannya tidak mencukupi, paparan sinar matahari terbatas, atau terdapat kondisi tertentu yang mengganggu penyerapan vitamin D. 

Oleh karena gejalanya dapat tidak spesifik, pemeriksaan tenaga kesehatan diperlukan untuk memastikan apakah anak mengalami kekurangan vitamin D.

Cara Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin D Anak

Vitamin D dapat diperoleh melalui makanan, paparan sinar matahari, serta suplemen bila memang diperlukan. Jadi, memenuhi kebutuhan vitamin D anak tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan.

Berikut beberapa cara yang dapat Ibu lakukan:

  • Berikan makanan sumber vitamin D. Variasikan menu anak dengan ikan berlemak, telur, jamur, serta makanan yang mengandung atau telah ditambahkan vitamin D.
  • Ajak anak melakukan aktivitas di luar ruangan. Tubuh dapat membentuk vitamin D ketika kulit mendapatkan paparan sinar matahari.
  • Periksa kandungan vitamin D pada produk makanan. Jika memilih produk yang difortifikasi, lihat informasi nilai gizi pada kemasan untuk mengetahui kandungan vitamin D-nya.
  • Konsultasikan kebutuhan suplemen. Jangan memberikan vitamin D dalam dosis tinggi tanpa memperhatikan kebutuhan anak. Konsultasikan dengan dokter jika Ibu khawatir asupan vitamin D anak belum mencukupi.

Selain vitamin D, anak tetap membutuhkan beragam zat gizi dari pola makan seimbang. Kombinasikan sumber karbohidrat, protein, sayur, buah, minum susu, hingga sumber nutrisi lainnya sesuai kebutuhan anak agar asupan hariannya lebih beragam.

FAQ Seputar Makanan yang Mengandung Vitamin D

Selain membantu memenuhi kebutuhan vitamin D untuk anak , Ibu juga bisa menyimak beberapa hal terkait makanan yang mengandung vitamin D di bagian tanya-jawab berikut:

1. Kenapa Anak Butuh Vitamin D?

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu tubuh menyerap kalsium. Kalsium merupakan mineral yang diperlukan tubuh untuk membangun dan menjaga tulang tetap kuat.

Pada masa pertumbuhan anak, memenuhi kebutuhan vitamin D menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan tulang anak .

2. Apa Ciri-Ciri Anak Kurang Vitamin D?

Kekurangan vitamin D tidak selalu mudah dikenali karena gejalanya dapat tidak spesifik.

Pada anak, kekurangan vitamin D dapat berkaitan dengan nyeri tulang, pertumbuhan yang lebih lambat, kram atau kejang otot, serta perubahan bentuk tulang seperti kaki bengkok pada kondisi rakitis.

Gejala tersebut juga dapat disebabkan kondisi lain. Karena itu, jangan menentukan sendiri bahwa anak kekurangan vitamin D hanya berdasarkan gejalanya.

Jika Ibu khawatir dengan pertumbuhan atau kondisi anak, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan yang sesuai.

Baca Juga: Memperbaiki dan Mencegah Kerusakan Gigi Pada Anak

3. Apa Efek Kelebihan Vitamin D pada Anak?

Vitamin D dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan kadar kalsium dalam darah menjadi terlalu tinggi.

Kondisi ini dapat menimbulkan keluhan seperti mual, muntah, lemah otot, kehilangan nafsu makan, dehidrasi, sering buang air kecil, rasa haus berlebihan, hingga batu ginjal.

Kelebihan vitamin D hampir selalu terjadi akibat konsumsi suplemen vitamin D secara berlebihan, bukan karena paparan sinar matahari. Oleh karena itu, pemberian suplemen pada anak perlu memperhatikan dosis yang sesuai.


Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2016). Perlukah suplemen vitamin D? https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perlukah-suplemen-vitamin-d
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Bahaya kekurangan vitamin D. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/4048/bahaya-kekurangan-vitamin-d
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Kelainan pertumbuhan tulang pada anak. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2095/kelainan-pertumbuhan-tulang-pada-anak
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Mengenal rakitis. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/718/mengenal-rakitis
  5. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin D: Fact sheet for consumers. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VITAMIND-Consumer/
  6. National Institutes of Health, Office of Dietary Supplements. (n.d.). Vitamin D: Fact sheet for health professionals. https://ods.od.nih.gov/factsheets/VitaminD-HealthProfessional/
  7. Nurma. (2025, January 13). Perbandingan gizi ikan kembung dan salmon: Mana yang lebih menguntungkan? DIGITANI IPB. https://digitani.ipb.ac.id/perbandingan-gizi-ikan-kembung-dan-salmon-mana-yang-lebih-menguntungkan/
Share
URL copied!

Artikel Terkait