Susu Menetralkan Obat, Fakta atau Mitos?

| 15 Sep 2017

Susu Menetralkan Obat, Fakta atau Mitos?

Selama ini kita sering mendengar aturan jangan minum obat dengan susu, atau jangan minum susu setelah minum obat. Katanya kandungan dalam susu bisa membuat obat tidak bekerja optimal. Sebagian orang menganggap ini mitos, sebagian lagi menganggap ini fakta. Yuk, cari tahu fakta tentang susu dan pengaruhnya terhadap obat.

Dalam tanya jawab di salah satu website kesehatan nasional, salah satu dokter pengasuh menjawab bahwa obat pada dasarnya adalah racun, tetapi racun dengan dosis yang telah diperhitungkan agar tidak berbahaya untuk tubuh. Lebih lanjut dijelaskan bahwa susu pada dasarnya bermanfaat sebagai penetralisir racun sehingga ketika diminum bersamaan dengan obat, efek obat akan hilang karena dinetralisir susu. Karena itu disarankan agar ada jeda antara minum obat dengan minum susu minimal dua jam supaya efek obat dan proses penyerapannya di dalam tubuh dapat berlangsung efektif.

Susu menetralisir obat dengan cara melapisi saluran cerna dan mengurangi absorpsi atau penyerapan antibiotik dalam tubuh. Komponen antibiotik seperti tetrasiklik yang bereaksi dengan susu. Obat yang mengandung tiroid juga akan bereaksi terhadap kandungan kalsium dalam susu. Akibatnya penyerapan dan efektivitas obat pun terhambat.

Pendapat lainnya dari ahli medis membenarkan bahwa susu bisa bermanfaat untuk membantu korban keracunan, misalnya saat overdosis obat, meski bukan penetralisir racun secara khusus. Susu bekerja untuk memperkecil volume racun dalam tubuh, melapisi saluran cerna, dan kandungan laktosanya membantu mempercepat pembuangan racun di dalam tubuh.

Fakta susu yang juga perlu Anda ketahui adalah ada obat yang justru lebih baik dan efektif diminum dengan susu. Obat-obatan berjenis NSAID (Non-Steroidal Anti-Infammatory Drug) atau kita kenal sebagai aspirin dan ibuprofen bersifat mudah larut dalam lemak dan umumnya diminum setelah makan.

Sedangkan obat-obatan yang boleh dan bahkan dianjurkan diminum dengan susu adalah griseofulvin, serta vitamin A, D, E, dan K. Hal ini karena kinerja obat dan suplemen tersebut didukung oleh berbagai kandungan susu.

Nah sekarang Anda sudah tahu fakta tentang susu. Di masa penyembuhan, susu bermanfaat sebagai suplemen untuk pemulihan tubuh setelah sakit. Kandungan protein, kalsium, dan fosfor mendukung pembentukan sel atau jaringan baru sehingga mempercepat proses pemulihan.

Artikel Terkait