Kenali Tahapan Tepat Belajar Membaca Pada Anak

Banner
| 03 Sep 2026

Kenali Tahapan Tepat Belajar Membaca Pada Anak

Kenali Tahapan Tepat Belajar Membaca Pada Anak

Belajar membaca merupakan proses penting dalam perkembangan anak dan menjadi dasar untuk memahami informasi saat memasuki usia sekolah. 

Proses ini berlangsung bertahap, mulai dari mengenali huruf dan bunyi, mengeja, hingga membaca dan memahami isi bacaan.

Lantas, kapan anak sebenarnya bisa mulai belajar membaca dan seperti apa tahapannya? Yuk, simak penjelasannya!

Kapan Anak Bisa Mulai Belajar Membaca?

Belajar membaca sebenarnya dapat diperkenalkan sejak anak masih berusia dini. Namun, bentuk aktivitasnya perlu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangan si Kecil.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada usia 2-4 tahun anak masih banyak mengembangkan kemampuan bicara dan bahasa. Kemampuan bahasa ini berkaitan erat dengan perkembangan kemampuan membaca di kemudian hari. ‘

Di usia ini, Anda sudah dapat membacakan buku kepada si Kecil sesering mungkin untuk membantu menumbuhkan minat terhadap bacaan sekaligus memperluas kosakatanya.

Memasuki usia 4-5 tahun, anak mulai dapat diperkenalkan pada keterampilan pramembaca atau pre-reading skills, seperti mengenali huruf, mendengarkan sajak berima, serta mencocokkan kata berdasarkan bunyi awal atau akhirnya.

Jadi, belajar membaca tidak harus langsung dimulai dengan meminta anak membaca kata atau kalimat. Mengenalkan buku, membacakan cerita, serta bermain dengan huruf dan bunyi juga menjadi bagian dari proses membangun kemampuan literasi anak. 

Aktivitas tersebut juga dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendukung kecerdasan intelektual anak seiring dengan proses tumbuh kembangnya. 

Tahapan Belajar Membaca Anak Sesuai Usia

Kemampuan membaca anak akan berkembang secara bertahap seiring bertambahnya usia. Berdasarkan tahapan perkembangan literasi dari IDAI, berikut gambaran kemampuan yang umumnya berkembang pada setiap usia.

1. Usia 2-4 Tahun

Pada usia 2-4 tahun, fokus utama si Kecil masih berada pada perkembangan kemampuan bicara dan bahasa. Anda dapat mendukungnya dengan rutin membacakan buku cerita, mengenalkan berbagai kosakata baru, serta mengajak anak membicarakan gambar yang ada di dalam buku.

Tak harus selalu meminta si Kecil membaca. Mendengarkan cerita dan berinteraksi dengan Anda selama membaca bersama juga menjadi bagian dari proses belajar literasi.

Selain itu, anak mulai dapat berlatih keterampilan dasar yang nantinya diperlukan untuk menulis, seperti menarik garis, menggambar lingkaran, menghubungkan titik, dan mewarnai.

2. Usia 4-5 Tahun

Memasuki usia taman kanak-kanak, si Kecil mulai dapat dikenalkan dengan keterampilan pramembaca. Misalnya, mengenali huruf dan angka, mendengarkan kata-kata berima, hingga mengenali kata dengan bunyi awal atau akhir yang sama.

Jika anak sudah mulai memahami cara mengeja suku kata sederhana, kemampuan membaca kata-kata sederhana biasanya akan berkembang berikutnya. Anda juga dapat mengenalkan bagian-bagian buku kepada anak, seperti sampul, judul, dan nama pengarang. 

3. Usia 6-7 Tahun

Pada usia 6-7 tahun atau sekitar tahun pertama sekolah dasar, kemampuan belajar membaca anak mulai berkembang lebih jauh. Anak biasanya mulai mengenali lebih banyak kata tanpa perlu selalu mengejanya satu per satu.

Si Kecil juga mulai memahami arti sebagian besar kata dan kalimat yang dibacanya. Menurut IDAI, sekitar pertengahan tahun pertama sekolah, anak dapat mulai membaca sendiri buku-buku sederhana.

Pada tahap ini, Anda dapat menyediakan pilihan bacaan yang lebih bervariasi sesuai usia dan minat anak, mulai dari buku cerita, buku pengetahuan sederhana, hingga majalah anak.

4. Usia 7-8 Tahun

Kemampuan membaca anak semakin berkembang pada usia 7-8 tahun. Semakin banyak membaca, semakin luas pula kosakata dan pengetahuan yang dapat diperolehnya.

Pada tahap ini, anak mulai dapat membaca dengan suara keras disertai ekspresi. Ia juga biasanya sudah mempunyai jenis buku atau cerita yang lebih disukai.

Ketika membaca cerita, anak dapat mulai mengenali tokoh, latar, dan berbagai peristiwa di dalam cerita. Menjelang akhir tahap usia ini, anak umumnya sudah dapat membaca sendiri dengan lebih lancar.

5. Usia 8 Tahun ke Atas

Setelah berusia 8 tahun, membaca bukan lagi hanya keterampilan yang sedang dipelajari, tetapi mulai menjadi sarana untuk mempelajari berbagai hal.

Anak dapat menggunakan kemampuan membacanya untuk memahami materi di sekolah maupun mencari pengetahuan di luar sekolah. Seiring bertambahnya usia, pilihan bacaannya pun semakin beragam, baik berupa cerita fiksi maupun bacaan nonfiksi.

Perlu diingat, tahapan di atas merupakan gambaran perkembangan secara umum. IDAI menekankan bahwa setiap anak mempunyai waktu dan kecepatan belajar masing-masing. Karena itu, hindari memaksakan anak menguasai keterampilan yang belum sesuai dengan tahap perkembangannya. 

Selain memberikan stimulasi yang tepat, Anda juga perlu memperhatikan asupan makanan bergizi untuk anak guna membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama masa tumbuh kembangnya. 

Baca Juga: 5 Makanan Bernutrisi Tinggi untuk Meningkatkan Kecerdasan Anak 

FAQ Seputar Belajar Membaca Anak

Masih punya pertanyaan seputar proses belajar membaca si Kecil? Berikut beberapa hal yang penting untuk diketahui.

Apakah Anak TK Sudah Harus Bisa Membaca?

Anak TK tidak harus langsung mampu membaca dengan lancar. Menurut tahapan perkembangan literasi IDAI, usia 4-5 tahun merupakan waktu yang baik untuk memperkenalkan keterampilan pramembaca atau pre-reading skills.

Artinya, belajar membaca anak TK dapat lebih difokuskan pada kegiatan seperti mengenal huruf, menghubungkan huruf dengan bunyinya, mendengarkan sajak, hingga mulai mengeja suku kata sederhana.

Apabila si Kecil sudah menunjukkan ketertarikan dan mampu membaca beberapa kata sederhana, Anda dapat terus mendukung perkembangannya. Namun, sebaiknya proses belajar tetap mengikuti kesiapan anak dan dilakukan tanpa memberikan tekanan berlebihan.

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Membaca dengan Menyenangkan?

Agar si Kecil semakin tertarik membaca, cobalah menjadikan aktivitas tersebut sebagai bagian dari waktu bermain dan kebersamaan bersama Anda. 

Selain membantu mengembangkan kemampuan literasi, kegiatan membaca juga dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendukung kecerdasan anak dan mengenalkannya pada berbagai informasi baru.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan orang tua untuk rutin membacakan buku kepada anak dan membuat kegiatan membaca tetap menyenangkan. Anak juga dapat diberikan kesempatan memilih buku yang disukainya

Beberapa aktivitas sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membacakan buku cerita bersama setiap hari meski hanya beberapa menit.
  • Membiarkan si Kecil memilih buku atau cerita yang ingin dibaca.
  • Menggunakan intonasi dan ekspresi berbeda ketika membacakan cerita.
  • Mengajak anak menunjuk dan menyebutkan gambar, huruf, atau kata yang dikenalnya.
  • Bertanya tentang gambar atau menebak apa yang akan terjadi selanjutnya dalam cerita.
  • Memilih buku sesuai minat anak agar aktivitas membaca terasa lebih menarik.
  • Mengulang buku favorit si Kecil jika ia masih ingin mendengarkan cerita yang sama.

Hal terpenting, hindari menjadikan membaca sebagai aktivitas yang terasa seperti beban. IDAI juga menekankan bahwa kegiatan belajar sebaiknya tetap menyenangkan dan disesuaikan dengan tahapan perkembangan masing-masing anak.

Baca Juga: 15 Mainan Anak Edukatif Sesuai dengan Usia dan Tips Memilihnya

Aktivitas belajar membaca tentu perlu dilakukan secara menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan si Kecil. Selain memberikan stimulasi melalui buku dan berbagai aktivitas belajar, Anda juga perlu memperhatikan asupan bergizi untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya.

Anda bisa menambahkan susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega ke dalam menu bekal 4 sehat 5 sempurna untuk si Kecil. Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega diproduksi dengan susu segar dengan kandungan omega 3&6, untuk Anak Cermat. 

Selain itu, susu ini juga memiliki kandungan zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak), 7 vitamin (Vitamin A, B1, B2, B3, B6, B12, dan D3) serta mineral (Kalsium dan Fosfor) untuk mendukung pertumbuhan si Kecil dengan varian rasa yang enak.

Menurut Healthy Children, aturan minum susu kotak untuk anak yang berusia 2-5 tahun adalah sebanyak 500 ml dalam sehari. Nah, susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega ini tersedia dalam kemasan kotak praktis 115 ml dan 180 ml yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan si Kecil. Yuk, bantu proses belajar si Kecil dengan memberikan nutrisi yang dibutuhkan!

Referensi: 

Share
URL copied!

Artikel Terkait