Buat Kue Kering Lebaran Sendiri? Kenapa Tidak?

| 14 Mei 2019

Buat Kue Kering Lebaran Sendiri? Kenapa Tidak?

Setelah satu bulan penuh berpuasa, umat Muslim akan merayakan hari kemenangannya, yaitu Hari Raya Idul Fitri atau yang biasanya disebut dengan Lebaran. Ada banyak hal yang biasanya orang-orang persiapkan untuk menyambut hari Lebaran, misalnya saja memesan tiket transportasi untuk pulang ke kampung halaman, membeli pakaian baru, membersihkan rumah untuk menyambut para tamu, serta menyiapkan makanan dan kue kering Lebaran.

Opor ayam, ketupat, dan rendang adalah makanan-makanan utama yang wajib hadir saat menyemarakkan hari Lebaran. Untuk melepaskan dahaga, kebanyakan orang menghidangkan es teh manis, aneka sirup, dan minuman soda. Selain itu, ada pula kudapan-kudapan manis yang sering kali disajikan di meja tamu, seperti kurma, kacang-kacangan, dan yang tidak boleh dilupakan adalah kue kering Lebaran.

Apabila Ibu merupakan kriteria orang yang cukup sibuk, Ibu bisa membeli kue kering Lebaran di toko-toko kepercayaan Ibu. Namun, tidak ada salahnya juga meluangkan sedikit waktu untuk membuat kue kering Lebaran sendiri. Selain lebih hemat, Ibu juga mendapatkan porsi yang lebih banyak serta lebih terjamin perihal cita rasa dan kebersihannya.

Kue Kering Lebaran Anti Mainstream

Ubahlah Lebaran kali ini menjadi sedikit berbeda dari Lebaran-lebaran sebelumnya dengan menyuguhkan kue kering Lebaran yang tidak biasa. Kue kering Lebaran seperti Kue Nastar, Kue Sagu, dan Kue Putri Salju sudah sering tampil di meja tamu kebanyakan orang sehingga tampaknya tidak ada yang berbeda daripada yang lainnya. Ini waktunya Ibu membuat gebrakan. Buatlah kue kering Lebaran tersebut dengan inovasi baru supaya kue kering buatan Ibu tampak lebih menarik dan cantik.

  • Kue Kering Lebaran Almond Cookies

    Kacang almond adalah satu jenis kacang yang cocok untuk dijadikan kudapan maupun minuman. Tidak hanya rasanya yang enak, kacang almond mempunyai beberapa khasiat untuk kesehatan, lho. Kue kering lebaran satu ini akan terlihat mewah berkat balutan kacang almond. Bahan-bahan yang digunakan serta cara pembuatan Kue Kering Lebaran Almond Cookies juga mudah diikuti.

  • Kue Kering Lebaran Marshmallow Choco Chips Cookies

    Jika mendengar kata marshmallow, apa yang terlintas di benak Ibu? Manis? Warna-warni? Anak kecil? Makanan kenyal yang satu ini memang digandrungi oleh banyak anak kecil. Tidak hanya dapat dijadikan makanan ringan, marshmallow rupanya dapat menjadi bahan dasar di kue kering Lebaran juga. Ditambah lagi dengan kombinasi choco chips, Kue Kering Lebaran Marshmallow Choco Chips Cookies mampu menggugah selera siapapun yang menyantapnya, baik anak-anak maupun orang dewasa.

  • Kue Kering Lebaran Cornflakes Cookies

    Mungkin biasanya Ibu menggunakan cornflakes sebagai sereal yang menemani sarapan di pagi hari si kecil. Kini, cornflakes banyak dipakai untuk membuat kue. Trend ini bisa Ibu ikuti dengan membuat Kue Kering Lebaran Cornflakes CookiesCornflakes membuat kue kering lebaran Ibu terasa manis dan crunchy di saat yang bersamaan. Hal ini tentunya akan menjadi pembeda hari Lebaran kali ini dengan yang sebelumnya. Apabila Ibu masih merasa kesulitan untuk mengikuti resepnya, Ibu bisa menonton video pembuatan Kue Kering Lebaran Cornflakes Cookies di sini.

  • Kue Kering Lebaran Kurma Oats Cookies

    Kurma merupakan buah khas Lebaran yang berasal dari Timur Tengah. Buah ini berukuran kecil, berwarna merah maroon, dan memiliki rasa yang cukup manis. Oleh karena itu, buah ini cocok untuk menjadi variasi di kue kering buatan Ibu untuk Lebaran kali ini. Supaya terasa lebih menarik, Ibu bisa menambahkan oatmeal di adonan kue, sehingga kue ini akan terasa manis dan gurih.

  • Kue Kering Lebaran Semprit Kacang

    Bosan menyantap Kue Semprit yang itu-itu aja? Tambahkan selai kacang di dalam adonan kue dan dalam sekejap Kue Semprit akan berubah menjadi kue kering renyah dengan rasa yang berbeda. Kue Semprit Kacang merupakan salah satu jenis kue kering yang bahan-bahannya mudah ditemukan dan proses pembuatannya tidak sulit dipraktikkan. Sebagai catatan, perlu diingat untuk memperhatikan kadar selai kacang yang dicampur ke dalam adonan supaya rasa kacang tidak mendominasi Kue Semprit.

Cari Tahu Beragam Istilah Sebelum Membuat Kue Kering Lebaran, Yuk!

Sebelum membuat kue kering lebaran, penting untuk Ibu baca terlebih dahulu resep kue kering lebarannya dari mulai bahan-bahan hingga cara pembuatan karena mungkin saja apabila terdapat beberapa istilah yang asing didengar. Jangan sampai di tengah-tengah asyiknya membuat kue tiba-tiba harus terhenti hanya lantaran ada istilah yang tidak dipahami atau ternyata Ibu membeli bahan yang salah. Efek buruknya adalah kue kering Lebaran yang sudah didamba-dambakan malah menjadi gagal. Hal ini tentunya sangat merepotkan dan membuang waktu.

  1. BPDA (Baking Powder Double Acting)

    Seperti yang sudah diketahui, baking powder merupakan bahan yang digunakan untuk mengembangkan kue. Namun, untuk baking powder yang satu ini cukup berbeda. Sesuai namanya, terdapat dua tahap aktif di dalam BPDA. Baking powder jenis ini biasanya dipakai untuk kue-kue yang harus mengembang dan digunakan oleh orang-orang yang baru pertama kali membuat kue karena mereka akan cukup percaya diri kuenya pasti mengembang.

  2. DCC (Dark Cooking Chocolate)

    DCC adalah cokelat masak yang mengandung kakao cukup tinggi. DCC biasanya digunakan untuk menimbulkan rasa cokelat pada kue, baik kue kering Lebaran maupun kue yang bertekstur basah. Untuk cara pengaplikasiannya, DCC bisa dipotong kecil-kecil, dilelehkan, diiris tipis, atau diserut sebagai topping kue.

  3. Emulsifier

    Merasa asing dengan istilah tersebut? Singkatnya, emulsifier merupakan bahan yang berfungsi untuk menyatukan bahan-bahan yang sulit terikat di dalam satu resep kue, misalnya lemak yang dikandung dalam margarin atau mentega dengan air. Supaya permukaan kue terasa lembut, emulsifier juga bisa digunakan untuk hal ini. Ada beberapa nama emulsifier yang cukup banyak dijual di pasaran, yaitu Ovalet, TBM, dan SP. Tiga emulsifier tersebut memiliki kualitas yang berbeda. Jadi, jangan lupa dipastikan emulsifier apa yang cocok untuk kue kering lebaran Ibu, ya!

  4. Hard Peak Soft Peak

    Hard peak memiliki artian ‘kocok hingga kaku’. Maksudnya adalah Ibu harus mengocok adonan hingga adonan tersebut tidak tumpah saat wadah yang digunakan dibalik. Kebalikannya hard peak adalah soft peak yang berarti kocok hingga mengembang. Ketika istilah ini muncul di resep kue kering Lebaran Ibu ini berarti Ibu harus mengocok adonan hingga teksturnya lembut menjadi seperti busa. Ciri-cirinya adalah ketika mixer diangkat, adonan akan terbentuk seperti puncak tumpul dan tidak lama kemudian, puncak tersebut akan terjatuh. Durasi waktu saat melakukan hard peak lebih lama daripada soft peak karena hard peak membutuhkan cukup udara supaya adonan menjadi kaku.

  5. Teknik Aduk-Balik

    Jika istilah ini terasa asing, mungkin Ibu lebih mengenal istilah ‘aduk-lipat’. Teknik ini digunakan untuk mencampurkan bahan kering dengan bahan basah dan biasanya menggunakan spatula. Caranya adalah sisipkan spatula pada pinggiran adonan, lalu arahkan ujung spatula ke bagian bawah adonan sambil menuju ke bagian tengah. Setelah itu, balik adonan dengan menggunakan spatula secara perlahan. Ulangi teknik tersebut terus-menerus sampai adonan tercampur rata.

  6. Tes Tusuk

    Tes tusuk berfungsi untuk mengetahui tingkat kematangan kue dari teksturnya. Gunakan tusuk gigi atau benda kecil dan tajam lainnya untuk melakukan tes ini. Yang Ibu harus perhatikan adalah adonan yang menempel pada tusuk gigi tersebut. Apabila masih ada adonan yang menempel, kemungkinan kue masih belum matang. Namun, apabila tidak ada adonan yang terdapat di tusuk gigi tersebut, ini berarti kue sudah cukup matang. Ketika melakukan tes tusuk ini, hindari membuka pintu oven terlalu lama karena hal ini dapat menyebabkan kue tidak dapat mengembang. Jadi, lakukan secara cepat, ya!

Tips Membuat Kue Kering Lebaran

Membuat kue kering Lebaran sendiri memang sedikit merepotkan. Namun, apabila dibantu dan ditemani oleh si buah hati, membuat kue menjadi aktivitas yang seru dan tidak lagi terasa membosankan. Bukan hanya istilah-istilah dalam membuat kue saja yang perlu diperhatikan, Ibu juga perlu tau beberapa tips berikut ini demi keberhasilan dalam membuat kue kering.

  • Tata Cara Mengaduk Mentega dan Gula

    Kebanyakan kue pasti menggunakan mentega dan gula. Ketika mengocok mentega dan gula, hindari menambahkan bahan lainnya saat proses pengocokan masih berlangsung. Kocok sampai mentega dan gula tercampur dan berwarna putih pucat supaya mendapatkan hasil kue yang renyah. Namun, hindari juga mengocok terlalu lama. Usahakan untuk menggunakan mixer saat melakukan tahap ini karena prosesnya akan lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan spatula atau dengan cara manual.

  • Hindari Mentega Cair

    Supaya kue menjadi renyah, gunakanlah mentega yang dingin bukan mentega yang dicairkan. Alih-alih mentega dapat tercampur lebih cepat, kue yang dihasilkan justru tidak akan terasa renyah.

  • Atur Oven dengan Suhu 150-170C

    Suhu oven 150-170C merupakan suhu standar untuk memanggang kue kering yang memiliki ketebalan 1-2 cm. Apabila suhu lebih dari itu, kue yang dihasilkan memiliki bagian luar yang sudah kering, namun bagian dalamnya masih basah. Usahakan untuk menggunakan oven listrik supaya suhu lebih mudah diatur ya, Ibu.

  • Mengayak Tepung

    Alangkah baiknya untuk selalu menggunakan tepung yang diayak. Selain tepungnya akan menjadi lembut, kue akan menjadi lebih renyah. Jadi, jauhkan rasa malas untuk mengayak tepung supaya menghasilkan kue dengan tekstur dan rasa yang terbaik.

  • Hindari Menaruh Kue Kering di dalam Kulkas

    Kue kering Lebaran yang dimasukkan ke dalam kulkas dapat berakibat menghilangkan rasa renyah kue kering karena kue bisa menyerap kelembaban yang terdapat di kulkas. Simpanlah kue kering di dalam toples kedap udara. Jika perlu, tambahkan silica gel untuk mencegah kelembaban. Kue kering yang disimpan secara baik dapat bertahan hingga satu tahun lamanya.

  • Oles Kue Kering dengan Kuning telur Saat Proses Sudah Setengah Matang

    Ada beberapa kue kering yang perlu diolesi kuning telur di bagian atasnya, seperti kastengel dan nastar, supaya menghasilkan warna kuning cerah dan mengkilat. Saat melakukan hal ini, Ibu perlu memperhatikan tingkat kematangannya. Apabila dioles dari awal, bagian atas akan menjadi gosong saat kue sudah matang. Namun, kalau kue terpaksa diangkat karena bagian atas sudah berwarna kuning, bagian dalam kue justru masih belum matang. Oleh karena itu, kue dioles kuning telur ketika kue sudah setengah matang supaya hasilnya pas saat kue sudah matang.

  • Menggunakan Bahan-bahan Pilihan

    Jangan asal saat memilih bahan. Keberhasilan membuat kue didukung oleh tata cara yang benar dan juga bahan-bahan yang tepat. Pilihlah keju edam untuk kue-kue kering yang menonjolkan rasa keju. Keju ini mudah lumer dan tidak terlalu asin seperti keju di pasaran. Untuk kue kering Lebaran rasa cokelat, cokelat hitam dengan kadar lebih dari 68% merupakan pilihan yang lebih baik. Biasanya, susu menjadi salah satu bahan kue yang penting karena susu bermanfaat untuk melembutkan tekstur kue kering sehingga lebih mudah untuk dicetak. Maka dari itu, gunakanlah susu terbaik, misalnya susu siap minum Frisian Flag Purefarm yang bernutrisi. Dengan sumber 8 vitamin dan sumber 3 mineral, Frisian Flag Purefarm cocok sebagai pelengkap bahan kue kering Lebaran Ibu.

Nah, untuk resep kue kering Lebaran lainnya bisa Ibu cek di sini. Temukan resep kue kering lebaran favorit Ibu yang lezat menggunakan susu siap minum Frisian Flag Purefarm.

 

Baca Lagi:

Resep Kue Jahe Nikmat Frisian Flag

Yuk Buat Resep Dessert Cokelat Ini Hanya Dalam 10 Menit

Artikel Terkait