Karir | Frisian Flag Indonesia
21 Februari 2018

Seperti Apa Rasanya Bekerja untuk Perusahaan Multinasional?

Selama ini mungkin Anda sering mendengar bahwa bekerja di perusahaan multinasional berbeda dari perusahaan lokal. Seebenarnya seperti apa sih, keseharian bekerja di sana? 


Hai, kenalkan saya RIzki. Usia saya 24 tahun dan saya bekerja sebagai staf Corporate Communication di sebuah perusahaan multinasional. Konon, bekerja di perusahaan multinasional berbeda dari perusahaan lokal. Mulai dari budaya kerjanya yang lebih terbuka, kesempatan bekerja dengan orang dari berbagai belahan dunia, dan kesempatan dikirim belajar ke luar negeri. Belum lagi katanya benefit yang diterima karyawan yang bekerja di perusahaan multinasional jauh lebih tinggi. Tak heran, bekerja di multinational company kerap jadi incaran para fresh graduate karena lebih bergengsi.  Tapi seperti apa sih sebenarnya keseharian bekerja di sana? Saya akan dengan senang hati berbagi cerita untuk Anda.


1.Budaya kerja berbeda

Perusahaan multinasional memang punya nilai dan budaya kerja yang sudah ‘matang’ karena sudah berkembang sejak awal perusahaan didirikan. Nilai tersebut menjadi dasar bagi saya dan rekan kerja yang lain untuk berperilaku di kantor. Karyawan setiap level, tanpa terkecuali, wajib mematuhi nilai dan budaya kerja tersebut. Tentu saja ada mekanisme punishment dan rewards yang juga jelas jika saya mematuhi atau melanggar aturan tersebut. 

Di perusahaan tempat saya bekerja saat ini, budaya kerja yang dimaksud tidak hanya mengurusi absensi dan tata tertib perilaku sehari-hari di kantor, tapi juga: bagaimana perusahaan berinteraksi dengan pelanggan, bagaimana bersaing secara sehat dengan kompetitor. Ini juga termasuk learning culture: budaya kerja untuk selalu berprestasi dan berusaha memberikan hasil kerja yang terbaik. Semua didasarkan pada prinsip profesionalitas, tidak ada hierarki berdasarkan usia, pengalaman kerja, maupun gelar akademis. Karena semua dipandang setara, saya sempat kaget karena tidak ada kewajiban memanggil orang yang lebih tua dengan panggilan formal “Bapak” atau “Ibu” di sini. Menurut saya sih, ini bukti bahwa keberhasilan dinilai sepenuhnya berdasarkan kemampuan dan kinerja yang saya lakukan.


2. Banyak peluang traveling

Bukan sembarang traveling, tapi kesempatan untuk bekerja dan belajar di negara-negara lain. Perusahaan multinasional beroperasi di banyak negara, oleh karena itu kesempatan dan peluang untuk berinteraksi dan berkolaborasi dengan partner dari negara berbeda sangat tinggi, termasuk peluang ditempatkan di negara lain. Karena itu, saya dituntut untuk bisa melihat karir secara global. Saya tak hanya harus mampu bersaing dengan rekan kerja satu negara tapi juga rekan kerja dari negara-negara lainnya, termasuk jika nantinya saya ditugaskan ke negara lain.


3. Benefit melimpah

Benefit tak hanya berwujud material, namun juga non-material seperti reputasi perusahaan yang baik, fasilitas yang nyaman, iklim kerja yang mendukung, dan jenjang karir yang terstruktur dan lebih luas. Benefit seperti ini memang menjadi daya tarik bagi calon karyawan maupun untuk mempertahankan karyawan yang sudah ada di dalam perusahaan. 


4. Kelas akselerasi’

Saya mungkin baru satu tahun bekerja di perusahaan multinasional. Tapi saya seolah seperti masuk kelas akselerasi karena pengalaman, tanggung jawab, dan ilmu yang saya miliki seolah ‘dipaksa’ berkembang dengan cepat. Banyak kolega saya di sini sudah mendapatkan kesempatan berkompetisi di level internasional. Ini karena di usia yang relatif muda, karyawan berkesempatan untuk training di kantor pusat di luar negeri, atau di dalam negeri dengan posisi dan fasilitas sesuai impian. Tentu saja, asal Anda mau memberikan nilai tambah di pekerjaan. 


Bekerja di perusahaan multinasional memang banyak tantangan. Namun, ini justru membuat perjalanan karir saya semakin kaya. Jika nanti Anda berkesempatan bekerja di perusahaan multinasional, mungkin Anda akan menemukan bos yang sangat menuntut di kantor, tapi Anda bisa jadi kaget saat bos Anda bisa jadi sosok ‘Ayah’ saat acara-acara di luar kantor. Nah, satu lagi. Sejak saya bekerja di sini, saya juga menjadi orang yang lebih bisa merayakan perbedaan karena rekan kerja saya berasal dari beragam latar belakang budaya, bahkan lintas negara. Bayangkan saja serunya saat acara potluck di kantor dan semua orang membawa hidangan khas negara atau daerah masing-masing. Setelah cerita singkat saya, apakah Anda semakin tertarik bekerja di perusahaan multinasional?

Artikel Lainnya

05 Januari 2018

Millennial Manager: 7 Leadership Skills yang Diperlukan Millennial di Tempat Kerja

Millennial atau generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, diprediksi akan mendominasi lapangan pekerjaan dalam 5 tahun ke depan. Bahkan berdasarkan paparan Alvara Research Center tahun 2020 merupakan puncak keemasan bagi generasi millennial Indonesia, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat urban atau “urban middle-class millennials.” Alvara Research Center dan Deloitte Millennial Survey 2016 sama-sama merangkum bahwa generasi Millennial adalah pribadi yang kreatif, percaya diri, dan senang bersosialisasi. 

Lebih Lanjut
14 Januari 2019

3 Alasan Mengapa Anda Perlu Investasi Pada Diri Sendiri

Saat Anda berkomitmen untuk investasi terhadap diri sendiri, itu artinya Anda telah masuk ke dalam proses menyiapkan bekal terbaik untuk masa depan. Demi pengembangan diri, Anda bisa berinvestasi dalam bentuk mengikuti training bersertifikasi, gamified e-learning, les bahasa, seminar, workshop, hingga networkingdengan orang-orang yang memiliki minat sama. Berikut beberapa alasan mengapa Anda perlu investasi pada diri sendiri.

Lebih Lanjut
18 Agustus 2018

Mengapa Perlu Menunjukkan Value Anda di Kantor

Persaingan ketat dalam dunia pekerjaan tentu adalah hal yang normal terjadi di setiap kantor. Sekalipun para milenial dikenal sebagai generasi yang mudah berpindah dari satu perusahaan ke perusahaan berikutnya, Anda tetap perlu menunjukkan kepada atasan kalau Anda adalah aset yang berharga. Lalu bagaimana cara melakukannya? 

Lebih Lanjut