Karir | Frisian Flag Indonesia
05 Januari 2018

Millennial Manager: 7 Leadership Skills yang Diperlukan Millennial di Tempat Kerja

Millennial atau generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, diprediksi akan mendominasi lapangan pekerjaan dalam 5 tahun ke depan. Bahkan berdasarkan paparan Alvara Research Center tahun 2020 merupakan puncak keemasan bagi generasi millennial Indonesia, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat urban atau “urban middle-class millennials.” Alvara Research Center dan Deloitte Millennial Survey 2016 sama-sama merangkum bahwa generasi Millennial adalah pribadi yang kreatif, percaya diri, dan senang bersosialisasi. 


Dalam dunia pekerjaan, mereka adalah sosok yang mengedepankan “nilai” atau makna dari sebuah pekerjaan ketimbang profitnya. Mereka pun senang tumbuh dalam lingkungan pekerjaan yang “melek” teknologi serta memacu mereka untuk terus mengembangkan diri. Sebagai Millennial, bekali diri Anda dengan 7 karakter kepemimpinan berikut untuk terus tumbuh dan berkembang di tempat kerja.     


1.   Problem-solving dengan efektif

Tantangan akan selalu ada, persoalan pun berganti. Bersikap tenang saja tidak cukup, seorang pemimpin diharapkan mampu memaparkan solusi dalam bentuk perencanaan dan strategi yang matang. Bukan yang paling praktis, namun yang paling efektif.


2.   Saling membangun, saling dukung

Bukan hanya gemar memerintah, namun mau mendampingi rekan kerjanya dalam mengembangkan diri. Sosok mentor tentu lebih menyenangkan ketimbang bos, bukan?   


3.   Memandang dari berbagai segi perspektif

Pada dasarnya setiap orang ingin pemikirannya didengar dan sudut pandangnya dipahami. Pemimpin yang baik bukanlah mereka yang pintar mengarahkan orang, namun justru yang mampu mendorong para anggota dalam tim untuk menjadi pemimpin juga.  


4.   Mampu membina hubungan antar tim

Tidak ada jarak bukan berarti tidak ada rasa hormat. Dewasa ini sudah jauh lebih umum jika pemimpin memiliki relasi yang nyata dengan para anggota timnya untuk dapat saling membantu dan menginspirasi melalui diskusi face-to-face.

 

5.   Mampu memberikan feedback yang efektif 

Salah satu bentuk kepedulian pemimpin yang nyata terhadap pekerjaan timnya adalah memberikan penilaian yang membangun. Tak sekadar mengkritik namun juga memberikan alternatif solusi dan kepercayaan agar anak buahnya dapat memperbaiki kesalahan. Pemimpin yang baik juga tak segan memberikan apresiasi ketika anak buahnya melakukan hal yang benar, bahkan saat mereka menunjukkan inisiatif lebih.  


6.   Berkomunikasi dengan memahami

Bertukar informasi menjadi salah satu hal yang vital agar berhasil mencapai tujuan sebuah bisnis. Ingat bahwa inti komunikasi yang baik adalah “mendengarkan untuk memahami”, bukan sekadar memberikan jawaban atau balasan. Dengan pola komunikasi seperti ini, sebagai pemimpin Anda dapat memperkuat dan mengembangkan relasi, meningkatkan produktivitas kerja, dan menyelesaikan konflik. 


7.   Punya visi

Agar semua yang direncanakan, dipelajari, dan dikerjakan menuju ke satu titik yang pasti. Dalam mengembangkan sebuah bisnis, seorang pemimpin wajib memiliki visi yang jelas dan percaya pada visi tersebut sehingga berkomitmen untuk mewujudkannya.    


Nah, dari 7 karakter di atas, mana yang sudah Anda miliki? Mana yang ingin Anda kembangkan? Awali perjalanan menjadi leader dengan mengetahui diri sendiri, baik kelemahan maupun kelebihan, dukung dengan keinginan untuk terus belajar dan berkembang. 

Artikel Lainnya

25 Januari 2021

Menjadi Pion di Kantor

Catur adalah permainan yang bisa kita temukan dimana-mana, mulai dari pangkalan ojek hingga meja olimpiade. Permainan yang membutuhkan konsentrasi dan strategi ini bahkan menjadi inspirasi dari novel yang kemudian diangkat menjadi serial tv oleh Netflix berjudul Queens Gambits.

Lebih Lanjut
05 Januari 2018

Sukses Menaklukkan Wawancara Kerja

Persiapan wawancara kerja perlu Anda lakukan agar dapat tampil maksimal. Berikut 5 pertanyaan “tricky” yang paling sering diajukan pewawancara kerja.

Lebih Lanjut
18 Agustus 2018

Jangan Malu untuk Speak Up di Kantor

Memiliki opini tentang suatu isu dalam pekerjaan, namun ragu apakah harus menyuarakan pendapat? Ini cara mengalahkan rasa takut Anda.

Lebih Lanjut