Facebook Pixel
Karir | Frisian Flag Indonesia
21 Februari 2018

5 Mitos dan Fakta Soal Cara Kerja Millennials

World Economic Forum memprediksikan Indonesia akan berada di peringkat 10 besar ekonomi dunia di tahun 2020. Di tahun itu, generasi Millennial akan mendominasi lapangan kerja. Bagaimana pandang mereka terhadap pekerjaan? Bagaimana cara kerja mereka?


Dalam riset yang dipublikasikan oleh Alvara Research Center, World Economic Forum memprediksikan Indonesia bakal menempati peringkat 10 besar ekonomi dunia di tahun 2020. Di tahun itu, generasi Millennial Indonesia akan berada pada rentang usia produktif 20-40 tahun pada tahun dan jadi tulang punggung perekonomian negeri. Penasaran dengan cara kerja Millennial? Simak fakta dan mitosnya berikut:


1.Mitos: Bukan pekerja yang loyal

Fakta: 

Sebagai pekerja, Millennial memang punya reputasi sebagai ‘kutu loncat’, doyan berganti perusahaan. Namun hal ini bukan berarti mereka tidak setia. Mereka lebih tertarik dengan perusahaan yang tidak hanya memikirkan profit namun juga punya value dan bisa memberikan makna lebih dari yang job description mereka. 


2.Mitos: “Melek” teknologi

Fakta: 

Memang tak salah bila Millennial akrab dengan teknologi. Berbeda dengan generasi sebelumnya yang tergolong “Digital Migrants” alias pernah mengalami era sebelum teknologi digital hadir sehari-hari, Millennial adalah “Digital Natives”, lahir saat teknologi digital sudah jadi bagian aktivitas keseharian. Karena itu mereka telah terlatih untuk mengaplikasikan sekaligus mengoptimalkan teknologi di segala hal. Ini membuat mereka punya keunggulan kompetitif di pekerjaan dibandingkan generasi sebelumnya.


3.Mitos: Enggan kerja kantoran

Fakta: 

Sebenarnya Millennial tak masalah bekerja di kantor. Namun generasi ini lebih senang dengan perusahaan yang menerapkan fleksibilitas, misalnya tidak harus datang ke kantor setiap hari, boleh bekerja dari kafe, dan tak perlu harus bertatap muka untuk koordinasi. Mereka result-oriented dan percaya jika pekerjaan dan kemampuan mereka seharusnya dinilai dari kontribusi mereka di pekerjaan dan tidak hanya dari absensi di kantor. 


4.Mitos: Butuh selalu “dituntun” 

Fakta: 

Bukan berarti mereka harus sedikit-sedikit diberi tahu. Ini artinya Millennial selalu butuh feedback atau kritik yang membangun. Mereka juga perlu sosok mentor di kantor yang bisa memberikan penilaian atas pekerjaan mereka. Tujuannya, agar dapat mengetahui kekurangan dan kelebihan mereka dalam pekerjaan dan bisa memotivasi diri untuk jadi lebih baik. 


5.Mitos: Tidak peduli dengan gaji 

Fakta:  

Sering kali Millennial terlihat “work hard play hard”, bekerja keras hanya untuk bayar tagihan dan traveling. Padahal sebenarnya ini berarti mereka menganggap pengalaman lebih berarti daripada hal-hal bersifat material. Pandangan ini pun mereka bawa ke dunia kerja. Millennial lebih memilih pekerjaan yang memberikan mereka pengalaman lebih, bisa memberi dampak positif pada lingkungan sekitar, dan kesempatan mengembangkan diri.


Ternyata tak semua mitos negatif tentang Millennials itu benar, kan? Karena itu, jangan pandang sebelah mata dulu. Siapa tahu, perbedaan cara pandang Millennials terhadap pekerjaan ini bisa memberikan ‘angin segar’ pada perusahaan. Pahami karakter mereka dan berikan mereka kesempatan untuk tumbuh dan mengembangkan diri. 

Artikel Lainnya

24 Desember 2017

5 Langkah Tetap Sehat Meski Deadline Padat

Ada cara singkat dan efektif untuk menjaga kesehatan dari dalam kubikel Anda setiap hari. Mulai dari olahraga simpel hingga berjemur sesekali.

Lebih Lanjut
09 September 2019

Semangat Tumbuhkan Indonesia

PT. Frisian Flag Indonesia selalu merayakan kemerdekaan Indonesia. Tahun ini, PT Frisian Flag Indonesia mengadakan upacara bendera di pabrik Ciracas.

Lebih Lanjut
25 Januari 2021

Purpose Daripada Planning

Sekarang kita sudah berada di awal Tahun 2021, apakah kamu sudah menyiapkan planning untuk tahun ini? Atau malah, kamu enggan membuat perencanaan karena trauma dengan berbagai check list yang gagal terwujud di tahun 2020 karena adanya pandemi?

Lebih Lanjut