Karir | Frisian Flag Indonesia
30 Oktober 2017

Mengubah Bosan Menjadi "Bahan Bakar" Bekerja

"Bosan" kerap jadi alasan mengapa orang-orang tak semangat bangun pagi dan tidak memberikan performa terbaik di pekerjaan. Tak perlu buru-buru mengajukan cuti atau kabur ke mall. Jika dikelola dengan tepat, rasa bosan Anda bisa diubah menjadi inspirasi sehingga kerja pun jadi lebih berarti.

1. Berpikir Ulang

Langkah pertama mengatasi kebosanan di pekerjaan adalah dengan menganalisa kembali pola pikir Anda selama ini. Cobalah melihat pekerjaan sekarang sebagai sebuah kesempatan besar untuk belajar. Mulailah mencoba untuk lebih menikmati kondisi sekarang sembari mencari tahu peluang belajar apa lagi yang bisa ditawarkan perusahaan.

2. Kado Kecil untuk Diri

Jangan lupa juga menghargai diri dengan membuat momen penghargaan untuk memompa semangat saat bosan bekerja. Jangan menunggu sampai orang lain--baik rekan kerja maupun atasan--yang memberikan hadiah, dan jangan menunggu sampai ada pencapaian fantastis. Small wins matter. Jadi kapanpun Anda berhasil mengerjakan tugas yang menantang ataupun berhasil melewati hari yang berat di kantor, manjakan diri dengan “hadiah kecil”. Tidak usah mahal dan fancy, cukup membeli makanan favorit atau me time di coffee shop terdekat sepulang kantor.

3. Mundur Sejenak

Ketika rasa bosan sudah mulai mengusik saat di meja kerja, tidak ada salahnya keluar sejenak dari ruangan. Coba berjalanlah sejenak keluar dari kantor dan menikmati udara. Menurut American Journal of Preventative Medicine, berjalan kaki selama 30 menit sehari berpotensi membantu mengurangi stres, kecemasan, dan memperbaiki mood.

4. Buat Interaksi Bermakna

Merasa “sesak” karena merasa hanya melihat kubikel setiap hari? Coba mengunjungi divisi dan departemen lain untuk mengobrol santai. Lihat apakah ada yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka. Bisa jadi Anda menemukan bahwa rasa bosan Anda disebabkan kurangnya interaksi dan tantangan di pekerjaan. Menurut Simon Sinek dalam episode Inside Quest berjudul “Millennials in the Workplace”, ketergantungan terhadap gadget bisa membuat Anda kesulitan membuat interaksi yang bermakna. Coba sesekali letakkan ponsel dan matikan komputer Anda. Cobalah berbincang dan bertukar ide dengan teman sekantor, tak harus tentang pekerjaan. Meski singkat, brainstorming santai bisa memotivasi dan membuat Anda menemukan kembali tujuan bekerja dan tertantang bekerja lebih baik. And when you have each other’s back, rasa tanggung jawab untuk meraih tujuan bersama pun semakin besar.

Sekarang Anda sudah tahu cara mengubah bosan menjadi "bahan bakar" bekerja. Jadi jika suatu saat Anda dihadapkan pada situasi ini, Anda tak perlu buru-buru memesan tiket berlibur. “Dosis” rasa bosan yang tepat bisa membuat diri Anda tertantang untuk berbuat lebih di pekerjaan. Temukan work-life balance, ditambah dengan suasana kekeluargaan di kantor, kerja pun jadi lebih semangat setiap hari. 

Artikel Lainnya

24 Desember 2017

5 Langkah Tetap Sehat Meski Deadline Padat

Coba hitung berapa menit Anda beranjak dari kursi Anda setiap hari? Jangan-jangan Anda berdiri hanya untuk ke toilet. Memang, pekerjaan di kota besar tak banyak menuntut aktivitas fisik. Internet cepat, beragam aplikasi untuk kolaborasi lintas divisi, lift di setiap lantai, bahkan makan siang pun selalu ada office boy yang berkeliling menanyakan pesanan. 

Lebih Lanjut
05 Januari 2018

Sukses Menaklukkan Wawancara Kerja

Jangan salah, masa depan yang cerah tak jarang ditentukan oleh keberhasilan sebuah wawancara kerja. Untuk itu, persiapan wawancara kerja perlu Anda lakukan agar dapat tampil maksimal saat melakukannya. Usai menceritakan singkat tentang riwayat diri, berikut 5 pertanyaan “tricky” yang paling sering diajukan pewawancara kerja.

Lebih Lanjut
21 November 2018

Kalau Anda Memiliki 5 Hal Ini, Anda Cocok Masuk Food Service Department

Sebagai salah satu divisi terbaru dan paling exciting di Frisian Flag Indonesia (FFI), Food Service Department (FSD) sedang melakukan sebuah ekspansi besar untuk memperbanyak jumlah karyawan dalam divisinya. Kriteria apa saja yang dibutuhkan seseorang  untuk menjadi bagian dari keluarga FSD di FFI?

Lebih Lanjut