Karir | Frisian Flag Indonesia
21 Februari 2018

Menemukan Kembali Tujuan dan Passion dalam Bekerja

Antrian to-do list di kantor pun langsung muncul dalam pikiran saat mengingat besok hari Senin. Belum mulai sudah lelah duluan, rasanya jenuh dengan segala rutinitas pekerjaan. Apa yang bisa Anda lakukan?


Menurut sebuah studi yang dimuat dalam Harvard Business Review (2016), punya tujuan dalam hidup bantu memperpanjang usia seseorang hingga 15%. Begitu juga dengan punya tujuan dalam bekerja. Sesekali jenuh dengan pekerjaan itu wajar. Namun bila sudah merasa stuck dan burn out, mungkin ini waktunya Anda mencari dan menemukan kembali tujuan dan passion Anda dalam bekerja.  


Untuk mencari tahu Anda dalam bekerja, Anda perlu memahami 3 tipe mindset berikut:

  • Job mindset, artinya seseorang yang tujuan bekerjanya adalah untuk mendapat penghasilan bulanan. That’s it
  • Career mindset, pola pikir ini ada pada seseorang yang fokus untuk meningkatkan karir dan penghasilan. 
  • Purpose mindset, seseorang yang tidak ingin sekadar bekerja saja, namun ingin menemukan nilai dari apa yang sudah dikerjakannya dan memberikan lebih. 


Tipe mindset yang satu tidak lebih baik atau lebih buruk daripada tipe mindset lainnya. Yang perlu Anda pahami, tujuan dalam bekerja itu sebenarnya personal dan ini perlu Anda cari tahu. Apakah benar Anda bekerja untuk mencukupi kebutuhan bulanan, untuk keluarga, atau untuk aktualisasi dan pengembangan diri? Coba renungkan kembali mimpi Anda untuk menemukan kembali tujuan Anda dalam bekerja. Apakah posisi dan pekerjaan Anda saat ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mendekatkan Anda ke mimpi Anda? 

  

Setelah pertanyaan-pertanyaan di atas terjawab dan Anda mulai menemukan kembali tujuan Anda bekerja, pekerjaan rumah berikutnya adalah menemukan kembali passion bekerja. 


Apa yang membedakan bekerja tanpa passion dan bekerja dengan passion? Anda bisa saja berkerja dengan passion, namun pekerjaan bisa jadi terasa lebih berat untuk dijalani. Misalnya, Anda lapar dan tidak punya pilihan lain selain semangkuk salad. Meski makan waktu, mau tak mau Anda akhirnya bisa menghabiskan semangkuk salad itu. Beda jika Anda memang suka makan sayur. Sama dengan passion dalam bekerja. Passion lebih penting daripada chemistry dengan rekan kerja, lingkungan, dan visi perusahaan. Mengapa? 


Chemistry umumnya muncul berkat adanya hal-hal yang membuat Anda bahagia. Bisa karena punya teman kantor yang jenaka, helpful, atau cocok dengan kebijakan kantor. Sayangnya, dalam bekerja hal-hal yang membahagiakan Anda tidak terjadi terus-menerus. Akhirnya saat “chemistry” tengganggu, Anda jadi sulit bekerja dengan total. Berbeda dengan passion. Passion berfungsi seperti jangkar yang menjaga Anda untuk terus memberikan performa konsisten, bahkan bersedia memberikan lebih  di pekerjaan. Passion dalam bekerja membuat Anda selalu “haus” dengan tantangan baru dan “haus” mengembangkan diri. Tak heran jika filsuf Yunani Aristoteles berkata, “Pleasure in the job puts perfection in the work”. Tak hanya di terkait fungsi Anda di kantor, passion akan membuat Anda terus tumbuh, baik secara profesional maupun personal. 


Lalu bagaimana jika Anda merasa kehilangan passion? Bagaimana  mengembalikan passion dalam bekerja? Ingat 3 hal. Pertama, connecting.  Perbarui relasi Anda dengan atasan dan sesama rekan kerja. Luangkan waktu untuk ngobrol secara terbuka tentang apa yang jadi kendala Anda dalam bekerja di kantor. Tujuannya adalah untuk membangun pemahaman dan membuka peluang mengembangkan diri serta berkolaborasi di masa depan. Kedua, guesting. Coba eksplorasi lagi potensi yang Anda miliki. Sudah jago mengedit video? Mengapa tidak mencoba belajar membuat video stop motion. Sudah jago mengatur event internal? Coba mengatur event eksternal atau event berskala lebih besar lainnya. Ketiga, Commitment to Domain. Punya banyak ide inovatif untuk membuat pekerjaan Anda jadi lebih mudah? Atau punya gagasan yang bisa meningkatkan performa perusahaan? Jangan ragu untuk mengutarakannya pada pihak terkait dan mencoba menerapkannya.


Memang ada banyak faktor yang bisa membuat Anda jenuh pada runitas pekerjaan. Namun menemukan kembali tujuan dan passion Anda dalam bekerja bisa jadi cara efektif untuk mengembalikan semangat Anda bangun pagi setiap hari, berkarya, dan mengembangkan diri untuk jadi lebih baik. 

Artikel Lainnya

21 Februari 2018

4 Cara Mudah Jadikan “Sharing” sebagai Kebiasaan Tiap Hari di Kantor

Tahukah Anda, berbagi tidak selalu berwujud materi, tetapi bisa juga lewat hal-hal non-material sesederhana bertanya “Apa yang bisa saya bantu?”. Apalagi di kantor, tempat Anda menghabiskan hampir separuh hari Anda. 

Lebih Lanjut
09 September 2019

Tidak Perlu Tahu Semua Sekarang

Kuliah telah selesai, sekarang saatnya kamu memulai karir kamu. Tapi apakah yang kamu tahu tentang dunia pekerjaan selama ini sama seperti prakteknya? Tahukah kamu cara meniti karir yang benar? Cara untuk sukses?Pertanyaan seperti itu sering membuat kita stress, bahkan sebelum kita memulai karir itu sendiri.Faktanya, pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan terjawab di saat kamu baru memulai karirmu.


Lebih Lanjut
05 Januari 2018

Millennial Manager: 7 Leadership Skills yang Diperlukan Millennial di Tempat Kerja

Millennial atau generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, diprediksi akan mendominasi lapangan pekerjaan dalam 5 tahun ke depan. Bahkan berdasarkan paparan Alvara Research Center tahun 2020 merupakan puncak keemasan bagi generasi millennial Indonesia, masyarakat kelas menengah, dan masyarakat urban atau “urban middle-class millennials.” Alvara Research Center dan Deloitte Millennial Survey 2016 sama-sama merangkum bahwa generasi Millennial adalah pribadi yang kreatif, percaya diri, dan senang bersosialisasi. 

Lebih Lanjut