Karir | Frisian Flag Indonesia
30 Oktober 2017

Efektif Mengelola Feedback Negatif

Sebagai profesional, Anda tak mungkin lepas dari feedback. Bayangkan bekerja tanpa ada feedback, bisa jadi Anda malah kebingungan karena tak tahu apakah pekerjaan Anda memenuhi standar atau masih perlu diperbaiki. Namun bagaimana jika Anda merasa sudah optimal bekerja namun malah memeroleh feedback negatif?

Penelitian dari lembaga pelatihan kepemimpinan Leadership IQ mengatakan bahwa 46% dari pegawai baru yang direkrut perusahaan akan gagal atau mengundurkan diri setelah 18 bulan. Dari jumlah pegawai yang gagal, 26% di antaranya beralasan bahwa mereka tidak dapat mengembalikan semangat mereka setelah menerima kritik negatif.

Lalu apa yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi kata-kata “pedas” dan menjadikannya sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik?

1. Jangan Anggap Personal

Pertama-tama, ubah persepsi Anda terhadap feedback.Jika Anda melihat kritik negatif sebagai sesuatu yang personal, akan semakin sulit untuk memproses feedback tersebut jadi sebuah masukan yang akan membangun.

2. Lihat Secara Objektif

Berikutnya, ketika Anda sudah mampu melihat kritik sebagai tantangan yang positif, saatnya Anda menganalisis kritikan tersebut. Lakukan analisis secara objektif dan fokus pada solusi yang bisa Anda berikan untuk menjawab tantangan. Anda juga perlu mengidentifikasi mana yang memang perlu Anda perbaiki dan bagian mana yang bisa Anda abaikan. Dengan begitu, Anda dapat segera menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas pekerjaan. 

3.Hidup Terus Berjalan

Terakhir, tetap percaya diri. Feedback negatif hanyalah satu momen kecil dalam hidup Anda, bukan akhir dunia. Jangan jadikan kritik negatif sebagai sesuatu yang mendefinisikan diri dan masa depan Anda. Jadikan momen ini peluang untuk kembali belajar dan berkolaborasi dengan kolega. Tunjukkan bahwa Anda bisa menjadikan kritik sebagai “bahan bakar” untuk bekerja lebih semangat. Jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain.

Fokus saja pada kepuasan diri yang akan Anda rasakan jika Anda bisa bangkit dan bahkan “naik kelas” setelah mendapat kritik. Semakin banyak tantangan yang

ditaklukkan, bekerja akan terasa semakin rewarding, bukan?

Artikel Lainnya

25 Januari 2021

Inersia Karir

Ini mungkin tahun ke-sekian mu menjalankan divisi yang sama, waktu dimana kebanyakan orang sedang menjalani titik jenuh dari karirnya. Mungkin kamu sedang merasa tidak berproses, tidak ada pergerakan dalam karirmu. It’s okay, you’re not alone.

Lebih Lanjut
21 Februari 2018

5 Cara Manajemen Konflik Di Kantor

Dalam bekerja, konflik tak bisa dihindari. Agar tak salah langkah, simak tips mengatasi atau mengelola konflik di kantor berikut ini

Lebih Lanjut
21 Februari 2018

4 Cara Mudah Jadikan “Sharing” sebagai Kebiasaan Tiap Hari di Kantor

Tahukah Anda, berbagi tidak selalu berwujud materi, tetapi bisa juga lewat hal-hal non-material sesederhana bertanya “Apa yang bisa saya bantu?”.

Lebih Lanjut