Karir | Frisian Flag Indonesia
05 Januari 2018

Kenapa Anda Harus Memerhatikan Penampilan di Kantor

Pernah menonton film ‘The Devil Wears Prada’? Salah satu adegan yang memorable adalah saat sang tokoh utama, Andrea, masuk ke kantor barunya, sebuah majalah fashion ternama di New York, dengan gaya berpakaian yang “biasa saja”. Seluruh mata langsung tertuju kepada Andrea, membuatnya merasa tak nyaman. 


“Ah, saya tidak bekerja di majalah fashion atau gaya hidup, kok”, jadi alasan Anda untuk cuek dan berpikir prestasi kerja lebih penting dari penampilan. Padahal menurut career expert dari LinkedIn, Nicole Williams, cara berpakaian Anda MEMANG mempengaruhi performa kerja Anda di kantor. “Walaupun atasan belum tentu berpikir buruk atau merendahkan kemampuan Anda, tanpa disadari, mereka akan selalu menilai Anda,” katanya. 


Sudah waktunya Anda “dress for the job you want, not the one you have”. Siapa tahu, makeover penampilan jadi langkah awal Anda makeover karir. 


1.   Perhatikan warna dan ukuran pakaian 

Ada alasan mengapa Steve Jobs selalu memakai turtleneck hitam. Menurut pelatih etika Barbara Pachter, warna-warna gelap memberikan kesan yang lebih ‘kuat’ dan dominan dibanding warna terang. Mulai sekarang, coba pilih dan kenakan pakaian berwarna gelap seperti hitam, abu-abu, dan navy blue. Hindari juga pakaian dengan ukuran yang salah, terlalu ketat atau malah terlalu kebesaran sehingga tidak rapi, karena bisa membuat Anda tidak percaya diri dan tidak fokus. Bayangkan saja saat Anda harus presentasi di depan Board of Directors tapi malah tanpa sadar berulang kali merapikan pakaian.


2.   Tampil low profile dengan pilihan yang simpel 

Dengan tampil low profile, Anda akan menampilkan kesan approachable, mudah untuk diajak berdiskusi dan berkolaborasi. Bukan berarti Anda tidak boleh mengenakan aksesoris. Pilih desain yang sederhana agar bisa dikenakan di segala situasi, baik meeting koordinasi internal maupun presentasi di depan klien. Aksesoris yang sesuai bisa Anda jadikan signature, lho. Anda jadi mudah dikenali, mulai dari office boy hingga atasan. 


3.   Jangan abaikan personal grooming

Kata siapa “perawatan” hanya berlaku bagi perempuan? Sadar tak sadar, personal hygiene jadi salah satu hal yang juga dinilai oleh rekan-rekan kerja maupun atasan Anda. Mulai dari rambut hingga jari-jemari dan ujung kaki, perhatikan kebersihan diri Anda, sesederhana menjaga kuku tetap rapi.


Masih mau bilang, “Don’t judge a book by its cover”? Pahami bahwa bekerja tidak hanya sebatas mampu menyelesaikan deadline tapi juga mampu tampil sebagai “perwakilan” dari tempat Anda bekerja. Last but not least, menjaga penampilan adalah cara untuk menunjukkan Anda menghargai diri sendiri dan orang lain di lingkungan kerja.

Artikel Lainnya

05 Januari 2018

Sukses Menaklukkan Wawancara Kerja

Jangan salah, masa depan yang cerah tak jarang ditentukan oleh keberhasilan sebuah wawancara kerja. Untuk itu, persiapan wawancara kerja perlu Anda lakukan agar dapat tampil maksimal saat melakukannya. Usai menceritakan singkat tentang riwayat diri, berikut 5 pertanyaan “tricky” yang paling sering diajukan pewawancara kerja.

Lebih Lanjut
25 Juni 2018

5 Cara Bangkitkan Kembali Semangat Kerja di Hari Senin

Apa yang ada di benak Anda mendengar kata “Besok hari Senin”. Jika membayangkannya saja membuat Anda malas, mungkin 5 cara ini bisa membuat Anda kembali semangat menyambut hari 

Lebih Lanjut
14 Januari 2019

3 Pertanyaan yang Dapat Membantu Anda Menentukan Passion

Lebih dari suka, bahkan Anda tetap mau mengerjakannya meski banyak orang yang meragukannya. Itulah passiondan tentu saja menjadi kebahagian tersendiri bila Anda berhasil bekerja sesuai dengan minat dan kegemaran Anda.

Lebih Lanjut