Karir | Frisian Flag Indonesia
05 Januari 2018

Dos and Don'ts Menggunakan Media Sosial untuk Karir

Menggunakan media sosial hanya untuk selfie atau berbagi foto makanan atau liburan? Atau bisa jadi, Anda pernah mendengar seseorang kehilangan pekerjaan karena kelalaiannya di media sosial. Tahukah Anda, sekarang perusahaan memang menjadikan media sosial salah satu cara menyeleksi calon karyawan dan menilai kepuasan kerja karyawan. Karena itu, cari tahu apa saja ‘dos and don'ts’ menggunakan media sosial untuk karir.


 1.  DO: Bangun personal branding

Media sosial memainkan peran yang cukup besar untuk membuat Anda sukses dalam karir dan menonjol di industri. Caranya adalah dengan membangun personal branding. Tampilkan karya atau pencapaian Anda di pekerjaan. Semakin spesifik Anda dapat menampilkannya, misalnya dengan menulis opini objektif Anda atas perkembangan terbaru di pekerjaan Anda, akan semakin baik. Jaga konten Anda agar tetap konsisten pada seluruh platform media sosial.


2.   DO: Bergabung dalam grup dan komunitas

Bergabung dalam komunitas dan grup profesi di media sosial bisa membantu Anda menambah wawasan baru dan network dalam industri Anda. Dengan bergabung dalam komunitas dan grup, Anda juga bisa berbagi pengalaman dengan anggota yang lain atau mendapatkan kesempatan kerja yang lebih luas, bahkan lintas industri.


3.   DON’T: Terlalu sering update status

Biasakan untuk tidak membuat update status yang tidak penting. Tidak semua orang ingin mengetahui bagaimana mood Anda hari ini, warna baju yang Anda pakai, atau ke mana Anda pergi malam ini. Fokuslah menjadikan media sosial Anda sebagai sarana menjalin komunikasi dan memperbesar jaringan profesional di dunia kerja.


4.   DON’T: Menyebarkan hoax

Kabar yang tidak jelas kebenarannya tidak perlu disebarkan. Hal ini bisa menurunkan ‘nilai’ Anda di mata kolega dan atasan. Apalagi untuk Anda yang sedang dalam menjalani proses rekrutmen. Sebagus apapun CV dan resume Anda, bisa sia-sia jika recruiter mengetahui bahwa Anda sering menyebarkan kabar hoax bahkan isu SARA di media sosial Anda. 

5.   DON’T: Mengeluh tentang pekerjaan

Anda mungkin hanya bermaksud mencurahkan perasaan karena lelah dengan setumpuk pekerjaan yang berat dan belum terselesaikan. Akan tetapi, rekan kerja atau atasan yang melihat post Anda tersebut akan menilai Anda sebagai pribadi yang malas dan mudah menyerah.


Tidak ada hal yang membatasi Anda untuk berekspresi di media sosial. Namun, sebagai profesional, sebaiknya hindari hal-hal yang dapat merugikan perkembangan karir Anda. Mulai sekarang, bangun citra yang baik dengan menggunakan media sosial secara bijak.

Artikel Lainnya

08 Juli 2020

Grow Strong Give More

Apa sih tujuan kamu belajar lebih banyak, berusaha lebih produktif dan terus mengembangkan diri? Apakah semata-mata untuk diri sendiri? 


Lebih Lanjut
24 September 2018

4 Tanda Lingkungan Kerja Anda Tidak Sehat Lagi

Agar tetap fokus dan selalu memiliki ide segar di kantor, lingkungan kerja tentunya juga harus mendukung. Sayangnya, ada beberapa lingkungan kerja yang tidak sehat dan bahkan mengganggu kinerja Anda hingga berakibat pada naiknya tingkat stress serta kesehatan yang mulai terganggu. Sebelum Anda memutuskan untuk pindah kerja, perhatikan dulu tanda-tanda yang membuat lingkungan kerja Anda sudah tidak sehat lagi di bawah ini. 

Lebih Lanjut
15 Desember 2017

Manajemen Energi: Kunci Sukses Jalani Hari

Pernah merasa "membuat to-do list" jadi to-do list tersendiri? Atau merasa meluangkan waktu mengatur jadwal malah membuat pekerjaan keteteran? Jika Anda mulai merasa tenggelam dalam tumpukan sticky notes dan notifikasi, mungkin bukan time management yang Anda butuhkan. Anda butuh energy management. Cari tahu apa itu manajemen energi, bagaimana menerapkannya di keseharian, dan tingkatkan produktivitas Anda.

Lebih Lanjut