Karir | Frisian Flag Indonesia
21 Februari 2018

Dos and Don'ts Bercanda di Kantor

Bercanda memang bisa membuat suasana jadi lebih santai. Tapi bagaimana jika ada yang ngambek saat diajak bergurau? Cari tahu batas-batas saat melontarkan lelucon di kantor, simak panduan umum berikut. 


Salah satu cara paling ampuh untuk mengakrabkan diri dengan teman-teman di kantor adalah dengan mengajak mereka bercanda tawa. Namun mungkin Anda bingung saat salah satu teman ngambek saat mendengar gurauan yang menurut Anda lucu. Nah, agar tidak dicap “kurang peka” atau malah “sok asyik” Anda harus tahu batas-batas saat melontarkan lelucon di kantor.  Simak panduan umum kami untuk bercanda di kantor. 


1.DO: Lihat situasi 

Sebelum mulai bercanda, lihat situasi terlebih dahulu. Jangan sampai orang yang Anda jadikan ‘bahan’ lelucon sedang bad mood atau malah sedang stres dikejar deadline. Salah-salah keadaan kantor jadi aneh dan tidak nyaman. Jika ragu, Anda  bisa bertanya dulu kepada rekan-rekan kerja, bagaimana keadaan orang yang akan Anda ajak bercanda. Atau jika Anda masih baru di kantor, jangan ragu bertanya, siapa yang santai dan bisa diajak bercanda dan mana yang tidak. 


2.DO: Be smart 

Jika Anda memang senang bercanda dan dikenal sebagai ‘office clown’ di antara teman-teman kantor, pilihlah lelucon-lelucon yang pintar dan ‘mencerdaskan’ penikmat gurauan Anda. Penting untuk diingat, jangan melontarkan jokes yang berbau SARA, menyinggung fisik, atau membawa latar belakang atau keluarga. Ingat bahwa Anda berada di kantor, bukan di ruang keluarga atau reuni SMA. Hati-hati untuk tidak membuat jokes yang menghina dan menyakiti perasaan siapapun, karena word of mouth bisa menyebar cepat dan memengaruhi reputasi Anda nantinya. 


3.DO: Lebih baik katakan langsung 

Kalau Anda memang mau bercanda mengenai teman di kantor, lebih baik lontarkan langsung di depan yang bersangkutan dan jangan di belakang mereka. Tentu Anda tidak mau kan dapat julukan biang gosip, kan? 


4.DO: Tunjukkan kepribadian

Dengan memilih jokes yang pintar saat bercanda dengan teman-teman kantor, Anda juga sekaligus menunjukkan kepribadian Anda yang lucu dan cerdas. Saat Anda menunjukkan karakter pribadi Anda, teman-teman pun akan semakin mengenal Anda. 


5.DON’T: Lupa bersikap adil

Setelah Anda membuat lelucon tentang teman kerja, tentu Anda juga harus menunjukkan sikap adil. Artinya, Anda juga harus menerima saat Anda dijadikan guyonan. Jangan hanya bisa bercanda tentang orang lain, namun ngambek pada saat Anda dijadikan bahan candaan. Tunjukkan bahwa Anda pribadi yang santai, sportif dan juga profesional dengan tidak terbawa perasaan saat sedang bersenda gurau. 


Jangan ragu untuk menunjukkan kepribadian Anda lewat lawakan-lawakan Anda. Selama Anda ingat panduan di atas, silakan saja jika Anda ingin mencairkan suasana kaku di kantor baru dengan jokes Anda. Siapa tahu Anda malah menemukan teman baik dengan selera humor yang sama!

Artikel Lainnya

14 Agustus 2018

Ingin Mempercantik Profil LinkedIn Anda? Lihat Cara Singkatnya

Teknologi digital yang semakin canggih memudahkan kita dalam berbagai hal. Termasuk mengembangkan jejaring profesional. Bagi Anda yang ingin membangun karir, situs LinkedIn bisa memfasilitasi Anda terkoneksi dengan para profesional lain, mempromosikan keahlian secara luas, mendapat berbagai informasi, hingga mencari lowongan kerja. Banyaknya saingan di luar sana membuat Anda harus ‘stand out’ dibanding profil-profil lain yang ada. Jadi apa yang harus Anda lakukan untuk mempercantik profil LinkedIn Anda agar dilirik para perekrut? 

Lebih Lanjut
13 Agustus 2019

Berani Berbuat Kesalahan

Bulan Agustus telah tiba, dan buat semua orang di Indonesia, ini adalah bulan yang merayakan keberanian kita untuk memberikan perubahan yang besar, namun sayangnya masih banyak yang belum berani mengutarakan idenya dalam karir sehingga perubahan tidak bisa dijalankan.

Lebih Lanjut
21 Februari 2018

5 Cara Manajemen Konflik Di Kantor

Saat bekerja, Anda akan bertemu banyak orang dari berbagai latar belakang budaya dan pendidikan. Wajar jika terjadi perbedaan pendapat atau ‘gesekan’. Konflik pun jadi sebuah yang diterima sebagai sesuatu yang wajar dan tak bisa dihindarkan. 


Lebih Lanjut