Karir | Frisian Flag Indonesia
21 Februari 2018

4 Langkah Membuat Target Karir yang Efektif

Apakah Anda sedang mempertanyakan jalur karir Anda? Tahukah Anda, karir bukanlah terowongan gelap yang tidak bisa Anda prediksi. Bila Anda mulai merasa kehilangan arah, yuk buat target karir agar Anda tetap berada di jalur yang tepat.


Karir bukanlah terowongan gelap yang tidak bisa Anda prediksi. Karir adalah sesuatu yang bisa direncanakan sejak awal. Itulah pentingnya membuat target, yaitu memastikan Anda untuk tetap berada di jalur menuju ‘misi’ jangka panjang Anda. Tapi bagaimana menyusun target dengan efektif agar Anda tidak keluar jalur atau malah putar balik?


1. Harus spesifik

Tujuan yang spesifik membantu kita bisa membuat target perencanaan yang jelas. Misalnya, Anda punya cita-cita jadi orang terkenal. Itu contoh target yang kurang spesifik karena ada banyak jalan untuk jadi terkenal. Jika ingin contoh yang lebih spesifik, Anda bisa membuat target “Menerbitkan buku hasil karya tulis Anda sendiri di tahun 2018”. Nah, agar selangkah lebih dekat menuju target dan prosesnya menjadi lebih nyaman, Anda bisa membaginya menjadi beberapa bagian. Contohnya dengan membuat target penyelesaian bagian pertama buku di bulan April, bagian selanjutnya di bulan Agustus, dan terakhir di bulan Desember. Target Anda jadi lebih jelas dan lebih terbayang untuk dikerjakan, bukan?

 

2. Terukur dan bisa dicapai

Buat target yang menantang tapi masuk akal. Tidak terlalu mudah agar Anda tak malas-malasan mencapainya, tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa mustahil untuk dicapai. Misalnya, jika Anda bekerja di bagian pemasaran. Target menaikkan penjualan produk sebanyak dua kali lipat selama kuarter pertama memang terukur, tapi apakah mungkin dicapai hanya dalam tiga bulan? Untuk tahu apakah target bisa dicapai, Anda harus bisa menjawab pertanyaan “Bagaimana target saya akan dicapai?”. Kalau Anda hanya bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan “Pokoknya bisa”, berarti Anda haru merevisi target Anda. 


3. Relevan

Target yang baik itu harus relevan, atau sesuai dengan seluruh aspek kehidupan kita. Apakah Anda siap untuk meninggalkan sesuatu yang sedang kita jalani demi mencapai tujuan tersebut? Apakah target ini bisa dilakukan di tahapan karir Anda dan mendukung perkembangan karir Anda? Bila Anda punya beberapa target, aturlah prioritas untuk mengetahui tingkat relevansinya.  


4. Punya deadline

Makanan saja punya tanggal kedaluwarsa. Begitu juga dengan target dan tujuan. Punya deadline bisa membuat Anda jadi lebih semangat kejar target, lho. Perkirakan waktu yang diperlukan untuk melakukan setiap langkah yang sudah Anda pilih dan susun berdasarkan tiga poin di atas. Mengatur jadwal dan batas waktu untuk setiap langkah akan membantu menjaga motivasi Anda, membuat Anda lebih teratur dalam menjalankannya.


Jangan buru-buru merasa gagal kalau target Anda belum tercapai. Target tak tercapai artinya Anda perlu melakukan evaluasi dan memperbaiki target untuk periode mendatang. Dengan membuat target karir, Anda akan perlahan melihat jalur karir Anda dengan lebih jelas, baik 5 tahun maupun 10 tahun ke depan.

Artikel Lainnya

14 Januari 2019

3 Pertanyaan yang Dapat Membantu Anda Menentukan Passion

Lebih dari suka, bahkan Anda tetap mau mengerjakannya meski banyak orang yang meragukannya. Itulah passiondan tentu saja menjadi kebahagian tersendiri bila Anda berhasil bekerja sesuai dengan minat dan kegemaran Anda.

Lebih Lanjut
14 Agustus 2018

Hal-hal Kecil Yang Dapat Membuat Hari Kerja Lebih Bersemangat

Pernah dengar kiasan “when you find a job that you love, you’ll never work a day in your life”? Pada kenyataannya, sekalipun Anda melakukan pekerjaan yang Anda sukai, pasti akan ada hari-hari di mana Anda merasa bosan dengan rutinitas dan rekan-rekan kerja. Rasa bosan sangatlah normal-- bahkan penting, karena kebosanan dapat menjadi titik balik semangat baru yang jika disiasati akan menjadi kesempatan untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik.

Lebih Lanjut
18 Agustus 2018

Jangan Malu untuk Speak Up di Kantor

“Aduh, rasanya ada yang kurang sreg dari proyek ini. Bilang ke yang lain, nggak ya?” Mungkin Anda seringkali merasa seperti ini. Ketika Anda memiliki opini tentang suatu isu dalam pekerjaan, namun Anda ragu apakah Anda harus menyuarakan pendapat Anda. Nah, jangan sampai Anda malu untuk mengeluarkan opini Anda. Lihat di sini bagaimana cara mengalahkan rasa takut Anda.


Lebih Lanjut