Kenali Manfaat dan Sumber Protein Hewani untuk Anak

Banner
| 21 Sep 2026

Kenali Manfaat dan Sumber Protein Hewani untuk Anak

Kenali Manfaat dan Sumber Protein Hewani untuk Anak

Ibu, sudah tahu belum? Salah satu zat gizi yang penting selama masa pertumbuhan anak adalah protein hewani. Zat gizi ini memiliki asam amino esensial yang lebih lengkap sehingga memberikan berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh si Kecil. 

Karena itu, Ibu dapat memberikan sumber protein hewani secara bervariasi bersama makanan bergizi lainnya untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, sebenarnya apa sih protein hewani itu? 

Apa Itu Protein Hewani?

Protein hewani adalah protein yang berasal dari hewan, seperti ikan, daging, ayam, telur, susu, dan produk olahannya. Protein ini mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati.

Asam amino esensial merupakan asam amino yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga perlu diperoleh dari makanan. Selain protein, makanan hewani juga dapat mengandung berbagai zat gizi penting, seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan zink.

Bagi anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, memenuhi kebutuhan protein menjadi penting karena zat gizi ini dibutuhkan untuk pertumbuhan serta pembentukan dan pemeliharaan jaringan tubuh.

Manfaat Protein Hewani untuk Anak

Protein hewani tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan protein anak. Berikut adalah beberapa manfaat protein hewani untuk anak antara lain:

1. Mendukung Pertumbuhan Anak

Protein merupakan zat pembangun yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan. Asupan protein yang cukup membantu tubuh membentuk sel dan jaringan baru, sehingga penting untuk mendukung pertumbuhan fisik anak sesuai usianya.

2. Memberikan Asam Amino Esensial yang Lengkap

Protein hewani mengandung asam amino esensial yang lengkap. Asam amino ini dibutuhkan untuk berbagai proses di dalam tubuh, tetapi tidak dapat diproduksi sendiri sehingga perlu diperoleh dari makanan sehari-hari.

3. Membantu Menjaga Daya Tahan Tubuh

Protein dibutuhkan tubuh untuk membentuk antibodi yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Dengan kebutuhan protein yang tercukupi, fungsi daya tahan tubuh anak juga dapat bekerja dengan baik.

4. Membantu Memenuhi Kebutuhan Vitamin dan Mineral

Sumber protein hewani tidak hanya memberikan protein, tetapi juga dapat mengandung zat gizi lain seperti vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan zink. Kandungannya berbeda pada setiap bahan makanan, sehingga Ibu sebaiknya memberikan sumber protein hewani yang bervariasi.

5. Membantu Mencegah Stunting

Protein hewani berperan penting dalam mendukung pertumbuhan anak karena mengandung protein berkualitas tinggi dan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asupan protein yang cukup sebagai bagian dari pola makan bergizi dapat membantu mendukung pertumbuhan anak dan mengurangi risiko terjadinya stunting. 

Baca Juga: Pentingnya Peran Susu dalam Pedoman Umum Gizi Seimbang 

Sumber Protein Hewani untuk Anak

Ada banyak sumber protein hewani yang mudah Ibu temukan sehari-hari. Ibu juga tidak harus memberikan satu jenis makanan yang sama setiap hari. Justru, Ibu bisa memvariasikan variasikan sumbernya agar anak mendapatkan zat gizi yang lebih beragam.

  • Ikan, seperti ikan kembung dan ikan teri dapat memberikan zat gizi seperti asam lemak omega-3 dan iodium.
  • Daging, seperti daging sapi dan ayam dapat menjadi sumber protein sekaligus memberikan zat gizi seperti zat besi dan zink.
  • Telur, merupakan sumber protein hewani yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai menu untuk anak. Telur juga mengandung zat gizi lain, termasuk kolin dan vitamin A.
  • Susu dan produk olahannya, seperti yoghurt dan keju, dapat menjadi sumber protein sekaligus membantu melengkapi kebutuhan zat gizi lainnya.

Untuk melengkapi asupan nutrisi anak usia 3-6 tahun, Ibu juga dapat memberikan Frisian Flag PRIMAGRO 3+. Susu pertumbuhan ini merupakan sumber protein serta dilengkapi 9 Asam Amino Esensial (9AAE).

Frisian Flag PRIMAGRO 3+ juga mengandung Omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), minyak ikan, zat besi, seng, kalsium, vitamin, dan mineral sebagai tambahan nutrisi untuk melengkapi pola makan bergizi anak.

Berapa Kebutuhan Protein Anak?

Kebutuhan protein anak berbeda sesuai dengan usianya, Bu. Karena itu, jumlah protein yang dibutuhkan anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang tercantum dalam Permenkes No. 28 Tahun 2019, kebutuhan protein anak per hari adalah:

  • Usia 1-3 tahun: 20 gram per hari
  • Usia 4-6 tahun: 25 gram per hari
  • Usia 7-9 tahun: 40 gram per hari

Ibu dapat memenuhi kebutuhan protein anak melalui menu bergizi yang beragam dengan mengombinasikan sumber protein hewani dan nabati bersama makanan pokok, sayuran, dan buah.

Tips Memberikan Protein Hewani untuk Anak

Memberikan protein hewani tidak harus selalu menggunakan bahan makanan yang mahal, Bu. Ibu dapat memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan dan menyesuaikannya dengan menu keluarga sehari-hari dengan cara: 

  • Berikan protein hewani secara rutin. Biasakan memasukkan lauk sumber protein hewani ke dalam menu makan anak sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang.
  • Variasikan sumber protein hewani. Ibu dapat bergantian memberikan telur, ikan, ayam, daging, atau susu agar anak mendapatkan zat gizi yang lebih beragam.
  • Pilih bahan yang mudah diperoleh. Telur, ikan lokal, dan ayam dapat menjadi pilihan protein hewani yang lebih mudah disesuaikan dengan menu dan kebutuhan keluarga.
  • Kreasikan menu agar anak tidak mudah bosan. Misalnya, telur dapat dibuat menjadi omelet sayur, ikan menjadi perkedel ikan, atau ayam dicincang dan dicampurkan ke dalam sup.
  • Tetap berikan makanan yang beragam. Protein hewani bukan satu-satunya zat gizi yang dibutuhkan anak. Lengkapi menu dengan makanan pokok, protein nabati, sayuran, dan buah.

Baca Juga: 9 Cara Meningkatkan Imun Tubuh Anak Agar Tetap Sehat 

FAQ Seputar Protein Hewani

Ibu mungkin masih memiliki pertanyaan mengenai pemberian protein hewani dalam menu sehari-hari anak. Agar lebih jelas, simak beberapa pertanyaan yang sering muncul berikut ini.

1. Apakah Anak Perlu Makan Protein Hewani Setiap Hari?

Protein hewani dapat diberikan secara rutin sebagai bagian dari pola makan bergizi anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan pentingnya protein hewani dan variasi sumbernya karena ikan, telur, daging, hati, maupun susu memiliki kandungan zat gizi yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

Untuk anak usia 4-6 tahun, Ibu dapat memasukkan protein hewani ke dalam menu sehari-hari dengan jenis yang bervariasi. Misalnya, telur untuk sarapan, ikan atau ayam sebagai lauk makan siang, lalu menggantinya dengan sumber protein lain pada hari berikutnya.

Namun, protein hewani tetap perlu menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Anak juga membutuhkan makanan pokok, protein nabati, sayuran, buah, serta zat gizi lainnya untuk mendukung pertumbuhannya.

2. Apakah Protein Hewani Bisa Dikombinasikan dengan Protein Nabati?

Bisa, Bu. Protein hewani dan protein nabati tidak harus dipilih salah satu. Keduanya dapat diberikan dalam menu yang sama maupun pada waktu makan yang berbeda.

Misalnya, Ibu dapat mengombinasikan telur dengan tahu, ikan dengan tempe, atau ayam dengan kacang-kacangan. Dengan memberikan sumber protein yang bervariasi, anak juga mendapatkan jenis zat gizi yang lebih beragam.

Namun, hal yang terpenting bukan hanya memilih antara protein hewani atau nabati, tetapi memberikan makanan beragam dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan anak, ya, Bu. 


Referensi: 

  1. Alodokter. (n.d.). Ini makanan sumber protein hewani yang harus Anda ketahui. https://www.alodokter.com/ini-makanan-sumber-protein-hewani-yang-harus-anda-ketahui
  2. Hello Sehat. (n.d.). Kebutuhan protein balita yang perlu dipenuhi setiap hari. https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/gizi-balita/kebutuhan-protein-balita/
  3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. (n.d.). Bukan sekadar kenyang: Pentingnya protein hewani dalam MP-ASI untuk cegah stunting. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/bukan-sekadar-kenyang-pentingnya-protein-hewani-dalam-mp-asi-untuk-cegah-stunting
  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Peran protein hewani dalam pencegahan stunting. https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2243/peran-protein-hewani-dalam-pencegahan-stunting
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Yuk konsumsi protein hewani untuk cegah stunting dan maksimalkan tumbuh kembang anak, cek caranya. https://ayosehat.kemkes.go.id/yuk-konsumsi-protein-hewani-untuk-cegah-stunting-dan-maksimalkan-tumbuh-kembang-anak-cek-caranya
  6. OTC Digest. (n.d.). Yuk, kombinasikan protein nabati dan hewani agar asupan gizi seimbang. https://otcdigest.id/ulasan/yuk-kombinasikan-protein-nabati-dan-hewani-agar-asupan-gizi-seimbang
  7. Rumah Sakit Paru Respira Yogyakarta. (n.d.). Mengapa anak perlu asupan protein hewani? https://rsprespira.jogjaprov.go.id/mengapa-anak-perlu-asupan-protein-hewani/
Share
URL copied!

Artikel Terkait