7 Fungsi Protein untuk Pertumbuhan dan Kesehatan Anak
Fungsi protein, salah satu zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh, diperlukan untuk membantu membangun dan memelihara berbagai jaringan tubuh anak pada masa pertumbuhan.
Protein memiliki beragam peran lain, mulai dari membentuk enzim dan antibodi hingga membantu membawa berbagai zat di dalam tubuh. Ibu perlu memenuhi asupan protein anak melalui makanan bergizi dan beragam.
7 Fungsi Protein untuk Anak
Lebih dari sekadar pembentukan otot, protein tersusun dari asam amino dan digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai proses penting. Berikut ragam fungsi protein yang perlu Ibu ketahui:
1. Mendukung Pertumbuhan dan Memelihara Jaringan Tubuh
Protein merupakan komponen penting dalam sel dan jaringan tubuh. Tubuh membutuhkan protein untuk membentuk dan memelihara jaringan selama proses pertumbuhan.
Kebutuhan protein ini menjadi penting pada masa kanak-kanak karena tubuh anak masih terus tumbuh dan berkembang.
2. Memperbaiki Jaringan Tubuh
Protein juga menyediakan asam amino yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk protein baru. Proses ini penting untuk membantu memperbaiki dan mengganti sel atau jaringan tubuh.
Oleh karena itu, protein perlu menjadi bagian dari pola makan bergizi sehari-hari, terutama selama masa pertumbuhan anak, ya, Bu.
3. Membantu Membentuk Antibodi
Sebagian protein berfungsi sebagai antibodi atau imunoglobulin. Antibodi dapat mengenali dan berikatan dengan benda asing tertentu, termasuk virus dan bakteri, sehingga membantu tubuh melindungi diri.
Namun, menjaga kesehatan daya tahan tubuh tidak cukup hanya dengan protein, Bu. anak tetap membutuhkan pola makan bergizi seimbang yang menyediakan berbagai zat gizi.
4. Membantu Membentuk Enzim
Enzim merupakan protein yang membantu berlangsungnya berbagai reaksi kimia di dalam sel. Enzim terlibat dalam banyak proses tubuh dan juga membantu pembentukan molekul baru.
Artinya, protein tidak hanya menjadi bagian dari struktur tubuh, tetapi juga membantu berbagai proses penting agar tubuh dapat bekerja sebagaimana mestinya.
5. Membantu Mengangkut dan Menyimpan Zat dalam Tubuh
Beberapa jenis protein bertugas mengikat dan membawa zat tertentu di dalam sel maupun ke berbagai bagian tubuh.
Ada pula protein yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan. Ferritin, misalnya, merupakan protein yang berperan dalam penyimpanan zat besi di dalam tubuh.
6. Membantu Mengirimkan Sinyal dalam Tubuh
Sebagian protein berfungsi sebagai pembawa pesan yang membantu mengirimkan sinyal antara sel, jaringan, dan organ.
Beberapa jenis hormon termasuk protein yang memiliki fungsi tersebut. Salah satu contohnya adalah hormon pertumbuhan.
7. Membantu Membentuk Struktur Tubuh
Protein juga berfungsi memberikan struktur dan dukungan pada sel. Dalam skala yang lebih besar, protein tertentu menjadi bagian dari jaringan yang membantu tubuh bergerak dan mempertahankan strukturnya.
Inilah salah satu alasan protein menjadi bagian penting dari asupan gizi anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan.
Baca Juga: 9 Ciri-ciri Anak Pintar dan Asupan Nutrisi yang Tepat
Kebutuhan Protein Anak Berdasarkan Usia
Jumlah protein yang dibutuhkan anak berubah seiring pertambahan usia. Di Indonesia, Angka Kecukupan Gizi (AKG) protein ditetapkan berdasarkan kelompok umur.
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019, berikut kebutuhan protein anak per hari:
- Usia 0-5 bulan: 9 gram
- Usia 6-11 bulan: 15 gram
- Usia 1-3 tahun: 20 gram
- Usia 4-6 tahun: 25 gram
- Usia 7-9 tahun: 40 gram
Untuk anak usia 1-3 tahun, angka kecukupan protein yang dianjurkan adalah 20 gram per orang per hari.
Angka tersebut merupakan acuan kecukupan protein harian berdasarkan kelompok usia. Namun, kebutuhan setiap anak dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing.
Ibu tidak harus mendapatkan seluruh protein tersebut dari satu makanan. Variasikan sumber protein dalam menu sehari-hari agar anak juga memperoleh energi, vitamin, mineral, lemak, dan zat gizi lain yang dibutuhkan tubuh.
Sumber Protein untuk Anak
Protein dapat diperoleh dari bahan pangan hewani maupun nabati. Ibu dapat mengombinasikan keduanya agar makanan anak semakin beragam.
Beberapa sumber protein untuk anak yang dapat Ibu masukkan dalam menu sehari-hari antara lain:
- Telur, dapat diolah menjadi telur rebus, telur kukus, atau dicampurkan ke dalam makanan.
- Ikan, seperti ikan kembung, ikan cakalang, ikan kakap, ikan bandeng, ikan lele, atau jenis ikan lain yang sesuai untuk anak.
- Daging ayam, dapat diolah hingga memiliki tekstur sesuai kemampuan makan anak.
- Daging sapi, sebagai salah satu pilihan sumber protein hewani.
- Susu dan produk olahannya, seperti yogurt dan keju.
- Tempe dan tahu, dapat menjadi pilihan protein nabati dalam menu sehari-hari.
- Kacang-kacangan, dapat diberikan dalam bentuk dan tekstur sesuai usia untuk mengurangi risiko tersedak.
Ibu dapat mengganti dan mengombinasikan sumber protein tersebut agar menu anak tidak monoton. Untuk anak usia 1-3 tahun, bentuk, ukuran, dan tekstur makanan juga perlu disesuaikan dengan kemampuan makannya.
Selain dari makanan sehari-hari, susu juga dapat menjadi salah satu sumber protein. Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega merupakan sumber protein (3gr) serta kandungan Omega 3 (24mg) dan Omega 6 (143mg).
Jika dikonsumsi dua kali sehari, susu ini dapat membantu menambah asupan protein, Omega 3, dan Omega 6 sebagai bagian dari pemenuhan kebutuhan nutrisi harian anak.
FAQ Seputar Fungsi Protein
Protein dibutuhkan dalam jumlah cukup sebagai bagian dari pola makan bergizi. Kekurangan protein dapat berdampak pada kesehatan, tetapi asupannya juga perlu disertai dengan kecukupan energi dan zat gizi lainnya.
Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar protein untuk anak.
1. Apa Akibat Jika Kekurangan Protein?
Kekurangan protein dapat terjadi bersama dengan kekurangan energi dan zat gizi lainnya. Jika kebutuhan gizi anak tidak terpenuhi dengan baik, pertumbuhan dan kesehatannya dapat terganggu.
Salah satu masalah yang dapat terjadi akibat kekurangan gizi adalah wasting, yaitu kondisi ketika berat badan anak terlalu rendah dibandingkan tinggi badannya. Kondisi ini dapat berkaitan dengan kurangnya asupan makanan atau penyakit.
Sementara itu, kekurangan gizi yang berlangsung lama atau berulang merupakan salah satu faktor yang berkaitan dengan stunting.
Karena itu, Ibu perlu memperhatikan kecukupan protein sekaligus energi, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral dalam menu sehari-hari anak.
Baca Juga: Lebih Penting Mana: Asupan Gizi Seimbang atau Jumlah Kalori?
2. Apa Perbedaan Antara Protein Hewani dan Nabati?
Perbedaannya terletak pada asalnya serta kandungan asam amino dan zat gizi lain di dalamnya.
Asam amino adalah molekul penyusun protein yang digunakan tubuh untuk membentuk protein yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan, memperbaiki jaringan tubuh, dan menjalankan berbagai fungsi tubuh.
Asam amino terdiri dari asam amino esensial, nonesensial, dan kondisional. Dari ketiganya, terdapat sembilan asam amino esensial yang tidak dapat dibuat sendiri oleh tubuh sehingga perlu diperoleh dari makanan, yaitu:
- Histidin: dapat ditemukan dalam ayam, ikan, telur, dan susu.
- Isoleusin: dapat ditemukan dalam telur, ayam, ikan, tempe, dan tahu.
- Leusin: dapat ditemukan dalam ayam, telur, ikan, daging sapi, tempe, dan tahu.
- Lisin: dapat ditemukan dalam ikan, ayam, telur, susu, tempe, dan kacang-kacangan.
- Metionin: dapat ditemukan dalam telur, ikan, ayam, daging sapi, dan susu.
- Fenilalanin: dapat ditemukan dalam telur, susu, ayam, ikan, tempe, dan tahu.
- Treonin: dapat ditemukan dalam telur, ikan, ayam, susu, tempe, dan tahu.
- Triptofan: dapat ditemukan dalam telur, susu, ayam, ikan, tempe, dan kacang tanah.
- Valin: dapat ditemukan dalam ayam, ikan, telur, tempe, tahu, dan kacang-kacangan.
Tubuh membutuhkan sembilan asam esensial dari makanan karena tidak dapat memproduksinya sendiri dalam jumlah yang mencukupi.
Sebagian besar sumber protein hewani, seperti telur, ikan, daging, dan susu, menyediakan sembilan asam amino esensial dalam jumlah yang memadai. Sumber protein ini sering disebut sebagai protein lengkap.
Sementara itu, beberapa sumber protein nabati memiliki jumlah asam amino esensial tertentu yang lebih rendah. Namun, bukan berarti protein nabati tidak berkualitas.
Dengan mengonsumsi beragam sumber protein nabati sepanjang hari, kebutuhan asam amino esensial dapat tetap terpenuhi.
Protein hewani dan nabati dapat memberikan zat gizi yang berbeda. Ikan dapat menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3, sedangkan kacang-kacangan dan biji-bijian dapat menyediakan serat serta berbagai vitamin dan mineral.
Oleh karena itu, Ibu sebaiknya mengombinasikan sumber protein hewani dan nabati dalam menu yang beragam agar pola makan anak lebih beragam dan seimbang.
Ibu juga bisa memastikan makanan anak bervariasi dan melengkapi asupan hariannya dengan susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega sebagai salah satu sumber protein.
Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega dibuat tanpa tambahan sukrosa, menjadikannya pilihan yang menenangkan bagi Ibu untuk konsumsi harian anak
Produk ini juga merupakan sumber protein, kaya akan 9 Vitamin & 4 Mineral. Dilengkapi Kalsium dan Vitamin D3 untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak, serta Vitamin A, E, B1, B2, B3, B6, B12, Kalium, Fosfor, Iodium, dan Zink.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan untuk masyarakat Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/138621/Permenkes-No-28-%20Tahun-2019
- MedlinePlus Genetics. (2021, March 26). What are proteins and what do they do? U.S. National Library of Medicine. https://medlineplus.gov/genetics/understanding/howgeneswork/protein/
- World Health Organization. (n.d.). Child growth. https://www.who.int/health-topics/child-growth
- Centers for Disease Control and Prevention. (2024, September 5). Foods and drinks for 6 to 24 month olds. https://www.cdc.gov/infant-toddler-nutrition/foods-and-drinks/index.html
- Food and Agriculture Organization of the United Nations. (2013). Dietary protein quality evaluation in human nutrition: Report of an FAO expert consultation. FAO. https://www.fao.org/3/i3124e/i3124e.pdf
- U.S. Department of Agriculture, & U.S. Department of Health and Human Services. (2020). Dietary guidelines for Americans, 2020-2025 (9th ed.). https://www.dietaryguidelines.gov/sites/default/files/2020-12/Dietary_Guidelines_for_Americans_2020-2025.pdf