7 Makanan yang Bikin Gemuk dengan Nutrisi yang Baik
Bagi sebagian orang, menaikkan berat badan bukanlah hal yang mudah. Untuk menambah berat badan, tubuh perlu mendapatkan asupan energi yang cukup dari makanan sehari-hari.
Namun, bukan hanya jumlah kalorinya yang perlu diperhatikan, Bu. Pilihan makanan juga sebaiknya tetap memberikan protein, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
Karena itu, menambah berat badan bukan berarti harus mengandalkan makanan cepat saji atau makanan tinggi gula dan lemak. Ada berbagai pilihan makanan bernutrisi yang dapat membantu menambah asupan energi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.
Apa Saja Makanan yang Bisa Bikin Gemuk?
Jika ingin menambah berat badan, pilih makanan yang tidak hanya memberikan tambahan kalori, tetapi juga mengandung nutrisi seperti protein, karbohidrat, vitamin, mineral, atau lemak sehat seperti berikut ini:
1. Susu Full Cream
Susu full cream bisa menjadi salah satu pilihan untuk menambah asupan energi dan nutrisi sehari-hari. Selain mengandung kalori, susu juga merupakan sumber protein serta berbagai vitamin dan mineral.Salah satu pilihannya adalah Frisian Flag UHT Full Cream.
Susu ini dilengkapi 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta 3 mineral berupa kalsium, fosfor, dan iodium. Rangkaian nutrisi ini membantu menjaga kesehatan tulang, gigi, dan metabolisme energi.
2. Nasi
Nasi merupakan salah satu sumber karbohidrat yang banyak dikonsumsi sebagai makanan pokok. Karbohidrat menjadi salah satu sumber energi utama yang digunakan tubuh untuk menjalankan berbagai aktivitas.
Jika ingin meningkatkan asupan kalori, nasi dapat dikombinasikan dengan lauk sumber protein, sayuran, dan sumber lemak agar menu makan lebih lengkap dan bergizi.
3. Kacang-kacangan
Kacang-kacangan seperti kacang tanah, almond, dan kacang mete termasuk makanan yang padat energi. Kacang juga menyediakan protein serta lemak yang dapat membantu menambah asupan kalori sehari-hari.
Kacang dapat dikonsumsi sebagai camilan atau ditambahkan ke dalam makanan lain. Meski begitu, porsinya tetap perlu diperhatikan karena kandungan kalorinya cukup tinggi.
4. Alpukat
Alpukat bisa menjadi pilihan buah untuk menambah asupan kalori sekaligus nutrisi. Buah ini mengandung lemak tak jenuh dan serat serta berbagai vitamin dan mineral.
Alpukat dapat dikonsumsi langsung, dijadikan isian roti, atau dikombinasikan dengan makanan lainnya. Jika diolah menjadi minuman, perhatikan jumlah gula atau pemanis yang ditambahkan.
5. Daging Merah
Daging merah seperti daging sapi merupakan sumber protein yang dapat membantu memenuhi kebutuhan protein sehari-hari. Protein dibutuhkan tubuh, salah satunya untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh.
Jika ingin menjadikannya bagian dari pola makan untuk menambah berat badan, pilih bagian daging sesuai kebutuhan dan kombinasikan dengan sumber karbohidrat serta sayuran agar menu tetap seimbang.
6. Yogurt dan Keju
Produk olahan susu seperti yogurt dan keju dapat menjadi pilihan untuk membantu menambah asupan energi sekaligus memberikan protein dan kalsium.
Yogurt dapat dikombinasikan dengan buah, oatmeal, atau kacang-kacangan sebagai camilan bernutrisi. Sementara itu, keju dapat ditambahkan pada roti, telur, atau makanan lainnya untuk menambah asupan energi sekaligus membuat menu sehari-hari lebih bervariasi.
7. Telur
Telur merupakan sumber protein yang mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi berbagai menu. Selain protein, telur juga mengandung lemak serta sejumlah vitamin dan mineral.
Telur dapat dikombinasikan dengan nasi, roti, sayuran, atau sumber makanan lainnya sehingga lebih mudah dimasukkan ke dalam menu sarapan, makan siang, maupun makan malam.
Baca Juga: Pentingnya Telur untuk Sarapan Pagi Anda
Mengapa Makanan Bisa Menyebabkan Berat Badan Naik?
Berat badan dapat bertambah ketika asupan energi dari makanan dan minuman secara terus-menerus lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh.
Karena itu, makanan yang padat energi dapat membantu meningkatkan asupan kalori harian. Namun, jika tujuan Ibu adalah menambah berat badan, tetap perhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi. Pilih makanan yang tidak hanya memberikan energi, tetapi juga mengandung protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat gizi lainnya.
Apakah Makanan Tinggi Kalori Harus Dihindari?
Makanan tinggi kalori tidak selalu harus dihindari, karena tubuh tetap membutuhkan kalori sebagai sumber energi. Karena itu, yang perlu diperhatikan adalah jenis makanan dan porsinya.
Pilih makanan tinggi kalori yang juga mengandung nutrisi, seperti alpukat, kacang-kacangan, ubi, atau roti gandum. Sementara itu, makanan tinggi kalori yang banyak mengandung gula, garam, atau lemak sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Tips Menjaga Berat Badan Tetap Sehat
Baik ingin menambah maupun mempertahankan berat badan, pola makan tetap perlu memperhatikan kualitas nutrisi. Berikut beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan:
1. Pilih Makanan Padat Nutrisi
Utamakan makanan yang tidak hanya memberikan energi, tetapi juga menyediakan berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Kombinasikan sumber karbohidrat, protein, lemak, sayuran, dan buah dalam menu sehari-hari.
Untuk membantu melengkapi asupan energi dan nutrisi, Ibu juga dapat memilih Frisian Flag UHT Full Cream. Setiap kemasan 225 ml mengandung 130 kkal energi dan 7 gram protein. Susu ini juga mengandung 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta sumber 3 mineral berupa Kalsium, Fosfor, dan Iodium. Frisian Flag UHT Full Cream juga dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Vitamin D3, Kalsium, dan Fosfor membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sedangkan Vitamin B1, B2, dan B3 berperan dalam metabolisme energi.
Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama makanan bergizi lainnya untuk membantu melengkapi asupan energi dan nutrisi sehari-hari.
2. Batasi Junk Food dan Makanan Tinggi Gula
Menambah berat badan bukan berarti bebas mengonsumsi makanan cepat saji, gorengan, minuman manis, atau makanan tinggi gula dalam jumlah banyak.
Jika ingin meningkatkan asupan kalori, pilih sumber yang lebih bernutrisi seperti kacang-kacangan, alpukat, telur, ikan, susu, buah, dan makanan bergizi lainnya.
3. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Jika sulit menghabiskan makanan dalam porsi besar sekaligus, Anda dapat membagi waktu makan menjadi beberapa porsi yang lebih kecil.
Selain makan utama, tambahkan camilan bernutrisi seperti buah, yogurt, kacang-kacangan, atau susu di sela waktu makan. Cara ini dapat membantu meningkatkan asupan energi tanpa harus makan dalam jumlah besar sekaligus.
4. Kombinasikan dengan Latihan Kekuatan
Aktivitas fisik tetap penting meskipun tujuan Ibu adalah menaikkan berat badan. Latihan kekuatan seperti squat, push-up, atau latihan menggunakan beban dapat membantu melatih dan memperkuat otot.
Jika dikombinasikan dengan asupan energi dan protein yang cukup, latihan kekuatan juga dapat mendukung pembentukan massa otot. Dengan begitu, upaya menaikkan berat badan tidak hanya berfokus pada penambahan lemak tubuh.
5. Sesuaikan Asupan dengan Kebutuhan Tubuh
Kebutuhan energi setiap orang berbeda, tergantung usia, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan. Karena itu, jumlah makanan yang tepat untuk satu orang belum tentu sama untuk orang lainnya.
Jika berat badan sulit naik, turun tanpa sebab yang jelas, atau Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui kebutuhan nutrisi yang sesuai.
FAQ Seputar Makanan dan Berat Badan
Masih ada beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai hubungan makanan dengan kenaikan berat badan. Berikut penjelasannya.
1. Apakah Susu Bisa Membuat Berat Badan Naik?
Susu dapat membantu menambah asupan kalori dan protein, sehingga bisa menjadi bagian dari pola makan untuk menaikkan berat badan. Namun, minum susu saja tidak otomatis membuat berat badan naik.
Kenaikan berat badan tetap dipengaruhi oleh total energi yang dikonsumsi dibandingkan dengan energi yang digunakan tubuh. Karena itu, susu sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan bergizi.
2. Apa Penyebab Berat Badan Cepat Naik?
Salah satu penyebab utama berat badan meningkat adalah asupan kalori yang lebih besar daripada energi yang digunakan tubuh. Jika terjadi secara terus-menerus, kelebihan energi dapat disimpan sebagai lemak sehingga berat badan bertambah.
Namun, perubahan berat badan tidak hanya dipengaruhi makanan. Aktivitas fisik, pola tidur, kondisi kesehatan, obat-obatan tertentu, serta faktor lainnya juga dapat berpengaruh.
Jika berat badan meningkat dengan cepat tanpa perubahan pola makan atau aktivitas yang jelas, terutama jika disertai keluhan lain, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.
Referensi:
- Puskesmas II Kemranjen. Wajib Tahu, 11 Makanan Ini Ternyata Gampang Bikin Gemuk.
https://puskesmas2kemranjen.banyumaskab.go.id/read/57184/wajib-tahu-11-makanan-ini-ternyata-gampang-bikin-gemuk - Halodoc. Makanan yang Membuat Gemuk: Daftar Lengkap dan Tips Sehat.
https://www.halodoc.com/artikel/makanan-yang-membuat-gemuk-daftar-lengkap-dan-tips-sehat - Alodokter. Efek Buruk Terlalu Banyak Makanan Berkalori Tinggi.
https://www.alodokter.com/efek-buruk-terlalu-banyak-makanan-berkalori-tinggi - Mayo Clinic. Underweight? See How to Add Pounds Healthfully.
https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/expert-answers/underweight/faq-20058429 - Cleveland Clinic. Unexplained Weight Gain & Causes of Rapid Weight Gain.
https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/unexplained-weight-gain