Cara Mengatasi Stres yang Bisa Dilakukan Sehari-Hari
Cara mengatasi stres dapat dimulai dengan mengenali penyebabnya dan melakukan berbagai kebiasaan yang membantu Ibu menghadapi tekanan sehari-hari. Stres merupakan respons alami tubuh ketika menghadapi situasi yang terasa sulit atau menantang.
Namun, stres yang berlangsung terus-menerus dapat memengaruhi kesehatan fisik maupun mental, Bu. Karena itu, penting untuk mengenali tanda-tandanya sekaligus mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengelolanya.
Pengertian Stres
Stres adalah kondisi khawatir atau ketegangan mental yang dapat muncul akibat situasi yang sulit. Stres sebenarnya merupakan respons alami manusia dalam menghadapi tantangan dan ancaman dalam kehidupan.
Setiap orang dapat mengalami stres, Bu. Dalam kadar tertentu, stres bahkan dapat membantu seseorang menghadapi aktivitas atau tantangan sehari-hari.
Akan tetapi, stres yang terlalu berat atau berlangsung berkepanjangan dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kesehatan mental.
Saat mengalami stres, seseorang juga dapat merasa lebih sulit untuk rileks, mudah cemas atau tersinggung, serta mengalami kesulitan berkonsentrasi. Keluhan fisik seperti sakit kepala, gangguan pencernaan, dan sulit tidur juga dapat terjadi.
Penyebab Stres
Penyebab stres dapat berbeda pada setiap orang, Bu. Situasi yang terasa berat bagi seseorang belum tentu memberikan dampak yang sama bagi orang lain.
Stres dapat muncul akibat berbagai situasi, seperti masalah pekerjaan, hubungan dengan orang lain, kesulitan keuangan, masalah kesehatan, konflik dalam keluarga, kehilangan pekerjaan, hingga perubahan besar dalam kehidupan.
Selain penyebabnya, cara setiap orang menghadapi stres juga dapat berbeda. Karena itu, mengenali situasi atau kondisi yang sering membuat Ibu merasa tertekan dapat menjadi langkah awal untuk menentukan cara mengelola stres yang sesuai.
Baca Juga: 5 Cara Hidup Sehat untuk Anda yang Sibuk
Cara Mengatasi Stres yang Bisa Dilakukan
Tidak semua penyebab stres dapat langsung dihilangkan, Bu. Namun, Ibu dapat melakukan beberapa kebiasaan untuk membantu mengelola respons terhadap stres dan menjaga kesehatan fisik maupun mental.
Berikut beberapa cara mengurangi stres yang dapat dicoba dalam kehidupan sehari-hari, Bu:
1. Istirahat yang Cukup
Stres dapat membuat tidur menjadi lebih sulit. Di sisi lain, jadwal tidur yang teratur dapat membantu tubuh dan pikiran mendapatkan waktu istirahat yang dibutuhkan.
Usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari, Bu.
Hindari penggunaan perangkat elektronik menjelang tidur apabila membuat Ibu semakin sulit beristirahat.
Jika pikiran terasa penuh pada malam hari, Ibu dapat mencoba melakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca atau melakukan latihan relaksasi.
2. Rutin Berolahraga
Bergerak dan melakukan aktivitas fisik secara rutin dapat membantu Ibu mengelola stres. WHO menyebut aktivitas fisik setiap hari dapat membantu mengurangi stres.
Ibu tidak harus langsung melakukan olahraga berat. Berjalan kaki, bersepeda, berenang, atau melakukan aktivitas fisik lain yang disukai dapat menjadi pilihan.
Untuk orang dewasa, WHO merekomendasikan setidaknya 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu atau 75–150 menit aktivitas aerobik intensitas berat per minggu. Ibu dapat membaginya ke dalam beberapa sesi sesuai kemampuan dan rutinitas.
Sementara itu, anak dan remaja usia 5–17 tahun dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat minimal 60 menit setiap hari, misalnya dengan berlari.
Setidaknya 3 hari dalam seminggu, aktivitas juga perlu mencakup kegiatan yang membantu menguatkan otot dan tulang. Waktu yang dihabiskan untuk kegiatan sedentari atau terlalu banyak duduk juga sebaiknya dibatasi dan digantikan dengan berbagai aktivitas fisik, Bu.
3. Melakukan Relaksasi
Ketika merasa tertekan, meluangkan waktu untuk melakukan relaksasi dapat menjadi salah satu cara meredakan stres yang dapat Ibu coba.
WHO menyarankan beberapa teknik sederhana, seperti latihan pernapasan dan relaksasi otot. Saat pikiran terasa penuh, Ibu juga dapat berhenti sejenak dan memusatkan perhatian pada apa yang sedang dilihat, didengar, atau dirasakan.
Latihan seperti ini dapat membantu Ibu memusatkan kembali perhatian pada kondisi saat ini, terutama ketika pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran.
4. Mengatur Waktu dengan Baik
Banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan sekaligus dapat membuat Ibu merasa kewalahan. Karena itu, cobalah membuat jadwal dan menentukan tugas berdasarkan prioritas.
WHO menyarankan membuat rutinitas harian karena jadwal dapat membantu seseorang menggunakan waktu dengan lebih efisien dan merasa lebih mampu mengendalikan aktivitas yang perlu dilakukan.
Bu, jangan lupa menyisihkan waktu untuk makan, beristirahat, beraktivitas fisik, dan melakukan kegiatan yang menyenangkan. Jadwal tidak harus selalu padat agar dapat dianggap produktif.
5. Mengonsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Saat sedang stres, pola makan dapat ikut berubah, Bu. Namun, tubuh tetap membutuhkan makanan yang beragam dan bergizi agar kebutuhan nutrisi sehari-hari tetap terpenuhi.
Usahakan tetap makan secara teratur dengan mengombinasikan makanan pokok, lauk-pauk, sayur, dan buah.
Untuk membantu melengkapi asupan nutrisi keluarga, Ibu juga dapat memilih Frisian Flag UHT Full Cream sebagai salah satu pilihan minuman sehari-hari.
Frisian Flag UHT Full Cream merupakan sumber protein serta mengandung 8 vitamin, yaitu Vitamin A, D3, B1, B2, B3, B5, B6, dan B12, serta sumber 3 mineral berupa Kalsium, Fosfor, dan Iodium. Susu ini juga dibuat tanpa tambahan gula (sukrosa).
Protein berperan dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel tubuh. Vitamin D3, Kalsium, dan Fosfor membantu menjaga kesehatan tulang dan gigi, sedangkan Vitamin B1, B2, dan B3 berperan dalam metabolisme energi.
Ibu dapat menikmati Frisian Flag UHT Full Cream bersama keluarga sebagai salah satu pilihan minuman untuk membantu melengkapi asupan nutrisi sehari-hari.
6. Berbicara dengan Orang Terpercaya
Ketika sedang menghadapi banyak tekanan, Ibu tidak harus selalu menyimpannya sendiri. Cobalah berbicara dengan pasangan, anggota keluarga, teman, atau orang lain yang dipercaya.
Menceritakan apa yang sedang dirasakan dapat membantu Ibu mendapatkan dukungan dan merasa tidak menghadapi masalah sendirian.
Jika stres terasa semakin sulit dikelola atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan dari tenaga profesional.
Baca Juga: 6 Alasan Anda Perlu Lakukan Social Media Detox
FAQ Seputar Cara Mengatasi Stres
Stres dapat dialami setiap orang dan respons yang muncul dapat berbeda-beda, Bu. Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar stres dan cara mengelolanya.
1. Kapan Stres Perlu Mendapatkan Bantuan Profesional?
Pertimbangkan mencari bantuan profesional apabila stres terus berlangsung dan Ibu merasa semakin kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari atau melakukan berbagai cara yang biasanya membantu mengatasi stres.
WHO menyarankan mencari bantuan dari tenaga kesehatan atau orang terpercaya apabila Ibu mengalami kesulitan dalam menghadapi stres. Tenaga profesional dapat membantu mengevaluasi kondisi dan menentukan dukungan yang sesuai.
Jika Ibu atau orang terdekat memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan medis atau layanan darurat yang tersedia di wilayah Ibu.
2. Apa Ciri-Ciri Orang Mengalami Stres?
Ciri-ciri stres dapat muncul dalam bentuk emosional, kognitif, maupun fisik, Bu. Beberapa tanda yang dapat terjadi antara lain:
- Sulit merasa rileks
- Merasa cemas atau mudah tersinggung
- Sulit berkonsentrasi
- Sakit kepala atau nyeri pada tubuh
- Gangguan pada perut
- Sulit tidur
- Perubahan pola makan
Pada stres yang berlangsung lama, keluhan yang dialami dapat semakin memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh kondisi lain.
Jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas, sebaiknya Ibu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
3. Bagaimana Cara Menenangkan Pikiran saat Stres?
Saat pikiran terasa penuh, coba berhenti sejenak dan atur pernapasan secara perlahan, Bu. Tarik dan embuskan napas dengan tenang sambil memusatkan perhatian pada pernapasan.
Ibu juga dapat memperhatikan hal-hal yang sedang dilihat, didengar, disentuh, atau dirasakan di sekitar. Cara ini dapat membantu mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini ketika pikiran dipenuhi berbagai kekhawatiran.
Selain itu, lakukan kegiatan yang membuat tubuh dan pikiran lebih rileks, tetap terhubung dengan orang yang dipercaya, dan berikan waktu yang cukup untuk beristirahat.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Isi Piringku: Kebutuhan gizi harian seimbang. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang
- World Health Organization. (2026, March 30). Stress. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/stress
- World Health Organization. (2024, June 26). Physical activity. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Aktif bergerak. Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/diet-sehat/aktif-bergerak