Ajarkan Anak Keuangan Sejak Dini

| 03 Des 2018

Ajarkan Anak Keuangan Sejak Dini

Memperkenalkan uang ke anak ternyata bisa dimulai ketika berusia 4-5 tahun, bukan menunggu mereka benar-benar sudah besar. Menurut literasi penelitian Danes (1994), ia menemukan ada pola didik yang salah dari orang tua, yaitu berpikiran bahwa mendidik anak tentang keuangan baiknya di usia 18 tahun. Padahal paling baik adalah waktu masih kecil sebab serapan pengetahuan mereka dari luar masih sangat baik sehingga ketika dewasa, kita tinggal menambah konsep keuangan lainnya. Bagaimana pendekatannya?


a. Mengenalkan konsep uang

Mulailah dari menunjukkan pecahan uang terkecil dan juga terbesar atau dari warna yang mudah diingat oleh anak. Ajak mereka berbincang sambil memberi pemahaman mengenai definisi uang, kegunaan uang, contoh penggunaan uang hingga bagaimana proses uang bekerja secara sederhana misalnya untuk membeli mainan atau makanan kesukaan dan lain-lain.


b. Memberi uang saku

Setelah tahu, ajak anak mempraktekan hal yang sudah dipelajari dengan memberinya uang saku. Jelaskan kembali mengenai penggunaannya agar sesuai kebutuhannya. Tapi, berikan ke anak uang saku dalam jumlah yang wajar sesuai usia dan tanggung jawab. Jika pada akhirnya hasil belajarnya masih kurang sesuai, arahkan dan kembali jelaskan agar ia mengerti. Investasikan kepercayaanmu pada anak demi masa depan yang signifikan.


c. Ajarkan konsep menabung

Selain pemakaian uang, jelaskan ke anak bahwa uang harus disisihkan dan ditabung bagi kebutuhan mendatang. Dari sini kamu dapat memberitahukan pentingnya membedakan antara keinginan membeli baju baru atau menabung demi keperluan yang lebih genting. Mungkin memang lelah tapi bila anak berhasil melakukannya, kamu pasti bangga.


d. Buat Permainan

Metode kreatif disarankan supaya anak lebih mudah memahami keuangan salah satunya melalui permainan. Biasanya akan tersimpan di pikiran bawah sadar dan dibawa sampai dewasa. Beberapa contoh mainan yang bisa dimainkan bersama antara lain monopoli, cashflow dan tycoon.


e. Mengajarkan kebiasaan berbagi

Tak hanya menabung, tapi beri tahu ke anak bahwa ketika memiliki uang sesekali kita harus berbagi dengan sesama. Kebiasaan ini harus ditumbuhkan agar anak memiliki empati terhadap orang lain dan tidak sombong saat mereka di puncak keberhasilan nanti.


Dalam proses belajar, nutrisi juga tetap harus dijaga agar penyerapan materi berlangsung secara optimal. Makanan bergizi disertai konsumsi susu yang cukup terbukti membantu tumbuh kembang anak. Di sela-sela waktu istirahatnya, buatkan Frisian Flag Susu Bubuk Instant Cokelat untuk mendukung asupan gizi harian si kecil  Frisian Flag Susu Bubuk Instant Cokelat diproduksi menggunakan susu bubuk berkualitas  dengan kandungan zat gizi makro (protein, karbohidrat dan lemak) dan tinggi Vitamin A, B1, B2, C dan D serta tinggi Kalsium dan mudah dilarutkan karena berada dalam bentuk instant.

Rasa cokelatnya akan membuat anak lebih segar saat kembali bermain lagi.




Artikel Terkait