Pasti kamu pernah mendengar anjuran untuk membuat to do list demi meningkatkan produktivitas. Metode ini memang terbukti efektif bagi sebagian orang. Tapi, ada juga sebagian orang yang kurang cocok dengan metode ini.
Kalo dalam membuat to do list kamu malah cenderung memasukkan terlalu banyak kegiatan untuk diselesaikan dalam sehari, menjadi gelisah, dan berujung frustasi karena tidak berhasil mencoret semua isi to-do list mu di akhir hari, bisa jadi kamu termasuk golongan orang yang kurang cocok dengan metode to do list.
Bagi sebagian orang, to do list malah bisa menurunkan efektivitasnya. Obsesi untuk mencoret semua checklist yang kita buat di awal hari, membuat fokus kita terbagi. Tidak dipungkiri, pekerjaan baru juga akan selalu menanti.
Membuat to-don’t list merupakan upaya untuk meningkatkan efektifitas kita dengan meninggalkan kegiatan yang mungkin menyita waktu, yang seharusnya bisa digunakan untuk melakukan kegiatan lain atau untuk istirahat. Sudah baca kan post kita soal pentingnya istirahat? Di Instagram @FrisianFlag.career udah pernah kita bahas loh! Jangan lupa follow ya!
To-don’t list juga membantu kita dalam membuat perencanaan serta membuat kita lebih fokus pada tujuan yaitu Grow Strong dan Give More :)
Bekerja di multinational company kerap jadi incaran para fresh graduate karena lebih bergengsi. Tapi seperti apa sih sebenarnya keseharian bekerja di sana?
Sebuah artikel pada portal Fast Company memaparkan bahwa menulis to-do lists seharusnya membantu Anda lebih mudah dalam menyelesaikan pekerjaan.
“Duh udah minggu sore aja.”
Flaggers sering ngerasa gitu? Liburan terasa cepat selesai, tiba-tiba besok udah masuk kerja lagi. Itu namanya Sunday Blues: Perasaan sedih memasuki hari Minggu karena udah kebayang hari Seninnya bakal masuk kerja lagi. Alasannya beragam, mulai dari khawatir dengan pekerjaan yang belum selesai, ketemu atasan galak, sampai alasan sedih karena waktu liburan udah selesai. Ternyata, Flaggers, Sunday Blues ini fenomena beneran yang bisa ngaruh ke kesehatan secara psikologis.