Psikomotorik Adalah Kemampuan Gerak Anak, Kenali Contohnya

Banner
| 11 Sep 2026

Psikomotorik Adalah Kemampuan Gerak Anak, Kenali Contohnya

Psikomotorik Adalah Kemampuan Gerak Anak, Kenali Contohnya

Psikomotorik berkaitan dengan perkembangan kemampuan anak dalam melakukan berbagai gerakan dan aktivitas. Kemampuan ini melibatkan apa yang dilihat, dipikirkan, dan dilakukan oleh si Kecil.

Kemampuan psikomotorik dapat terlihat saat anak menggambar, mengancingkan baju, menangkap bola, atau melakukan kegiatan lainnya.

Pada usia 4-6 tahun, kemampuan si Kecil terus berkembang dan dapat dilatih melalui aktivitas sehari-hari serta kesempatan bermain.

Apa Itu Psikomotorik?

Psikomotorik berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan pikiran dan gerakan tubuh saat melakukan suatu kegiatan.

Misalnya, saat menangkap bola, si Kecil perlu melihat arah datangnya bola lalu menggerakkan tangan untuk menangkapnya. Saat menggambar, anak perlu melihat objek atau membayangkan sesuatu, kemudian menggerakkan tangannya untuk menggambar.

Kemampuan ini dapat terlihat melalui gerakan tubuh yang lebih besar, seperti berlari dan melompat, maupun gerakan yang lebih kecil dan terarah, seperti menggambar dan mengancingkan pakaian.

Apa Peran Kemampuan Psikomotorik dalam Perkembangan Anak?

Kemampuan psikomotorik membantu si Kecil melakukan berbagai kegiatan sehari-hari yang membutuhkan koordinasi gerakan. Keterampilan ini digunakan saat anak bermain, belajar, merawat diri, hingga berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.

Sebagai contoh, kemampuan mengontrol gerakan tangan membantu anak menggunakan alat tulis dan melakukan aktivitas seperti menggambar. Sementara itu, keterampilan gerak tubuh membantu anak melakukan aktivitas seperti berlari, melompat, atau bermain bola.

Pada usia prasekolah, keterampilan gerak juga semakin berkembang. CDC mencatat bahwa sebagian besar anak pada usia 5 tahun sudah dapat mengancingkan beberapa kancing dan melompat dengan satu kaki.

Perkembangan setiap anak dapat berbeda. Karena itu, Ibu dapat memantau kemampuan si Kecil sesuai usianya tanpa membandingkannya dengan anak lain.

Baca Juga: Motorik Kasar: Pondasi Gerakan Tubuh dan Tumbuh Kembang

Contoh Kemampuan Psikomotorik Anak

Kemampuan psikomotorik dapat terlihat melalui berbagai aktivitas sederhana. Ada kegiatan yang lebih banyak menggunakan otot besar tubuh dan ada pula yang membutuhkan gerakan tangan serta jari yang lebih terarah.

Berikut beberapa contoh kemampuan psikomotorik pada anak:

  • Melompat, melatih anak mengatur gerakan dan keseimbangan tubuh.
  • Berlari, membuat anak menggunakan kaki dan menjaga keseimbangan tubuh.
  • Menangkap dan melempar bola, membuat mata dan tangan bekerja bersama.
  • Menggambar, melatih gerakan tangan dan jari.
  • Mengancingkan pakaian, melatih gerakan tangan dan jari yang lebih terarah.
  • Menyusun balok, melatih anak melihat dan mengatur gerakan tangannya.
  • Menggunakan sendok dan garpu, melatih gerakan tangan saat makan.
  • Menari mengikuti gerakan, melatih anak melihat, mengingat, lalu mengikuti gerakan.

Pada usia 4 tahun, ada beberapa pencapaian gerak yang sudah dapat dilakukan anak, seperti menangkap bola besar serta memegang pensil atau krayon menggunakan jari dan ibu jari, bukan menggenggamnya dengan seluruh tangan.

Tahapan Perkembangan Psikomotorik Anak Sesuai Usia

Kemampuan gerak anak berkembang secara bertahap. Pencapaian perkembangan dapat membantu Ibu mengetahui keterampilan yang umumnya telah dikuasai sebagian besar anak pada usia tertentu.

1. Usia 4 Tahun

Pada usia sekitar 4 tahun, sebagian besar anak sudah menunjukkan perkembangan kemampuan gerak yang semakin terarah. Beberapa kemampuan yang umumnya sudah dapat dilakukan antara lain:

  • Menangkap bola besar pada sebagian besar kesempatan.
  • Menuangkan air atau menyajikan makanan sendiri dengan pengawasan.
  • Membuka beberapa kancing.
  • Memegang pensil atau krayon menggunakan jari dan ibu jari.

2. Usia 5 Tahun

Memasuki usia 5 tahun, koordinasi dan kontrol gerakan anak terus berkembang. Si Kecil mulai dapat melakukan beberapa aktivitas yang membutuhkan keseimbangan dan gerakan tangan yang lebih terarah.

Beberapa kemampuan yang umumnya sudah dapat dilakukan antara lain:

  • Mengancingkan beberapa kancing.
  • Melompat dengan satu kaki.

Selain kemampuan fisik, pada usia ini sebagian besar anak juga sudah dapat mengikuti aturan atau bergiliran ketika bermain.

Aktivitas yang menggabungkan aturan dan gerakan dapat memberikan kesempatan kepada anak untuk menggunakan kemampuan fisik sekaligus mengikuti instruksi.

3. Usia 6 Tahun

Pada usia 6 tahun, keterampilan anak yang telah berkembang pada tahun-tahun sebelumnya dapat terus diasah melalui kegiatan sehari-hari, Bu.

Anak dapat memperoleh kesempatan melakukan aktivitas yang semakin beragam, seperti menggambar, menulis, menggunakan peralatan makan, berpakaian, bermain bola, berlari, melompat, atau mengikuti permainan dengan aturan.

Jika Ibu melihat si Kecil kehilangan kemampuan yang sebelumnya sudah dimiliki atau memiliki kekhawatiran mengenai perkembangannya, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.

Cara Melatih Kemampuan Psikomotorik Anak

Stimulasi psikomotorik dapat dilakukan melalui aktivitas sehari-hari dan permainan anak. Ibu tidak perlu selalu menyediakan alat khusus karena banyak kegiatan sederhana di rumah yang dapat melibatkan koordinasi gerakan si Kecil.

Beberapa aktivitas yang dapat dicoba antara lain:

  • Bermain lempar dan tangkap bola. Gunakan bola yang sesuai dengan usia si Kecil. Kegiatan ini membantu anak belajar melihat arah bola sekaligus menggerakkan tangannya untuk menangkap.
  • Melompat mengikuti pola. Buat beberapa tanda di lantai dan minta si Kecil melompat dari satu tanda ke tanda lainnya.
  • Menggambar dan mewarnai. Berikan pensil warna atau krayon agar anak dapat melatih kontrol gerakan tangan.
  • Bermain balok. Ajak anak menyusun balok menjadi menara atau bentuk tertentu.
  • Menari mengikuti lagu. Ibu dapat memberikan contoh gerakan sederhana untuk diikuti si Kecil.
  • Melibatkan anak dalam kegiatan sehari-hari. Beri kesempatan anak mencoba mengancingkan pakaian, menggunakan alat makan, atau membantu kegiatan rumah sederhana sesuai kemampuannya.
  • Bermain dengan aturan sederhana. Permainan yang meminta anak bergerak berdasarkan instruksi dapat melatih kemampuan mendengarkan, mengingat aturan, dan menghasilkan gerakan yang sesuai.

CDC juga memberikan berbagai contoh kegiatan yang dapat dilakukan bersama anak usia prasekolah, seperti bermain, menggambar, dan memberi kesempatan si Kecil melakukan kegiatan sederhana secara mandiri.

Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan si Kecil. Jika aktivitas masih sulit dilakukan, Ibu dapat memberikan contoh dan bantuan terlebih dahulu, kemudian secara bertahap memberi kesempatan anak mencobanya sendiri.

Lengkapi Stimulasi dengan Nutrisi untuk Tumbuh Kembang Anak

Stimulasi melalui bermain dan aktivitas fisik merupakan salah satu bagian dalam mendukung perkembangan si Kecil.

Di samping itu, Ibu juga perlu memperhatikan kebutuhan dasar lainnya, termasuk pola makan bergizi, aktivitas fisik, dan istirahat yang cukup.

Masa usia 4-6 tahun merupakan periode ketika anak terus mengembangkan kemampuan fisik, bahasa, berpikir, serta sosial dan emosional. Dukungan terhadap tumbuh kembang anak sebaiknya dilakukan secara menyeluruh.

Selain memberikan stimulasi melalui bermain dan berbagai aktivitas, Ibu juga perlu memperhatikan asupan nutrisi si Kecil untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Pastikan si Kecil mendapatkan makanan yang bergizi dan beragam setiap hari. Untuk membantu melengkapi asupan nutrisinya, Ibu dapat memberikan susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega.

Tidak hanya menjadi sumber protein, susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega juga mengandung Omega 3 dan Omega 6 serta dilengkapi 9 vitamin dan 4 mineral untuk membantu melengkapi kebutuhan nutrisi si Kecil sehari-hari. Khusus varian plain, susu ini juga hadir tanpa gula tambahan.

Baca Juga: Kenali Kecerdasan Intelektual Anak dan Cara Meningkatkannya

FAQ Seputar Psikomotorik Anak

Kemampuan psikomotorik dapat terus diasah melalui berbagai kegiatan. Berikut beberapa pertanyaan yang mungkin muncul ketika Ibu memantau perkembangan si Kecil.

1. Apa Perbedaan Motorik dan Psikomotorik?

Motorik berkaitan dengan kemampuan anak melakukan berbagai gerakan tubuh. Motorik kasar melibatkan gerakan yang lebih besar, seperti berlari dan melompat. Sementara itu, motorik halus melibatkan gerakan yang lebih kecil dan terarah, seperti menggambar atau mengancingkan baju.

Psikomotorik memiliki arti yang lebih luas karena berkaitan dengan kemampuan anak menggunakan apa yang dilihat dan dipikirkan untuk melakukan suatu gerakan.

Misalnya, saat menangkap bola, si Kecil tidak hanya menggerakkan tangannya. Ia juga perlu melihat arah datangnya bola dan menyesuaikan gerakan tangan agar dapat menangkapnya.

2. Bagaimana Cara Meningkatkan Kemampuan Psikomotorik Anak?

Berikan si Kecil kesempatan untuk aktif bergerak dan mencoba berbagai kegiatan sesuai usia. Aktivitas seperti berlari, melompat, bermain bola, menggambar, menyusun balok, menari, dan melakukan kegiatan mandiri sederhana dapat menjadi pilihan.

Ibu juga dapat membuat kegiatan lebih menarik dengan memberikan instruksi. Misalnya, minta si Kecil mengambil bola berwarna tertentu, melompat sesuai jumlah yang disebutkan, atau meniru urutan gerakan sederhana.

Berikan stimulasi secara rutin tanpa memaksa anak mencapai kemampuan tertentu lebih cepat, Bu. Perhatikan perkembangan si Kecil dan konsultasikan dengan dokter jika Ibu memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan geraknya.

Lengkapi berbagai aktivitas tersebut dengan pola makan bergizi dan beragam, Bu. Susu UHT Frisian Flag Nutribrain Omega yang mengandung Omega 3 dan Omega 6 serta dilengkapi berbagai vitamin dan mineral untuk membantu melengkapi asupan nutrisinya sehari-hari.

 

Referensi:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. (2026, May 15). Milestones by 4 years. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/4-years.html
  2. Centers for Disease Control and Prevention. (2026, May 15). Milestones by 5 years. https://www.cdc.gov/act-early/milestones/5-years.html
  3. Encyclopaedia Britannica. (n.d.). Psychomotor learning. https://www.britannica.com/science/psychomotor-learning
Share
URL copied!

Artikel Terkait